Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2014

Shopping List Hemat Buat Para Emak

Temen-temen, pernah merasa boros dan ngga bisa ngatur keuangan? Apalagi kalau baru menerima pemasukan, pengennya window shopping terus borong-borong deh. Atau pernahkah kita membeli barang yang sebetulnya ngga kita butuhkan, padahal ada banyak prioritas lain yang mesti masuk dalam kantung belanjaan kita?

Buat kita para emak, manajemen keuangan itu sangat penting lho. Uang belanja yang dititipkan suami ke tangan kita mesti dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin. Ibuku pernah menasihati dengan prinsip keuangan yang bijak, menurutku itulah tanda keberkahan sebuah rizki.

"Uang dari suamimu itu mesti diterima dengan penuh rasa syukur, baik itu sedikit atau banyak. Sebagai seorang istri, kita mesti bisa mengatur uang. Jika diberi sedikit, usahakan yang sedikit itu supaya bisa mencukupi. Dan bila diberi uang banyak, yang banyak itu bisa bersisa (ditabung)", begitu kata ibuku.

Sejak duduk di bangku kelas 1 SMP, ibu sudah mempercayakanku tuk mengatur uang bulanan sendiri. Yup... aku diberi uang bulanan, karena kondisi perekonomian keluarga kami saat itu sedang prihatin. Saat itu aku ingat diberi uang sebesar 15.000,- per bulan. Dengan uang itu aku mesti bisa membayar uang SPP sebesar 1.500,-/bulan, ongkos angkot PP sebesar 200,-/hari, dan jajan selama satu bulan. Aku ingat saat pertama kali menerima uang sebanyak itu, di bulan pertama uang itu habis dalam waktu sekitar dua minggu saja. Ibu sempat kecewa karena aku tak bisa mengatur uang. Aku juga sedih, untuk memenuhi kebutuhanku selama menunggu bapak gajian, kadang ibu mesti pinjam dulu sama tetangga, atau aku mesti membantu ibu jualan gorengan. Biar hemat, tak jarang aku berjalan kaki pulang dari sekolah menuju rumah. Tapi sungguh itu jadi pembelajaran penting buatku. Sejak saat itu aku belajar lebih bijak mengatur dan membelanjakan uang. 

Haha...maap...maap.. kok malah curcol? Intinya, sampe detik ini pun sebagai Ratu Rumah Tangga, aku masih mengatur uang belanja bulanan dari suamiku. Meski sudah terbiasa mengatur uang bulanan sejak kecil, bukan berarti aku sudah merasa berpengalaman dan pintar mengatur uang lho, tetap saja sering kali aku keteteran. Alhasil, mau sedikit atau banyaknya uang pemberian suami, tetap saja selalu HABIS tak bersisa. Begitupun saat aku bekerja, dan kini usaha kecil-kecilan... Uang hasil bekerja dan usaha kecil-kecilan itu pun tak terlihat hasilnya. Lagi-lagi... selalu HABIS tak bersisa.

Lalu muncul sebuah tanya: "Apa masalahku?"

Setelah berdiskusi dan ngobrol ringan sama suami tercinta, dapet juga sebuah pencerahan. Masalahnya bukan hanya ada pada pengetahuan dan cara pengelolaan uang, tapi juga masalah mental. Yang akan aku paparkan ini bukan untuk mengkotak-kotakan atau menjastifikasi seseorang, namun dari jenisnya, ternyata ada beberapa macam tipe orang lho, yaitu: 
  • Monk: Tipe orang yang ngga suka nyimpen uang untuk sendiri, dia lebih suka memberi untuk orang lain. Tak bisa dikatakan boros, tapi memang tipe orang ini senang membelanjakan uangnya untuk diberikan pada orang lain. Mereka terkenal sebagai dermawan dan biasanya disukai banyak orang.
  • Spender: Tipe orang yang senang berbelanja di segala suasana dan tak mengenal waktu (bulan muda atau tua, shopping teruuusss...hehehe). Mereka juga kesulitan tuk mengenal skala prioritas kebutuhan. kadang terpaksa berhutang. Karena kebiasaannya ini orang tipe Spender ini terkenal boros.
  • Saver: Tipe ketiga ini selalu berhati-hati dan penuh perhitungan dalam mengeluarkan uang. Hobinya menabung terus. Sikapnya terkenal hemat. (Hmm...hemat itu kadang beda tipis sama pelit, tapi nanti kita lihat perbedaannya. ^^ --> just my thought)
Hayoo... kita termasuk tipe yang mana? hehehe...

Setelah tau kita termasuk tipe yang mana, nanti kita bisa mencari solusi yang tepat atas permasalahan kita. Tapi bukan itu yang ingin aku bicarakan di sini. Ada beberapa nasihat dan pencerahan dari suamiku yang sempat bikin aku kaget. Dia bilang, 

"Ayo habiskan saja uang kita Miw...". 
"Eh, ciyus nih Biw??", jawabku balik bertanya sambil senyum kegirangan.

Ternyata mengatur keuangan bersama suami lebih menyenangkan. Bukan hanya kebersamaan lebih terasa, tapi juga membantu meringankan pikiran saat mengaturnya. Suami juga jadi lebih tau kalo istrinya ini dengan sepenuh jiwa mengatur amanah rezki yang diembankan melalui uang belanja dari blio. Dan alasan lainnya, adalah, aku dapat nasihat bagus: HABISKAN uang gajinya...wkwkwkw. Iya, uangnya dihabiskan saja untuk dimasukkan ke dalam beberapa toples. Untuk hal ini temen-temen bisa baca lagi tulisanku ini

Setelah dimasukkan ke dalam beberapa toples, hal pertama yang mesti dilakukan adalah: BELANJA kebutuhan bulanan. Sebelum berbelanja, ada baiknya kita menuliskan list belanjaan supaya nanti ngga lapar mata. Shopping list ini sering diabaikan oleh emak-emak entah karena malas menulis atau memang merasa ngga penting..hehe. 

Shopping list belanja bulanan itu perlu loh, supaya berbelanja lebih fokus, uang yang dikeluarkan pun tepat guna. Penulisan shopping list juga perlu diperhatikan, supaya kita lebih semangat belanjanya...hehe...bravo..!!

Emak-emak, pengen ngga, bikin shopping list yang:
  • irit, cukup ditulis di selembar kertas dan berlaku untuk satu tahun? Jadi ngga usah cape dan repot menulis setiap mau belanja.
  • Dengan shopping list ini kita dapat mengetahui persediaan dan ketersediaan barang kebutuhan kita yang masih ada atau sudah habis?
  • Mengetahui estimasi biaya yang kira-kira diperlukan untuk belanja bulanan di periode berikutnya?
  • Mengetahui rata-rata pengeluaran setiap bulan dan pada bulan apa kita mengeluarkan banyak uang?
Mau tau apa mau tau bangettt??? lanjut baca yah...hehe...

Idenya begini.... Kebutuhan bulanan kita kan banyak. Ada sembako, barang untuk bersih-bersih, jajanan, dan lain-lain. Nah kebutuhan itu kita bagi dalam beberapa grup. Misalnya: grup sembako, grup bumbu masak, grup jajanan, grup bersih-bersih, dan grup lain yang sesuai dengan kebutuhan bulanan kita. Bebas-bebas aja sih. Info ini didapat dari struk belanja bulanan yang telah lalu, barang manakah yang sering kita beli berulang-ulang. Makanya jangan cepat dibuang ya struk belanjanya. 

Kalau dituliskan, CONTOH formatnya jadi begini:

Misalnya : ini contoh grup sembako yang aku buat...

Di Kolom pertama, kita tuliskan nama barang sembako yang biasa kita beli. Kolom berikutnya nama bulan. Penjelasannya: di bulan Februari baris pertama ada tulisan 68, itu adalah harga sekantung beras yang biasa kita beli = 68ribu. Pada kolom bulan Maret, jika berasnya sudah habis dan akan membeli lagi, cukup diceklis saja, itu berarti di bulan berikutnya kita akan membeli beras lagi dengan harga yang sama.

Baris ke 2 ada Quaker oat, di bulan Februari dikosongkan, karena memang ngga beli dan masih ada. Dan di kolom bulan Maret, ada tanda "bendera" berarti kita tak akan membelinya di bulan Maret. Dengan begitu kita bisa mengetahui ketersediaannya di dapur kita.

Baris ke 5 ada bihun, di bulan Februari dikosongkan berarti memang ngga beli dan tidak ada ketersediannya, dan di bulan Maret ditandai dengan coretan, berarti kita ngga akan beli bihun itu juga di bulan Maret.

Dan begitu seterusnya. Untuk mengetahui estimasi biaya yang diperlukan untuk belanja, kita cukup menjumlahkan harga barang yang sudah kita ceklist (yang ditandai oleh tanda "v").

Di baris setelah angka 10 (kornet), ada satu baris dikosongkan, itu dapat kita isi dengan jumlah uang yang mesti disiapkan tuk membeli kebutuhan sembako itu. nanti ketauan di bulan manakah kita mengeluarkan uang lebih banyak untuk kebutuhan sembako ini.

hmm...begitu kira-kira cara praktisku membuat shopping list selama satu tahun. Dan ngga usah repot menulis lagi jika ingin belanja. Dengan menulis shopping list, kita bisa terhindar dari "kelupaan". Biasa deh wanita kan seneng lihat-lihat. Sering banget tujuannya beli barang A, eh karena lihat barang B, kita malah beli, dan melupakan barang A yang sudah diniatkan tuk beli. Mudah-mudahan dapat dimengerti dan dapat dipraktekkan juga. InsyaAllah pengen banget bikin tutorial videonya. Biar lebih jelas lagi. Nanti deh direncanakan..hehe.

Moga bermanfaat ya teman... Oya kalo temen-temen udah praktekkan ide shopping list ini, maryam minta komentarnya dong, dan jika ada pertanyaan, masukkan dan ide lainnya tentang shopping list ini, aku akan sangat bersyukur jika dapat berdiskusi dengan teman-teman. ^^

Jangan sungkan tuk meninggalkan komentar di artikel ini yaa....


Sabtu, 30 November 2013

Membangun Sebuah Kerajaan

Tadinya tanggal 30 November sampe hari ini 1 Desember, saya pengen ikut belajar hadits dengan Ustadz Yahya Badrussalam di Bogor. Sembari ada niatan pengen kopdar juga sama teh Atin dan teh Novi kenalanku di FB. Semua sudah dipersiapkan. Qadarullah, suami gak bisa antar-antar dan ternyata budget'nya ngga memadai. Untuk menghiburku, suamiku yang baikhatiramahdantidaksombong membawaku ke sebuah seminar. Bandung Bootcamp, di Universitas Pendidikan Indonesia.

Saya pikir ini seminar apaaa...ternyata dalemnya ilmu buat jadi pengusaha. Hehehe. Cita-citaku dan keinginankku setelah terjerumus ke dalam pergaulan para business woman. Alhamdulillaah materi di awal seminar ini sangat menarik dan cukup memberi motivasi. Bincang-bincang sama beberapa pengusaha muda yang sudah mengalami banyak kisah hingga akhirnya menjadi seseorang yang lebih sukses. Bahkan ada pembicaranya yang mengaku dulunya saat bangkrut dia pernah mencoba melakkukan pembobolan ATM segala dan masuk penjara...hadeuuh...alhamdulillaah udah pada insaP...hehe.

Hanya saja, saya kurang setuju saat ada salah satu pembicara yang bilang bahwa ide itu ngga ada harganya SAMA SEKALI. Sama sekali ngga berharga? Ciyusss?? Mungkin benar "how to make the ideas become money" itu lebih berharga. Tapi tanpa sebuah ide, dia juga ngga bisa menghasilkan uang kan? Dan ini bertentangan dengan arti uang pada seminar "cring-cring" yang saya ikuti sebelumnya... yang justru mengatakan bahwa Uang itu hanyalah sebuah IDE! Yang jelas saya setuju dengan pembicara saat dia bilang bahwa "Ideas is nothing without ACTION"

Ada beberapa hal yang saya tangkap dalam seminar itu, dan dalam Catatan Sederhana ini akan saya tuliskan kembali.

Untuk memulai ide-ide kreatif kita menjadi sebuah bisnis, ada banyak sekali pertanyaan yang mesti kita jawab. Setelah muncul ide kreatif, kita bisa bertanya, "HOW we do it?". Bagaimana sistemnya, Siapa pangsa pasarnya? Dari mana kita mendapatkannya? Kapan waktu terbaik? Apa yang mesti dilakukan pertama kali? dan sebagainya.

Agar bisnis lebih langgeng, kita pun perlu memilih jenis bisnis apa yang akan kita jalani. Di bidang property kah? Di bidang digital market kah? Crafting? Cooking? Yang jelas, apapun pilihan bisnis kita, mulailah dari hal-hal yang paling kita sukai. Oh, seperti saya...I LOVE CRAFTING, maka terlahirlah Momet Gift seperti sekarang ini. Rempong tapi seneng...

Ada hal yang saya sangat garis bawahi saat seorang pembicara bertanya, "Apa niat bisnis anda?" dan niat ini akan menentukan tumbuh kembang bisnis dan usaha anda kedepannya. Jika bisnis anda berantakan, atau tak berkembang, mungkin ada yang salah dengan niat awal kita membangun bisnis ini. Dan memang, hal (yang dianggap) sederhana ini menjadi hal pokok dan mendasar dalam membangun sebuah Kerajaan Bisnis. Ibarat sebuah bangunan dengan fondasi yang kuat, begitulah bisnis dengan niat yang mulia akan lebih terjaga dan lebih mampu tuk berdiri kokoh.

Selain itu cara-cara berbisnis pun mesti kita pelajari dengan benar. Pembicara memang tak menjelaskan secara gamblang. Namun bagi saya, seorang muslim, penting sekali bagi kita mengetahui cara berbisnis ini agar kita lebih tau halal-haramnya, baik-buruknya perniagaan yang kita jalani, dan hal ini sangat menentukan keberkahan bisnis kita. Ini menyangkut rejeki yang akan kita makan juga kan... Kalau kita mendapatinya dengan cara yang tidak diridhai oleh Allah, bagaimana nasib kita jika ada daging yang tumbuh dari harta haram tersebut?? Na'udzubillaah min dzalik.

Sahabat, seperti halnya kita sebagai seorang individu membutuhkan teman seperjalanan yang shalih yang dapat saling mengingatkan, ada kalanya juga dalam berbisnis kita merasa kurang semangat. Karena itulah sebaiknya kita memiliki mentor dan komunitas tempat berkumpul bersama teman-teman yang melakukan bisnis. Agar memilihi usaha yang mapan, stabil dan berkembang, penting sekali menjaga passion, semangat dan komitmen kita. Dan jika masih menemukan diri kita tetap tidak semangat, mungkin ada dua kemungkinan: Kemungkinan ke-1 --> Udah menyerah, Kemungkinan ke-2 --> Udah puas dengan kondisi yang dimilikinya saat ini. Bagaimana pun, semoga kedua kemungkinan itu ngga sampai hinggap di diri kita. Semoga kita ngga cepat puas dengan apa yang kita capai hari ini. Sehingga kita dapat mencapai prestasi yang lebih baik lagi.

Pembicara juga menjelaskan pentingnya ilmu komunikasi. Dalam menjual sesuatu, kita membutuhkan komunikasi yang baik agar terjalin hubungan yang baik antara penjual dan pembeli. Bagi bisnis online terutama, komunikasi ini penting sebagai layanan customer service juga. Ini adalah salah satu kelemahan yang sering diabaikan. *jleb...jleb...jleb...banget di hatiku* Karena meski aku cerewet tapi kadang aku ngga pandai menyampaikan apa yang mestinya kusampaikan. Oh...par customer setiaku...maapkan aku yah!!!

Masih ada beberapa oleh-oleh dari Bandung Bootcamp yang pengen aku share, tapi skarang aku mesti siap-siap cari ilmu yang lain..hehe...udah dulu yah, nanti maryam lanjut lagi, insyaAllah.

Yang penting...Do the best!! Ganbatte...!!! Hamasah!!

1 Desember 2013
@istana Maryam
"Semoga Allah memberkahi usaha kita ini ya teman....!!!"





Selasa, 05 November 2013

Apa Bunyinya? Cring...criiiing...

Itulah kesenangan yang kami ciptakan saat memasukkan lembaran rupiah beserta recehannya ke dalam enam toples kesayangan kami. Mungkin temen-temen bertanya-tanya, Maryam ngomongin apa sih? Salah makan kali ya? Hehe..tenaaang, Maryam bukannya lagi ngigo atau galau. Dia cuman lagi ngomongin jurus baru mengelola keuangan rumah tangga yang baru saja diajarkan oleh Master Sifu Widi, sekaligus kekasihnya.

Kalo dulu, Maryam menggunakan sisten Dapet-Debet-Kredit-Saldo-Keterangan. Jadi kalo Master Sifu gajian, Maryam hanya nulis pemasukan dan pengeluaran aja tanpa ada planning dan acara-acara lainnya. Alhasil, kadang pengeluaran ngga terkendali sedangkan pemasukan yaaa cuman dari satu-satunya sumber: dompet Master Sifu dowang. Dan jika terjadi kasus lebih besar pasak dari tiang, maka dapat diartikan pula sebagai bencana keuangan negara, alias defisit.

Nah, biar lebih jelas, duit kita pada lari kemana, Master Sifu mengajarkan sebuah jurus jitu. Meski jurus ini keberhasilannya tetep berada di tangan kita juga. Yang jelas dengan sistem keuangan yang diajarkan Master Sifu, ada beberapa hikmah dan pelajaran penting lainnya, seperti misalnya: "Melatih mental kaya". Dan yang terpenting adalah menanamkan pemikiran bahwa kita yang semestinya mengikuti gaya hidup berdasarkan kondisi keuangan kita, bukannya kita yang memaksakan diri mengikuti gaya hidup tertentu hingga kita mesti pinjam dan utang sana-sini. Oh...noo...tidak, jangan sampai kita berhutang untuk sesuatu yang ngga penting ya teman. Karena hutang itu merupakan belenggu kebebasan di dunia dan di akhirat. Mengapa? Karena selama kita berutang, diri kita berada di bawah kekuasaan seseorang. Dan jika kita ternyata dipanggil Sang Maha Kuasa, maka utang itu akan menjadi benteng dan jembatan yang menghalangi kita untuk masuk surga. Hatta...bahkan seseorang yang mati berjihad karena Allah, lalu dia masuk surga tanpa hisab, jika dia masih memiliki hutang, maka kesenangannya itu (masuk syurga..!!) mesti ditangguhkan hingga ada seseorang yang mau menjamin dan melunasi hutangnya.

Jurus ini membutuhkan konsistensi dan komitmen tinggi pelakunya. Jadi kalo anda ngga punya kemampuan dan keberanian untuk berubah, secanggih apapun ilmu yang anda terima, sepintar apapun guru anda, maka hasilnya akan tetap NOL, alias sia-sia. Kalau anda menyanggupi untuk berubah, dan memiliki keinginan besar tuk memperbaiki manajemen keuangan anda, silakan baca lebih lanjut artikel saya ini yah, dam mari bersama-sama kita berubah menjadi orang yang lebih baik dan bahagia.. kalo ngga mau ikut aturan, silakan klik tanda silang merah di sebelah kanan atas untuk menutup blog ini. *haha...galak euy*

Oke, pertama-tama, kita akan membutuhkan enam toples transparan yang nantinya akan kita pergunakan untuk "rumah" uang kita. Selain itu kita butuh selembar kertas, pulpen, dan kalkulator untuk memudahkan proses berhitung. Oya jangan lupa selotip, pulpen or spidol aneka warna, dan kertas warna ukuran kecil untuk menghias. *Selalu ada sentuhan artistik dong, biar toplesnya indah dan bikin kita makin semangat* Sudah siap mencatat, berhitung, dan menghias bersama Maryam?

yang Charity ngga pakai toples..saya masukin ke kotak aja.

Siip...

Sekarang kita ambil selembar kertas untuk menulis materi gambaran awalnya. Silakan tuliskan jumlah penghasilan yang teman-teman terima setiap bulannya. Lalu tanya hati nurani anda sendiri. "Apakah uang saya bersisa di akhir bulan?" Saya yakin, berapapun uang yang anda terima, baik itu cukup, besar, atau bahkan lebih, tidak akan bersisa hingga akhir bulan malah seringnya kurang. Betul kan? Heran? Iya, memang begitu sikap dasar manusia. Semakin besar penghasilan, maka tuntutan kebutuhan akan meningkat juga. Jadi berapapun penghasilan kita, sudah pasti HABIS. Oleh karena itu, MARI KITA HABISKAN SAJA PENGHASILAN kita. Eit, tunggu dulu, mari kita habiskan dengan CARA yang CERDAS dan CERMAT...oke, grup A, coba dulu belnya!!!??? hihihi...

Temen-temen sekalian, seperti yang sudah Maryam bilang di awal, ada enam toples yang akan kita pergunakan. Nah yang pertama, adalah FFA atau Financial Freedom Account. Istilahnya ini adalah toples tabungan kita. Saat menerima pemasukan, toples inilah yang mesti kita isi pertama kali. Bagi kita yang bukan merupakan pegawai pemerintah (baca: PNS) kan ngga ada istilahnya uang dan dana pensiun. Jadi sangat penting sekali bagi kita tuk memiliki akun berisi dana masa depan ini. Besarannya adalah 10% dari jumlah gaji atau pemasukan uang yang kita terima. Aturannya: uang yang masuk ke toples ini TIDAK BOLEH DIAMBIL dengan alasan apapun, KECUALI untuk membeli "angsa emas" atau membuka usaha seperti franchise atau membuka perusahaan sendiri yang nantinya akan menghasilkan uang untuk kita. Tapi kalo misalnya ada uang sisa belanja, berapapun itu, boleh masuk toples ini. Silakan hias toples ini dengan sesuatu yang unik, yang dapat mengingatkan kita, bahwa uang yang masuk sini ngga bisa keluar lagi. Kalo saya sendiri, cukup membedakan warna toplesnya aja dengan toples merah.

Yang ke dua adalah toples Education (kita singkat EDU aja ya). Ini termasuk dua toples utama yang terpenting setelah FAA. Besarannya sama, 10% dari pendapatan kita. Dana pendidikan atau EDUkasi ini tentunya untuk meningkatkan kualitas diri sebagai karyawan, sebagai pengusaha, atau sebagai ibu rumah tangga pun kita perlu juga pendidikan. Alokasi dana ini dapat kita pergunakan untuk mengikuti training, seminar, atau membeli buku-buku. Jadi jangan sampai pelit untuk membeli ilmu ya... Karena ilmu itu penting sekali untuk mengubah pola-pikir kita. Bahkan seorang bijak pernah berkata, kebutuhan diri akan ilmu itu lebih besar daripada kebutuhan kita akan makanan. Masya Allah, ilmu itu betul-betul penting banget dah... mau masuk surga aja mesti punya ilmu kan? Makanya, semangat terus jadi pembelajar sejati ya..!!!

Yang ke tiga adalah toples Long term Spending Account (LSA). Merupakan pembelanjaan jangka panjang. Besarannya juga sama, 10% dari pendapatan. LSA ini nantinya akan kita gunakan untuk membeli kebutuhan jangka panjang yang harganya tinggi, dan mungkin kita butuh waktu untuk mencicilnya. Misalnya: rumah, kendaraan seperti mobil dan motor. Kalo saya, pengen mesin jahit itu loh yg segala bisa, harganya sekitar 4 jutaan. (haha...sapa yang nanya? eh tapi gpp kali aja ada yang mau ngasi kredit ringan...) Menurut Maryam, tentuin aja deh apa yang mau kita beli. Supaya fokus juga. Kalo kita ga punya planning mau beli apa dengan uang LSA ini nanti malah kepake sama yang lain yang bukan peruntukannya. Kacau kan?

Yang ke empat, toples Self Actualization Account (SAA). Besarannya sama, 10% dari pendapatan. Memang buat emak-emak yang banyak skala prioritas, toples ini terkesan ngga berarti banget. Apalagi saya yang ngga doyan jalan-jalan..hehe. SAA ini merupakan toples untuk "Happy Time" kalo menurut saya. Karena SAA ini hanya boleh dipergunakan untuk rekreasi. Tapi bukan sembarang rekreasi loh. Dana ini dimanfaatkan untuk melatih mental kaya. Kan untuk menjadi kaya, kita mesti punya mental kaya. Jangan sampai duit dah banyak tapi tetep pelit sama diri dan keluarga sendiri. Sampai-sampai kebutuhan leisure kita kesampingkan. Silakan tentukan uang ini mau dipakai untuk apa, catat dalam secarik kertas agar fokus. Kalau target anda agak membutuhkan dana yang banyak, ngga ada salahnya mengumpulkan dana SAA ini hingga mencapai target tuk berlibur bersama keluarga ke tempat-tempat wisata. Jika kita, emak-emak yang punya penghasilan sndiri atau masi single, bisa menggunakan dana ini misalnya pergi untuk perawatan di salon spa yang bonafid lho. atau mau nongkrong sambil ngorong di starbuck juga sah-sah aja..hehe.. Sekali lagi teman, KAYA atau miskin itu MENTAL. Ada yang banyak duit tapi peliiitt minta ampun, yah..berarti dia masi dikatakan banyak duit tapi bukan kaya loh ya.. sekarang paham kan bedanya??

Toples yang ke lima adalah Charity (CHAR). Toples ini besarannya 5% saja. Sebetulnya kalo mau lebih pun, bisa aja, tinggal dikurangin aja jatah Daily Expense Account (toples ke enam yg nanti kita bahas). Toples CHAR ini melatih jiwa kedermawanan kita. Silakan disalurkan pada yang berhak dan betul-betul membutuhkannya. Bisa langsung diberikan, atau bisa kita belanjakan berupa sembako lalu disalurkan pada tetangga-tetangga yang membutuhkan. Atau mau disumbangkan pada panti-panti yatim juga boleh...pokoknya sedekah. Niatkan untuk Allah ya teman, bukan karena kita ingin balasan rejeki berlipat ganda dari Allah. Karena niat seperti itu dapat merusak pahala akhirat kita. Tentunya janji Allah itu nyata. Barangsiapa yang bersedekah, pasti Allah akan ganti rejeki kita dengan yang lebih baik dan banyak. so..niatkan saja untuk Allah, agar jadi pahala juga untuk dibawa ke kampung akhirat. Bukankah setelah mati, anak adam itu terputus semua pahalanya kecuali 3? Amal jariyah, ilmu yang manfaat, dan doa anak shalih.

Toples ke enam adalah Daily Expense Account atau pengeluaran sehari-hari. Besarannya adalah 55% dari pendptan kita. banyak yah? iyaaa laaahh...beli sabun, nasi, bayar listrik, pulsa...semua-mua kita bayar dari toples ini. Kalo misalnya masih kurang juga, berarti mesti ada yang dievaluasi dari standar kebutuhan kita atau memang saatnya : BERBISNIS...hehe. yang ini aku ngga bisa banyak ngemeng...memang kadang keteteran juga. Ya, hidup itu kan proses pembelajaran. Siapa tau degan kebiasaan mengatur keuangan ini hidup kita jadi teratur pula. Iya ngga??

Nah itu dia jurus enam toples dari Master Sifu kekasihku. hihihi... Segitu ja dulu deh. Segala macam sharing ilmu, pengalaman dan krisan, silakan lanjut dikomen ya.. InsyaAllah kalo ada update ilmu terbaru, maryam bagi disini...di istana maryam.


5 November 2013@Kaki bukit drim hill
Apa bunyinyaaaa???? cring...criiing.... *halah...hehehe...