Assalaamu alaikum warahmatullaah wabarakaatuh..
Ah...Akirnya bisa kembali lagi ke istana ini...Setelah sekian lama aku ngga bisa menulis lagi di blog ini dikarenakan beragam hal. Mulai masalah sinyal internet, gada duit buat beli pulsa..dan kondisi kesehatan yang bikin aku tertidur lama dari dunia maya ini kayak sleeping beauty...
Terutama alasan yang terakhir aku sebutin itu..tuh yang bikin aku mati kutu. Alhamdulillaah ala kulli haal. moga jadi penggugur dosa-dosaku yang menumpuk ini...huhuhuhu...
Hampir dua tahun aku ngga nulis ya teman? adakah yang rindu aku? hahaha...siapa aku keleuss??? Yup..hampir dua tahun aku bergelut dengan badai dalam pikiranku. Ceileeh...lebaynyaaa...
Yah pokoknya...gitu deh...Tapi yang pnting aku sekarang mulai bangkit lagi. Aku ngga akan menyerah dan kalah pada kondisi ini. Setidaknya sebelom aku tutup usia. pingin banget aku miliki pengalaman yang bermanfaat dan membaginya dengan dunia.
selama ini Alhamdulillah...selama off dari dumay...banyak hal yang aku pelajari. Salah satunya menjahit. Yup..aku sekarang senang menjahit kain perca.. tempat pensil..dan celana panjang anak.
Daaannn....insyaAllah dalam waktu dekat ini aku mau ngadain workshop "Menjahit Aplikasi flannel pada Kaos Anak..."
Yang minat..yuk ikutaannn..... :D
Tampilkan postingan dengan label Maryam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maryam. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 April 2016
Kamis, 20 Maret 2014
Ah....
Baru kali ini aku merasa serba salah
Saat kau berada di sisi yang berlawanan arah
Menyisakan hatiku yang kini resah
Seakan terbelenggu oleh gundah
Apa gerangan yang membuatmu tampak lelah?
Apa yang terjadi, hingga kau seperti menahan amarah?
Teka-teki apa yang membuat dirimu susah?
Biasanya ronamu ceria, murung pun hampir tak pernah
Aku tau jalan kita tak pernah mudah
Kisah hidup kita kadang tak begitu indah
Namun akankah kita begitu saja menyerah?
Tanpa perjuangan, tanpa memungut hikmah?
Mari kita kuatkan lagi bila niat baik itu melemah
Mari eratkan lagi ikatan hati kita jika sudah mulai goyah
Mari selaraskan kembali irama dan langkah
Jangan biarkan ego dan emosi membuat kita kalah
..............
19 Maret 2014 @ Kaki Bukit Impian
Senin, 24 Februari 2014
Shopping List Hemat Buat Para Emak
Temen-temen, pernah merasa boros dan ngga bisa ngatur keuangan? Apalagi kalau baru menerima pemasukan, pengennya window shopping terus borong-borong deh. Atau pernahkah kita membeli barang yang sebetulnya ngga kita butuhkan, padahal ada banyak prioritas lain yang mesti masuk dalam kantung belanjaan kita?
Buat kita para emak, manajemen keuangan itu sangat penting lho. Uang belanja yang dititipkan suami ke tangan kita mesti dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin. Ibuku pernah menasihati dengan prinsip keuangan yang bijak, menurutku itulah tanda keberkahan sebuah rizki.
"Uang dari suamimu itu mesti diterima dengan penuh rasa syukur, baik itu sedikit atau banyak. Sebagai seorang istri, kita mesti bisa mengatur uang. Jika diberi sedikit, usahakan yang sedikit itu supaya bisa mencukupi. Dan bila diberi uang banyak, yang banyak itu bisa bersisa (ditabung)", begitu kata ibuku.
Sejak duduk di bangku kelas 1 SMP, ibu sudah mempercayakanku tuk mengatur uang bulanan sendiri. Yup... aku diberi uang bulanan, karena kondisi perekonomian keluarga kami saat itu sedang prihatin. Saat itu aku ingat diberi uang sebesar 15.000,- per bulan. Dengan uang itu aku mesti bisa membayar uang SPP sebesar 1.500,-/bulan, ongkos angkot PP sebesar 200,-/hari, dan jajan selama satu bulan. Aku ingat saat pertama kali menerima uang sebanyak itu, di bulan pertama uang itu habis dalam waktu sekitar dua minggu saja. Ibu sempat kecewa karena aku tak bisa mengatur uang. Aku juga sedih, untuk memenuhi kebutuhanku selama menunggu bapak gajian, kadang ibu mesti pinjam dulu sama tetangga, atau aku mesti membantu ibu jualan gorengan. Biar hemat, tak jarang aku berjalan kaki pulang dari sekolah menuju rumah. Tapi sungguh itu jadi pembelajaran penting buatku. Sejak saat itu aku belajar lebih bijak mengatur dan membelanjakan uang.
Haha...maap...maap.. kok malah curcol? Intinya, sampe detik ini pun sebagai Ratu Rumah Tangga, aku masih mengatur uang belanja bulanan dari suamiku. Meski sudah terbiasa mengatur uang bulanan sejak kecil, bukan berarti aku sudah merasa berpengalaman dan pintar mengatur uang lho, tetap saja sering kali aku keteteran. Alhasil, mau sedikit atau banyaknya uang pemberian suami, tetap saja selalu HABIS tak bersisa. Begitupun saat aku bekerja, dan kini usaha kecil-kecilan... Uang hasil bekerja dan usaha kecil-kecilan itu pun tak terlihat hasilnya. Lagi-lagi... selalu HABIS tak bersisa.
Lalu muncul sebuah tanya: "Apa masalahku?"
Setelah berdiskusi dan ngobrol ringan sama suami tercinta, dapet juga sebuah pencerahan. Masalahnya bukan hanya ada pada pengetahuan dan cara pengelolaan uang, tapi juga masalah mental. Yang akan aku paparkan ini bukan untuk mengkotak-kotakan atau menjastifikasi seseorang, namun dari jenisnya, ternyata ada beberapa macam tipe orang lho, yaitu:
- Monk: Tipe orang yang ngga suka nyimpen uang untuk sendiri, dia lebih suka memberi untuk orang lain. Tak bisa dikatakan boros, tapi memang tipe orang ini senang membelanjakan uangnya untuk diberikan pada orang lain. Mereka terkenal sebagai dermawan dan biasanya disukai banyak orang.
- Spender: Tipe orang yang senang berbelanja di segala suasana dan tak mengenal waktu (bulan muda atau tua, shopping teruuusss...hehehe). Mereka juga kesulitan tuk mengenal skala prioritas kebutuhan. kadang terpaksa berhutang. Karena kebiasaannya ini orang tipe Spender ini terkenal boros.
- Saver: Tipe ketiga ini selalu berhati-hati dan penuh perhitungan dalam mengeluarkan uang. Hobinya menabung terus. Sikapnya terkenal hemat. (Hmm...hemat itu kadang beda tipis sama pelit, tapi nanti kita lihat perbedaannya. ^^ --> just my thought)
Hayoo... kita termasuk tipe yang mana? hehehe...
Setelah tau kita termasuk tipe yang mana, nanti kita bisa mencari solusi yang tepat atas permasalahan kita. Tapi bukan itu yang ingin aku bicarakan di sini. Ada beberapa nasihat dan pencerahan dari suamiku yang sempat bikin aku kaget. Dia bilang,
Setelah tau kita termasuk tipe yang mana, nanti kita bisa mencari solusi yang tepat atas permasalahan kita. Tapi bukan itu yang ingin aku bicarakan di sini. Ada beberapa nasihat dan pencerahan dari suamiku yang sempat bikin aku kaget. Dia bilang,
"Ayo habiskan saja uang kita Miw...".
"Eh, ciyus nih Biw??", jawabku balik bertanya sambil senyum kegirangan.
Ternyata mengatur keuangan bersama suami lebih menyenangkan. Bukan hanya kebersamaan lebih terasa, tapi juga membantu meringankan pikiran saat mengaturnya. Suami juga jadi lebih tau kalo istrinya ini dengan sepenuh jiwa mengatur amanah rezki yang diembankan melalui uang belanja dari blio. Dan alasan lainnya, adalah, aku dapat nasihat bagus: HABISKAN uang gajinya...wkwkwkw. Iya, uangnya dihabiskan saja untuk dimasukkan ke dalam beberapa toples. Untuk hal ini temen-temen bisa baca lagi tulisanku ini.
Setelah dimasukkan ke dalam beberapa toples, hal pertama yang mesti dilakukan adalah: BELANJA kebutuhan bulanan. Sebelum berbelanja, ada baiknya kita menuliskan list belanjaan supaya nanti ngga lapar mata. Shopping list ini sering diabaikan oleh emak-emak entah karena malas menulis atau memang merasa ngga penting..hehe.
Shopping list belanja bulanan itu perlu loh, supaya berbelanja lebih fokus, uang yang dikeluarkan pun tepat guna. Penulisan shopping list juga perlu diperhatikan, supaya kita lebih semangat belanjanya...hehe...bravo..!!
Emak-emak, pengen ngga, bikin shopping list yang:
Emak-emak, pengen ngga, bikin shopping list yang:
- irit, cukup ditulis di selembar kertas dan berlaku untuk satu tahun? Jadi ngga usah cape dan repot menulis setiap mau belanja.
- Dengan shopping list ini kita dapat mengetahui persediaan dan ketersediaan barang kebutuhan kita yang masih ada atau sudah habis?
- Mengetahui estimasi biaya yang kira-kira diperlukan untuk belanja bulanan di periode berikutnya?
- Mengetahui rata-rata pengeluaran setiap bulan dan pada bulan apa kita mengeluarkan banyak uang?
Idenya begini.... Kebutuhan bulanan kita kan banyak. Ada sembako, barang untuk bersih-bersih, jajanan, dan lain-lain. Nah kebutuhan itu kita bagi dalam beberapa grup. Misalnya: grup sembako, grup bumbu masak, grup jajanan, grup bersih-bersih, dan grup lain yang sesuai dengan kebutuhan bulanan kita. Bebas-bebas aja sih. Info ini didapat dari struk belanja bulanan yang telah lalu, barang manakah yang sering kita beli berulang-ulang. Makanya jangan cepat dibuang ya struk belanjanya.
Kalau dituliskan, CONTOH formatnya jadi begini:
Misalnya : ini contoh grup sembako yang aku buat...
Di Kolom pertama, kita tuliskan nama barang sembako yang biasa kita beli. Kolom berikutnya nama bulan. Penjelasannya: di bulan Februari baris pertama ada tulisan 68, itu adalah harga sekantung beras yang biasa kita beli = 68ribu. Pada kolom bulan Maret, jika berasnya sudah habis dan akan membeli lagi, cukup diceklis saja, itu berarti di bulan berikutnya kita akan membeli beras lagi dengan harga yang sama.
Baris ke 2 ada Quaker oat, di bulan Februari dikosongkan, karena memang ngga beli dan masih ada. Dan di kolom bulan Maret, ada tanda "bendera" berarti kita tak akan membelinya di bulan Maret. Dengan begitu kita bisa mengetahui ketersediaannya di dapur kita.
Baris ke 5 ada bihun, di bulan Februari dikosongkan berarti memang ngga beli dan tidak ada ketersediannya, dan di bulan Maret ditandai dengan coretan, berarti kita ngga akan beli bihun itu juga di bulan Maret.
Dan begitu seterusnya. Untuk mengetahui estimasi biaya yang diperlukan untuk belanja, kita cukup menjumlahkan harga barang yang sudah kita ceklist (yang ditandai oleh tanda "v").
Di baris setelah angka 10 (kornet), ada satu baris dikosongkan, itu dapat kita isi dengan jumlah uang yang mesti disiapkan tuk membeli kebutuhan sembako itu. nanti ketauan di bulan manakah kita mengeluarkan uang lebih banyak untuk kebutuhan sembako ini.
hmm...begitu kira-kira cara praktisku membuat shopping list selama satu tahun. Dan ngga usah repot menulis lagi jika ingin belanja. Dengan menulis shopping list, kita bisa terhindar dari "kelupaan". Biasa deh wanita kan seneng lihat-lihat. Sering banget tujuannya beli barang A, eh karena lihat barang B, kita malah beli, dan melupakan barang A yang sudah diniatkan tuk beli. Mudah-mudahan dapat dimengerti dan dapat dipraktekkan juga. InsyaAllah pengen banget bikin tutorial videonya. Biar lebih jelas lagi. Nanti deh direncanakan..hehe.
Moga bermanfaat ya teman... Oya kalo temen-temen udah praktekkan ide shopping list ini, maryam minta komentarnya dong, dan jika ada pertanyaan, masukkan dan ide lainnya tentang shopping list ini, aku akan sangat bersyukur jika dapat berdiskusi dengan teman-teman. ^^
Jangan sungkan tuk meninggalkan komentar di artikel ini yaa....
Baris ke 2 ada Quaker oat, di bulan Februari dikosongkan, karena memang ngga beli dan masih ada. Dan di kolom bulan Maret, ada tanda "bendera" berarti kita tak akan membelinya di bulan Maret. Dengan begitu kita bisa mengetahui ketersediaannya di dapur kita.
Baris ke 5 ada bihun, di bulan Februari dikosongkan berarti memang ngga beli dan tidak ada ketersediannya, dan di bulan Maret ditandai dengan coretan, berarti kita ngga akan beli bihun itu juga di bulan Maret.
Dan begitu seterusnya. Untuk mengetahui estimasi biaya yang diperlukan untuk belanja, kita cukup menjumlahkan harga barang yang sudah kita ceklist (yang ditandai oleh tanda "v").
Di baris setelah angka 10 (kornet), ada satu baris dikosongkan, itu dapat kita isi dengan jumlah uang yang mesti disiapkan tuk membeli kebutuhan sembako itu. nanti ketauan di bulan manakah kita mengeluarkan uang lebih banyak untuk kebutuhan sembako ini.
hmm...begitu kira-kira cara praktisku membuat shopping list selama satu tahun. Dan ngga usah repot menulis lagi jika ingin belanja. Dengan menulis shopping list, kita bisa terhindar dari "kelupaan". Biasa deh wanita kan seneng lihat-lihat. Sering banget tujuannya beli barang A, eh karena lihat barang B, kita malah beli, dan melupakan barang A yang sudah diniatkan tuk beli. Mudah-mudahan dapat dimengerti dan dapat dipraktekkan juga. InsyaAllah pengen banget bikin tutorial videonya. Biar lebih jelas lagi. Nanti deh direncanakan..hehe.
Moga bermanfaat ya teman... Oya kalo temen-temen udah praktekkan ide shopping list ini, maryam minta komentarnya dong, dan jika ada pertanyaan, masukkan dan ide lainnya tentang shopping list ini, aku akan sangat bersyukur jika dapat berdiskusi dengan teman-teman. ^^
Jangan sungkan tuk meninggalkan komentar di artikel ini yaa....
Kamis, 20 Februari 2014
Busy Book, Tutorial Sederhana
Beberapa waktu lalu Maryam janji tuk membagi tutorial Busy Book (yang kemudian Maryam kenal sebagai Quiet Book...haha..busy book nama ngarang aja). Kali ini temanya mainan untuk anak laki-laki. Judulnya Mini Map. Bukunya belom jadi, tinggal di pasang mobilnya saja sih, tapi keburu pengen nulis tutorial. Mumpung lagi mood nulis, so..kita mulai saja.
Lagi-lagi dalam pembuatan busy book ini Maryam menggunakan kertas bekas undangan untuk lapisan bukunya. Kebetulan ukurannya cocok dengan harapan, yaitu sebesar buku A5. Jadi Maryam ngga usah sengaja menyiapkan karton duplek lagi. Hemat kan? ^^
Bahan untuk membuatnya cukup sederhana. Kita hanya perlu menyiapkan karton duplek (kalo aku kan pakai kertas bekas undangan ^^), 2 lembar kain flannel persegi panjang untuk buku dan covernya, ukurannya bebas aja, kalo aku menyesuaikan dengan kertas bekas undangan, berarti 2 x ukuran A5. Warna yang aku pilih coklat untuk bagian dalam dan merah untuk bagian luar karena hanya itu yang tersedia di lemariku. Temen-temen bisa sesuaikan dengan warna kesukaan ya.. Bahan yang lainnya, hanya gunting, spidol, benang dan jarum jahit saja...oya jangan lupa lem UHU untuk memudahkan menempel aplikasi di kain flannel sebelum dijahit.
Caranya....
Pertama-tama, jahit kain flannel warna coklat dan merah pada bagian tengahnya, ini dimaksudkan agar buku lebih mudah dilipat (ditutup). Karena belom punya mesin jahit (MJ), jadi aku jahit dengan menggunakan tusuk tikam jejak. Nah loh..bagi teman yang belom bisa jenis jahitan, insyaAllah nanti kedepannya kita belajar bersama ya..atau sementara bisa gugling dulu deh ^^
Setelah itu, kita buat aplikasinya berbentuk: Rumah, gedung sekolah, pohon, dan jalan. Gambarnya ngarang bebas aja sesuai dengan imajinasi kita. Maryam sendiri ngga pakai pola, tapi kalau teman-teman kesulitan dalam membuatnya, silakan membuat pola terlebih dahulu di atas secarik kertas dan jilpak di kain flannel, lalu gunting. Dalam proses pembuatan aplikasi ini Maryam sangat senang. Karena seperti menggambar di atas kain dan dengan kain. Oya biar aplikasinya ngga kabur kemana-mana, dibandingkan dengan menyisipkan jarum pentul, aku lebih suka memberi lem uhu saja. Gunakan lem tipis-tipis aja ya, biar saat kering, kainnya ngga kaku dan keras.
Setelah aplikasi ditempel, jahit dengan menggunakan tusuk feston disekeliling gambar aplikasi. Atau kita bisa juga berekspresi dengan jenis tusukan lain seperti jelulur atau tusuk tangkai.
Jika sudah selesai menjahitnya, maka di belakang kain flannel itu akan tampak seperti pada foto di bawah. Memang kelihatan ngga rapi, tapi ngga apa-apa karena bagian itu kan bagian dalamnya, ngga akan kelihatan. Dan di dalam kainnya nanti kita sisipkan karton duplek yang tebal. Maryam pakai karton bekas undangan.
Setelah disisipkan karton, kita mulai jahit bagian sekeliling buku dengan tusuk feston. Bagian depan buku ngga aku kasih karton supaya memudahkan, saat menyisipkan beberapa mobil mainannya. Dan ini adalah hasil akhirnya.
Nah jadi deh. Buku sibuknya udah siap dimainkan sama jagoan cilik. Kita bisa membantu anak-anak mengembangkan imajinasinya dengan bercerita tentang perjalanan dari rumah (yang ada di cover buku) menuju tempat lainnya di halaman utama, ada gedung sekolah, ada rumah teman, ada taman, ada hutan dan toko kue. Selain itu kita dapat melatih motoriknya dengan memainkan mobil-mobilan mengikuti arah jalan. Beberapa pertanyaan dapat kita lontarkan untuk mengetahui logika berpikirnya, misalnya: lebih jauh mana perjalanan menuju sekolah dan toko kue? Atau buku ini dapat digunakan sebebas-bebasnya bersama anak-anak, yang penting happy...^^
Selamat berkarya ya teman... dan semoga dengan mainan ini kita dapat menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama para krucil... hehehe..Oya kalo memang ngga ada waktu untuk membuatnya, teman-teman bisa pesan busy booknya di Maryam. Like saja fans page Momet Gift, lalu kirimkan inbox tuk memesannya. Hahaha...gpp sambil promosi yah...*gubraks*
@Drim Hill, 21 Februari 2014
Hmm.. jadi ingin berdoa lagi..."Rabbii hablii minash shaalihiin..." Ya Allah, anugrahkanlah padaku keturunan yang shalih...aamiin
Lagi-lagi dalam pembuatan busy book ini Maryam menggunakan kertas bekas undangan untuk lapisan bukunya. Kebetulan ukurannya cocok dengan harapan, yaitu sebesar buku A5. Jadi Maryam ngga usah sengaja menyiapkan karton duplek lagi. Hemat kan? ^^
Bahan untuk membuatnya cukup sederhana. Kita hanya perlu menyiapkan karton duplek (kalo aku kan pakai kertas bekas undangan ^^), 2 lembar kain flannel persegi panjang untuk buku dan covernya, ukurannya bebas aja, kalo aku menyesuaikan dengan kertas bekas undangan, berarti 2 x ukuran A5. Warna yang aku pilih coklat untuk bagian dalam dan merah untuk bagian luar karena hanya itu yang tersedia di lemariku. Temen-temen bisa sesuaikan dengan warna kesukaan ya.. Bahan yang lainnya, hanya gunting, spidol, benang dan jarum jahit saja...oya jangan lupa lem UHU untuk memudahkan menempel aplikasi di kain flannel sebelum dijahit.
Caranya....
Pertama-tama, jahit kain flannel warna coklat dan merah pada bagian tengahnya, ini dimaksudkan agar buku lebih mudah dilipat (ditutup). Karena belom punya mesin jahit (MJ), jadi aku jahit dengan menggunakan tusuk tikam jejak. Nah loh..bagi teman yang belom bisa jenis jahitan, insyaAllah nanti kedepannya kita belajar bersama ya..atau sementara bisa gugling dulu deh ^^
Setelah itu, kita buat aplikasinya berbentuk: Rumah, gedung sekolah, pohon, dan jalan. Gambarnya ngarang bebas aja sesuai dengan imajinasi kita. Maryam sendiri ngga pakai pola, tapi kalau teman-teman kesulitan dalam membuatnya, silakan membuat pola terlebih dahulu di atas secarik kertas dan jilpak di kain flannel, lalu gunting. Dalam proses pembuatan aplikasi ini Maryam sangat senang. Karena seperti menggambar di atas kain dan dengan kain. Oya biar aplikasinya ngga kabur kemana-mana, dibandingkan dengan menyisipkan jarum pentul, aku lebih suka memberi lem uhu saja. Gunakan lem tipis-tipis aja ya, biar saat kering, kainnya ngga kaku dan keras.
Setelah aplikasi ditempel, jahit dengan menggunakan tusuk feston disekeliling gambar aplikasi. Atau kita bisa juga berekspresi dengan jenis tusukan lain seperti jelulur atau tusuk tangkai.
Jika sudah selesai menjahitnya, maka di belakang kain flannel itu akan tampak seperti pada foto di bawah. Memang kelihatan ngga rapi, tapi ngga apa-apa karena bagian itu kan bagian dalamnya, ngga akan kelihatan. Dan di dalam kainnya nanti kita sisipkan karton duplek yang tebal. Maryam pakai karton bekas undangan.
Bagian belakang busy book...
Yang Maryam tunjuk itu karton tebal bekas undangan ^^
eh salah fotonya...hehe..yg jadi lom difotoin lagi.
cover bukunya, rumahnya bisa dibuka seperti kantong, untuk menyimpan mobil mainannya
Nah jadi deh. Buku sibuknya udah siap dimainkan sama jagoan cilik. Kita bisa membantu anak-anak mengembangkan imajinasinya dengan bercerita tentang perjalanan dari rumah (yang ada di cover buku) menuju tempat lainnya di halaman utama, ada gedung sekolah, ada rumah teman, ada taman, ada hutan dan toko kue. Selain itu kita dapat melatih motoriknya dengan memainkan mobil-mobilan mengikuti arah jalan. Beberapa pertanyaan dapat kita lontarkan untuk mengetahui logika berpikirnya, misalnya: lebih jauh mana perjalanan menuju sekolah dan toko kue? Atau buku ini dapat digunakan sebebas-bebasnya bersama anak-anak, yang penting happy...^^
Selamat berkarya ya teman... dan semoga dengan mainan ini kita dapat menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama para krucil... hehehe..Oya kalo memang ngga ada waktu untuk membuatnya, teman-teman bisa pesan busy booknya di Maryam. Like saja fans page Momet Gift, lalu kirimkan inbox tuk memesannya. Hahaha...gpp sambil promosi yah...*gubraks*
@Drim Hill, 21 Februari 2014
Hmm.. jadi ingin berdoa lagi..."Rabbii hablii minash shaalihiin..." Ya Allah, anugrahkanlah padaku keturunan yang shalih...aamiin
Mari Membuat Recycled Book Sendiri
Buat emak-emak yang memiliki anak sekolah, membeli buku tulis merupakan sebuah aktivitas rutin setiap smester atau tahun ajaran baru. Terkadang anak-anak enggan menggunakan buku tulis yang sama meski buku itu baru dipakai setengahnya dan masih banyak halaman yang kosong. Alhasil buku itu disimpan bersama tumpukan buku bekas yang siap dijual ke tukang loak.
Siapkan kertas untuk sampul. Seperti yang sudah Maryam katakan di awal, untuk sampul, Maryam gunakan jenis buffalo, tapi ukurannya kurang pas dengan kertas. kayaknya kurang bahan nih...hehe. Lipat kertas beberapa kali di bagian tengah untuk memudahkan saat melipat bukunya.
Perhatikan lagi lipatan kertasnya ya teman, buat seperti contoh ini yaa ^^
Setelah itu, kumpulan kertas yang sudah dihekter ditempelkan ke bagian belakang sampul dengan menggunakan double tip. untuk bagian tengah buku, gunakan lem kertas FOX agar lebih kuat. Setelah itu jepit buku kita dengan buku yang lebih berat dan tebal, tunggu beberapa saat sampai lem kering supaya melekat lebih kuat dan rata.
Berhubung aku pakai kertas yang kurang bahan, saat dilipat covernya jadi begini deh...Tapi ngga usah cemas, nanti Maryam kasih solusinya, dan malahan jadi cantik bukunya.
Setelah sampul/covernya dirapikan dari kelebihan kertas, kita siapkan selembar kecil kertas kado yang sudah tak terpakai untuk menutupi kekurangan pada bagian sampulnya. Setelah diukur sesuai dengan ukuran buku, tempelkan kertas kado itu dengan double tip.
Hasil akhir recycled book buatanku ^^
Sebelum ditumpuk bersama buku dan koran bekas, ada baiknya kita kumpulkan kertas-kertas yang masih kosong tersebut. Selanjutnya, bisa kita gunakan kertas kosong itu untuk memo, notes kecil, atau jika cukup banyak, bisa kita sulap lagi menjadi sebuah buku tulis baru yang lebih unik. Tentunya anak-anak pasti senang menggunakannya dan pengeluaran kita untuk membeli buku tulis baru dapat dihemat.
Buku-buku bekas pemberian tetanggaku ^^
Kali ini Maryam akan membuat tutorial sederhana membuat buku tulis daur ulang. Sekalian menjejak kenangan saat SMA dulu, kalau ngga punya uang buat beli buku catatan, biasanya Maryam bikin buku sendiri dari kertas bekas. Makanya dulu seneng banget mengumpulkan buku tulis bekas dan mengumpulkan kertas yang masih kosong. Bukunya kadang minta sama temen-temen atau tetangga. Untuk Notes kecil, tempat fotocopy merupakan persinggahan favorit. Kalo udah kenal sama siempunya toko, Maryam bisa minta serpihan kertas HVS yang sudah ngga dipakai lagi. Cukup jetrek pakai hekter, rapikan dan hias, jadi deh notes kecil yang unik ^^
Oke, sebelum beraksi, ini dia bahan dan alat yang mesti disiapkan:
Kertas bekas buku tulis, kertas sampul (aku pakai kertas buffalo 80 gr warna Oranye), penggaris stainless, pensil, gunting, cutter, lem kertas (aku pakai merk FOX), double tip.
Pertama-tama, kumpulkan kertas berdasarkan ukuran dan jenisnya. Ada yang ukuran B5 atau sebesar buku Big Boss dan A5 sebesar buku tulis biasa yang kecil. Dari jenisnya juga beda tuh, biasanya merk SIDU lebih tebal dan halus dibanding merk Mirage atau merk lainnya.
Merk buku berbeda, jenis kertas pun berbeda...
Setelah itu satukan kertas-kertas itu dengan hekter. Hati-hati ya saat menghekternya. Gunakan hekter yang kuat dan usahakan buku jangan terlalu tebal supaya kertas masih bisa disatukan. Kalau hekter di bagian belakangnya masih menonjol, ratakan dengan palu, supaya nanti saat memasang kertas sampul tidak menonjol.
Setelah dihekter
Siapkan kertas untuk sampul. Seperti yang sudah Maryam katakan di awal, untuk sampul, Maryam gunakan jenis buffalo, tapi ukurannya kurang pas dengan kertas. kayaknya kurang bahan nih...hehe. Lipat kertas beberapa kali di bagian tengah untuk memudahkan saat melipat bukunya.
Kertas buffalo 80gr, ukuran letter. kekecilan nih...
Perhatikan lagi lipatan kertasnya ya teman, buat seperti contoh ini yaa ^^
Setelah itu, kumpulan kertas yang sudah dihekter ditempelkan ke bagian belakang sampul dengan menggunakan double tip. untuk bagian tengah buku, gunakan lem kertas FOX agar lebih kuat. Setelah itu jepit buku kita dengan buku yang lebih berat dan tebal, tunggu beberapa saat sampai lem kering supaya melekat lebih kuat dan rata.
Berhubung aku pakai kertas yang kurang bahan, saat dilipat covernya jadi begini deh...Tapi ngga usah cemas, nanti Maryam kasih solusinya, dan malahan jadi cantik bukunya.
Setelah sampul/covernya dirapikan dari kelebihan kertas, kita siapkan selembar kecil kertas kado yang sudah tak terpakai untuk menutupi kekurangan pada bagian sampulnya. Setelah diukur sesuai dengan ukuran buku, tempelkan kertas kado itu dengan double tip.
Berhubung kertas kadonya tipis, jadi dibuat dobel supaya lebih tebal
Setelah dilem dan dilipat, bentuknya jadi begini nih..^^
Alhamdulillaaah...ini dia bukunya setelah diberi sentuhan kertas kado motif batik dan ditempelin sticker "Momet Gift Handmade". Cantik kan? Pasti anak-anak senang menerima hadiah buku tulis hasil daur ulang buatan emaknya. Yup...karena semua dibuat dengan cinta....
Hasilnya: buku tulis baru yang unik dan cantik ^^
Semoga bermanfaat ya... selamat mencoba... ^^
Label:
Craft,
Daur Ulang,
Go Green,
Maryam,
Momet gift,
Recycle
Rabu, 19 Februari 2014
Amplop Dari Kertas Bekas
Kemarin aku sibuk bebenah rumah yang udah mirip kayak kapal pecah. Padahal sebelumnya sudah aku rapikan lho. Tapi tetep aja masih terlihat seperti gudang. Aku sadar, semua salahku. Aku hobby banget sih menumpuk beberapa barang bekas. Dan meskipun aku sudah memiliki rak buku, tapi rasannya selalu saja ngga pernah cukup. Pengen beli rak buku lagi...hehe. Ah, mungkin saatnya aku punya rumah yang ada perpustakaannya dan ruangan khusus buat nge-BENGKEL.
Lipatan sisa kertas selebar 0,5 cm tadi seperti gambar di bawah ini. Kemudian lem dengan menggunakan lem kertas secukupnya (tipis-tipis).
Setelah itu kita gunting ujung-ujungnya seperti gambar di bawah ini.
Kemudian lipat.
Dengan menggunakan pisau cutter, potong salah satu bagian kertas yang dilipat tadi. Bagian lainnya dilipat dan dilem. Lakukan hal yang sama pada bagian ujung amplop, tapi ingat, untuk bagian atas, jangan di lem yaa ^^
Amplop pun sudah jadi, dan kita bisa menghiasnya dengan sesuka hati. Di bawah ini aku menggunakan kertas Kokoru untuk membuat bingkai semacam frame foto untuk menghias amplopnya. kalau teman-teman ngga punya kertas Kokoru, bisa juga dihias dengan kertas lainnya.
Ini dia amplop yang aku buat. Cepat kok prosesnya. dan ukurannya pun macam-macam.
Di antara sudut ruangan di dalam rumahku, ada satu sudut yang selalu berantakan, yups...itu bengkel kreativitasku. Di sana ada banyak barang-barang bekas yang dibuang sayang. Salah satu barang yang senang aku kumpulkan adalah kertas bekas, entah itu kertas kado bekas pembungkus paketan dan bikin gift box, kertas bekas undangan, kertas dari box pembungkus makanan dan kosmetik, dan lain-lain.
Nah, supaya kertas itu ngga langsung dibuang, aku memperpanjang daya gunanya dengan menyulap mereka menjadi sesuatu yang lebih manfaat. Yang kepikiran sih, cuman bikin amplop...hehehe. Ini dia salah satu hasilnya...
Adakah kertas kado yang lebarnya tanggung seperti ini di rumah teman-teman?
Jangan buru-buru dibuang ya. Kita bisa bikin amplop lucu dari serpihan kertas kado ini. Bikin amplop itu gampang banget teman. Aku punya cara cepat tanpa harus mengukur-ukur dengan penggaris. cukup sediakan pisau cutter, lem kertas, dan gunting.
Pertama-tama, sediakan selembar kertas dengan ukuran bebas. Jika amplop yang ingin dihasilkan berbentuk persegi panjang, kertas kado yang disiapkan baiknya berbentuk kotak. Namun jika ingin menghasilkan amplop berbentuk persegi,, siapkan kertas berbentuk persegi panjang.
Kemudian lipat menjadi dua bagian, dan lebihkan sekitar 0,5 cm untuk lipatan.
Jika sudah di lem, hasilnya seperti ini.
Setelah itu kita gunting ujung-ujungnya seperti gambar di bawah ini.
Kemudian lipat.
Dengan menggunakan pisau cutter, potong salah satu bagian kertas yang dilipat tadi. Bagian lainnya dilipat dan dilem. Lakukan hal yang sama pada bagian ujung amplop, tapi ingat, untuk bagian atas, jangan di lem yaa ^^
Amplop pun sudah jadi, dan kita bisa menghiasnya dengan sesuka hati. Di bawah ini aku menggunakan kertas Kokoru untuk membuat bingkai semacam frame foto untuk menghias amplopnya. kalau teman-teman ngga punya kertas Kokoru, bisa juga dihias dengan kertas lainnya.
Ini dia amplop yang aku buat. Cepat kok prosesnya. dan ukurannya pun macam-macam.
Amplop ini bisa digunakan untuk tempat uang (angpao), bisa juga untuk membungkus kartu ucapan, Atau apapun fungsinya sesuai dengan keinginan kita. Oya bisa juga kita tuliskan sebuah puisi di secarik kertas dan kita sisipkan amplopnya dalam saku kemeja suami tercinta. Dijamin tambah lengket deh...^^
Selamat mencoba ya teman...
Label:
Daily,
Daur Ulang,
Ekspresi,
Maryam,
Momet gift,
Recycle,
Seni
Rabu, 12 Februari 2014
BB Untuk Krucil
Udah ngga asing lagi di telinga, kalo sekarang para ortu bisa lebih gaul dan anteng sama maenan gadgetnya daripada mengasuh anak-anaknya. Waktu jaman Blackberry lagi nge-trend banget, hampir semua orang anteng BB'an. Mungkin kalo para krucil bisa menyalurkan aspirasinya, mereka pengen unjuk rasa supaya ortunya berhenti BB'an dan mulai menemani mereka bermain. Hahaha...lebayyy...
Sekali lagi...ingin berdoa... "Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata 'ayuni waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa" (QS. Al-Furqaan: 74)
Namun, ada juga pemandangan sebaliknya. Di sebuah masjid, banyak emak-emak yang begitu semangat menimba ilmu agama meski membawa pasukan krucilnya yang masih balita, bahkan masih bayi. Namun tampaknya keinginan tuk menerima ilmu dengan baik dan untuk bisa FOKUS mendengarkan kajian ilmu tersebut rasanya sungguh bukan hal mudah. Konsentrasi mereka terpecah karena para krucil yang meminta perhatian atau memang anak-anak mereka sedang asyik-asyiknya mengeksplor ruangan dan lingkungan. Tak jarang ada beberapa krucil yang akhirnya menangis saat mereka sadar telah berjalan jauh dari ummi mereka. Beberapa emak pun sibuk mencari buah hatinya di keramaian masjid. Alhasil kedatangan mereka ke majelis ilmu hanya sekedar mengasuh krucil tanpa mendapati ilmu secara maksimal dari para asatidz.
Supaya krucilnya anteng, ada yang membawa mainan, makanan, dan minuman sendiri dari rumah. Tapi ada juga yang memberikan uang jajan dan membiarkan mereka jajan dan makan di luar masjid. Nah yang terakhir aku sebutkan ini, menurutku kurang baik. Selain mengajarkan boros, makanan yang mereka beli belum tentu bersih dan sehat.
Setelah menyimak kondisi sekitar, aku pikir anak-anak juga mesti disibukkan dengan aktivitas yang bermanfaat, sementara emaknya menyimak kajian ilmu. Aktivitas yang sangat krucil gemari tentu saja BERMAIN. Memang itu kerjaan anak-anak kan...maeeeennn melulu...hehehe. Nah, sepertinya para krucil mesti dikasi BB juga lho..!!!
Tenang.... BB yang ini bukan Bau Badan yang bikin pusing atau Black Berry yang super mahal. BB yang aku maksud adalah Busy Book *hahah..ngarang. ^^ Iya, aku namakan Busy Book, karena aku pikir buku ini bisa bikin mereka sibuk bermain dengan mainannya yang berupa buku. Bukunya dijamin menyenangkan dan bikin anteng. Insya Allaah.
Ini dia penampakan Busy Book yang Maryam buat... ^^
Mamakers bisa bikin sendiri bukunya di rumah loh. Mudah kok. Bikinnya dari kain flannel dan dengan modal bisa pegang jarum jahit, insyaAllah bukunya bisa dibikin. Kalo malas bikin, bisa pesen n beli di Maryam yah...hehehe...promosi.
Ini isi Busy Book'nya...
Nah di atas itu Busy Book pertama yang aku bikin. Ide temanya dapat dari web luar negeri, silakan googling atau cari di Pinterest.com. Tadinya ngga sengaja aku ngobrol tentang jenis mainan yang pernah aku mainkan waktu kecil. Masih ingat mainan BP=BPan? Itu loh boneka kertas *BP=Bongkar Pasang* Rasanya sulit sekarang ditemukan mainan itu. Krucil lebih dikenalkan mainan tab dan games yang ada di laptop ortunya sih. Sayang banget mereka ngga mengalami keseruan permainan ini bersama teman-temannya, seperti kita dulu masih kecil. Ya iyalah, dulu mana ada tab dan laptop? Paling canggih, kita mainan gimbot atau tomodachi yang seperti miara ayam-ayaman itu loh...hehe. Inget ngga?
Bp-Bp'an itu merupakan mainan kesukaanku. Dulu aku sering memainkannya dengan teman-teman perempuan. Paling senang mengganti-ganti baju mereka. dan paling menyebalkan kalo kertasnya sobek diantara kepala dan badannya. kalo udah gitu..mewek deh sekenceng-kencengnya. Nanti kakakku teh Irma atau Ibuku akan menyambungnya dengan selotip. Sekarang alhamdulillah aku bisa bikin sendiri. Bahannya dari kain flannel, insyaAllah lebih awet. Lebih lucu juga...hehe. Hmm... kalo aku punya anak perempuan, kelak aku akan membuatkannya boneka ini. Bermain bersamanya...masyaAllah...membayangkannya saja udah seneng banget. Apalagi kalau doaku dikabulkan?? Rabbiii habliii minash shaalihiin.. Aamiin... Allahumma Aamiin...ihiks..ihuks...
Hmm...maap temen-temen...suamiku bentar lagi pulang. InsyaAllah aku pengen berbagi tutorialnya. Nanti aku kan kembali dengan tutorial membuat Busy Book ini. Selanjutnya busy book'nya bertemakan "Mini Map". Mainan khusus untuk anak laki-laki. Ta kumpulin dulu foto-fotonya..hehe.
Ini sedikit bocorannya:
Sekali lagi...ingin berdoa... "Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata 'ayuni waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa" (QS. Al-Furqaan: 74)
Kamis, 23 Januari 2014
Lamunan Di Saat Hujan
Aku suka hujan, mendengar gemericiknya menenangkanku. Merasakan sejuknya tetesan air yang menyentuh telapak tanganku. Menikmati suasana mendungnya yang menenangkan. Namun aku tak begitu suka angin yang berhembus di saat hujan. Dinginnya menusuk tulang. Alhamdulillaah ala kulli haal. Segala puji bagiNYA atas segala hal.
Hujan membawaku pada beberapa lamunan panjang. Aku teringat, salah satu waktu terbaik memanjatkan doa adalah disaat hujan turun. Doa kita insyaAllah akan lebih dikabulkan. Kadang aku bingung dengan permohonanku, mungkin karena terlalu banyak doa yang ingin aku panjatkan.
Selalunya dia yang selalu muncul pertama kali dalam ingatan saat aku ingin berdoa. Dia, lelaki yang baru tujuh tahun ini telah menemani hari-hari indah dan melukiskan berjuta warna di hatiku. Lelaki yang selalu membuatku merasakan jatuh cinta, yang kini telah menjadi separuh nafasku. Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan, kesehatan, keselamatan, dan rizki terbaik untuknya.
Aku bersyukur karena Allah telah mempertemukanku dengannya. Seorang lelaki biasa yang sederhana, namun dia mampu membuat hidupku terasa sempurna. Darinya aku belajar banyak hal. Terutama tentang manhaj (cara memahami) agama, yaitu manhaj salafush shaalih. Kami belajar bersama, dan dengan penuh kesabaran dia mendidik dan membimbingku. Hingga kini aku dapat sedikit memahami agama ini dengan benar. Dia tak segan-segan mensupportku baik secara moril dan materil untuk mengikuti mahad atau mengikuti kajian ilmu syar'i. Ini merupakan hal yang sangat berharga yang tak ternilai.
Alhamdulillaah pilihanku tepat dalam memilih qowwam. Dia baik dan penyayang. Aku pikir, bagaimana cara mama mendidiknya hingga dia tumbuh menjadi seorang lelaki yang berperangai dan berhati lembut seperti itu? Sayang, aku ngga bisa lagi berdiskusi dengan mama. Mama meninggal sekitar hampir tiga tahun lalu. Selama empat tahun menjadi menantunya, aku belum banyak berbakti. Kami juga belum banyak mengobrol, bercerita tentang anaknya yang telah menjadi suamiku. Padahal dari cerita mama aku dapat melihat sisi lain suamiku yang belum pernah aku ketahui sebelumnya. Aku suka menyimak cerita mama tentang suamiku itu. Rasanya ngga bosan meski telah mendengarnya berulang kali. Membicarakannya terus-menerus...hehe. Sekarang aku kehilangan teman bicara. Aku pun belum sempat mengucapkan "Jazaakillah khairan" untuk mama....karena sudah mendidik suamiku dengan baiknya.
Saat hujan....saat doa lebih mustajab. Semoga mama diterima amal ibadahnya oleh Allah. Ditempatkan di tempat terbaik di sisinya.
Teringat pula ibu dan bapak...teriring doa "Rabbighfirlii wali waalidayya warhanhumaa kama robbayaani shaghiiraa..."
Selasa, 07 Januari 2014
True Friend
Don't expecting me too much,
I'm just an ordinary one who's still learning.
Don't be disappoint if you see me as the truly i am.
It's just me, who can do lots of mistakes.
but i can tell you that i am ready to take care of my eyes,
to see you for your true self, I will always see the best in you..
I'll keep my ears,
will have them open to listen, to really hear what you are saying.
I'll keep my mouth to always tell you the truth and give my thoughts,
and to help talk through things if life gets messy.
I'll give you my shoulders,
to give you the strength when you cant carry yourself,
will always let you lean on and cry on them.
I'll give you my arms,
will always offer hugs and make you feel comfortable
I'll will give you my hands,
to hold you when you need a little guidance,
to help you get up when you may fall.
I'll keep my heart
to love you for who you are
and will always have a place for you.
I'll take care of my feet,
to walk with you throughout your life,
to be the very best friend they can be.
8th January 2014,
@Dream Hill
"Thank you for being my friend...."
Jumat, 03 Januari 2014
Boneka Maryam: Sebuah Perjalanan Seorang Pembelajar
Alhamdulillaah alladzii bini'matihii tatimmushshaalihaat. Boneka Maryam masih banyak peminat. Hanya aja kadang stress sendiri kalo banyak pesanan tapi lom ada yang bantuin. Alhamdulillaah aku dah buat banyak boneka sejak beberapa bulan lalu. sekitar 20an pcs atau lebih. Sayang tanganku kayaknya kelelahan, pergelangannya agak nyeri. Jadi bulan ini pembuatan boneka agak tersendat.
Kelebihan boneka Maryam dengan boneka lain, adalah... Boneka Maryam itu dibuatnya dengan cara dirajut. InsyaAllah lebih unyu dan unik. Sok aja cari di toko-toko, kan jarang banget ada boneka rajut. Terus Boneka Maryam dibuat special dan ekslusif. Warna baju dan semuanya bisa direkuest or berdasarkan pesanan. Udah gitu ini yang paling aku suka: Boneka Maryam itu bisa dibongkar pasang bajunya, sepatunya, tasnya...kerudungnya. Mirip boneka Barbie deh.
Boneka Maryam juga ada kelebihan lain. Ini merupakan sumbangsihku pada dunia dakwah Islam, yaitu ikut mengkampanyekan pada muslimah Indonesia khususnya, untuk mengenakan hijab syar'i. Boneka Maryam kan pakai gamis, kerudung besar, bajunya ngga ketat alias longgar dan ngga membentuk tubuh. Jadi dengan memainkan Boneka Maryam ini, anak-anak mulai dikenalkan dengan pakaian syar'i yang betul-betul menutup tubuh. Tak seperti jilbab gaul kebanyakan...hehe.
Mengapa Boneka Maryam ngga pakai wajah? Ini merupakan pertanyaan yang sering dilontarkan teman-teman saat melihat Boneka Maryam yang wajahnya flat tanpa wajah. Aku sudah membaca sebuah hadits tentang boneka ini.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangiku. waktu itu tirai penutup bilik saya berupa kain tipis yang penuh dengan gambar (dalam riwayat lain disebutkan: terdapat gambar kuda-kuda bersayap.) Melihat tirai tersebut, beliau merobeknya dan wajahnya terlihat merah padam. Beliau kemudian bersabda, ‘Wahai ‘Aisyah, manusia yang disiksa dengan siksaan yang paling keras pada hari kiamat kelak adalah orang-orang yang membuat sesuatu yang menyerupai ciptaan Allah’ (Dalam riwayat lain: ‘Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini kelak akan disiksa dan dikatakan kepadanya, ‘Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan ini!” Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar tidak akan dimasuki malaikat.”) ‘Aisyah berkata, ‘Saya kemudian memotong kain tersebut dan menjadikan sebuah bantal atau dua bantal. (Saya kemudian melihat beliau duduk di atas salah satu dari dua bantal itu meskipun bantal tersebut masih bergambar.)’” (HR. Bukhari, Muslim, Al-Baihaqi, Al-Baghawi, Ats-Tsaqafi, ‘Abdurrazaq dan Ahmad)
Iya, supaya Boneka Maryam ini ngga menyerupai makhluk hidup ciptaan Allah. Karena itulah Boneka Maryam ngga pakai mata. InsyaAllah tiada wajah dalam boneka kami tak mengurangi nilai guna dan tampilannya yang unyu kok. Kalau boneka mau dipajang di dalam lemari pun tak mengapa, malaikat tetap bisa masuk, karena malaikat rahmat tak dapat masuk ke dalam rumah yang di dalamnya banyak dipajang foto-foto dan gambar bernyawa.
"Malaikat tak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan lukisan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan ada yang lebih spesial lagi, Boneka Maryam memiliki nilai dalam bidang pendidikan. Dengan memainkan Boneka Maryam ini ada beberapa kelebihan, diantaranya:
Bonekanya masih lom pake baju...hehe
Kalo mau masuk masjid, sepatunya di lepas yaa...hehehe
Boneka Maryam juga ada kelebihan lain. Ini merupakan sumbangsihku pada dunia dakwah Islam, yaitu ikut mengkampanyekan pada muslimah Indonesia khususnya, untuk mengenakan hijab syar'i. Boneka Maryam kan pakai gamis, kerudung besar, bajunya ngga ketat alias longgar dan ngga membentuk tubuh. Jadi dengan memainkan Boneka Maryam ini, anak-anak mulai dikenalkan dengan pakaian syar'i yang betul-betul menutup tubuh. Tak seperti jilbab gaul kebanyakan...hehe.
Mengapa Boneka Maryam ngga pakai wajah? Ini merupakan pertanyaan yang sering dilontarkan teman-teman saat melihat Boneka Maryam yang wajahnya flat tanpa wajah. Aku sudah membaca sebuah hadits tentang boneka ini.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangiku. waktu itu tirai penutup bilik saya berupa kain tipis yang penuh dengan gambar (dalam riwayat lain disebutkan: terdapat gambar kuda-kuda bersayap.) Melihat tirai tersebut, beliau merobeknya dan wajahnya terlihat merah padam. Beliau kemudian bersabda, ‘Wahai ‘Aisyah, manusia yang disiksa dengan siksaan yang paling keras pada hari kiamat kelak adalah orang-orang yang membuat sesuatu yang menyerupai ciptaan Allah’ (Dalam riwayat lain: ‘Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini kelak akan disiksa dan dikatakan kepadanya, ‘Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan ini!” Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar tidak akan dimasuki malaikat.”) ‘Aisyah berkata, ‘Saya kemudian memotong kain tersebut dan menjadikan sebuah bantal atau dua bantal. (Saya kemudian melihat beliau duduk di atas salah satu dari dua bantal itu meskipun bantal tersebut masih bergambar.)’” (HR. Bukhari, Muslim, Al-Baihaqi, Al-Baghawi, Ats-Tsaqafi, ‘Abdurrazaq dan Ahmad)
Iya, supaya Boneka Maryam ini ngga menyerupai makhluk hidup ciptaan Allah. Karena itulah Boneka Maryam ngga pakai mata. InsyaAllah tiada wajah dalam boneka kami tak mengurangi nilai guna dan tampilannya yang unyu kok. Kalau boneka mau dipajang di dalam lemari pun tak mengapa, malaikat tetap bisa masuk, karena malaikat rahmat tak dapat masuk ke dalam rumah yang di dalamnya banyak dipajang foto-foto dan gambar bernyawa.
"Malaikat tak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan lukisan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan ada yang lebih spesial lagi, Boneka Maryam memiliki nilai dalam bidang pendidikan. Dengan memainkan Boneka Maryam ini ada beberapa kelebihan, diantaranya:
- Anak bisa diajak mengembangkan imajinasi dengan cara memainkan boneka dan bercerita.
- Anak juga akan terlatih bahasa verbalnya dengan aktivitas ini.
- Untuk anak perempuan, kita dapat menumbuhkan dan menajamkan perasaan kasih sayang serta sikap feminin dengan memainkan boneka ini. Ibunda Aisyah Radhiyallaahu anha pun dulu sering memainkan boneka. Dalam hadits Bukhari: Aisyah Radhiyallahu anha berkata:"Saya bermain-main dengan boneka berbentuk anak perempuan di depan Nabi Shalallaahu 'alaihi wasallam."
Untuk lebih jelasnya, ada beberapa link bagus yang secara gamblang membahas boneka yang diperbolehkan oleh syariat. Saya akan sertakan di akhir tulisan ini. Memang ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang boleh tidaknya menggunakan wajah pada boneka atau tidak. Tapi aku pribadi, mengambil pendapat yang tidak menggunakan wajah. InsyaAllah lebih tenang ke hati, lebih selamat...
Mengenai lucu atau tidaknya boneka yang ngga menggunakan wajah, itu juga pendapat anda sendiri. Dan aku juga menghormati pilihan anda tuk tetap memesan boneka Maryam atau melirik boneka lainnya. Itu sih hak asasi...hehehe. Aku sih asik-asik aja...
"Apa ngga takut bonekanya ngga laku?" Seorang ibu pernah berkata demikian. Sejujurnya, pernah juga terbersit pikiran itu di kepalaku. Namun aku yakin dengan rezeki yang ada berada di tangan Allah Ta'ala dibandingkan yang berada di tangan manusia. Buatku, bisnis itu ngga selalu masalah uang dan keuntungan. Buatku bisnis itu meski memiliki value dan dijalankan dengan hati. InsyaAllah jika kita menjalankan bisnis karena Allah, dengan memperhatikan ketentuan syariat, semuanya akan lebih baraakah.
Oya, pernah juga seseorang berkata: "Ah ini kan bisnis, jangan bawa-bawa masalah TUHAN...lah. Jjangan sok idealis". Aku hanya bisa beristighfar mendengarnya. Bagaimana bisa aku memakai berjuta wajah dalam menjalani hidup ini? Aku ini adalah seorang manusia yang terintegrasi, aku sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu rumah tangga, sebagai seorang crafter, seorang anak, seorang sahabat untukmu...aku adalah seorang HAMBA seutuhnya. Aku adalah seorang MUSLIMAH, yang tak dapat terpisahkan dengan aturan dan ketentuan syari'at dalam menjalani hidup. Dan aku bangga menjadi seorang Muslimah.
Dan masih banyak kalimat-kalimat yang kurang berkenan di hati tentang aku dan idealisme yang aku pegang dalam menjalani bisnis ini. Tapi aku ucapkan terimakasih banyak kepada mereka yang telah mengatakan itu padaku. Karena dengan bantuan mereka melalui kata-kata negatif itu, aku menjadi terpacu tuk dapat berkarya dengan baik, dan terus meyakinkan diri apakah cara berbisnisku sudah baik dan benar serta sesuai syari'at. Dan ini membuatku terus tergerak untuk selalu belajar dan belajar...
4 Januari 2014
@Bukit Impian
Di tahun 2014 masehi ini, banyak hal yang ingin aku lakukan dan aku ingin memperbaiki apa yang sudah berjalan. Semoga usaha ini berkah dan bermanfaat bagiku, keluargaku, agamaku...aamiin..
Oya ini link yang aku janjikan di atas tentang boneka, moga lebih bermanfaat ya teman.
http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fatwa-ulama/fatwa-ulama-tentang-boneka/
http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fatwa-ulama/fatwa-ulama-tentang-boneka/
kalo belom puas, silakan berselancar ke www.yufid.com
Teman, kita akan sangat membutuhkan ilmu lebih dari kita membutuhkan makanan ataupun udara yang kita hirup...yup...ilmu syar'i...bekal dan tuntutan kita dalam menjalani hidup. Karena kita seorang hamba, seorang muslim...
Selasa, 31 Desember 2013
Ayam Bakar Ala Chef Maryam
Ini hari apa sih? Kok Rame amat? Iya ini malam tahun baruan, hari terakhir di tahun Masehi. Gilooo... orang sampe repot-repot nyewa organ tunggal, mainin musik dangdutan dengan penyanyi perempuan yang pakai pakaian seksoy. Anak-anak sibuk niup terompet nambah berisik suasana. Ada juga yang sibuk bakar petasan. Hadeuuuhh...malam tahun baruan kok lebih rame dari acara pengajian di masjid yang ada di sebelah lapangan dimana letak organ tunggal itu diadakan. Astaghfirullaah....
Hahay, mau nulis resep masakan aja mesti curcol dulu. Oya, aku bikin ayam bakar nih. tapi bukan untuk merayakan tahun baru. Tapi aku mau ngungsi malam ini ke rumah ibu (semoga di rumah ibu ngga berisik kayak di lingkungan kontrakanku ini). Berhubung malu, dari pada aku ngga bawa apa-apa... ya udah aku bawa hasil masakanku aja. Secara Ibu lom pernah aku masakin ayam bakar kan...hehe.
Setelah gugling nyari resep masakan ayam bakar, aku nemuin resep mudah di link kecap Bang*. Tapi ada banyak bumbu yang aku skip karena memang ngga tersedia. Alhasil aku bikin ayam bakarnya sakarep dhewek. Ealaaah...ternyata maknyos juga hasilnya. Dan yang penting, buat crafter sibuk kayak aku (hahaha...sok sibuk banget sih gueee???) Masak ayam bakar ini tergolong MUDAH dan CEPAAATTTT...!!!!
Setelah gugling nyari resep masakan ayam bakar, aku nemuin resep mudah di link kecap Bang*. Tapi ada banyak bumbu yang aku skip karena memang ngga tersedia. Alhasil aku bikin ayam bakarnya sakarep dhewek. Ealaaah...ternyata maknyos juga hasilnya. Dan yang penting, buat crafter sibuk kayak aku (hahaha...sok sibuk banget sih gueee???) Masak ayam bakar ini tergolong MUDAH dan CEPAAATTTT...!!!!
Ayam yang sudah dicuci bersih dan bumbu halusnya....
Oke ini resepnya...
Bahan:
1/2 kg Ayam (dapet 2 paha, aku potong dua, jadi dapat 4 potong ukuran besar)
Bumbu Halus:
Jahe 1 ruas jari
Lengkuas 1 ruas jari
Bawang putih 5 siung
Bawang merah 5 siung
Gula merah setengah gandu (satu gandu= 1 potong, jadi kalo setengah kira-kira 2 sdm)
Garam secukupnya.
Bumbu cemplung:
4 lembar daun salam
4 lembar daun salam
1 bungkus asam jawa yang dilarutkan air 300ml. Aku tadi salah, malah nambahin 100 ml air (jadi 400ml) ternyata kebanyakan airnya sodara-sodara....hiksss...ayamnya dah lunak, air masih banyak :(
Kecap secukupnya. Aku tadi kasih 3 bungkus kecap sachet.
Kecap secukupnya. Aku tadi kasih 3 bungkus kecap sachet.
Ayam yang sudah dimaskerin bumbu halus...^^
Airnya kebanyakan euy..........hikss
Caranya mudah:
Ayam yang udah dicuci bersih dilumuri bumbu halus, terus beri air asam jawa tadi (jangan banyak-banyak ya teman, cukup 300 ml aja...) trus kasih salam dan kecap. Biarkan meresap. Kalo udah agak mengering airnya, ayam siap dibakar. Jangan lupa tiriskan dulu yaaa...
Bakarnya nanti aja ah di rumah ibu, biar makannya bareng hangat-hangat. Pas dibakar, rencana mau dibalurin lagi sama kecap dan saos sambal. kalo ada, disiramin air jeruk limau biar sedap.
Ayam yang udah dicuci bersih dilumuri bumbu halus, terus beri air asam jawa tadi (jangan banyak-banyak ya teman, cukup 300 ml aja...) trus kasih salam dan kecap. Biarkan meresap. Kalo udah agak mengering airnya, ayam siap dibakar. Jangan lupa tiriskan dulu yaaa...
Bakarnya nanti aja ah di rumah ibu, biar makannya bareng hangat-hangat. Pas dibakar, rencana mau dibalurin lagi sama kecap dan saos sambal. kalo ada, disiramin air jeruk limau biar sedap.
Wah...wangiiii banget, dan segerrr....ini siap ditiriskan dan dibakar ^^
sangat disayangkan...ayamnya kelamaan diungkep, jadi agak hancur deh
sangat disayangkan...ayamnya kelamaan diungkep, jadi agak hancur deh
Eh tadi aku icip kuah kecapnya enak banget loh...asam jawa bikin ayamnya ngga amis dan segar. Daun salam bikin aroma ayamnya wangiiii....Wah udah gak sabar aja pengen segera "kipas-kipas"...eh...bakar di hepokol gak usah dikipas deng....hehehe...lupa deh.
Ibuuu....tunggu aku yaa....akan kubawakan ayam bakar kreasiku untukmu....^^
Ibuuu....tunggu aku yaa....akan kubawakan ayam bakar kreasiku untukmu....^^
Rabu, 04 Desember 2013
Membangun cinta
Seseorang pernah bertanya padaku, gimana sih kehidupan setelah menikah? Apakah indah? Apakah sedih? Apakah menakutkan? Apakah menggembirakan? Bagaimana kalian menyikapi perbedaan watak, kebiasaan, bahkan manhaj (cara memahami dan menjalankan agama-meski sama-sama Islam, kan kadang berbeda sudut pandang). Tampak jelas sekali kecemasan-kecemasannya dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya padaku. Kecemasan yang sempat membayang pula dalam benakku hampir 7 tahun lalu, sebelum aku memutuskan menikah dengan lelaki yang kini menjadi qawwamku.
Sahabatku tersayang, aku betul-betul tak tau bagaimana harus menjawabnya. Jika boleh jujur, pernikahan tak harus serumit itu. Meski mungkin pada tahun awal pernikahan akan ada banyak sekali ujian dan benturan-benturan yang menguji kesungguhan kita sebagai seorang suami dan istri. Pertengkaran, perbedaan pendapat, semua hal itu sangat wajar terjadi karena memang kita masih akan selalu dalam proses saling mengenal dan memahami satu sama lain. Yang menjadi tak wajar adalah apabila sikap dan respon kita berlebihan (lebayy...) dalam menghadapi segala perbedaan itu, terlebih cepat menyimpulkan bahwa tak ada kecocokan lantas menggugat dan memutuskan tuk berpisah.
"Teh Maryam suka cekcok gak sih sama suami?" Pertanyaanmu terlontar begitu ringan. Namun pertanyaan itu begitu menohok dan mengajakku kembali merenung. Aku pun ingin bertanya, adakah pasangan suami istri yang tak pernah bertengkar sama sekali?
Kali ini aku tak mau menjawabnya berdasarkan pengalaman rumah tanggaku. Karena siapalah aku? Kami hanyalah sepasang insan lemah yang belum pantas menyuguhkan qudwah. Jika engkau bertanya "Adakah rumah Tangga ideal? Adakah Rumah Tangga bahagia?" Aku hanya dapat mengajakmu bertamasya menembus waktu ke masa lalu. Sahabatku... Mari kita kembali ke beberapa abad lalu, menelaah kembali pada kehidupan rumah tangga yang dinaungi rahmat dan kasih sayang Allah Ta'ala yang telah menjadi teladan sempurna, yaitu pada keluarga Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam.
Rumah tangga ideal dan bahagia itu ADA. Rumah Tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah itu bukan sekedar khayal belaka. Dan aku jamin, insyaAllah kita pun bisa menggapainya selama kita masih berpegang pada petunjuk yang telah Allah berikan pada kita melalui Qur'an dan Sunnah berdasarkan pemahaman para salafush shaalih.
Sahabat, sependek pengetahuanku tentang keluarga Rasulullaah shalallaahu 'alaii wasallam, saat berumah tangga dengan ibunda Khadijah radhiyallaahu anha, memang tak pernah ada pertengkaran. Bahkan ibunda Khadijah bintu Khuwailid merupakan seorang istri yang dimuliakan Allah Ta'ala dan layak menjadi panutan kita. Khadijah merupakan sosok istri yang begitu baik dan banyak sekali teladan dalam diri beliau. Dalam catatan sederhana ini aku ingin memetik faidah dan hikmah yang bisa kita teladani.
Dari buku sirah, artikel dan kajian yang pernah aku dengarkan, ibunda Khadijah adalah seorang wanita yang lembut perangainya. Beliau tak pernah bersuara tinggi di hadapan Rasulullaah Shalallaahu 'alaihi wasallam. Apalagi beliau tak pernah membentak suaminya. Beliau mendampingi Rasulullah dengan kelembutan dan cinta yang agung.
Istri Motivator, itulah ibunda Khadijah. Saat suami tercintanya sedang berada dalam kegalauan luar biasa dan ketakutan, saat wahyu pertama turun kepada Rasulullaah shalallaahu alaihi wasallam tatkala didatangi oleh Jibril, Ibunda Khadijah menenangkannya. Disebut-sebutnya kebaikan-kebaikan suaminya, lalu dibesarkan hati suaminya bahwa beliau telah berada di jalan yang benar agar suaminya lebih tenang. Perkataan indah Ibunda Khadijah ini terabadikan dalam hadits-hadits shahih.
Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam berkata, "Aku mengkhawatirkan diriku". []
Maka Ibunda khadijah berkata, "Sekali-kali tidak, bergembiralah..!!! Demi Allah, sesungguhnya Allah selamanya tidak pernah menghinakanmu. Demi Allah, sungguh engkau telah menyambung silaturahmi, jujur dalam berkata, membantu orang yang tidak bisa mandiri, engkau menolong orang miskin, memuliakan (menjamu) tamu, dan menolong orang-orang yang terkena musibah."
[HR. Bukhari I/4 no.3 dan Muslim I/139 no.160]
Ibunda Khadijah juga terkenal dengan sifat kedermawanannya. Beliau sangat mendukung aktivitas suaminya dan rela mengorbankan harta bendanya. Tak heran, beliau menjadi istri yang sangat dicintai Rasulullaah shalallaahu 'alihi wasallam.
Kisahnya memang masih lebih banyak lagi. Sahabat bisa membaca di banyak literatur sejarah yang terpercaya. Atau silakan cearch di www.yufid.com untuk lebih banyak artikel tentang ibunda Khadijah ini.
Cerita cinta ideal yang sangat pantas diteladani menurutku. Dan selalunya menjadi inspirasi saat kami terbentur sebuah permasalahan. Asalkan ada kelapangan hati saat menemukan perbedaan dalam diri kita dan pasangan, insyaAllah itu dapat membantu menjaga stabilitas kehidupan rumah tangga. Tak cukup sampai disitu, niat awal pernikahan juga sangat menentukan. Jika kita menikah karena Allah Ta'ala, insyaAllah lebih barakah. Keinginan untuk memperbaiki diri dan berusaha tuk saling memberi juga menjadi kunci utama kehidupan RT yang harmonis. Bukannya saling berharap menerima dan menuntut banyak hal satu sama lain.
Iya, aku sangat terkesan sekali dengan kisah cinta ibunda Khadijah, aku sangat mengidolakannya. Beliau adalah salah satu inspiratorku tuk menjadi istri terbaik bagi suamiku. Aku ingin meneladani kelembutannya, keberanniannya, kecerdasannya, kedermawanannya, keshalihatannya...dan banyak lagi...
Hmm... kalau direnungi lagi, setiap ada pertengkaran, selalunya terdapat indikasi salah komunikasi, gagal paham, dan mungkin cara yang kurang baik dalam penyampaian. Setidaknya itu yang aku alami. Meski mungkin aku belum bisa sepenuhnya menjadi istri yang baik, tapi aku mau dan semangat belajar. Jika masih banyak alfa dan khilaf, serta banyak kekurangan di sana-sini, aku akan meminta suamiku untuk tetap menemaniku dalam proses metamorfosaku ini dengan penuh cinta dan kesabaran.
So...masih ngga yakin ada rumah tangga ideal? kayaknya kita mesti kaji lagi kehidupan Rasulullaah beserta istri-istrinya nih.... *woh...kajian cinta yang romantis abis, dan menyenangkan...^^
5 Desember 2013
@Kaki bukit Dream Hill
"Abiw, jazaakallaah khairan telah sabar mendidikku. Temaniku selalu dalam proses ini ya...hingga kelak menuju JannahNYA...aamiin"
Sahabatku tersayang, aku betul-betul tak tau bagaimana harus menjawabnya. Jika boleh jujur, pernikahan tak harus serumit itu. Meski mungkin pada tahun awal pernikahan akan ada banyak sekali ujian dan benturan-benturan yang menguji kesungguhan kita sebagai seorang suami dan istri. Pertengkaran, perbedaan pendapat, semua hal itu sangat wajar terjadi karena memang kita masih akan selalu dalam proses saling mengenal dan memahami satu sama lain. Yang menjadi tak wajar adalah apabila sikap dan respon kita berlebihan (lebayy...) dalam menghadapi segala perbedaan itu, terlebih cepat menyimpulkan bahwa tak ada kecocokan lantas menggugat dan memutuskan tuk berpisah.
"Teh Maryam suka cekcok gak sih sama suami?" Pertanyaanmu terlontar begitu ringan. Namun pertanyaan itu begitu menohok dan mengajakku kembali merenung. Aku pun ingin bertanya, adakah pasangan suami istri yang tak pernah bertengkar sama sekali?
Kali ini aku tak mau menjawabnya berdasarkan pengalaman rumah tanggaku. Karena siapalah aku? Kami hanyalah sepasang insan lemah yang belum pantas menyuguhkan qudwah. Jika engkau bertanya "Adakah rumah Tangga ideal? Adakah Rumah Tangga bahagia?" Aku hanya dapat mengajakmu bertamasya menembus waktu ke masa lalu. Sahabatku... Mari kita kembali ke beberapa abad lalu, menelaah kembali pada kehidupan rumah tangga yang dinaungi rahmat dan kasih sayang Allah Ta'ala yang telah menjadi teladan sempurna, yaitu pada keluarga Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam.
Rumah tangga ideal dan bahagia itu ADA. Rumah Tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah itu bukan sekedar khayal belaka. Dan aku jamin, insyaAllah kita pun bisa menggapainya selama kita masih berpegang pada petunjuk yang telah Allah berikan pada kita melalui Qur'an dan Sunnah berdasarkan pemahaman para salafush shaalih.
Sahabat, sependek pengetahuanku tentang keluarga Rasulullaah shalallaahu 'alaii wasallam, saat berumah tangga dengan ibunda Khadijah radhiyallaahu anha, memang tak pernah ada pertengkaran. Bahkan ibunda Khadijah bintu Khuwailid merupakan seorang istri yang dimuliakan Allah Ta'ala dan layak menjadi panutan kita. Khadijah merupakan sosok istri yang begitu baik dan banyak sekali teladan dalam diri beliau. Dalam catatan sederhana ini aku ingin memetik faidah dan hikmah yang bisa kita teladani.
Dari buku sirah, artikel dan kajian yang pernah aku dengarkan, ibunda Khadijah adalah seorang wanita yang lembut perangainya. Beliau tak pernah bersuara tinggi di hadapan Rasulullaah Shalallaahu 'alaihi wasallam. Apalagi beliau tak pernah membentak suaminya. Beliau mendampingi Rasulullah dengan kelembutan dan cinta yang agung.
Istri Motivator, itulah ibunda Khadijah. Saat suami tercintanya sedang berada dalam kegalauan luar biasa dan ketakutan, saat wahyu pertama turun kepada Rasulullaah shalallaahu alaihi wasallam tatkala didatangi oleh Jibril, Ibunda Khadijah menenangkannya. Disebut-sebutnya kebaikan-kebaikan suaminya, lalu dibesarkan hati suaminya bahwa beliau telah berada di jalan yang benar agar suaminya lebih tenang. Perkataan indah Ibunda Khadijah ini terabadikan dalam hadits-hadits shahih.
Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam berkata, "Aku mengkhawatirkan diriku". []
Maka Ibunda khadijah berkata, "Sekali-kali tidak, bergembiralah..!!! Demi Allah, sesungguhnya Allah selamanya tidak pernah menghinakanmu. Demi Allah, sungguh engkau telah menyambung silaturahmi, jujur dalam berkata, membantu orang yang tidak bisa mandiri, engkau menolong orang miskin, memuliakan (menjamu) tamu, dan menolong orang-orang yang terkena musibah."
[HR. Bukhari I/4 no.3 dan Muslim I/139 no.160]
Ibunda Khadijah juga terkenal dengan sifat kedermawanannya. Beliau sangat mendukung aktivitas suaminya dan rela mengorbankan harta bendanya. Tak heran, beliau menjadi istri yang sangat dicintai Rasulullaah shalallaahu 'alihi wasallam.
Kisahnya memang masih lebih banyak lagi. Sahabat bisa membaca di banyak literatur sejarah yang terpercaya. Atau silakan cearch di www.yufid.com untuk lebih banyak artikel tentang ibunda Khadijah ini.
Cerita cinta ideal yang sangat pantas diteladani menurutku. Dan selalunya menjadi inspirasi saat kami terbentur sebuah permasalahan. Asalkan ada kelapangan hati saat menemukan perbedaan dalam diri kita dan pasangan, insyaAllah itu dapat membantu menjaga stabilitas kehidupan rumah tangga. Tak cukup sampai disitu, niat awal pernikahan juga sangat menentukan. Jika kita menikah karena Allah Ta'ala, insyaAllah lebih barakah. Keinginan untuk memperbaiki diri dan berusaha tuk saling memberi juga menjadi kunci utama kehidupan RT yang harmonis. Bukannya saling berharap menerima dan menuntut banyak hal satu sama lain.
Iya, aku sangat terkesan sekali dengan kisah cinta ibunda Khadijah, aku sangat mengidolakannya. Beliau adalah salah satu inspiratorku tuk menjadi istri terbaik bagi suamiku. Aku ingin meneladani kelembutannya, keberanniannya, kecerdasannya, kedermawanannya, keshalihatannya...dan banyak lagi...
Hmm... kalau direnungi lagi, setiap ada pertengkaran, selalunya terdapat indikasi salah komunikasi, gagal paham, dan mungkin cara yang kurang baik dalam penyampaian. Setidaknya itu yang aku alami. Meski mungkin aku belum bisa sepenuhnya menjadi istri yang baik, tapi aku mau dan semangat belajar. Jika masih banyak alfa dan khilaf, serta banyak kekurangan di sana-sini, aku akan meminta suamiku untuk tetap menemaniku dalam proses metamorfosaku ini dengan penuh cinta dan kesabaran.
So...masih ngga yakin ada rumah tangga ideal? kayaknya kita mesti kaji lagi kehidupan Rasulullaah beserta istri-istrinya nih.... *woh...kajian cinta yang romantis abis, dan menyenangkan...^^
5 Desember 2013
@Kaki bukit Dream Hill
"Abiw, jazaakallaah khairan telah sabar mendidikku. Temaniku selalu dalam proses ini ya...hingga kelak menuju JannahNYA...aamiin"
Unek-Unek Tentang (Pe)Rokok
Kalo boleh ngaku, aku paling benciiiiiiiii banget sama banci dan ROKOK.
Mungkin karena pernah punya pengalaman nyebelin dimarahin banci gara-gara ngga ngasih duit saat mereka ngamen. Trus banci pernah kepergok lagi ngegodain cowok yang paling aku cinta di dunia ini. Dan pernah pas lagi cari sepatu di daerah Cibaduyut, ada banci yang seksieeeh abieezz, dandanan ala trio macan, pamer paha di depan suamiku...rasanya pengen...watttaaaaawww...!!!! Hyaa....dezighhh...
Kalo banci, mungkin ngga seberapa...karena memang jarang ketemu, mereka keliarannya kan malem-malem. Hahaha...seakan aku tau mereka aja. Yah, ini kan pengalaman dulu waktu masih kuliah di Tasikmalaya sering pulang ke Cimahi malem-malem. Moga aja memang udah ngga ada pangkalan banci lagi di daerah Cimahi khususnya dan dimuka bumi ini. Aamiin Allahumma Aamiin...
Meski aku benci rokok, tapi ternyata aku ngga (pernah) bisa menghindari rokok. Hampir di manapun di tempat-tempat umum, selalunya adaaa saja orang yang merokok. Sejak aku keluar dari rumah, halaman udah penuh sama puntung rokok. Mau ke warung, ada juga yang rokok'an. Jajan gorengan, yang jualan ngerokok. Mau naik angkot ke pasar atau sekedar pengen pulang ke rumah ibu, sopirnya ngerokok, penumpangnya ngerokok...hampir semua orang merokok dimana-mana.
Helloooww...para perokok, pernahkah kalian berempati pada orang lain? Tak semua orang bisa ikut menghirup asap rokok tanpa keluhan. Aku hanya salah satu dari sekian banyak orang yang tak dapat mentolelir asap rokok. Kalau asap haram itu masuk ke dalam saluran pernafasan kami, dengan segera tubuh kami bereaksi. Pusing yang dahsyat, lalu sesak... Jika pertahanan tubuh sedang lemah, bisa-bisa semaput.
Pernah suatu hari, naik angkot sama Teh Irma, kakakku. Sopirnya ngerokok. Dengan sopan kakakku minta ijin agar bapak sopirnya bersedia mematikan rokoknya, karena kakakku tau kalo aku allergi asap rokok dan bisa sesak. Respon bapak sopir sangat jauh dari dugaan kami. Dia marah dan kami disuruh turun dari angkotnya. Sedihnya hatiku saat itu, kok si bapak sopir tega banget mengusir kami, kayaknya dia lebih butuh rokoknya daripada penghasilannya. Sejak saat itu, aku hampir tak pernah pergi naik angkot sendiri lagi. sebisa mungkin kalau ada keperluan apapun, aku lebih baik menunggu suamiku dan lebih baik diantar dengan motor Beat pink'nya.
Teman-temanku kadang komplain. Kata mereka aku ini istri manja, kemana-mana mesti diantar suami. Ada juga yang bahkan menyangka kalo aku tak dipercaya suami untuk pergi-pergi sendiri, makanya suamiku selalu mengawalku kemana-mana. Ada yang bilang suamiku possessive banget.... aah... aku cuek aja. Towh yang tau kondisiku, ya kami sendiri. Peduli lah orang mau berkata apa. Yang jelas, aku beruntung punya suami yang pengertian, yang mau mengantarkanku kemana saja, bahkan saat aku pengen main bersama teman-temanku. Dan bukankah seorang perempuan mesti ditemani mahramnya saat bepergian? ^^
Kemarin di rumahku mati listrik. Kami tak memiliki bak penampungan air, hanya ember kecil saja. Wah, tersiksa banget kalo ngga ada air. Aku terpaksa pergi ke rumah ibu. Sayang saat itu hari kerja, suamiku tentu sedang bekerja dan tak bisa mengantarkanku ke rumah ibu. Akhirnya dengan terpaksa aku pergi sendiri naik angkot. Di angkot pertama, alhamdulillaah sopir dan penumpangnya ngga ada yang merokok. Saat ganti angkot kedua, aku mulai galau. Di tempat pemberhentian aku hanya melihat satu angkot saja dan sopirnya merokok. Sopirnya lalu mengajakku naik angkotnya. Aku segan naik ke dalamnya.
"Ayo mba, silakan masuk...langsung berangkat kok", ujar pak sopir sambil menghisap rokoknya.
Aku kemudian mendekat dan memberanikan diri menjelaskan kondisiku.
"Maaf pak, saya alergi rokok dan bisa sesak kalo kena asap rokoknya. Bisa minta tolong dimatikan dulu rokoknya pak?/", ucapku.
"Oh, begitu ya...sebentar saya matikan dulu rokoknya." Ucap pak sopir dengan nada ramah sembari mematikan rokok. "Silakan mba...", Ucapnya kemudian seraya mempersilakanku masuk dan membuka kaca jendelanya lebar-lebar.
Alhamdulillaah aku bersyukur banget pada Allah, atas pertolonganNYA, pak supir mau membuka hatinya tuk tidak merokok selama aku menumpang angkotnya. Wah, jarang-jarang ada sopir yang ramah seperti dia dan tidak egois seperti itu. Maklum selama naik angkot dan berhadapan dengan sopir perokok, jarang sekali ada yang mau mematikan rokoknya *setidaknya pengalamanku begitu* Kalau pun ada yang mau mematikan rokok, dia melakukannya dengan tampang sewot dan ketus.
Aku yakin, banyak perokok yang mau berhenti dari kebiasaan merokoknya, namun mereka tak memiliki kemampuan secara motivasi ataupun tak tau bagaimana caranya. Merokok itu memang sebuah candu. Dia layaknya narkoba yang membuat pelakunya ketagihan. Berdasarkan pengakuan perokok, kalau mereka tidak merokok bisa lemas. Padahal kalo aku menghisap asap rokok...bisa sesak juga. Hadeuuhh... Aku pikir, perokok yang merokok di sembarang tempat itu seperti silent killer, taukah mereka bahwa ada orang yang ngga kuat asapnya? Iya...seperti aku yang dulu mesti ngaso di UGD karena asmaku kambuh. Kalo mereka bilang, "Suka-suka gue mau ngerokok apa ngga..itu hak gue.." aku juga bisa bilang kalo bernafas bebas dengan udara bersih juga hak kami yang paling ASASI. Hak untuk hidup, bro...!!!
Yang jelas, kalo mereka benar-benar punya kemauan keras, pasti Allah akan memudahkannya. Aku harap...dan aku hanya bisa berdoa....semoga para perokok itu bisa berhenti merokok. Dan semoga ngga ada perokok-perokok baru yang menghisap barang haram itu. Bisa ngga yah negara kita bebas rokok??? Mimpi kali yaaaa...??? Ah, tak mengapa jika memang aku memiliki mimpi seperti itu....yang jelas itu akan menjadi mimpi paling indah jika memang menjelma nyata.
4 Desember 2013
@dreamhill
Pernah suatu hari, naik angkot sama Teh Irma, kakakku. Sopirnya ngerokok. Dengan sopan kakakku minta ijin agar bapak sopirnya bersedia mematikan rokoknya, karena kakakku tau kalo aku allergi asap rokok dan bisa sesak. Respon bapak sopir sangat jauh dari dugaan kami. Dia marah dan kami disuruh turun dari angkotnya. Sedihnya hatiku saat itu, kok si bapak sopir tega banget mengusir kami, kayaknya dia lebih butuh rokoknya daripada penghasilannya. Sejak saat itu, aku hampir tak pernah pergi naik angkot sendiri lagi. sebisa mungkin kalau ada keperluan apapun, aku lebih baik menunggu suamiku dan lebih baik diantar dengan motor Beat pink'nya.
Teman-temanku kadang komplain. Kata mereka aku ini istri manja, kemana-mana mesti diantar suami. Ada juga yang bahkan menyangka kalo aku tak dipercaya suami untuk pergi-pergi sendiri, makanya suamiku selalu mengawalku kemana-mana. Ada yang bilang suamiku possessive banget.... aah... aku cuek aja. Towh yang tau kondisiku, ya kami sendiri. Peduli lah orang mau berkata apa. Yang jelas, aku beruntung punya suami yang pengertian, yang mau mengantarkanku kemana saja, bahkan saat aku pengen main bersama teman-temanku. Dan bukankah seorang perempuan mesti ditemani mahramnya saat bepergian? ^^
Kemarin di rumahku mati listrik. Kami tak memiliki bak penampungan air, hanya ember kecil saja. Wah, tersiksa banget kalo ngga ada air. Aku terpaksa pergi ke rumah ibu. Sayang saat itu hari kerja, suamiku tentu sedang bekerja dan tak bisa mengantarkanku ke rumah ibu. Akhirnya dengan terpaksa aku pergi sendiri naik angkot. Di angkot pertama, alhamdulillaah sopir dan penumpangnya ngga ada yang merokok. Saat ganti angkot kedua, aku mulai galau. Di tempat pemberhentian aku hanya melihat satu angkot saja dan sopirnya merokok. Sopirnya lalu mengajakku naik angkotnya. Aku segan naik ke dalamnya.
"Ayo mba, silakan masuk...langsung berangkat kok", ujar pak sopir sambil menghisap rokoknya.
Aku kemudian mendekat dan memberanikan diri menjelaskan kondisiku.
"Maaf pak, saya alergi rokok dan bisa sesak kalo kena asap rokoknya. Bisa minta tolong dimatikan dulu rokoknya pak?/", ucapku.
"Oh, begitu ya...sebentar saya matikan dulu rokoknya." Ucap pak sopir dengan nada ramah sembari mematikan rokok. "Silakan mba...", Ucapnya kemudian seraya mempersilakanku masuk dan membuka kaca jendelanya lebar-lebar.
Alhamdulillaah aku bersyukur banget pada Allah, atas pertolonganNYA, pak supir mau membuka hatinya tuk tidak merokok selama aku menumpang angkotnya. Wah, jarang-jarang ada sopir yang ramah seperti dia dan tidak egois seperti itu. Maklum selama naik angkot dan berhadapan dengan sopir perokok, jarang sekali ada yang mau mematikan rokoknya *setidaknya pengalamanku begitu* Kalau pun ada yang mau mematikan rokok, dia melakukannya dengan tampang sewot dan ketus.
Aku yakin, banyak perokok yang mau berhenti dari kebiasaan merokoknya, namun mereka tak memiliki kemampuan secara motivasi ataupun tak tau bagaimana caranya. Merokok itu memang sebuah candu. Dia layaknya narkoba yang membuat pelakunya ketagihan. Berdasarkan pengakuan perokok, kalau mereka tidak merokok bisa lemas. Padahal kalo aku menghisap asap rokok...bisa sesak juga. Hadeuuhh... Aku pikir, perokok yang merokok di sembarang tempat itu seperti silent killer, taukah mereka bahwa ada orang yang ngga kuat asapnya? Iya...seperti aku yang dulu mesti ngaso di UGD karena asmaku kambuh. Kalo mereka bilang, "Suka-suka gue mau ngerokok apa ngga..itu hak gue.." aku juga bisa bilang kalo bernafas bebas dengan udara bersih juga hak kami yang paling ASASI. Hak untuk hidup, bro...!!!
Yang jelas, kalo mereka benar-benar punya kemauan keras, pasti Allah akan memudahkannya. Aku harap...dan aku hanya bisa berdoa....semoga para perokok itu bisa berhenti merokok. Dan semoga ngga ada perokok-perokok baru yang menghisap barang haram itu. Bisa ngga yah negara kita bebas rokok??? Mimpi kali yaaaa...??? Ah, tak mengapa jika memang aku memiliki mimpi seperti itu....yang jelas itu akan menjadi mimpi paling indah jika memang menjelma nyata.
4 Desember 2013
@dreamhill
Selasa, 26 November 2013
Tentang Sahabat
Setelah menuntut ilmu, belajar tentang TEORI ikhlas, sabar dan tawakal, serta teori-teori lainnya, maka Allah menyuguhkan sebentuk ujian berupa masalah-masalah hidup agar kita terlatih dan dapat mengaplikasikannya pada kehidupan kita sehari-hari.
Jika ada yang membuatmu kesal, marah, sedih, galau, dan rasa-rasa lainnya... Ucapkanlah "TERIMAKASIH" karena mereka sudah membantu kita berlatih dan membuat materi pelajaran yang kita pelajari tak hanya jadi sekedar TEORI.
Meski mungkin, dalam setiap pembelajaran selalu ada resiko yang kita ambil. Entah berupa harta benda, waktu, bahkan perasaan kita sendiri. Ingatlah satu hal, bahwa tak pernah ada kesia-siaan dalam memperjuangkan ikhlas dan sabar. Terutama dalam proses "pembelajaran". Dan selalunya menahan amarah meski kita mampu dan memang "berhak" tuk marah, dengan alasan karena Allah, akan berbuah manis.
Ambil pelajaran dari setiap peristiwa, hingga kita terhindar dari melakukan kesalahan yang sama. Jika ada yang menyakiti, keluarkanlah stok maaf dari hati. Namun jika disakiti beberapa kali oleh orang yang sama, pandanglah dia dengan rasa "kasihan", maafkanlah lagi, dengan catatan: hati-hati dan waspada jika bermuamalah dengannya.
Takkan terusik lautan luas karena lemparan batu seorang anak kecil
Untuk menyebut seseorang sebagai teman dan sahabat, memang membutuhkan waktu. Dan setiap ujian yang dilalui dapat membuat kita menyadari akan arti kehadiran satu sama lain dalam hidup masing-masing. Apakah hanya kenalan, teman, sahabat, atau lebih dari sekedar sahabat... Yang jelas, berteman dan bersahabatlah karena Allah, karena akan lebih kekal abadi. Dan kunci persahabatan yang menyenangkan adalah saling memahami dan menerima segala kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Berawal dari ta'aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta'awun (saling tolong menolong) dan tingkatan tertinggi adalah itsar (saling mendahulukan) saat kita tak lagi mementingkan diri sendiri.
Catatan sederhana ini kutulis sebagai nasihat bagi diriku sendiri, agar aku dapat mengambil pelajaran darinya...
27 November 2013
@Kaki bukit impian
@Kaki bukit impian
"aku akan selalu jadi sahabatmu, meski tak terlihat...."
Jumat, 22 November 2013
Ma'had Udrussunnah, Mencari Bekal Ilmu Syar'i
Alhamdulillaah ngga terasa aku ikut belajar di Ma'had Udrussunnah sejak 5 Oktober 2013 lalu. Hampir enam mingguan ya, hingga saat ini? Ngga terasa besok udah mau ujian aja. Aku belom ngafalin materinya, catatanku agak acakadul. What's acakadul in English ya? hehehe.
Alhamdulillaah, aku bersyukur banget bisa ikutan ma'had ini. Padahal sejak awal aku agak merasa takut tuk ikut kajian ilmu syar'i ini. YUP...aku takut terlalu tua untuk belajar bersama murid-murid lainnya yang kebanyakan masih duduk di bangku kuliah. Aku takut otakku ngga nyampe tuk mempelajarinya. Aku takut ngga bisa memenuhi komitmen menghadirinya setiap sabtu seharian dari jam 10 pagi sampe jam 15.30 sore. Aku takut ngga punya temen, secara mereka masih muda belia. Dan ada banyak kecemasan yang ngga masuk akal lainnya yang hampir menggoyahkan azzamku tuk belajar.
Seperti biasa, Abiw, suamiku selalu jadi orang pertama yang memberi dukungan tuk belajar. Bahkan blio rela membiayai sekolah agama singkat ini dari uang gajinya. Abiw juga begitu semangat mengantarkanku setiap Sabtu pergi ke Ma'had yang terletak di jalan Jurang Bandung, tak lupa membelikan bekal berupa jajanan..hehehe. Perjalanan yang cukup jauh dari rumah kami di Cimahi. Dan Abiw yang baik hati ini juga rela kalau setiap Sabtu ngga dimasakin makanan selama seharian karena istrinya mesti menimba ilmu syar'i sejak pagi hingga petang. Dia juga dengan senang hati menghabiskan hampir seluruh waktunya di toko buku terdekat sembari menungguku belajar, dan kemudian menjemputku jika waktu pembelajaran berakhir. Di rumah, sering kali Abiw membantu muraja'ah pelajaran yang aku pelajari di Ma'had. Sikap Abiw yang begitu total mendukung aktivitasku sebagai seorang pembelajar ini membuatku lebih semangat. Dan aku bertekad tak akan menyiakan kesempatan ini. Aku akan belajar dengan baik.
Di Ma'had Udrussunnah ini, ada tiga materi yang kami pelajari yaitu Aqidah, Figh, dan bahasa Arab. MasyaAllah... hanya tiga materi saja? Sedikit memang, jika dibandingkan dengan pelajaran di sekolah. Namun ketiga ilmu syar'i ini sangat penting tuk dipelajari. Ketiga materi itu seperti tiga fondasi untuk bekal kami dalam menjalani hidup dan insyaAllah bekal tuk perjalanan ke kampung akhirat pula. Untukku lebih dari sekedar penting, tapi ini juga merupakan modal awal bekalku sebagai seorang ibu, insyaAllah kelak aku akan menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak-anakku, insyaAllah-bi idznillaah....
Allahu Akbar..!!!!
Aku selalu terpesona dengan ilmu yang disampaikan asatidz (para guru-bentuk jamak dari ustadz ^^). Selama hidupku, aku belum pernah belajar agama dengan begitu ilmiyah. Setiap penjelasan materi dilengkapi dengan sumber yang jelas, baik rujukan kitab dan keterangan hadits'nya. Sang ustadz tak pernah menyampaikan suatu materi dengan hanya mengandalkan pemikirannya saja (ra'yu), tapi beliau menyampaikan berasarkan pemahaman para salafush shaalih. InsyaAllah dengan begitu materi menjadi lebih akurat. Suka juga sama cara penyampaiannya, Ustadz sering bikin olahraga otak dengan pertanyaan-pertanyaannya. Diskusi....aku suka itu...
Oya, dalam materi aqidah, kami mempelajari ilmu dasar Ushul Tsalatsah. Dengan materi tersebut kita dapat menyelami kembali tuk lebih mengenal Allah Ta'ala, mengenal Rasulullah shalallaahu 'alaihi wasallam, dan mengenal agama Islam ini lebih baik lagi. Terus terang saja, ilmu ini sudah kita pelajari sejak bangku sekolah dasar, namun ternyata banyak hal yang belum aku pahami dengan benar.
Dalam pelajaran fiqh, aku membayangkan akan mempelajari banyaaaaaakkk hal yang rumit seputar ibadah. namun disini sejak awal kami ternyata mempelajari tentang Sifat Shalat Nabi. Wah...wah...wah... mendasar sekali pelajaran ini. Aku pikir shlat sudah diajarkan sejak dulu oleh guru di sekolah dasar. Ternyata dalam pelajaran fiqh ini kami belajar lebih baik lagi tentang sifat shalat nabi. Seakan aku dibangunkan kembali tuk menelaah lagi apakah shalatku sudah betul apa belum? Lagi-lagi...banyak hal yang baru aku tau. Aku juga semakin terbuka wawasan tentang ikhtilaf gerakan-gerakan dalam shalat. Teringat dulu saat kuliah aku ditanya seorang teman "Maryam, kamu islam apa? kok saat tasyahud jari telunjukmu diam saja, ngga digerak-gerakkan???" Saat itu aku gak tau mesti menjawab apa. Oh ternyata.... setiap gerakan dalam shalat ada dalil pendukungnya, semuanya mesti ada dasarnya dan penjelasan ilmiyah mengapa kita melakukan gerakan seperti ini-itu. Dan ini penting dipelajari agar kita tak hanya menjalankan shalat dan menghindari taqlid dalam beribadah.
Nah yang terakhir adalah materi bahasa Arab. Ngga banyak yang bisa aku ceritakan. Bahasa arab memang penting dipelajari karena Al-Qur'an dan Hadits menggunakan bahasa Arab. Mempelajari bahasa arab berarti kita mempelajari petunjuk Allah. MasyaAllah, memang terasa tak mudah mempelajarinya, namun jika kita bersabar dalam mempelajarinya, insyaAllah banyak hikmah dan manfaatnya. Setidaknya tumbuhkan dulu kecintaan terhadap bahasa arab, kokohkan niat dan perkuat motivasi mempelajarinya, insyaAllah lebih mudah. Numpang curcol ah...bu ustadzaaah....kalo ngasih peer jangan susah2 dong...hihihi. Aku kesulitan mengikuti pelajaran ini..alhamdulillaah teman-temanku baik hati, mereka ngga susah dipintain tolong tuk menjelaskan kembali materi-materi itu.
Alhamdulillaah, seneng banget belajar ilmu syar'i ini... moga saja barakah, bermanfaat...dan semoga dimudahkan dalam mempelajarinya. Tak ada kata terlambat tuk belajar. Man jadda wa jadda...hehehe.
ilmu Syar'i...ilmu jempolan...hehehe
Alhamdulillaah, aku bersyukur banget bisa ikutan ma'had ini. Padahal sejak awal aku agak merasa takut tuk ikut kajian ilmu syar'i ini. YUP...aku takut terlalu tua untuk belajar bersama murid-murid lainnya yang kebanyakan masih duduk di bangku kuliah. Aku takut otakku ngga nyampe tuk mempelajarinya. Aku takut ngga bisa memenuhi komitmen menghadirinya setiap sabtu seharian dari jam 10 pagi sampe jam 15.30 sore. Aku takut ngga punya temen, secara mereka masih muda belia. Dan ada banyak kecemasan yang ngga masuk akal lainnya yang hampir menggoyahkan azzamku tuk belajar.
Siapin bukunya...pulpennya...cemilannya...^^
Seperti biasa, Abiw, suamiku selalu jadi orang pertama yang memberi dukungan tuk belajar. Bahkan blio rela membiayai sekolah agama singkat ini dari uang gajinya. Abiw juga begitu semangat mengantarkanku setiap Sabtu pergi ke Ma'had yang terletak di jalan Jurang Bandung, tak lupa membelikan bekal berupa jajanan..hehehe. Perjalanan yang cukup jauh dari rumah kami di Cimahi. Dan Abiw yang baik hati ini juga rela kalau setiap Sabtu ngga dimasakin makanan selama seharian karena istrinya mesti menimba ilmu syar'i sejak pagi hingga petang. Dia juga dengan senang hati menghabiskan hampir seluruh waktunya di toko buku terdekat sembari menungguku belajar, dan kemudian menjemputku jika waktu pembelajaran berakhir. Di rumah, sering kali Abiw membantu muraja'ah pelajaran yang aku pelajari di Ma'had. Sikap Abiw yang begitu total mendukung aktivitasku sebagai seorang pembelajar ini membuatku lebih semangat. Dan aku bertekad tak akan menyiakan kesempatan ini. Aku akan belajar dengan baik.
Di Ma'had Udrussunnah ini, ada tiga materi yang kami pelajari yaitu Aqidah, Figh, dan bahasa Arab. MasyaAllah... hanya tiga materi saja? Sedikit memang, jika dibandingkan dengan pelajaran di sekolah. Namun ketiga ilmu syar'i ini sangat penting tuk dipelajari. Ketiga materi itu seperti tiga fondasi untuk bekal kami dalam menjalani hidup dan insyaAllah bekal tuk perjalanan ke kampung akhirat pula. Untukku lebih dari sekedar penting, tapi ini juga merupakan modal awal bekalku sebagai seorang ibu, insyaAllah kelak aku akan menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak-anakku, insyaAllah-bi idznillaah....
Allahu Akbar..!!!!
Aku selalu terpesona dengan ilmu yang disampaikan asatidz (para guru-bentuk jamak dari ustadz ^^). Selama hidupku, aku belum pernah belajar agama dengan begitu ilmiyah. Setiap penjelasan materi dilengkapi dengan sumber yang jelas, baik rujukan kitab dan keterangan hadits'nya. Sang ustadz tak pernah menyampaikan suatu materi dengan hanya mengandalkan pemikirannya saja (ra'yu), tapi beliau menyampaikan berasarkan pemahaman para salafush shaalih. InsyaAllah dengan begitu materi menjadi lebih akurat. Suka juga sama cara penyampaiannya, Ustadz sering bikin olahraga otak dengan pertanyaan-pertanyaannya. Diskusi....aku suka itu...
Oya, dalam materi aqidah, kami mempelajari ilmu dasar Ushul Tsalatsah. Dengan materi tersebut kita dapat menyelami kembali tuk lebih mengenal Allah Ta'ala, mengenal Rasulullah shalallaahu 'alaihi wasallam, dan mengenal agama Islam ini lebih baik lagi. Terus terang saja, ilmu ini sudah kita pelajari sejak bangku sekolah dasar, namun ternyata banyak hal yang belum aku pahami dengan benar.
Dalam pelajaran fiqh, aku membayangkan akan mempelajari banyaaaaaakkk hal yang rumit seputar ibadah. namun disini sejak awal kami ternyata mempelajari tentang Sifat Shalat Nabi. Wah...wah...wah... mendasar sekali pelajaran ini. Aku pikir shlat sudah diajarkan sejak dulu oleh guru di sekolah dasar. Ternyata dalam pelajaran fiqh ini kami belajar lebih baik lagi tentang sifat shalat nabi. Seakan aku dibangunkan kembali tuk menelaah lagi apakah shalatku sudah betul apa belum? Lagi-lagi...banyak hal yang baru aku tau. Aku juga semakin terbuka wawasan tentang ikhtilaf gerakan-gerakan dalam shalat. Teringat dulu saat kuliah aku ditanya seorang teman "Maryam, kamu islam apa? kok saat tasyahud jari telunjukmu diam saja, ngga digerak-gerakkan???" Saat itu aku gak tau mesti menjawab apa. Oh ternyata.... setiap gerakan dalam shalat ada dalil pendukungnya, semuanya mesti ada dasarnya dan penjelasan ilmiyah mengapa kita melakukan gerakan seperti ini-itu. Dan ini penting dipelajari agar kita tak hanya menjalankan shalat dan menghindari taqlid dalam beribadah.
Nah yang terakhir adalah materi bahasa Arab. Ngga banyak yang bisa aku ceritakan. Bahasa arab memang penting dipelajari karena Al-Qur'an dan Hadits menggunakan bahasa Arab. Mempelajari bahasa arab berarti kita mempelajari petunjuk Allah. MasyaAllah, memang terasa tak mudah mempelajarinya, namun jika kita bersabar dalam mempelajarinya, insyaAllah banyak hikmah dan manfaatnya. Setidaknya tumbuhkan dulu kecintaan terhadap bahasa arab, kokohkan niat dan perkuat motivasi mempelajarinya, insyaAllah lebih mudah. Numpang curcol ah...bu ustadzaaah....kalo ngasih peer jangan susah2 dong...hihihi. Aku kesulitan mengikuti pelajaran ini..alhamdulillaah teman-temanku baik hati, mereka ngga susah dipintain tolong tuk menjelaskan kembali materi-materi itu.
Hahaha...permisiiii....ni ada emak-emak rempong mau ikutan belaajjjaaaarrr.... ^^
Alhamdulillaah, seneng banget belajar ilmu syar'i ini... moga saja barakah, bermanfaat...dan semoga dimudahkan dalam mempelajarinya. Tak ada kata terlambat tuk belajar. Man jadda wa jadda...hehehe.
Langganan:
Postingan (Atom)












