Assalaamu alaikum warahmatullaah wabarakaatuh..
Ah...Akirnya bisa kembali lagi ke istana ini...Setelah sekian lama aku ngga bisa menulis lagi di blog ini dikarenakan beragam hal. Mulai masalah sinyal internet, gada duit buat beli pulsa..dan kondisi kesehatan yang bikin aku tertidur lama dari dunia maya ini kayak sleeping beauty...
Terutama alasan yang terakhir aku sebutin itu..tuh yang bikin aku mati kutu. Alhamdulillaah ala kulli haal. moga jadi penggugur dosa-dosaku yang menumpuk ini...huhuhuhu...
Hampir dua tahun aku ngga nulis ya teman? adakah yang rindu aku? hahaha...siapa aku keleuss??? Yup..hampir dua tahun aku bergelut dengan badai dalam pikiranku. Ceileeh...lebaynyaaa...
Yah pokoknya...gitu deh...Tapi yang pnting aku sekarang mulai bangkit lagi. Aku ngga akan menyerah dan kalah pada kondisi ini. Setidaknya sebelom aku tutup usia. pingin banget aku miliki pengalaman yang bermanfaat dan membaginya dengan dunia.
selama ini Alhamdulillah...selama off dari dumay...banyak hal yang aku pelajari. Salah satunya menjahit. Yup..aku sekarang senang menjahit kain perca.. tempat pensil..dan celana panjang anak.
Daaannn....insyaAllah dalam waktu dekat ini aku mau ngadain workshop "Menjahit Aplikasi flannel pada Kaos Anak..."
Yang minat..yuk ikutaannn..... :D
Tampilkan postingan dengan label Daily. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daily. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 April 2016
Senin, 24 Februari 2014
Shopping List Hemat Buat Para Emak
Temen-temen, pernah merasa boros dan ngga bisa ngatur keuangan? Apalagi kalau baru menerima pemasukan, pengennya window shopping terus borong-borong deh. Atau pernahkah kita membeli barang yang sebetulnya ngga kita butuhkan, padahal ada banyak prioritas lain yang mesti masuk dalam kantung belanjaan kita?
Buat kita para emak, manajemen keuangan itu sangat penting lho. Uang belanja yang dititipkan suami ke tangan kita mesti dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin. Ibuku pernah menasihati dengan prinsip keuangan yang bijak, menurutku itulah tanda keberkahan sebuah rizki.
"Uang dari suamimu itu mesti diterima dengan penuh rasa syukur, baik itu sedikit atau banyak. Sebagai seorang istri, kita mesti bisa mengatur uang. Jika diberi sedikit, usahakan yang sedikit itu supaya bisa mencukupi. Dan bila diberi uang banyak, yang banyak itu bisa bersisa (ditabung)", begitu kata ibuku.
Sejak duduk di bangku kelas 1 SMP, ibu sudah mempercayakanku tuk mengatur uang bulanan sendiri. Yup... aku diberi uang bulanan, karena kondisi perekonomian keluarga kami saat itu sedang prihatin. Saat itu aku ingat diberi uang sebesar 15.000,- per bulan. Dengan uang itu aku mesti bisa membayar uang SPP sebesar 1.500,-/bulan, ongkos angkot PP sebesar 200,-/hari, dan jajan selama satu bulan. Aku ingat saat pertama kali menerima uang sebanyak itu, di bulan pertama uang itu habis dalam waktu sekitar dua minggu saja. Ibu sempat kecewa karena aku tak bisa mengatur uang. Aku juga sedih, untuk memenuhi kebutuhanku selama menunggu bapak gajian, kadang ibu mesti pinjam dulu sama tetangga, atau aku mesti membantu ibu jualan gorengan. Biar hemat, tak jarang aku berjalan kaki pulang dari sekolah menuju rumah. Tapi sungguh itu jadi pembelajaran penting buatku. Sejak saat itu aku belajar lebih bijak mengatur dan membelanjakan uang.
Haha...maap...maap.. kok malah curcol? Intinya, sampe detik ini pun sebagai Ratu Rumah Tangga, aku masih mengatur uang belanja bulanan dari suamiku. Meski sudah terbiasa mengatur uang bulanan sejak kecil, bukan berarti aku sudah merasa berpengalaman dan pintar mengatur uang lho, tetap saja sering kali aku keteteran. Alhasil, mau sedikit atau banyaknya uang pemberian suami, tetap saja selalu HABIS tak bersisa. Begitupun saat aku bekerja, dan kini usaha kecil-kecilan... Uang hasil bekerja dan usaha kecil-kecilan itu pun tak terlihat hasilnya. Lagi-lagi... selalu HABIS tak bersisa.
Lalu muncul sebuah tanya: "Apa masalahku?"
Setelah berdiskusi dan ngobrol ringan sama suami tercinta, dapet juga sebuah pencerahan. Masalahnya bukan hanya ada pada pengetahuan dan cara pengelolaan uang, tapi juga masalah mental. Yang akan aku paparkan ini bukan untuk mengkotak-kotakan atau menjastifikasi seseorang, namun dari jenisnya, ternyata ada beberapa macam tipe orang lho, yaitu:
- Monk: Tipe orang yang ngga suka nyimpen uang untuk sendiri, dia lebih suka memberi untuk orang lain. Tak bisa dikatakan boros, tapi memang tipe orang ini senang membelanjakan uangnya untuk diberikan pada orang lain. Mereka terkenal sebagai dermawan dan biasanya disukai banyak orang.
- Spender: Tipe orang yang senang berbelanja di segala suasana dan tak mengenal waktu (bulan muda atau tua, shopping teruuusss...hehehe). Mereka juga kesulitan tuk mengenal skala prioritas kebutuhan. kadang terpaksa berhutang. Karena kebiasaannya ini orang tipe Spender ini terkenal boros.
- Saver: Tipe ketiga ini selalu berhati-hati dan penuh perhitungan dalam mengeluarkan uang. Hobinya menabung terus. Sikapnya terkenal hemat. (Hmm...hemat itu kadang beda tipis sama pelit, tapi nanti kita lihat perbedaannya. ^^ --> just my thought)
Hayoo... kita termasuk tipe yang mana? hehehe...
Setelah tau kita termasuk tipe yang mana, nanti kita bisa mencari solusi yang tepat atas permasalahan kita. Tapi bukan itu yang ingin aku bicarakan di sini. Ada beberapa nasihat dan pencerahan dari suamiku yang sempat bikin aku kaget. Dia bilang,
Setelah tau kita termasuk tipe yang mana, nanti kita bisa mencari solusi yang tepat atas permasalahan kita. Tapi bukan itu yang ingin aku bicarakan di sini. Ada beberapa nasihat dan pencerahan dari suamiku yang sempat bikin aku kaget. Dia bilang,
"Ayo habiskan saja uang kita Miw...".
"Eh, ciyus nih Biw??", jawabku balik bertanya sambil senyum kegirangan.
Ternyata mengatur keuangan bersama suami lebih menyenangkan. Bukan hanya kebersamaan lebih terasa, tapi juga membantu meringankan pikiran saat mengaturnya. Suami juga jadi lebih tau kalo istrinya ini dengan sepenuh jiwa mengatur amanah rezki yang diembankan melalui uang belanja dari blio. Dan alasan lainnya, adalah, aku dapat nasihat bagus: HABISKAN uang gajinya...wkwkwkw. Iya, uangnya dihabiskan saja untuk dimasukkan ke dalam beberapa toples. Untuk hal ini temen-temen bisa baca lagi tulisanku ini.
Setelah dimasukkan ke dalam beberapa toples, hal pertama yang mesti dilakukan adalah: BELANJA kebutuhan bulanan. Sebelum berbelanja, ada baiknya kita menuliskan list belanjaan supaya nanti ngga lapar mata. Shopping list ini sering diabaikan oleh emak-emak entah karena malas menulis atau memang merasa ngga penting..hehe.
Shopping list belanja bulanan itu perlu loh, supaya berbelanja lebih fokus, uang yang dikeluarkan pun tepat guna. Penulisan shopping list juga perlu diperhatikan, supaya kita lebih semangat belanjanya...hehe...bravo..!!
Emak-emak, pengen ngga, bikin shopping list yang:
Emak-emak, pengen ngga, bikin shopping list yang:
- irit, cukup ditulis di selembar kertas dan berlaku untuk satu tahun? Jadi ngga usah cape dan repot menulis setiap mau belanja.
- Dengan shopping list ini kita dapat mengetahui persediaan dan ketersediaan barang kebutuhan kita yang masih ada atau sudah habis?
- Mengetahui estimasi biaya yang kira-kira diperlukan untuk belanja bulanan di periode berikutnya?
- Mengetahui rata-rata pengeluaran setiap bulan dan pada bulan apa kita mengeluarkan banyak uang?
Idenya begini.... Kebutuhan bulanan kita kan banyak. Ada sembako, barang untuk bersih-bersih, jajanan, dan lain-lain. Nah kebutuhan itu kita bagi dalam beberapa grup. Misalnya: grup sembako, grup bumbu masak, grup jajanan, grup bersih-bersih, dan grup lain yang sesuai dengan kebutuhan bulanan kita. Bebas-bebas aja sih. Info ini didapat dari struk belanja bulanan yang telah lalu, barang manakah yang sering kita beli berulang-ulang. Makanya jangan cepat dibuang ya struk belanjanya.
Kalau dituliskan, CONTOH formatnya jadi begini:
Misalnya : ini contoh grup sembako yang aku buat...
Di Kolom pertama, kita tuliskan nama barang sembako yang biasa kita beli. Kolom berikutnya nama bulan. Penjelasannya: di bulan Februari baris pertama ada tulisan 68, itu adalah harga sekantung beras yang biasa kita beli = 68ribu. Pada kolom bulan Maret, jika berasnya sudah habis dan akan membeli lagi, cukup diceklis saja, itu berarti di bulan berikutnya kita akan membeli beras lagi dengan harga yang sama.
Baris ke 2 ada Quaker oat, di bulan Februari dikosongkan, karena memang ngga beli dan masih ada. Dan di kolom bulan Maret, ada tanda "bendera" berarti kita tak akan membelinya di bulan Maret. Dengan begitu kita bisa mengetahui ketersediaannya di dapur kita.
Baris ke 5 ada bihun, di bulan Februari dikosongkan berarti memang ngga beli dan tidak ada ketersediannya, dan di bulan Maret ditandai dengan coretan, berarti kita ngga akan beli bihun itu juga di bulan Maret.
Dan begitu seterusnya. Untuk mengetahui estimasi biaya yang diperlukan untuk belanja, kita cukup menjumlahkan harga barang yang sudah kita ceklist (yang ditandai oleh tanda "v").
Di baris setelah angka 10 (kornet), ada satu baris dikosongkan, itu dapat kita isi dengan jumlah uang yang mesti disiapkan tuk membeli kebutuhan sembako itu. nanti ketauan di bulan manakah kita mengeluarkan uang lebih banyak untuk kebutuhan sembako ini.
hmm...begitu kira-kira cara praktisku membuat shopping list selama satu tahun. Dan ngga usah repot menulis lagi jika ingin belanja. Dengan menulis shopping list, kita bisa terhindar dari "kelupaan". Biasa deh wanita kan seneng lihat-lihat. Sering banget tujuannya beli barang A, eh karena lihat barang B, kita malah beli, dan melupakan barang A yang sudah diniatkan tuk beli. Mudah-mudahan dapat dimengerti dan dapat dipraktekkan juga. InsyaAllah pengen banget bikin tutorial videonya. Biar lebih jelas lagi. Nanti deh direncanakan..hehe.
Moga bermanfaat ya teman... Oya kalo temen-temen udah praktekkan ide shopping list ini, maryam minta komentarnya dong, dan jika ada pertanyaan, masukkan dan ide lainnya tentang shopping list ini, aku akan sangat bersyukur jika dapat berdiskusi dengan teman-teman. ^^
Jangan sungkan tuk meninggalkan komentar di artikel ini yaa....
Baris ke 2 ada Quaker oat, di bulan Februari dikosongkan, karena memang ngga beli dan masih ada. Dan di kolom bulan Maret, ada tanda "bendera" berarti kita tak akan membelinya di bulan Maret. Dengan begitu kita bisa mengetahui ketersediaannya di dapur kita.
Baris ke 5 ada bihun, di bulan Februari dikosongkan berarti memang ngga beli dan tidak ada ketersediannya, dan di bulan Maret ditandai dengan coretan, berarti kita ngga akan beli bihun itu juga di bulan Maret.
Dan begitu seterusnya. Untuk mengetahui estimasi biaya yang diperlukan untuk belanja, kita cukup menjumlahkan harga barang yang sudah kita ceklist (yang ditandai oleh tanda "v").
Di baris setelah angka 10 (kornet), ada satu baris dikosongkan, itu dapat kita isi dengan jumlah uang yang mesti disiapkan tuk membeli kebutuhan sembako itu. nanti ketauan di bulan manakah kita mengeluarkan uang lebih banyak untuk kebutuhan sembako ini.
hmm...begitu kira-kira cara praktisku membuat shopping list selama satu tahun. Dan ngga usah repot menulis lagi jika ingin belanja. Dengan menulis shopping list, kita bisa terhindar dari "kelupaan". Biasa deh wanita kan seneng lihat-lihat. Sering banget tujuannya beli barang A, eh karena lihat barang B, kita malah beli, dan melupakan barang A yang sudah diniatkan tuk beli. Mudah-mudahan dapat dimengerti dan dapat dipraktekkan juga. InsyaAllah pengen banget bikin tutorial videonya. Biar lebih jelas lagi. Nanti deh direncanakan..hehe.
Moga bermanfaat ya teman... Oya kalo temen-temen udah praktekkan ide shopping list ini, maryam minta komentarnya dong, dan jika ada pertanyaan, masukkan dan ide lainnya tentang shopping list ini, aku akan sangat bersyukur jika dapat berdiskusi dengan teman-teman. ^^
Jangan sungkan tuk meninggalkan komentar di artikel ini yaa....
Rabu, 19 Februari 2014
Amplop Dari Kertas Bekas
Kemarin aku sibuk bebenah rumah yang udah mirip kayak kapal pecah. Padahal sebelumnya sudah aku rapikan lho. Tapi tetep aja masih terlihat seperti gudang. Aku sadar, semua salahku. Aku hobby banget sih menumpuk beberapa barang bekas. Dan meskipun aku sudah memiliki rak buku, tapi rasannya selalu saja ngga pernah cukup. Pengen beli rak buku lagi...hehe. Ah, mungkin saatnya aku punya rumah yang ada perpustakaannya dan ruangan khusus buat nge-BENGKEL.
Lipatan sisa kertas selebar 0,5 cm tadi seperti gambar di bawah ini. Kemudian lem dengan menggunakan lem kertas secukupnya (tipis-tipis).
Setelah itu kita gunting ujung-ujungnya seperti gambar di bawah ini.
Kemudian lipat.
Dengan menggunakan pisau cutter, potong salah satu bagian kertas yang dilipat tadi. Bagian lainnya dilipat dan dilem. Lakukan hal yang sama pada bagian ujung amplop, tapi ingat, untuk bagian atas, jangan di lem yaa ^^
Amplop pun sudah jadi, dan kita bisa menghiasnya dengan sesuka hati. Di bawah ini aku menggunakan kertas Kokoru untuk membuat bingkai semacam frame foto untuk menghias amplopnya. kalau teman-teman ngga punya kertas Kokoru, bisa juga dihias dengan kertas lainnya.
Ini dia amplop yang aku buat. Cepat kok prosesnya. dan ukurannya pun macam-macam.
Di antara sudut ruangan di dalam rumahku, ada satu sudut yang selalu berantakan, yups...itu bengkel kreativitasku. Di sana ada banyak barang-barang bekas yang dibuang sayang. Salah satu barang yang senang aku kumpulkan adalah kertas bekas, entah itu kertas kado bekas pembungkus paketan dan bikin gift box, kertas bekas undangan, kertas dari box pembungkus makanan dan kosmetik, dan lain-lain.
Nah, supaya kertas itu ngga langsung dibuang, aku memperpanjang daya gunanya dengan menyulap mereka menjadi sesuatu yang lebih manfaat. Yang kepikiran sih, cuman bikin amplop...hehehe. Ini dia salah satu hasilnya...
Adakah kertas kado yang lebarnya tanggung seperti ini di rumah teman-teman?
Jangan buru-buru dibuang ya. Kita bisa bikin amplop lucu dari serpihan kertas kado ini. Bikin amplop itu gampang banget teman. Aku punya cara cepat tanpa harus mengukur-ukur dengan penggaris. cukup sediakan pisau cutter, lem kertas, dan gunting.
Pertama-tama, sediakan selembar kertas dengan ukuran bebas. Jika amplop yang ingin dihasilkan berbentuk persegi panjang, kertas kado yang disiapkan baiknya berbentuk kotak. Namun jika ingin menghasilkan amplop berbentuk persegi,, siapkan kertas berbentuk persegi panjang.
Kemudian lipat menjadi dua bagian, dan lebihkan sekitar 0,5 cm untuk lipatan.
Jika sudah di lem, hasilnya seperti ini.
Setelah itu kita gunting ujung-ujungnya seperti gambar di bawah ini.
Kemudian lipat.
Dengan menggunakan pisau cutter, potong salah satu bagian kertas yang dilipat tadi. Bagian lainnya dilipat dan dilem. Lakukan hal yang sama pada bagian ujung amplop, tapi ingat, untuk bagian atas, jangan di lem yaa ^^
Amplop pun sudah jadi, dan kita bisa menghiasnya dengan sesuka hati. Di bawah ini aku menggunakan kertas Kokoru untuk membuat bingkai semacam frame foto untuk menghias amplopnya. kalau teman-teman ngga punya kertas Kokoru, bisa juga dihias dengan kertas lainnya.
Ini dia amplop yang aku buat. Cepat kok prosesnya. dan ukurannya pun macam-macam.
Amplop ini bisa digunakan untuk tempat uang (angpao), bisa juga untuk membungkus kartu ucapan, Atau apapun fungsinya sesuai dengan keinginan kita. Oya bisa juga kita tuliskan sebuah puisi di secarik kertas dan kita sisipkan amplopnya dalam saku kemeja suami tercinta. Dijamin tambah lengket deh...^^
Selamat mencoba ya teman...
Label:
Daily,
Daur Ulang,
Ekspresi,
Maryam,
Momet gift,
Recycle,
Seni
Jumat, 22 November 2013
Ma'had Udrussunnah, Mencari Bekal Ilmu Syar'i
Alhamdulillaah ngga terasa aku ikut belajar di Ma'had Udrussunnah sejak 5 Oktober 2013 lalu. Hampir enam mingguan ya, hingga saat ini? Ngga terasa besok udah mau ujian aja. Aku belom ngafalin materinya, catatanku agak acakadul. What's acakadul in English ya? hehehe.
Alhamdulillaah, aku bersyukur banget bisa ikutan ma'had ini. Padahal sejak awal aku agak merasa takut tuk ikut kajian ilmu syar'i ini. YUP...aku takut terlalu tua untuk belajar bersama murid-murid lainnya yang kebanyakan masih duduk di bangku kuliah. Aku takut otakku ngga nyampe tuk mempelajarinya. Aku takut ngga bisa memenuhi komitmen menghadirinya setiap sabtu seharian dari jam 10 pagi sampe jam 15.30 sore. Aku takut ngga punya temen, secara mereka masih muda belia. Dan ada banyak kecemasan yang ngga masuk akal lainnya yang hampir menggoyahkan azzamku tuk belajar.
Seperti biasa, Abiw, suamiku selalu jadi orang pertama yang memberi dukungan tuk belajar. Bahkan blio rela membiayai sekolah agama singkat ini dari uang gajinya. Abiw juga begitu semangat mengantarkanku setiap Sabtu pergi ke Ma'had yang terletak di jalan Jurang Bandung, tak lupa membelikan bekal berupa jajanan..hehehe. Perjalanan yang cukup jauh dari rumah kami di Cimahi. Dan Abiw yang baik hati ini juga rela kalau setiap Sabtu ngga dimasakin makanan selama seharian karena istrinya mesti menimba ilmu syar'i sejak pagi hingga petang. Dia juga dengan senang hati menghabiskan hampir seluruh waktunya di toko buku terdekat sembari menungguku belajar, dan kemudian menjemputku jika waktu pembelajaran berakhir. Di rumah, sering kali Abiw membantu muraja'ah pelajaran yang aku pelajari di Ma'had. Sikap Abiw yang begitu total mendukung aktivitasku sebagai seorang pembelajar ini membuatku lebih semangat. Dan aku bertekad tak akan menyiakan kesempatan ini. Aku akan belajar dengan baik.
Di Ma'had Udrussunnah ini, ada tiga materi yang kami pelajari yaitu Aqidah, Figh, dan bahasa Arab. MasyaAllah... hanya tiga materi saja? Sedikit memang, jika dibandingkan dengan pelajaran di sekolah. Namun ketiga ilmu syar'i ini sangat penting tuk dipelajari. Ketiga materi itu seperti tiga fondasi untuk bekal kami dalam menjalani hidup dan insyaAllah bekal tuk perjalanan ke kampung akhirat pula. Untukku lebih dari sekedar penting, tapi ini juga merupakan modal awal bekalku sebagai seorang ibu, insyaAllah kelak aku akan menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak-anakku, insyaAllah-bi idznillaah....
Allahu Akbar..!!!!
Aku selalu terpesona dengan ilmu yang disampaikan asatidz (para guru-bentuk jamak dari ustadz ^^). Selama hidupku, aku belum pernah belajar agama dengan begitu ilmiyah. Setiap penjelasan materi dilengkapi dengan sumber yang jelas, baik rujukan kitab dan keterangan hadits'nya. Sang ustadz tak pernah menyampaikan suatu materi dengan hanya mengandalkan pemikirannya saja (ra'yu), tapi beliau menyampaikan berasarkan pemahaman para salafush shaalih. InsyaAllah dengan begitu materi menjadi lebih akurat. Suka juga sama cara penyampaiannya, Ustadz sering bikin olahraga otak dengan pertanyaan-pertanyaannya. Diskusi....aku suka itu...
Oya, dalam materi aqidah, kami mempelajari ilmu dasar Ushul Tsalatsah. Dengan materi tersebut kita dapat menyelami kembali tuk lebih mengenal Allah Ta'ala, mengenal Rasulullah shalallaahu 'alaihi wasallam, dan mengenal agama Islam ini lebih baik lagi. Terus terang saja, ilmu ini sudah kita pelajari sejak bangku sekolah dasar, namun ternyata banyak hal yang belum aku pahami dengan benar.
Dalam pelajaran fiqh, aku membayangkan akan mempelajari banyaaaaaakkk hal yang rumit seputar ibadah. namun disini sejak awal kami ternyata mempelajari tentang Sifat Shalat Nabi. Wah...wah...wah... mendasar sekali pelajaran ini. Aku pikir shlat sudah diajarkan sejak dulu oleh guru di sekolah dasar. Ternyata dalam pelajaran fiqh ini kami belajar lebih baik lagi tentang sifat shalat nabi. Seakan aku dibangunkan kembali tuk menelaah lagi apakah shalatku sudah betul apa belum? Lagi-lagi...banyak hal yang baru aku tau. Aku juga semakin terbuka wawasan tentang ikhtilaf gerakan-gerakan dalam shalat. Teringat dulu saat kuliah aku ditanya seorang teman "Maryam, kamu islam apa? kok saat tasyahud jari telunjukmu diam saja, ngga digerak-gerakkan???" Saat itu aku gak tau mesti menjawab apa. Oh ternyata.... setiap gerakan dalam shalat ada dalil pendukungnya, semuanya mesti ada dasarnya dan penjelasan ilmiyah mengapa kita melakukan gerakan seperti ini-itu. Dan ini penting dipelajari agar kita tak hanya menjalankan shalat dan menghindari taqlid dalam beribadah.
Nah yang terakhir adalah materi bahasa Arab. Ngga banyak yang bisa aku ceritakan. Bahasa arab memang penting dipelajari karena Al-Qur'an dan Hadits menggunakan bahasa Arab. Mempelajari bahasa arab berarti kita mempelajari petunjuk Allah. MasyaAllah, memang terasa tak mudah mempelajarinya, namun jika kita bersabar dalam mempelajarinya, insyaAllah banyak hikmah dan manfaatnya. Setidaknya tumbuhkan dulu kecintaan terhadap bahasa arab, kokohkan niat dan perkuat motivasi mempelajarinya, insyaAllah lebih mudah. Numpang curcol ah...bu ustadzaaah....kalo ngasih peer jangan susah2 dong...hihihi. Aku kesulitan mengikuti pelajaran ini..alhamdulillaah teman-temanku baik hati, mereka ngga susah dipintain tolong tuk menjelaskan kembali materi-materi itu.
Alhamdulillaah, seneng banget belajar ilmu syar'i ini... moga saja barakah, bermanfaat...dan semoga dimudahkan dalam mempelajarinya. Tak ada kata terlambat tuk belajar. Man jadda wa jadda...hehehe.
ilmu Syar'i...ilmu jempolan...hehehe
Alhamdulillaah, aku bersyukur banget bisa ikutan ma'had ini. Padahal sejak awal aku agak merasa takut tuk ikut kajian ilmu syar'i ini. YUP...aku takut terlalu tua untuk belajar bersama murid-murid lainnya yang kebanyakan masih duduk di bangku kuliah. Aku takut otakku ngga nyampe tuk mempelajarinya. Aku takut ngga bisa memenuhi komitmen menghadirinya setiap sabtu seharian dari jam 10 pagi sampe jam 15.30 sore. Aku takut ngga punya temen, secara mereka masih muda belia. Dan ada banyak kecemasan yang ngga masuk akal lainnya yang hampir menggoyahkan azzamku tuk belajar.
Siapin bukunya...pulpennya...cemilannya...^^
Seperti biasa, Abiw, suamiku selalu jadi orang pertama yang memberi dukungan tuk belajar. Bahkan blio rela membiayai sekolah agama singkat ini dari uang gajinya. Abiw juga begitu semangat mengantarkanku setiap Sabtu pergi ke Ma'had yang terletak di jalan Jurang Bandung, tak lupa membelikan bekal berupa jajanan..hehehe. Perjalanan yang cukup jauh dari rumah kami di Cimahi. Dan Abiw yang baik hati ini juga rela kalau setiap Sabtu ngga dimasakin makanan selama seharian karena istrinya mesti menimba ilmu syar'i sejak pagi hingga petang. Dia juga dengan senang hati menghabiskan hampir seluruh waktunya di toko buku terdekat sembari menungguku belajar, dan kemudian menjemputku jika waktu pembelajaran berakhir. Di rumah, sering kali Abiw membantu muraja'ah pelajaran yang aku pelajari di Ma'had. Sikap Abiw yang begitu total mendukung aktivitasku sebagai seorang pembelajar ini membuatku lebih semangat. Dan aku bertekad tak akan menyiakan kesempatan ini. Aku akan belajar dengan baik.
Di Ma'had Udrussunnah ini, ada tiga materi yang kami pelajari yaitu Aqidah, Figh, dan bahasa Arab. MasyaAllah... hanya tiga materi saja? Sedikit memang, jika dibandingkan dengan pelajaran di sekolah. Namun ketiga ilmu syar'i ini sangat penting tuk dipelajari. Ketiga materi itu seperti tiga fondasi untuk bekal kami dalam menjalani hidup dan insyaAllah bekal tuk perjalanan ke kampung akhirat pula. Untukku lebih dari sekedar penting, tapi ini juga merupakan modal awal bekalku sebagai seorang ibu, insyaAllah kelak aku akan menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak-anakku, insyaAllah-bi idznillaah....
Allahu Akbar..!!!!
Aku selalu terpesona dengan ilmu yang disampaikan asatidz (para guru-bentuk jamak dari ustadz ^^). Selama hidupku, aku belum pernah belajar agama dengan begitu ilmiyah. Setiap penjelasan materi dilengkapi dengan sumber yang jelas, baik rujukan kitab dan keterangan hadits'nya. Sang ustadz tak pernah menyampaikan suatu materi dengan hanya mengandalkan pemikirannya saja (ra'yu), tapi beliau menyampaikan berasarkan pemahaman para salafush shaalih. InsyaAllah dengan begitu materi menjadi lebih akurat. Suka juga sama cara penyampaiannya, Ustadz sering bikin olahraga otak dengan pertanyaan-pertanyaannya. Diskusi....aku suka itu...
Oya, dalam materi aqidah, kami mempelajari ilmu dasar Ushul Tsalatsah. Dengan materi tersebut kita dapat menyelami kembali tuk lebih mengenal Allah Ta'ala, mengenal Rasulullah shalallaahu 'alaihi wasallam, dan mengenal agama Islam ini lebih baik lagi. Terus terang saja, ilmu ini sudah kita pelajari sejak bangku sekolah dasar, namun ternyata banyak hal yang belum aku pahami dengan benar.
Dalam pelajaran fiqh, aku membayangkan akan mempelajari banyaaaaaakkk hal yang rumit seputar ibadah. namun disini sejak awal kami ternyata mempelajari tentang Sifat Shalat Nabi. Wah...wah...wah... mendasar sekali pelajaran ini. Aku pikir shlat sudah diajarkan sejak dulu oleh guru di sekolah dasar. Ternyata dalam pelajaran fiqh ini kami belajar lebih baik lagi tentang sifat shalat nabi. Seakan aku dibangunkan kembali tuk menelaah lagi apakah shalatku sudah betul apa belum? Lagi-lagi...banyak hal yang baru aku tau. Aku juga semakin terbuka wawasan tentang ikhtilaf gerakan-gerakan dalam shalat. Teringat dulu saat kuliah aku ditanya seorang teman "Maryam, kamu islam apa? kok saat tasyahud jari telunjukmu diam saja, ngga digerak-gerakkan???" Saat itu aku gak tau mesti menjawab apa. Oh ternyata.... setiap gerakan dalam shalat ada dalil pendukungnya, semuanya mesti ada dasarnya dan penjelasan ilmiyah mengapa kita melakukan gerakan seperti ini-itu. Dan ini penting dipelajari agar kita tak hanya menjalankan shalat dan menghindari taqlid dalam beribadah.
Nah yang terakhir adalah materi bahasa Arab. Ngga banyak yang bisa aku ceritakan. Bahasa arab memang penting dipelajari karena Al-Qur'an dan Hadits menggunakan bahasa Arab. Mempelajari bahasa arab berarti kita mempelajari petunjuk Allah. MasyaAllah, memang terasa tak mudah mempelajarinya, namun jika kita bersabar dalam mempelajarinya, insyaAllah banyak hikmah dan manfaatnya. Setidaknya tumbuhkan dulu kecintaan terhadap bahasa arab, kokohkan niat dan perkuat motivasi mempelajarinya, insyaAllah lebih mudah. Numpang curcol ah...bu ustadzaaah....kalo ngasih peer jangan susah2 dong...hihihi. Aku kesulitan mengikuti pelajaran ini..alhamdulillaah teman-temanku baik hati, mereka ngga susah dipintain tolong tuk menjelaskan kembali materi-materi itu.
Hahaha...permisiiii....ni ada emak-emak rempong mau ikutan belaajjjaaaarrr.... ^^
Alhamdulillaah, seneng banget belajar ilmu syar'i ini... moga saja barakah, bermanfaat...dan semoga dimudahkan dalam mempelajarinya. Tak ada kata terlambat tuk belajar. Man jadda wa jadda...hehehe.
Sabtu, 09 November 2013
Kejar Maryam eps.1
Mampir bentar di istana Maryam ah. Padahal hati dan pikiran kalut sama pesanan rajutan yang agak sedikit bandel. Yups, aku lagi ngerjain proyek baby wear. masya Allah, bikin ketar-ketir cos aku yang tergolong perfeksionis mengenai pola dan hitungan. Sudah 20 kali lebih aku merajut dan membongkar jaket itu... Rasanya pengen nangis, soale hitungan yang aku dapat dari pola gratis di internet ternyata ngga sesuai harapan. Alhasil aku mesti bikin sndiri hitunganku.
Bandel amat sih? Apa otakku lagi lemot yah? kok lom kepikiran salahnya dimana? mana udah malu sama pelangganku, soale udah mau sebulanan ini proyek kok lom kelar juga. Hayyyaaah...pengen nyerah, tapi aku pikir...tinggal dikiiittt lagiiii....tangguuunggg.... dan memang aku masih semangat kok. Meski kmarin smpet didera banyak halangan dan rintangan, mule sakit gigi sampe problem yang kuhadapi di rumah. Belom lagi PR numpuk, cucian, dan semua hal kerjaan RT.
Alhamdulillaah suamiku selalu mensupport dan menghiburku kalo lagi sedih. Malu rasanya saat melihat rumah bak sarang laba-laba....semua dan dimana-mana benang... Dan aku sering ngga sempet masak pula. Suamiku mesti makan makanan luar yang kurang sehat. Perutnya makin endut hampir membulat sempurna. Itu karena makanan yg kurang sehat. Beberapa bulan lalu dia padahal udah langsing, perutnya udah mau two pack, makan sayur dan beras merah organik. Minyak goreng dihindari...ah pokoknya terasa sehaddd..tapi itu beberapa bulan lalu... :'(
Yups...maluuu banget sama suami, tugasku sering dibackup'nya. Meski memang dalam RT kami ngga ada istilahnya "tugas emak" yang mana, "tugas abah" yang mana...tapi teteeep...ibu RT dapet pahala sedekah kan dari tenaganya mengurus rumah...akan tetapi, hampir sebulan ini...aku membiarkan suamiku mendapat dobel pahala, selain jihad keluar rumah mencari ma'isyah juga membantu kerjaan istri di rumah.
Istrinya dibiarin maenan benang sehariaaan....ih masyaAllah suamiku baek banget yak?
Kalo kek gini... aku jadi inget lagi sama kajian ustadz Abu Haidar duluuu...tentang "Hak dan Kewajiban Suami Istri". hoeeee...
Satu-satunya yang dikomplenin suamiku adalah: "Ummi...akhir-akhir ini daya bacanya menurun...kok jarang keliatan baca buku???" *gubraks...
"ummi baca kok...setiap hari belajar bacaaaaaaaaaaaa.....: BACA POLA CROCHET...biw!!!!"
Bandel amat sih? Apa otakku lagi lemot yah? kok lom kepikiran salahnya dimana? mana udah malu sama pelangganku, soale udah mau sebulanan ini proyek kok lom kelar juga. Hayyyaaah...pengen nyerah, tapi aku pikir...tinggal dikiiittt lagiiii....tangguuunggg.... dan memang aku masih semangat kok. Meski kmarin smpet didera banyak halangan dan rintangan, mule sakit gigi sampe problem yang kuhadapi di rumah. Belom lagi PR numpuk, cucian, dan semua hal kerjaan RT.
buku rajut aseli Jepun yg pertama kali aku beli di gramedia..^^
Yups...maluuu banget sama suami, tugasku sering dibackup'nya. Meski memang dalam RT kami ngga ada istilahnya "tugas emak" yang mana, "tugas abah" yang mana...tapi teteeep...ibu RT dapet pahala sedekah kan dari tenaganya mengurus rumah...akan tetapi, hampir sebulan ini...aku membiarkan suamiku mendapat dobel pahala, selain jihad keluar rumah mencari ma'isyah juga membantu kerjaan istri di rumah.
Istrinya dibiarin maenan benang sehariaaan....ih masyaAllah suamiku baek banget yak?
Kalo kek gini... aku jadi inget lagi sama kajian ustadz Abu Haidar duluuu...tentang "Hak dan Kewajiban Suami Istri". hoeeee...
Satu-satunya yang dikomplenin suamiku adalah: "Ummi...akhir-akhir ini daya bacanya menurun...kok jarang keliatan baca buku???" *gubraks...
"ummi baca kok...setiap hari belajar bacaaaaaaaaaaaa.....: BACA POLA CROCHET...biw!!!!"
Jumat, 13 September 2013
Bukan Ratu Biasa
Menjadi seorang Ratu rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tugas dan beragam proyek yang mesti dilakukan. Semua membutuhkan skill dan pengetahuan beragam ilmu. Sebuah profesi yang benar-benar tak dapat disepelekan dan dipandang sebelah mata. Memasak, menyetrika, mencuci baju dan piring, menyapu dan mengepel lantai, dan beragam pekerjaan rumah lainnya membutuhkan skill atau keterampilan yang baik. Jika tak terlatih untuk melakukan semuanya, dijamin anda akan keteteran, terjebak dalam sebuah rutinitas dan merasa stress dibuatnya.
Oleh karena itulah, meski kini aku seorang Ratu, aku tak pernah dapat melepaskan identitasku sebagai seorang PEMBELAJAR. Hidup yang telah dianugerahkan Allah Ta'ala kepada kita merupakan sekolah luar biasa yang tak bisa menerima permintaan libur dan bisa kita abaikan begitu saja sesukanya. Ini adalah SEKOLAH LUAR BIASA yang tak mengenal kata "BOLOS".
Agar tak terjebak dalam rutinitas, seorang Ratu dituntut untuk berpikir dan berbuat kreatif. Aktivitas sederhana yang dilakukan dengan senang hati dapat mengusir kebosanan. Karenanya sebisa mungkin kusisihkan sebagian waktu untuk melakukan aktivitas yang aku suka. Dan sekitar dua tahun terakhir ini aku sangat menikmati menjahit kaos flannel dan belajar merajut. Selain menjadi seorang Ratu, kini aku pun memiliki sebuah identitas lain, yaitu seorang CRAFTER.
Aku sangat menyukai kegiatan ini, membuat aneka macam kerajian dan kini tak hanya menikmati sendiri tapi juga menjualnya. Tentu saja ini menjadi kesibukan baru seorang Ratu. Mulai saat ini, manajemen waktu sangat diperlukan agar tugas utama Ratu tak terganggu dengan hobi dan jual-belinya. Eh ternyata lumayan loh penghasilan dari hobi ini. Tentunya Ratu senang sekali membantu perekonomian istana. Mungkin juga hobi baru ini bisa sukses dan jadi berkembang atas ijin dan ridha sang Raja.
Alhamdulillaah suamiku tercinta sangat mendukungku. Bukan hanya mengijinkanku tuk berkreasi dan bersabar dengan rumah yang terkadang masih berantakan, tapi beliau juga membantuku mengembangkan usaha. Aku diajarkan cara-cara online marketing yang sbelumnya aku hanya jual-beli suka-suka. Selain itu aku juga diajarkan tatacara mengelola keuangan perusahaan. Ciee..perusahaan? aamiin...insyaAllah mungkin suatu saat aku akan memiliki karyawanku sendiri. Dan jika ada pelatihan yang dapat menunjang keterampilanku, beliau tak segan-segan mensupport baik dengan dukungan maupun modal keuangan.. masyaAllah...baiknyaa...^^
Dan alhamdulillah, meski usahaku masih berjalan terseok-seok, aku sudah mendapatkan kepercayaan dari pelangganku di dunia maya. Terbukti dengan adanya repeated consumer dan jempol yang hampir mencapai 1000 pada fans pageku di Facebook. Aku rasa ini adalah prestasi yang membanggakan. Mendapatkan hingga 987 jempol bukan perkara yang mudah loh. Apalagi aku mendapatkannya dengan jujur, bukan hasil hack atau cara lain yang tidak benar.
Oya, beberapa hari kemarin, aku mendapatkan inbox tak disangka-sangka dari seseorang. Isinya undangan menjadi Guest Teacher di sebuah sekolah dasar di Bandung. Dia memintaku tuk mengajar keterampilan. Ya Allah...seneng banget rasanya bisa berbagi ilmu. Tak hanya itu, undangan ini menjadi sebuah nostalgia tersendiri untukku. Rasanya kangen banget berkecimpung di dunia pendidikan seperti dulu. Ya, lamaa sekali sebelum menjadi seorang ratu, aku adalah seorang pendidik. Dulu aku mengajar bahasa Inggris di sebuah SMA swasta di Tasikmalaya dan terakhir aku mengajar menjadi seorang walikelas di SD swasta di Cimahi. Aku suka sekali berinteraksi dengan murid-muridku. ah..banyak sekali kenangan saat menjadi guru. Andai tubuhku selalu fit, mungkin aku tak akan berhenti dari profesi mulia itu.
Hmm...rasanya menyenangkan...bahagia... aku sangat bersyukur dengan diriku saat ini. Aku, sebagai Ratu rumah tangga dengan Istana nyamanku, yang tak menjadi seorang istri biasa. Aku seorang istri yang juga seorang crafter...dan aku tak akan pernah melupakan identitasku sebagai seorang guru...
Kalau ada orang yang masih memandangku sebelah mata dengan mengatakan : "Oh, dia cuman ibu RT biasa yang kuper dan selalu di rumah". Maka aku akan mengabaikannya dan berlalu.. Karena aku lebih tau diriku sendiri, dan mereka belum mengenalku dengan baik...
13 September 2013
@Istana Maryam
"Jika ada seseorang berkata dan berpendapat negatif padamu, dengarkanlah sebagai introspeksi diri bukan sebagai sugesti...percayalah bahwa dirimu bisa lebih baik dari persangkaan orang lain. Maka berdoalah pada Allah agar Dia memberimu petunjuk dan kekuatan tuk menjadi seseorang yang lebih baik.."
Langganan:
Postingan (Atom)









