Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Maret 2014

Ah....

Baru kali ini aku merasa serba salah
Saat kau berada di sisi yang berlawanan arah
Menyisakan hatiku yang kini resah
Seakan terbelenggu oleh gundah

Apa gerangan yang membuatmu tampak lelah?
Apa yang terjadi, hingga kau seperti menahan amarah?
Teka-teki apa yang membuat dirimu susah?
Biasanya ronamu ceria, murung pun hampir tak pernah

Aku tau jalan kita tak pernah mudah
Kisah hidup kita kadang tak begitu indah
Namun akankah kita begitu saja menyerah?
Tanpa perjuangan, tanpa memungut hikmah?

Mari kita kuatkan lagi bila niat baik itu melemah
Mari eratkan lagi ikatan hati kita jika sudah mulai goyah
Mari selaraskan kembali irama dan langkah
Jangan biarkan ego dan emosi membuat kita kalah

..............

19 Maret 2014 @ Kaki Bukit Impian




Selasa, 07 Januari 2014

True Friend

Don't expecting me too much,
I'm just an ordinary one who's still learning.
Don't be disappoint if you see me as the truly i am. 
It's just me, who can do  lots of mistakes.



but i can tell you that i am ready to take care of my eyes, 
to see you for your true self, I will always see the best in you..

I'll keep my ears, 
will have them open to listen, to really hear what you are saying.

I'll keep my mouth to always tell you the truth and give my thoughts,
and to help talk through things if life gets messy.

I'll give you my shoulders, 
to give you the strength when you cant carry yourself,
will always let you lean on and cry on them.

I'll give you my arms,
will always offer hugs and make you feel comfortable 

I'll will give you my hands,
to hold you when you need a little guidance,
to help you get up when you may fall.

I'll keep my heart 
to love you for who you are
and will always have a place for you.

I'll take care of my feet,
to walk with you throughout your life,
to be the very best friend they can be.


8th January 2014,
@Dream Hill
"Thank you for being my friend...."

Kamis, 28 November 2013

Seperti

takut...
sakit...
marah...
kesal...
sesal...

seperti bukan aku.
atau memang mungkin ini aku sesungguhnya?

sebuah borok...
membusuk...

bilakah kekuatan itu datang?
bergerak,
meski merangkak
menuju cahaya.

hujan...

mampukah menghapus sesal?

seperti bukan aku.
tak ingin mengakuinya
seperti bukan aku...

sakit....

Sabtu, 07 September 2013

Kaleidoskop Malam

Malam ini aku betul-betul tak mampu memejamkan mata. Entah apa yang menghalangi kantuk yang begitu kurindukan itu. Encokku yang sedang kambuh, ataukah telapak kakiku yang sedang sakit? Mungkin juga rasa kangen padamu yang mendera disela-sela malam yang berjelaga.

Kubuka laptop kesayanganku. Ada "Cinta Brontosaurus" yang belum habis ku tonton. Mungkin itu dapat menghantarkanku pada lelap seperti kemarin malam. Sia-sia, film bertema cinta itu makin membuatku terjaga. Apa kabarmu disana?

Blog walking mungkin dapat memberiku secercah inspirasi. Ku buka laman demi laman. Ternyata banyak kisah orang yang membuat pikiranku terbuka. Deritaku selama ini belum seberapa. Hahaha... aku berasa jadi generasi alay yang luar binasa.

Ingatanku terlempar pada dua tahun silam. Saat itu, awal April yang kering. Hatiku yang tengah berbunga, menantikan hadirnya cinta kedua. Cinta yang tumbuh dalam haru dan hanya dipenuhi rindu. Cinta kedua yang begitu memesona, menculik sukma hingga memenjara dalam bahagia. Dialah Syakirah (rahimahallaah) belahan jiwa. Kecantikan nan agung berbalut keajaiban... Anugerah Sang Maha Sempurna yang kehadirannya membuatku sempurna sebagai wanita.

Syakirah (rahimahallaah), ananda tercinta... melalui petualangan kita, selama sembilan bulan bersama, menegaskan kembali sebuah makna cinta. Membuat ummi sadar tentang arti kebahagiaan yang tertunda. Memacu ummi dan abi tuk menjadi seseorang yang lebih baik dan memantaskan diri tuk memasuki jannah-Nya.

Rasanya baru saja kemarin lusa, aku bermain boneka kertas seusai pulang sekolah dalam balutan seragam merah putih. Rasanya baru saja kemarin lusa, aku sibuk mengerjakan PR matematika. Rasanya baru kemarin lusa, aku jatuh cinta dan mengikat bahagia. Rasanya kemarin lusa, hadirnya cinta kedua. Tanpa terasa, hampir tujuh tahun tak lagi ada kata "aku" dan "kamu"...hanya ada "kita"....

Perjalananku di penghujung malam yang ditemani kaleidoskop sejarah petualangan hidup dan mimpi ini mesti berakhir. Ditutup dengan doa dan harap agar esok lebih baik. Disudahi dengan beberapa kuap yang membuat mataku berair. Dicukupkan dengan kalimat hamdalah yang terlampir dalam paragraf ini...."Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin..."

Jumat, 06 September 2013

Berpura-pura

Rasa kehilangan itu masih terasa. Rasa takut tak bisa kupungkiri, ada. Kecewa dan sedih, mungkin masih menjejak. Yang penting perjuangan sabar dan ikhlas masih selalu bergejolak dalam jiwa. Rasa syukur kutanamkan baik-baik dalam hati, agar kelak keyakinan akan qadha dan qadarNYA berbuah manis seperti yang tak pernah kusangka.

Wahai....
Aku ini hanya perempuan biasa. Seorang manusia alpa pembiasaan... Yang mencoba berpura-pura kuat, yang mencoba berpura-pura tegar, yang mencoba berpura-pura ikhlas, yang mencoba berpura-pura sabar, yang mencoba berpura-pura ceria dalam setiap kondisi, meski yang terpahit sekalipun?

Mungkin ini sekedar kamuflase. Aku sendiri tak yakin. Hanya memang aku berpura-pura kuat, berpura-pura tegar, berpura-pura ikhlas, berpura-pura sabar, berpura-pura ceria. Sekuat tenagaku! Semampuku! Aku berpura-pura..

Wahai....
Aku ini hanya perempuan biasa. Seorang manusia alpa pembiasaan... Aku harap aku bisa terus berpura-pura kuat, teruus berpura-pura tegar, teruuus berpura-pura ikhlas, teruuuus berpura-pura sabar, teruuuuus berpura-pura ceria dalam setiap kondisi, meski yang terpahit sekalipun.

Mungkin karena aku seorang manusia alpa pembiasaan... yang mesti melakukan banyak pengulangan. Mengulang berpura-pura KUAT. Mengulang berpura-pura TEGAR. Mengulang berpura-pura IKHLAS. Mengulang berpura-pura SABAR. Mengulang berpura-pura CERIA dalam setiap kondisi, meski yang terpahit sekalipun.

Wahai....
Aku hanya perempuan biasa yang sering alpa. Terkadang aku lalai, seringkali aku butuh diingatkan tuk kembali berpura-pura KUAT, kembali berpura-pura TEGAR, kembali berpura-pura IKHLAS, kembali berpura-pura SABAR, kembali berpura-pura CERIA dalam setiap kondisi, meski terpahit sekalipun.

Mungkin saatnya nanti, setelah mencoba, melakukannya teruuuusss, lalu mengulang kembali dan menjadikannya pembiasaan, kuharap kelak dapat kutanggalkan semua kepura-puraan itu, hingga aku dapat menjadi seorang perempuan yang benar-benar KUAT, benar-benar TEGAR, benar-benar IIKLAS, benar-benar SABAR, benar-benar CERIA dalam setiap kondisi, meski terpahit sekalipun..

Saat semua itu terprogram otomatis dalam hati dan jiwaku, tak mustahil kelak aku dapat betul-betul menjadi seorang perempuan biasa yang KUAT, TEGAR, IKHLAS, SABAR, CERIA dalam setiap kondisi...Karena aku seorang manusia pembiasaan....


24 Juli 2013 @Pondok Cipta Mas,
"Saat ujian-NYA memaksa kita tuk terus belajar, hingga pikiran merasa tak sanggup...maka berpura-puralah kita mampu melakukannya.." {quotes yang anneeh..egepe ah! }