Tampilkan postingan dengan label Unek-unek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unek-unek. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Januari 2014

Kecamuk Unek-Unek Sebelom Bobo

Beberapa hari terakhir ini aku makin sering kesulitan menutup mata. Sekedar tuk merehatkan segenap pikiranku.

Adakah yang salah? Niat yang menggerakkan aksiku. Strategi yang aku terapkan. Cara yang aku lakukan. Atau apa??? Apa yang salah???

Gomenasai...maafkan daku...jika ada diantara sahabat yang aku kecewakan, hiksss...sensi banget siy...

hadeuh...malah curcol.




Rabu, 04 Desember 2013

Membangun cinta

Seseorang pernah bertanya padaku, gimana sih kehidupan setelah menikah? Apakah indah? Apakah sedih? Apakah menakutkan? Apakah menggembirakan? Bagaimana kalian menyikapi perbedaan watak, kebiasaan, bahkan manhaj (cara memahami dan menjalankan agama-meski sama-sama Islam, kan kadang berbeda sudut pandang). Tampak jelas sekali kecemasan-kecemasannya dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya padaku. Kecemasan yang sempat membayang pula dalam benakku hampir 7 tahun lalu, sebelum aku memutuskan menikah dengan lelaki yang kini menjadi qawwamku.

Sahabatku tersayang, aku betul-betul tak tau bagaimana harus menjawabnya. Jika boleh jujur, pernikahan tak harus serumit itu. Meski mungkin pada tahun awal pernikahan akan ada banyak sekali ujian dan benturan-benturan yang menguji kesungguhan kita sebagai seorang suami dan istri. Pertengkaran, perbedaan pendapat, semua hal itu sangat wajar terjadi karena memang kita masih akan selalu dalam proses saling mengenal dan memahami satu sama lain. Yang menjadi tak wajar adalah apabila sikap dan respon kita berlebihan (lebayy...) dalam menghadapi segala perbedaan itu, terlebih cepat menyimpulkan bahwa tak ada kecocokan lantas menggugat dan memutuskan tuk berpisah.

"Teh Maryam suka cekcok gak sih sama suami?" Pertanyaanmu terlontar begitu ringan. Namun pertanyaan itu begitu menohok dan mengajakku kembali merenung. Aku pun ingin bertanya, adakah pasangan suami istri yang tak pernah bertengkar sama sekali?

Kali ini aku tak mau menjawabnya berdasarkan pengalaman rumah tanggaku. Karena siapalah aku? Kami hanyalah sepasang insan lemah yang belum pantas menyuguhkan qudwah. Jika engkau bertanya "Adakah rumah Tangga ideal? Adakah Rumah Tangga bahagia?" Aku hanya dapat mengajakmu bertamasya menembus waktu ke masa lalu. Sahabatku... Mari kita kembali ke beberapa abad lalu, menelaah kembali pada kehidupan rumah tangga yang dinaungi rahmat dan kasih sayang Allah Ta'ala yang telah menjadi teladan sempurna, yaitu pada keluarga Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam.

Rumah tangga ideal dan bahagia itu ADA. Rumah Tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah itu bukan sekedar khayal belaka. Dan aku jamin, insyaAllah kita pun bisa menggapainya selama kita masih berpegang pada petunjuk yang telah Allah berikan pada kita melalui Qur'an dan Sunnah berdasarkan pemahaman para salafush shaalih.

Sahabat, sependek pengetahuanku tentang keluarga Rasulullaah shalallaahu 'alaii wasallam, saat berumah tangga dengan ibunda Khadijah radhiyallaahu anha, memang tak pernah ada pertengkaran. Bahkan ibunda Khadijah bintu Khuwailid merupakan seorang istri yang dimuliakan Allah Ta'ala dan layak menjadi panutan kita. Khadijah merupakan sosok istri yang begitu baik dan banyak sekali teladan dalam diri beliau. Dalam catatan sederhana ini aku ingin memetik faidah dan hikmah yang bisa kita teladani.

Dari buku sirah, artikel dan kajian yang pernah aku dengarkan, ibunda Khadijah adalah seorang wanita yang lembut perangainya. Beliau tak pernah bersuara tinggi di hadapan Rasulullaah Shalallaahu 'alaihi wasallam. Apalagi beliau tak pernah membentak suaminya. Beliau mendampingi Rasulullah dengan kelembutan dan cinta yang agung.

Istri Motivator, itulah ibunda Khadijah. Saat suami tercintanya sedang berada dalam kegalauan luar biasa dan ketakutan, saat wahyu pertama turun kepada Rasulullaah shalallaahu alaihi wasallam tatkala didatangi oleh Jibril, Ibunda Khadijah menenangkannya. Disebut-sebutnya kebaikan-kebaikan suaminya, lalu dibesarkan hati suaminya bahwa beliau telah berada di jalan yang benar agar suaminya lebih tenang. Perkataan indah Ibunda Khadijah ini terabadikan dalam hadits-hadits shahih.

Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam berkata, "Aku mengkhawatirkan diriku". []

Maka Ibunda khadijah berkata, "Sekali-kali tidak, bergembiralah..!!! Demi Allah, sesungguhnya Allah selamanya tidak pernah menghinakanmu. Demi Allah, sungguh engkau telah menyambung silaturahmi, jujur dalam berkata, membantu orang yang tidak bisa mandiri, engkau menolong orang miskin, memuliakan (menjamu) tamu, dan menolong orang-orang yang terkena musibah."
[HR. Bukhari I/4 no.3 dan Muslim I/139 no.160]

Ibunda Khadijah juga terkenal dengan sifat kedermawanannya. Beliau sangat mendukung aktivitas suaminya dan rela mengorbankan harta bendanya. Tak heran, beliau menjadi istri yang sangat dicintai Rasulullaah shalallaahu 'alihi wasallam.

Kisahnya memang masih lebih banyak lagi. Sahabat bisa membaca di banyak literatur sejarah yang terpercaya. Atau silakan cearch di www.yufid.com untuk lebih banyak artikel tentang ibunda Khadijah ini.

Cerita cinta ideal yang sangat pantas diteladani menurutku. Dan selalunya menjadi inspirasi saat kami terbentur sebuah permasalahan. Asalkan ada kelapangan hati saat menemukan perbedaan dalam diri kita dan pasangan, insyaAllah itu dapat membantu menjaga stabilitas kehidupan rumah tangga. Tak cukup sampai disitu, niat awal pernikahan juga sangat menentukan. Jika kita menikah karena Allah Ta'ala, insyaAllah lebih barakah. Keinginan untuk memperbaiki diri dan berusaha tuk saling memberi juga menjadi kunci utama kehidupan RT yang harmonis. Bukannya saling berharap menerima dan menuntut banyak hal satu sama lain.

Iya, aku sangat terkesan sekali dengan kisah cinta ibunda Khadijah, aku sangat mengidolakannya. Beliau adalah salah satu inspiratorku tuk menjadi istri terbaik bagi suamiku. Aku ingin meneladani kelembutannya, keberanniannya, kecerdasannya, kedermawanannya, keshalihatannya...dan banyak lagi...

Hmm... kalau direnungi lagi, setiap ada pertengkaran, selalunya terdapat indikasi salah komunikasi, gagal paham, dan mungkin cara yang kurang baik dalam penyampaian. Setidaknya itu yang aku alami. Meski mungkin aku belum bisa sepenuhnya menjadi istri yang baik, tapi aku mau dan semangat belajar. Jika masih banyak alfa dan khilaf, serta banyak kekurangan di sana-sini, aku akan meminta suamiku untuk tetap menemaniku dalam proses metamorfosaku ini dengan penuh cinta dan kesabaran.

So...masih ngga yakin ada rumah tangga ideal? kayaknya kita mesti kaji lagi kehidupan Rasulullaah beserta istri-istrinya nih.... *woh...kajian cinta yang romantis abis, dan menyenangkan...^^


5 Desember 2013
@Kaki bukit Dream Hill
"Abiw, jazaakallaah khairan telah sabar mendidikku. Temaniku selalu dalam proses ini ya...hingga kelak menuju JannahNYA...aamiin"


Unek-Unek Tentang (Pe)Rokok

Kalo boleh ngaku, aku paling benciiiiiiiii banget sama banci dan ROKOK.

Mungkin karena pernah punya pengalaman nyebelin dimarahin banci gara-gara ngga ngasih duit saat mereka ngamen. Trus banci pernah kepergok lagi ngegodain cowok yang paling aku cinta di dunia ini. Dan pernah pas lagi cari sepatu di daerah Cibaduyut, ada banci yang seksieeeh abieezz, dandanan ala trio macan, pamer paha di depan suamiku...rasanya pengen...watttaaaaawww...!!!! Hyaa....dezighhh...

Kalo banci, mungkin ngga seberapa...karena memang jarang ketemu, mereka keliarannya kan malem-malem. Hahaha...seakan aku tau mereka aja. Yah, ini kan pengalaman dulu waktu masih kuliah di Tasikmalaya sering pulang ke Cimahi malem-malem. Moga aja memang udah ngga ada pangkalan banci lagi di daerah Cimahi khususnya dan dimuka bumi ini. Aamiin Allahumma Aamiin...

Meski aku benci rokok, tapi ternyata aku ngga (pernah) bisa menghindari rokok. Hampir di manapun di tempat-tempat umum, selalunya adaaa saja orang yang merokok. Sejak aku keluar dari rumah, halaman udah penuh sama puntung rokok. Mau ke warung, ada juga yang rokok'an. Jajan gorengan, yang jualan ngerokok. Mau naik angkot ke pasar atau sekedar pengen pulang ke rumah ibu, sopirnya ngerokok, penumpangnya ngerokok...hampir semua orang merokok dimana-mana.

Helloooww...para perokok, pernahkah kalian berempati pada orang lain? Tak semua orang bisa ikut menghirup asap rokok tanpa keluhan. Aku hanya salah satu dari sekian banyak orang yang tak dapat mentolelir asap rokok. Kalau asap haram itu masuk ke dalam saluran pernafasan kami, dengan segera tubuh kami bereaksi. Pusing yang dahsyat, lalu sesak... Jika pertahanan tubuh sedang lemah, bisa-bisa semaput.

Pernah suatu hari, naik angkot sama Teh Irma, kakakku. Sopirnya ngerokok. Dengan sopan kakakku minta ijin agar bapak sopirnya bersedia mematikan rokoknya, karena kakakku tau kalo aku allergi asap rokok dan bisa sesak. Respon bapak sopir sangat jauh dari dugaan kami. Dia marah dan kami disuruh turun dari angkotnya. Sedihnya hatiku saat itu, kok si bapak sopir tega banget mengusir kami, kayaknya dia lebih butuh rokoknya daripada penghasilannya. Sejak saat itu, aku hampir tak pernah pergi naik angkot sendiri lagi. sebisa mungkin kalau ada keperluan apapun, aku lebih baik menunggu suamiku dan lebih baik diantar dengan motor Beat pink'nya.

Teman-temanku kadang komplain. Kata mereka aku ini istri manja, kemana-mana mesti diantar suami. Ada juga yang bahkan menyangka kalo aku tak dipercaya suami untuk pergi-pergi sendiri, makanya suamiku selalu mengawalku kemana-mana. Ada yang bilang suamiku possessive banget.... aah... aku cuek aja. Towh yang tau kondisiku, ya kami sendiri. Peduli lah orang mau berkata apa. Yang jelas, aku beruntung punya suami yang pengertian, yang mau mengantarkanku kemana saja, bahkan saat aku pengen main bersama teman-temanku. Dan bukankah seorang perempuan mesti ditemani mahramnya saat bepergian? ^^

Kemarin di rumahku mati listrik. Kami tak memiliki bak penampungan air, hanya ember kecil saja. Wah, tersiksa banget kalo ngga ada air. Aku terpaksa pergi ke rumah ibu. Sayang saat itu hari kerja, suamiku tentu sedang bekerja dan tak bisa mengantarkanku ke rumah ibu. Akhirnya dengan terpaksa aku pergi sendiri naik angkot. Di angkot pertama, alhamdulillaah sopir dan penumpangnya ngga ada yang merokok. Saat ganti angkot kedua, aku mulai galau. Di tempat pemberhentian aku hanya melihat satu angkot saja dan sopirnya merokok. Sopirnya lalu mengajakku naik angkotnya. Aku segan naik ke dalamnya.

"Ayo mba, silakan masuk...langsung berangkat kok", ujar pak sopir sambil menghisap rokoknya.
Aku kemudian mendekat dan memberanikan diri menjelaskan kondisiku.
"Maaf pak, saya alergi rokok dan bisa sesak kalo kena asap rokoknya. Bisa minta tolong dimatikan dulu rokoknya pak?/", ucapku.
"Oh, begitu ya...sebentar saya matikan dulu rokoknya." Ucap pak sopir dengan nada ramah sembari mematikan rokok. "Silakan mba...", Ucapnya kemudian seraya mempersilakanku masuk dan membuka kaca jendelanya lebar-lebar.

Alhamdulillaah aku bersyukur banget pada Allah, atas pertolonganNYA, pak supir mau membuka hatinya tuk tidak merokok selama aku menumpang angkotnya. Wah, jarang-jarang ada sopir yang ramah seperti dia dan tidak egois seperti itu. Maklum selama naik angkot dan berhadapan dengan sopir perokok, jarang sekali ada yang mau mematikan rokoknya *setidaknya pengalamanku begitu* Kalau pun ada yang mau mematikan rokok, dia melakukannya dengan tampang sewot dan ketus.

Aku yakin, banyak perokok yang mau berhenti dari kebiasaan merokoknya, namun mereka tak memiliki kemampuan secara motivasi ataupun tak tau bagaimana caranya. Merokok itu memang sebuah candu. Dia layaknya narkoba yang membuat pelakunya ketagihan. Berdasarkan pengakuan perokok, kalau mereka tidak merokok bisa lemas. Padahal kalo aku menghisap asap rokok...bisa sesak juga. Hadeuuhh... Aku pikir, perokok yang merokok di sembarang tempat itu seperti silent killer, taukah mereka bahwa ada orang yang ngga kuat asapnya? Iya...seperti aku yang dulu mesti ngaso di UGD karena asmaku kambuh. Kalo mereka bilang, "Suka-suka gue mau ngerokok apa ngga..itu hak gue.." aku juga bisa bilang kalo bernafas bebas dengan udara bersih juga hak kami yang paling ASASI. Hak untuk hidup, bro...!!!

Yang jelas, kalo mereka benar-benar punya kemauan keras, pasti Allah akan memudahkannya. Aku harap...dan aku hanya bisa berdoa....semoga para perokok itu bisa berhenti merokok. Dan semoga ngga ada perokok-perokok baru yang menghisap barang haram itu. Bisa ngga yah negara kita bebas rokok??? Mimpi kali yaaaa...??? Ah, tak mengapa jika memang aku memiliki mimpi seperti itu....yang jelas itu akan menjadi mimpi paling indah jika memang menjelma nyata.


4 Desember 2013
@dreamhill








Selasa, 26 November 2013

Tentang Sahabat

Setelah menuntut ilmu, belajar tentang TEORI ikhlas, sabar dan tawakal, serta teori-teori lainnya, maka Allah menyuguhkan  sebentuk ujian berupa masalah-masalah hidup agar kita terlatih dan dapat mengaplikasikannya pada kehidupan kita sehari-hari.

Jika ada yang membuatmu kesal, marah, sedih, galau, dan rasa-rasa lainnya... Ucapkanlah "TERIMAKASIH" karena mereka sudah membantu kita berlatih dan membuat materi pelajaran yang kita pelajari tak hanya jadi sekedar TEORI.

Meski mungkin, dalam setiap pembelajaran selalu ada resiko yang kita ambil. Entah berupa harta benda, waktu, bahkan perasaan kita sendiri. Ingatlah satu hal, bahwa tak pernah ada kesia-siaan dalam memperjuangkan ikhlas dan sabar. Terutama dalam proses "pembelajaran". Dan selalunya menahan amarah meski kita mampu dan memang "berhak" tuk marah, dengan alasan karena Allah, akan berbuah manis. 

Ambil pelajaran dari setiap peristiwa, hingga kita terhindar dari melakukan kesalahan yang sama. Jika ada yang menyakiti, keluarkanlah stok maaf dari hati. Namun jika disakiti beberapa kali oleh orang yang sama, pandanglah dia dengan rasa "kasihan", maafkanlah lagi, dengan catatan: hati-hati dan waspada jika bermuamalah dengannya.

Takkan terusik lautan luas karena lemparan batu seorang anak kecil


Untuk menyebut seseorang sebagai teman dan sahabat, memang membutuhkan waktu. Dan setiap ujian yang dilalui dapat membuat kita menyadari akan arti kehadiran satu sama lain dalam hidup masing-masing. Apakah hanya kenalan, teman, sahabat, atau lebih dari sekedar sahabat... Yang jelas, berteman dan bersahabatlah karena Allah, karena akan lebih kekal abadi. Dan kunci persahabatan yang menyenangkan adalah saling memahami dan menerima segala kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Berawal dari ta'aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta'awun (saling tolong menolong) dan tingkatan tertinggi adalah itsar (saling mendahulukan) saat kita tak lagi mementingkan diri sendiri.

Catatan sederhana ini kutulis sebagai nasihat bagi diriku sendiri, agar aku dapat mengambil pelajaran darinya...
27 November 2013
@Kaki bukit impian 
"aku akan selalu jadi sahabatmu, meski tak terlihat...."








Jumat, 22 November 2013

Ma'had Udrussunnah, Mencari Bekal Ilmu Syar'i

Alhamdulillaah ngga terasa aku ikut belajar di Ma'had Udrussunnah sejak 5 Oktober 2013 lalu. Hampir enam mingguan ya, hingga saat ini? Ngga terasa besok udah mau ujian aja. Aku belom ngafalin materinya, catatanku agak acakadul. What's acakadul in English ya? hehehe.

ilmu Syar'i...ilmu jempolan...hehehe


Alhamdulillaah, aku bersyukur banget bisa ikutan ma'had ini. Padahal sejak awal aku agak merasa takut tuk ikut kajian ilmu syar'i ini. YUP...aku takut terlalu tua untuk belajar bersama murid-murid lainnya yang kebanyakan masih duduk di bangku kuliah. Aku takut otakku ngga nyampe tuk mempelajarinya. Aku takut ngga bisa memenuhi komitmen menghadirinya setiap sabtu seharian dari jam 10 pagi sampe jam 15.30 sore. Aku takut ngga punya temen, secara mereka masih muda belia. Dan ada banyak kecemasan yang ngga masuk akal lainnya yang hampir menggoyahkan azzamku tuk belajar.

Siapin bukunya...pulpennya...cemilannya...^^

Seperti biasa, Abiw, suamiku selalu jadi orang pertama yang memberi dukungan tuk belajar. Bahkan blio rela membiayai sekolah agama singkat ini dari uang gajinya. Abiw juga begitu semangat mengantarkanku setiap Sabtu pergi ke Ma'had yang terletak di jalan Jurang Bandung, tak lupa membelikan bekal berupa jajanan..hehehe. Perjalanan yang cukup jauh dari rumah kami di Cimahi. Dan Abiw yang baik hati ini juga rela kalau setiap Sabtu ngga dimasakin makanan selama seharian karena istrinya mesti menimba ilmu syar'i sejak pagi hingga petang. Dia juga dengan senang hati menghabiskan hampir seluruh waktunya di toko buku terdekat sembari menungguku belajar, dan kemudian menjemputku jika waktu pembelajaran berakhir. Di rumah, sering kali Abiw membantu muraja'ah pelajaran yang aku pelajari di Ma'had. Sikap Abiw yang begitu total mendukung aktivitasku sebagai seorang pembelajar ini membuatku lebih semangat. Dan aku bertekad tak akan menyiakan kesempatan ini. Aku akan belajar dengan baik.

Di Ma'had Udrussunnah ini, ada tiga materi yang kami pelajari yaitu Aqidah, Figh, dan bahasa Arab. MasyaAllah... hanya tiga materi saja? Sedikit memang, jika dibandingkan dengan pelajaran di sekolah. Namun ketiga ilmu syar'i ini sangat penting tuk dipelajari. Ketiga materi itu seperti tiga fondasi untuk bekal kami dalam menjalani hidup dan insyaAllah bekal tuk perjalanan ke kampung akhirat pula. Untukku lebih dari sekedar penting, tapi ini juga merupakan modal awal bekalku sebagai seorang ibu, insyaAllah kelak aku akan menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak-anakku, insyaAllah-bi idznillaah....

Allahu Akbar..!!!!
Aku selalu terpesona dengan ilmu yang disampaikan asatidz (para guru-bentuk jamak dari ustadz ^^). Selama hidupku, aku belum pernah belajar agama dengan begitu ilmiyah. Setiap penjelasan materi dilengkapi dengan sumber yang jelas, baik rujukan kitab dan keterangan hadits'nya. Sang ustadz tak pernah menyampaikan suatu materi dengan hanya mengandalkan pemikirannya saja (ra'yu), tapi beliau menyampaikan berasarkan pemahaman para salafush shaalih. InsyaAllah dengan begitu materi menjadi lebih akurat. Suka juga sama cara penyampaiannya, Ustadz sering bikin olahraga otak dengan pertanyaan-pertanyaannya. Diskusi....aku suka itu...

Oya, dalam materi aqidah, kami mempelajari ilmu dasar Ushul Tsalatsah. Dengan materi tersebut kita dapat menyelami kembali tuk lebih mengenal Allah Ta'ala, mengenal Rasulullah shalallaahu 'alaihi wasallam, dan mengenal agama Islam ini lebih baik lagi. Terus terang saja, ilmu ini sudah kita pelajari sejak bangku sekolah dasar, namun ternyata banyak hal yang belum aku pahami dengan benar.

Dalam pelajaran fiqh, aku membayangkan akan mempelajari banyaaaaaakkk hal yang rumit seputar ibadah. namun disini sejak awal kami ternyata mempelajari tentang Sifat Shalat Nabi. Wah...wah...wah... mendasar sekali pelajaran ini. Aku pikir shlat sudah diajarkan sejak dulu oleh guru di sekolah dasar. Ternyata dalam pelajaran fiqh ini kami belajar lebih baik lagi tentang sifat shalat nabi. Seakan aku dibangunkan kembali tuk menelaah lagi apakah shalatku sudah betul apa belum? Lagi-lagi...banyak hal yang baru aku tau. Aku juga semakin terbuka wawasan tentang ikhtilaf gerakan-gerakan dalam shalat. Teringat dulu saat kuliah aku ditanya seorang teman "Maryam, kamu islam apa? kok saat tasyahud jari telunjukmu diam saja, ngga digerak-gerakkan???" Saat itu aku gak tau mesti menjawab apa. Oh ternyata.... setiap gerakan dalam shalat ada dalil pendukungnya, semuanya mesti ada dasarnya dan penjelasan ilmiyah mengapa kita melakukan gerakan seperti ini-itu. Dan ini penting dipelajari agar kita tak hanya menjalankan shalat dan menghindari taqlid dalam beribadah.

Nah yang terakhir adalah materi bahasa Arab. Ngga banyak yang bisa aku ceritakan. Bahasa arab memang penting dipelajari karena Al-Qur'an dan Hadits menggunakan bahasa Arab. Mempelajari bahasa arab berarti kita mempelajari petunjuk Allah. MasyaAllah, memang terasa tak mudah mempelajarinya, namun jika kita bersabar dalam mempelajarinya, insyaAllah banyak hikmah dan manfaatnya. Setidaknya tumbuhkan dulu kecintaan terhadap bahasa arab, kokohkan niat dan perkuat motivasi mempelajarinya, insyaAllah lebih mudah. Numpang curcol ah...bu ustadzaaah....kalo ngasih peer jangan susah2 dong...hihihi. Aku kesulitan mengikuti pelajaran ini..alhamdulillaah teman-temanku baik hati, mereka ngga susah dipintain tolong tuk menjelaskan kembali materi-materi itu.


Hahaha...permisiiii....ni ada emak-emak rempong mau ikutan belaajjjaaaarrr.... ^^

Alhamdulillaah, seneng banget belajar ilmu syar'i ini... moga saja barakah, bermanfaat...dan semoga dimudahkan dalam mempelajarinya. Tak ada kata terlambat tuk belajar. Man jadda wa jadda...hehehe.

Selasa, 19 November 2013

Baby Shoes And Us

Masih tentang baby shoes...

Newborn and for 12 months...^^


Kayaknya aku kesengsem semua hal yang berkaitan dengan bayi. MaasyaAllah, rasanya seperti jatuh cinta tuk kedua kalinya setelah jatuh cinta dan membangunnya bersama Abiw. (prikitiiieeewww...pagi-pagi dah ngegombal aja...hahahaha...)

Setelah membuat topi dan baby shoes pesanan mba Sri, kok aku merasa sayaaaaang banget tuk menjualnya. Secara gitu loh, saat aku merajutnya, aku TOTAL banget. Sambil membisiki dzikir di sela-selanya (daripada ngelamun), sambil membayangkan wajah princess ciliknya mba Sri lagi senyum, pokoknya aku ngerjain SENENG ATI..daahhh...

Rose Baby Hat by Maryam


Apalagi kalo pas merajutnya di luar rumah lagi hujan deras...tak henti membisik "Rabbii hablii minash shaalihiin"...Ya Allah...anugrahkan pada kami keturunan dari golongan hambaMU yang shalih...aamiin...Allahumma Aamiin. 

Kapan yah, bisa buat baby shoes buat anakku sendiri? Kata-kata abiw selalu menghiburku, saat dia memujiku bahwa aku lebih dari pantas tuk jadi seorang ibu. Karena meski belum punya anak, rasa kasih sayangku telah tumbuh tuk mencintai anak-anak lainnya.. Abiw mengingatkanku pada kisah inspiratif ibunda ummul mukminin Aisyah Radhiyallaahu anha, yang Allah takdirkan tak memiliki anak, namun blio sudah berhasil mencetak generasi yang paling gemilang sepanjang sejarah..generasi yang kemudian menjadi ulama-ulama salafush shalih yang berjuang menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini. 

Thai Inooy...moga jadi anak shalih ya nak...^^

Wah, kalo mendengar abiw ngomong begitu, hati ini sedikit lebih baik. Yup, anak merupakan amanah dari Allah. Jika kita tak menjaga mereka dengan baik, malah akan menjadi fitnah/ujian bagi kedua orang tuanya dan ummat pada umumnya. Anak bukanlah syarat tuk masuk syurga. Bukan pula tolak ukur kebahagiaan bagi mereka yang telah membangun rumah tangga. Ada dan tiadanya mereka merupakan tanda-tanda kebesaran Allah... tergantung dari mana kita memandang dan bagaimana kita mensikapinya.

Namun sepanjang nafas ini masih ada, sebuah harapan tuk memiliki qurrata'ayun selalu ada. Asalkan jangan lepas dan bosan tuk menyisipkan doa itu dalam setiap sujud panjang kita. Tak ada yang dapat menolak segala sesuatu yang telah Allah takdirkan padanya..Dan Allah Maha Tau yang terbaik bagi hamba-hambanya.


20 November 2013 @Drim Hill Palace








Selasa, 05 November 2013

Emak-Emak Galau: Bibir Jollie

Lagi galau buuu??? Senyum kagak, semangat kagak, bahagia kagak juga. Yang dirasa, sepertinya semua hal yang bernada mellow dan sendu (SENDU-nya bukan SENeng DUit loh yah). Lantunan lagu Afgan sayup terdengar dari celah pintu rumah tetangga menambah suasana hati menjadi begitu mendung, meski di luar sana mentari tersenyum cerah.

Sebenernya aku udah memutuskan untuk tidak medengarkan musik sejak tau bahwa musik itu HARAM. Widih, ngeri amadd yaks. Kok kesannya saklek banget. Cuman musik kok, kan ngga apa-apa? itu juga yang ada dalam pikiranku sebelumnya. Setelah membaca sebuah hadits shahih Bukhari, maka kesukaanku mendengar musik mesti dihentikan. Apa sih yang ngga buat Allah dan RasulNYA? cuman ninggalin musik gitu loh, masih jauh dah kalo disuruh jihad ke Suriah mah.

Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiallahu anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعازِفَ
“Kelak akan ada sekelompok kaum dari umatku yang akan menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khamar, dan alat-alat musik.” (HR. Al-Bukhari no. 5590)

Dan di dalam Al-Qur'an surat Luqman ayat 6, Allah berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna sehingga dia menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.” (QS. Luqman: 6)

Abdullah Bin Mas'ud menafsirkan "perkataan yang tak berguna", "Dia -demi Allah- adalah nyanyian." Dalam riwayat lain beliau berkata, "Itu adalah nyanyian, demi yang yak ada sembahan yang berhak selain-NYA," dan beliau mengulanginya sebanyak tiga kali.

MasyaAllah, begitu seriusnya perkara musik ini hingga blio menyebut sumpah atas nama Allah sebanyak tiga kali. Yah, begitulah kira-kira yang aku baca tentang musik, selebihnya aku ngga akan menulis tentang itu. Back to my point tentang kegalauan yang sedang melanda emak-emak yang belom ada yang manggil "emaak" ini. 

Huum, pagi ini berasa galau banget, serba ngga enak hati. Padahal masih banyak nikmat yang mesti disyukuri. Masih punya tempat berlindung, masih punya makanan, masih dibantuin suami cuci-cuci dan bersih-bersih, masih punya temen yang smpet SMS nanya kabar, masih banyaaak hal indah lainnya. Tapi kenapa masih berasa sedih aja?

Waduh, pas ditulisin ternyata aku beruntung banget yah...masih dikasih nikmat buanyaaak. Kok, kayaknya udah agak enakan, entah bagaimana agak berkurang galaunya...hehe. Kalo gitu aku analisis aja deh, kenapa perasaan galau itu muncul. *cek tanggal, bisi masanya PMS...owh...belom ternyata*

Aku mau jujur deh, kegalauanku ini berawal dari bibirku yang bengkak ternyata. Pedih rasanya. Itu gara-gara seminggu lalu cabut gigi, kayaknya kena troma alat dokter. Aku berasa marah, dan kayaknya belom maafin dan mengikhlaskan apa yang terjadi dengan bibirku. Memang pada awalnya si beib bilang, bibir bengkaknya seksieh mirip Angelina Jollie.. merah merona dan tebal... Tapi kalo di hari berikutnya jadi hitam dan kulitnya menebal, udah ngga seksieh lagi nih. Yang ada kayak Angelina Jontor. Yang mengganggu sangat adalah rasa pedihnya itu. Aku ga bisa minum dan makan dengan nyaman, ngga bisa senyum pula. Sekalinya senyum, bibir ini kulitnya ketarik dan retak, alhasil nambah PERIH. Kemarin waktu si beib libur, dah gak tau malu dah, aku menangis sejadinya... Tapi dipikir-pikir ngapain mewek yah? abis nangis bombay, bibirnya ngga makin baik kok.

"Laa basa thahuurun insyaAllah"

Kalimat pelipur lara. Gak apa-apa, insyaAllah jadi penggugur dosa. Hah... DOSA? beuuugh... kalo memang ini penggugur dosa, sabar yah! Daripada diazabnya nanti di akhirat, lebih BEDIH (saking pedihnya gak pake P lagi dah). Ya Allah, iya jadi inget dosa. Baru aja kemaren ikut kajian Ustadz Muhammad Nuzul Fikri tentang Bahaya Lisan, di masjid Habiburrahman PT. DI Bandung. Dan memang dosa lisan ini jarang banget terasa. Istilahnya, kalo kita jalan kaki bareng sahabat, sambil ngobrol. Abis jalan jauuuh, berkilo meter suatu saat pasti kakinya terasa sakit, tapi kenapa mulutnya ngga pegel pas ngomong terus yah? Nah itulah, beda sama mobil, mulut ngga ada rem'nya. Selama ada temen, apalagi membicarakan hal yang asik (baca: seringnya ngemengin orang) pasti jadi ga terasa deh, tau-tau yang diobrolin udah layak jadi dibikin sebuah novel. Hahaha...lebay..

Iya, banyak bicara itu punya resiko tinggi untuk keseleo lidah yang berakhir ngemengin orang. Mending kalo yang diomongin itu hal baiknya, kalo yang dibicarain adalah hal buruk, bisa-bisa kita jatuh pada ghibbah, kalo yang dibicarainnya hal-hal bohong, bisa jadi malah FITNAH. Padahal ghibah or menggunjing itu sudah ada peringatannya dalam Kitab tuntunan hidup kita: Al-Qur'an loh, 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah menggibah (menggunjing)  sebagian yang  lain. Sukakah salah seorang diantara kamu  memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih.” [Al Hujurat ayat 12]

Emang mau makan daging sodaranya sendiri??? makan ayam tiren aja udah ogah kan? Bayangin, ini makan bangkai, eh bangkainya sodara kita pula? naudzubillaah... >.<

Dan diantara yang sering tak terasa adalah, saat kita ngga menjaga lisan kita pada teman terdekat kita, yaitu suami (silakan tambahin anak-anak juga yah, bagi yang udah punya anak). Wanita itu banyak yang menjadi bahan bakar neraka karena lisannya yang kufur terhadap suami. Hayo ngaku..!!! seberapa sering kita menyinggung hati suami... (nunjuk idung sendiri)

Iya deh ngaku...betapa banyak dosa yang keluar dari lisanku. Dan parahnya ngga terasa bersalah saat mengucapkannya. Iya deh ngakuuuu.... banyak orang yang hatinya tersakiti saat aku berbicara, berucap, bercerita, atau bahkan dalam diamnya (baca: cemberut).

Kali ini dengan sepenuh hati, aku mau bilang: MAAF.... maafkan aku ya teman, jika lisanku telah menzalimi dan menyakitimu...
Astaghfirullahal adziim....Ya Allah, ampuni dosa-dosa lisanku...

Rabu, 23 Oktober 2013

Yatim dan SUPERHERO

Perhatikan deh...

Hampir semua cerita SUPERHERO adalah seseorang yang ngga punya orang tua atau keluarga yang tidak lengkap, dan kebanyakan adalah anak Yatim.

Batman yg terlahir sebagai Bruce Wayne, ortunya meninggal saat dia kecil karena insiden perampokan. Dia hanya ditemani dan dibesarkan oleh pelayan setianya, Alfred Pennyworth. Meski anak yatim, saya sendiri salut sama si Dark Knight ini, karena dalam kisahnya, diceritakan bahwa Batman ini seorang milyuner. Ya iya lah, kalo ga punya uang, dari mana dia beli mobil keren yang bisa disulap jadi MOGE alias motor gede dan punya laboratorium bawah tanah serta rumah mewah? Lebih jelasnya, saya sunting identitasnya dari wikipedia. Ini dia.... :p



Selain Batman, ada Superhero yang tak kalah terkenal karena penggunaan taplak meja dan celana dalam yang salah...oops...qiqqiqiq, just kidding..iya, dia itu Superman alias Aa Clark Kent. Dalam kisahnya dia mesti berpisah sama ortunya sejak bayi dan dibesarkan sama pasangan suami-istri yang menemukannya di ladang. Tapi superhero yang satu ini saya pikir identitasnya masih diragukan sebagai manusia, karena dia berasal dari planet lain, yaitu Kripton. Saya jadi bertanya-tanya, memang ada manusia yg tinggal di planet selain Bumi? Hmm....



Spiderman juga senasib sama Aa Clark.. dia ngga punya orang tua dan hanya dibesarkan sama paman dan bibinya. Selain itu ada juga Kang Harry Potter, mas Naruto, Bang Inuyasha (hahah..superhero jaman jebot nih), Uda Megamind, dan masih banyak cerita FIKTIF lainnya yang juga ikut-ikutan melatarbelakangi kisah sang SUPERHERO dengan alur yang sama: terlahir sebagai ANAK YATIM atau dari keluarga yang kurang lengkap.

Sayang, semua itu hanyalah cerita FIKTIF alias bohongan, hasil imajinasi para penulis ceritanya. Tapi kenapa, kok semua memiliki kemiripan kisah sebagai ANAK YATIM? Ada apa dengan anak yatim? Nah ini yang menarik tuk dikaji.

Apakah mereka terinspirasi dari kisah Anak Yatim yang ada dalam pikiran saya? Seorang MEGAHERO, kalo menurut saya, karena kedudukan beliau lebih mulia dan lebih tinggi daripada superhero-superhero lainnya. Dialah HabibAllah kita, Rasulullaah Muhammad shalallaahu 'alaihi wasallam. Dan dia NYATA...!!!!

Muhammad shalallaahu alaihi wasallam seorang anak yatim. Ayah dan Ibunya meninggal saat beliau masih kecil, bahkan ayahnya sudah tidak ada di dunia ini saat Nabi masih dalam kandungan Ibunda. Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthalib bin Hasyim dari suku Quraisy. Suku Quraisy ini berasal dari bangsa Arab dan berasal dari keturunan Nabi Ismail alaihissalam, putra Nabi Ibrahim alaihisslam.

Ini catatan tentang nasab Beliau shalallaahu alaihi wasallam
Rasulullah pernah bersabda tentang nasab beliau, “Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail , memilih Quraisy dari Kinanah, dan memilih Bani (keturunan) Hasyim dari suku Quraisy, dan memilih aku dari keturunan Hasyim.” [HR. Muslim (4/1789) no. 2276 dari sahabat Waatsilah bin al-Asqa’ radhiyallahu ‘anhu]. Nasab beliau :
Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu`ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.
Silsilah beliau hingga di sini diketahui keshahihannya, disepakati di antara para ahli silsilah. Adapun yang di atas Adnan diperselisihkan padanya. Adnan adalah keturunan nabi Ismail, dan Ismail adalah putra nabi Ibrahim alaihimassalam. Ibunda Nabi adalah Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah. Nasab bapak dan ibunya bertemu pada kakek mereka: Kilab bin Murrah.

Rasulullah itu diberi anugrah oleh Allah Ta'ala dengan keindahan budi pekerti (akhlaq) yang mulia nan sempurna selain diberi ketampanan fisik.

Akhlaq Beliau
Allah berfirman Allah tentang sifat Rasulullah,
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al Qalam: 4)
Aisyah berkata, “Akhlak beliau adalah al-Qur`an” [Diriwayatkan di Musnad karya Imam Ahmad bin Hanbal asy-Syaibani, cet. Maimaniyah Mesir tahun 1313 H (6/91)]. Allah telah menyempurnakan budi pekertinya sejak kecil, sebelum dibangkitkan (diangkat menjadi nabi dan rasul). Beliau tidak pernah menyembah berhala, tidak meminum arak, tidak berlalu dalam perkara buruk, dan dikenal di kalangan kaumnya dengan orang yang jujur lagi dipercaya.
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Tidak pernah Rasulullah diberikan dua pilihan kecuali ia mengambil yang termudah, selama bukan merupakan dosa. Jika merupakan dosa, beliau adalah manusia yang paling jauh darinya. Dan Rasulullah tidak pernah membalas dendam untuk dirinya sendiri, kecuali apabila kehormatan Allah dilanggar, maka ia membalas karena Allah dengannya” [HR. Bukhari (3/195), Muslim (4/1804) no. 2309 dan 52]. Di antara akhlak beliau adalah rendah hati dan suka bercanda dengan anak kecil. Rasulullah pernah menghibur anak kecil dengan mengatakan, “Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan nughair?” [ HR. Bukhari (7/102, 119) dan Muslim (3/1692, 1693) no. 2150 dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu]
Untuk sejarah nabi Muhammad lebih lengkapnya teman-teman bisa membaca dari banyak literatur. Namun yang ingin saya bicarakan disini adalah kisah ke"Yatim"annya yang sepertinya menjadi inspirasi kisah-kisah superhero fiktif dunia.

Coba saja, bayangkan.. Seorang anak yang tak pernah merasakan belaian kasih orang tua, namun begitu sempurna akhlaknya, cerdas dan masyaAllah: KAYA, dermawan pula! Anak yatim pembela yang Haq dan menumpas kebathilan di muka dunia. Anak yatim yang menegakkan dan mendakwahkan kalimat Tauhid, mengajak kita pada jalan keselamatan yang tak hanya di dunia, tapi hingga kampung akhirat kelak. Anak yatim yang sudah menjadi superhero dalam banyak pertempuran melawan kejahatan, terutama kejahatan terbesar, yaitu: Pengingkaran atas haq Allah sebagai pencipta yang wajib diibadahi oleh sekalian manusia.

Menurut saya, beliau merupakan pahlawan sejati. Kisahnya pun lebih membumi karena memang Allah Ta'ala mengutus beliau shalallahu 'alaihi wasallam sebagai teladan bagi kita. Apa yang dicontohkan Nabi dapat kita ikuti. Mulai dari sikapnya yang lembut, penyayang, juga kisah suksesnya sebagai saudagar kaya. Bahkan beliau shalallaahu alaihi wasallam begitu sempurna sebagai prototype pemimpin sejati. Pokoknya betul-betul teladan dari berbagai macam sisi.

Bukannya mau membandingkan, tapi memang beda dengan superman yang memang punya kekuatan karena dia berasal dari planet lain, atau Spiderman yang punya kekuatan setelah digigit laba-laba. Atau Batman yang kaya karena warisan orangtua :D

Memang benar, orang yang mengasihi anak yatim akan ditempatkan bersama Rasulullah kelak di akhirat bagai jari telunjuk dan jari tengah yang beriringan. Allah Ta'ala pun memerintahkan kita tuk menyayangi anak yatim. Karena itu marak sekali di negeri kita yayasan-yayasan yatim piatu baik itu yang benar-benar amanah atau yang abal-abal yang hanya sekedar tuk mencari nafkah segelintir orang tertentu yang memanfaatkan wajah-wajah si yatim yang mengundang rasa kasih.

Kok sedih rasanya kalau melihat kotak-kotak infak peduli yatim di pojokan rumah makan, supermarket dan swalayan. Kotak berukuran sekitar 22 sentimeter itu dipenuhi dengan uang recehan 100,- hingga 500,- saja. Paling ada satu atau dua lembar 5.000,- dan 10.000,- bahkan ngga pernah terlihat uang seratus ribu yang gambarnya Soekarno Hatta. Saya pikir, sangat menyedihkan anak Yatim dengan pengelolaan dan pendidikan yang kurang profesional seperti itu. Kotak amal itu hanya akan menyakiti 'izzah (harga diri) mereka saja.

Kalau memang anak-anak yatim itu dididik betul-betul meneladani Rasulullaah, saya tak dapat membayangkan bagaimana hebatnya generasi kita, jika ada 10 saja anak yatim yang sukses seperti Rasulullah. Ya, anak yatim SUPER yang tak menunggu ketukan hati dermawan, tapi dia menjadi sorang pionir yang mendermakan potensi yang dimilikinya untuk sekitarnya. Anak yatim SUPER yang memiliki mental memberi, bukan mengaharap diberi. Anak Yatim SUPER yang cerdas dan mencerdaskan masyarakat disekelilingnya. Anak Yatim Super yang dapat bermanfaat bagi ummat. Jika ada panti yatim seperti ini, mungkin akan menjadi "tamparan" keras bagi masyarakat yang sudah mulai hidup individualis tapi tetep narsis.

Potret Rasulullaah Muhammad shalallaahu 'alaihi wasallam menurut saya dapat menjadi penghibur hati, menjadi penyemangat, dan inspirasi bagi mereka yang memang terlahir arau kemudian menjadi YATIM. Jadi buat temen-temen yang sudah tak memiliki orang tua, tetaplah berbesar hati dan stop menjadikan status ke"Yatim"an menjadi penarik simpti atau rasa iba orang lain. Towh Nabi kita pun anak yatim. Beliau adalah anak Yatim yang SUKSES.

Ini sekedar unek-unek saya saja, tentang anak yatim. Catatan disaat saya sedang didera RINDU pada seorang anak yatim sang belahan jiwa yang sedang berlibur ke Karimun Jawa. Semoga Allah merahmatimu, memberkahimu, dan mengembalikanmu ke sisiku dengan selamat...Barakallaahu fiik yaa habibii...


24 Oktober 2013, @Kaki Bukit Impian...
"Rasul menyuruh kita mencintai anak yatim..." hehehe...







Jumat, 13 September 2013

Bukan Ratu Biasa


Aku adalah seorang istri sekaligus Ratu rumah tangga. Daerah kekuasaanku melingkupi seluruh istana ini, sudut tamu, sudut tempat tidur, sudut dapur, sudut kamar mandi, sudut bengkel kreatifitas, dan termasuk teras serta tempat jemuran di luar sana. Tugasku membantu sang Baginda menjaga dan menciptakan istana yang sakinah mawaddah dan rahmah. Aku sangat menikmati peran ini sepenuh hatiku sejak sekitar 4 tahun lalu. Jiwa seorang manajer, konsultan keuangan, koki, pendidik, dan beberapa profesi penting lainnya yang ada dalam diriku sangat berguna dalam menjalankan roda pemerintahan di istana kami. Ya... IDENTITAS baruku kini adalah seorang RATU rumah tangga.

Menjadi seorang Ratu rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tugas dan beragam proyek yang mesti dilakukan. Semua membutuhkan skill dan pengetahuan beragam ilmu. Sebuah profesi yang benar-benar tak dapat disepelekan dan dipandang sebelah mata. Memasak, menyetrika, mencuci baju dan piring, menyapu dan mengepel lantai, dan beragam pekerjaan rumah lainnya membutuhkan skill atau keterampilan yang baik. Jika tak terlatih untuk melakukan semuanya, dijamin anda akan keteteran, terjebak dalam sebuah rutinitas dan merasa stress dibuatnya.

Oleh karena itulah, meski kini aku seorang Ratu, aku tak pernah dapat melepaskan identitasku sebagai seorang PEMBELAJAR. Hidup yang telah dianugerahkan Allah Ta'ala kepada kita merupakan sekolah luar biasa yang tak bisa menerima permintaan libur dan bisa kita abaikan begitu saja sesukanya. Ini adalah SEKOLAH LUAR BIASA yang tak mengenal kata "BOLOS".

Agar tak terjebak dalam rutinitas, seorang Ratu dituntut untuk berpikir dan berbuat kreatif. Aktivitas sederhana yang dilakukan dengan senang hati dapat mengusir kebosanan. Karenanya sebisa mungkin kusisihkan sebagian waktu untuk melakukan aktivitas yang aku suka. Dan sekitar dua tahun terakhir ini aku sangat menikmati menjahit kaos flannel dan belajar merajut. Selain menjadi seorang Ratu, kini aku pun memiliki sebuah identitas lain, yaitu seorang CRAFTER.




Aku sangat menyukai kegiatan ini, membuat aneka macam kerajian dan kini tak hanya menikmati sendiri tapi juga menjualnya. Tentu saja ini menjadi kesibukan baru seorang Ratu. Mulai saat ini, manajemen waktu sangat diperlukan agar tugas utama Ratu tak terganggu dengan hobi dan jual-belinya. Eh ternyata lumayan loh penghasilan dari hobi ini. Tentunya Ratu senang sekali membantu perekonomian istana. Mungkin juga hobi baru ini bisa sukses dan jadi berkembang atas ijin dan ridha sang Raja.



Alhamdulillaah suamiku tercinta sangat mendukungku. Bukan hanya mengijinkanku tuk berkreasi dan bersabar dengan rumah yang terkadang masih berantakan, tapi beliau juga membantuku mengembangkan usaha. Aku diajarkan cara-cara online marketing yang sbelumnya aku hanya jual-beli suka-suka. Selain itu aku juga diajarkan tatacara mengelola keuangan perusahaan. Ciee..perusahaan? aamiin...insyaAllah mungkin suatu saat aku akan memiliki karyawanku sendiri. Dan jika ada pelatihan yang dapat menunjang keterampilanku, beliau tak segan-segan mensupport baik dengan dukungan maupun modal keuangan.. masyaAllah...baiknyaa...^^

Dan alhamdulillah, meski usahaku masih berjalan terseok-seok, aku sudah mendapatkan kepercayaan dari pelangganku di dunia maya. Terbukti dengan adanya repeated consumer dan jempol yang hampir mencapai 1000 pada fans pageku di Facebook. Aku rasa ini adalah prestasi yang membanggakan. Mendapatkan hingga 987 jempol bukan perkara yang mudah loh. Apalagi aku mendapatkannya dengan jujur, bukan hasil hack atau cara lain yang tidak benar.

Oya, beberapa hari kemarin, aku mendapatkan inbox tak disangka-sangka dari seseorang. Isinya undangan menjadi Guest Teacher di sebuah sekolah dasar di Bandung. Dia memintaku tuk mengajar keterampilan. Ya Allah...seneng banget rasanya bisa berbagi ilmu. Tak hanya itu, undangan ini menjadi sebuah nostalgia tersendiri untukku. Rasanya kangen banget berkecimpung di dunia pendidikan seperti dulu. Ya, lamaa sekali sebelum menjadi seorang ratu, aku adalah seorang pendidik. Dulu aku mengajar bahasa Inggris di sebuah SMA swasta di Tasikmalaya dan terakhir aku mengajar menjadi seorang walikelas di SD swasta di Cimahi. Aku suka sekali berinteraksi dengan murid-muridku. ah..banyak sekali kenangan saat menjadi guru. Andai tubuhku selalu fit, mungkin aku tak akan berhenti dari profesi mulia itu.



Hmm...rasanya menyenangkan...bahagia... aku sangat bersyukur dengan diriku saat ini. Aku, sebagai Ratu rumah tangga dengan Istana nyamanku, yang tak menjadi seorang istri biasa. Aku seorang istri yang juga seorang crafter...dan aku tak akan pernah melupakan identitasku sebagai seorang guru...

Kalau ada orang yang masih memandangku sebelah mata dengan mengatakan : "Oh, dia cuman ibu RT biasa yang kuper dan selalu di rumah". Maka aku akan mengabaikannya dan berlalu.. Karena aku lebih tau diriku sendiri, dan mereka belum mengenalku dengan baik...


13 September 2013
@Istana Maryam
"Jika ada seseorang berkata dan berpendapat negatif padamu, dengarkanlah sebagai introspeksi diri bukan sebagai sugesti...percayalah bahwa dirimu bisa lebih baik dari persangkaan orang lain. Maka berdoalah pada Allah agar Dia memberimu petunjuk dan kekuatan tuk menjadi seseorang yang lebih baik.."

Sabtu, 07 September 2013

Kaleidoskop Malam

Malam ini aku betul-betul tak mampu memejamkan mata. Entah apa yang menghalangi kantuk yang begitu kurindukan itu. Encokku yang sedang kambuh, ataukah telapak kakiku yang sedang sakit? Mungkin juga rasa kangen padamu yang mendera disela-sela malam yang berjelaga.

Kubuka laptop kesayanganku. Ada "Cinta Brontosaurus" yang belum habis ku tonton. Mungkin itu dapat menghantarkanku pada lelap seperti kemarin malam. Sia-sia, film bertema cinta itu makin membuatku terjaga. Apa kabarmu disana?

Blog walking mungkin dapat memberiku secercah inspirasi. Ku buka laman demi laman. Ternyata banyak kisah orang yang membuat pikiranku terbuka. Deritaku selama ini belum seberapa. Hahaha... aku berasa jadi generasi alay yang luar binasa.

Ingatanku terlempar pada dua tahun silam. Saat itu, awal April yang kering. Hatiku yang tengah berbunga, menantikan hadirnya cinta kedua. Cinta yang tumbuh dalam haru dan hanya dipenuhi rindu. Cinta kedua yang begitu memesona, menculik sukma hingga memenjara dalam bahagia. Dialah Syakirah (rahimahallaah) belahan jiwa. Kecantikan nan agung berbalut keajaiban... Anugerah Sang Maha Sempurna yang kehadirannya membuatku sempurna sebagai wanita.

Syakirah (rahimahallaah), ananda tercinta... melalui petualangan kita, selama sembilan bulan bersama, menegaskan kembali sebuah makna cinta. Membuat ummi sadar tentang arti kebahagiaan yang tertunda. Memacu ummi dan abi tuk menjadi seseorang yang lebih baik dan memantaskan diri tuk memasuki jannah-Nya.

Rasanya baru saja kemarin lusa, aku bermain boneka kertas seusai pulang sekolah dalam balutan seragam merah putih. Rasanya baru saja kemarin lusa, aku sibuk mengerjakan PR matematika. Rasanya baru kemarin lusa, aku jatuh cinta dan mengikat bahagia. Rasanya kemarin lusa, hadirnya cinta kedua. Tanpa terasa, hampir tujuh tahun tak lagi ada kata "aku" dan "kamu"...hanya ada "kita"....

Perjalananku di penghujung malam yang ditemani kaleidoskop sejarah petualangan hidup dan mimpi ini mesti berakhir. Ditutup dengan doa dan harap agar esok lebih baik. Disudahi dengan beberapa kuap yang membuat mataku berair. Dicukupkan dengan kalimat hamdalah yang terlampir dalam paragraf ini...."Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin..."

Jumat, 06 September 2013

Mengukir Kenangan

Scene 1 : Reuni Tak Terduga.

"Hai Derrie...masih inget aku ngga? Apa kabar? Kamu di mana sekarang?", tiba-tiba seorang wanita yang berpenampilan agak sedikit menor menepuk bahuku dan memberondong banyak pertanyaan yang belum sempat aku jawab. Aku hanya mampu tersenyum sambil mengingat-ingat wajah yang ada dibalik topeng make-up tebal itu. Tanpa berniat tidak sopan, aku menatap wajahnya. Lalu aku sadar belum mengucapkan sepatah kata pun. "Baik...alhamdulillaah baik...", jawabku hampir setengah berbisik. Ah semoga aku belum terlalu terlambat untuk menjawabnya.

Ah, aku baru ingat sekarang. Dia Tessy, teman sekelasku saat kami berada di bangku Taman Kanak-Kanak. Ya... dia adalah Tessy yang cantik, centil, cerewet, dan sangat dominan di kalangan anak-anak. Tessy yang selalu banyak teman dan menjadi pusat perhatian juga sering membuat aksi-aksi tak terduga. Tessy yang pernah membuatku merasa rendah diri dan begitu malu dihadapan teman-teman. Aku sendiri tak begitu ingat kejadian sebenarnya. Yang jelas aku pernah menjadi bahan tertawaan teman-temanku saat Tessy berkata sesuatu tentang tubuhku yang saat itu lebih mirip Doraemon.

Seketika aku menarik diri dari reuni singkat dan tak terduga itu. Segera aku berpamitan dan mengucapkan selamat tinggal padanya dengan alasan aku sedang terburu-buru. Entah mengapa hatiku mendadak jadi tak menentu saat bertemu dengannya. Entahlah, aku tiba-tiba merasa kesal dan marah untuk sebuah alasan yang tak bisa aku ingat lagi.


Scene 2 : Telpon Pembunuh Cinta

Arrgghh... Pikiranku begitu kacau saat ini. Persiapan yang kurang matang, belum adanya sistem yang jelas dan pelanggan yang mulai berdatangan menjadikan aku orang yang paling tidak siap menjalankan bisnis online ini. Namun karena kebutuhan, aku terpaksa mempelajari bisnis online ini secara otodidak. Berbekal nekat dan bermodalkan uang yang mepet, dengan ucapan "Bismillaahirrahmaanirrahiim" dan niat baik, aku akhirnya menjalankan bisnis meski di awal terseok-seok. Sesekali aku terpaksa melayangkan sebuah pesan singkat pada seorang konsumen.

"Maaf Bu, request Ibu belum saya follow up lagi. Tapi insyaAllah pesanan Ibu on process.. 3-4 hari diusahakan sudah selesai. Maaf untuk keterlambatan ini". Message Sent.
Nokia jadulku berdering. Incoming call : Customer 13. Ah, itu Bu Zikha!!! Dia adalah salah seorang golden konsumenku yang sekitar tahun lalu pernah memesan barang daganganku secara online. Aku tak mengerti mengapa tubuhku tiba-tiba gemetar, aku seakan tak kuasa menahan jantungku yang seperti hendak loncat dari tempatnya.   

"Assalamu'alaikum...iya bu Zikha apa kabar?", ucapku memulai percakapan. Oh, dia mau memesan baju. kali ini untuk keponakannya katanya. "Maaf ibu, saya ngga bisa menerima permintaan ibu karena sedang banyak antrian", jawabku spontan. Meski bersikukuh beliau menyatakan bersedia mengantri, tapi entah mengapa aku tetap tak bisa menerimanya. Seingatku Bu Zikha pelanggan yang cukup baik, dia juga sering memberiku pembayaran lebih dari harga yang aku tentukan, sebagai tips katanya. Tapi aku tetap tak bisa menerima permintaannya. 

Setelah menelisik jauh dalam batinku, aku tau aku pernah kecewa dengan perkataannya. Entahlah, aku ragu karena aku sudah tak ingat lagi apa tepatnya yang dia katakan, namun seingatku saat itu perkataan Bu Zikha sangat melukai harga diriku. Dan aku tak merasa nyaman tuk kembali berinteraksi dengannya.


Scene 3 : Kisah Pilih Kasih

Kemarin aku terpaksa menelpon keempat anak-anakku tuk pulang. Abah mereka sakit keras. Mba Zarin, Mas Ragil, Parno dan si bungsu Kinara akhirnya pulang dan berkumpul ke rumah reyot ini. Keempat anak-anakku yang sangat aku banggakan. Mba Zarin, si sulung sudah menjadi PNS di Departemen Keuangan di kota Jakarta, menikah dengan seorang pengusaha kaya. Anak kedua ku, Mas Ragil sudah menjadi karyawan di perusahaan Korea di Surabaya, sudah berkeluarga dan memberiku dua cucu yang lucu-lucu. Si bungsu Kinara pun sudah mengembangkan sayap kecilnya, menjadi bidan di kota sebelah dan sedang menunggu pengangkatan menjadi PNS, dan dia sedang menanti lamaran seorang dokter muda. Dan... Parno, anak ketigaku. Parno yang tetap menjadi Parno. Dia sudah duluan berkeluarga sebelum kakak-kakaknya menikah. Dia menikah muda dengan seeorang gadis desa yang berpendidikan tak tinggi. Namun hingga lebih dari 8 tahun pernikahan mereka belum juga memberikan kami cucu. 

Ketiga anak-anakku tinggal di luar kota, jadi hanya tiap beberapa bulan saja mereka pulang. Apalagi Mba Zarin dan Mas Ragil, mereka sangat sibuk dan hampir hanya setahun sekali saja pulang menemui kami, emak dan Abahnya. Kalau mudik, mereka pasti banyak membawa bingkisan, oleh-oleh, dan uang yang banyak untuk kami. Sesekali juga kami diajak jalan-jalan berekreasi naik mobil mereka. Syukur alhamdulillah Gusti Allah sudah mengkaruniai kami anak-anak yang baik dan sukses.

Di antara ke empat anak-anakku,  hanya Parno yang masih tetap tinggal di satu desa dengan kami. Parno dan istrinya memang sering berkunjung. Tapi kunjungannya sebentar-sebentar saja, tak pernah lama apalagi menginap. Parno itu berbeda dengan saudaranya yang lain. Sejak kecil, Parno sering tak menurut pada orangtua. Abahnya menganggap Parno itu berjiwa pemberontak. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Kuliah semaunya, menikah semaunya, sekarang bekerja pun penghasilannya hanya cukup untuk hidup. Parno terlalu rumit dengan prinsip-prinsip idealismenya.Terkungkung dalam aturan-aturan yang katanya ngga boleh bertentangan dengan aturan agama. Mulai dari penampilan celana cingkrangnya yang ngga mantes, jenggotnya yang dibiarkan panjang, hingga masalah pekerjaan. Dia lebih memilih menjadi wirausahawan yang lebih aku pandang sebagai tukang kredit barang, dari pada menerima tawaran Pak Dhe'nya untuk bekerja di Bank sesuai dengan ijasahnya Sarjana Ekonomi Manajemen.

Banyak hal yang berbeda yang membuat Parno dan kami orangtuanya menjadi tidak dekat secara emosional. Bahkan sudah lama sekali, aku tak ingat kapan Parno mengobrol intim dengan Abah dan Emaknya ini. Curhat dari hati ke hati seperti yang dilakukan anak-anakku yang lain. Dia anakku yang dekat di mata namun terasa jauh di hati. Mungkin hatiku dan hati Abah belum bisa merengkuh dan memahaminya. Setiap kali mencoba membuka dialog diskusi panjang lebar, Abah sering tak bersesuaian dengan Parno. Mereka bagaikan sepasang garis kembar tak berujung yang ujung-ujungnya tak pernah bertemu atau saling bersilangan. Mungkin itu yang membuat Parno enggan berlama-lama duduk di kursi teras rumah kami, atau bahkan enggan menginap di kamar rumah kami yang kosong ini.

Tapi...dibalik sikapnya yang musykil dari anak-anak lain, Parno itu anak yang baik dan bakti pada orangtua. Tak dipungkiri, dia lebih banyak memberi pada kami. Setiap Minggu seringkali istrinya mengantarkan aneka kudapan, singkong rebus, ubi atau jagung rebus. Tak jarang pula mereka datang tanpa membawa apapun selain senyum yang terkembang. Kalau Abah sakit masuk angin, Parno datang memijit dan kerok punggung Abah. Kalau Emak butuh beli bawang atau bumbu-bumbu, Parno tak sungkan membelikan ke warung. 

Itulah Parno, anakku yang unik. Entah apa yang membuatmu begitu jauh dari sisi hati kami nak. Apapun yang mungkin pernah Emak dan Abah ucapkan, atau lakukan padamu yang membuatmu merasa tak ingin singgah berlama-lama di rumah ini...Emak dan Abah mohon maaf.


***********

Kita mungkin pernah merasa tidak nyaman dengan kehadiran atau saat bertemu dengan seseorang, karena pernah mengalami  sebuah insiden dengannya. Padahal kita sendiri sudah tak ingat lagi detil kejadian tersebut.

Mungkin benar adanya sebuah ungkapan: 
"People won't remember what you said, but they will remember how you make them feel..."

Namun apapun yang telah kita alami, pahit manisnya biarkanlah menjadi bagian dari masa lalu. Maafkanlah semua dan lanjutkan kehidupanmu dengan lebih bahagia. Petiklah sebuah hikmah, bahwa kita pun ingin mengukir kenangan manis dalam hidup seseorang. Bukan kenangan abstrak yang membuat hati tidak nyaman.


7 September 2013
@Istana Maryam
"Dendam dan rasa kesal, bagaikan kerikil kecil yang kau masukkan dalam ransel di sepanjang jalan hidupmu. Semakin hari kerikil itu semakin banyak dan membuat berat punggungmu. Hingga suatu saat kau tersadar bahwa kau tak mampu meloncati sebuah anak tangga menuju kesuksesan dengan beban ranselmu yang berat."


Belajar Menulis

Assalaamu'alaikum warahmatullah wa barakaatuh.

Perkenalkan, nama saya Maryam, pemilik blog bernuansa kuning oranye ini. Saya bukanlah seorang penulis profesional, meski pernah bercita-cita menjadi seorang penulis yang menghabiskan waktunya memijit tuts keyboard leppy'nya di pojokan sebuah cafe sambil menyeruput secangkir kopi espresso pahit di suatu sore yang cerah. Hanya saja, beberapa waktu terakhir ini saya gemar menuliskan beberapa hal. Menulis menjadi hobi yang sangat menarik saat saya mampu menghubungkan ide-ide dalam benak saya dan menyampaikannya pada orang banyak.

Saya memang pernah mengikuti  beberapa pelatihan menulis, tapi itu duluuu...saat saya masih muda (hehehe...sok tua banget dah!!) Namun entah mengapa, keinginan menulis itu baru muncul menjadi sebuah hobi disaat saya menjadi seorang "freak facebooker" beberapa tahun belakangan ini, saya gemar menulis notes di akun FB saya. Saya pernah juga mengikuti sebuah kompetisi menulis artikel yang diselenggarakan oleh sebuah grup di FB dan memenangkan hadiah berupa buku dan uang (wah jadi makin semangat nih). Sejak saat itu imajinasi dan mimpi saya sebagai seorang penulis menjadi semakin menggelora...(halah lebay)

Selain menjadi sebuah hobi, menulis ternyata merupakan sebuah terapi bagi saya. Kesulitan merangkai kata-kata dengan baik, pemilihan diksi dan masalah mengungkapkan sebuah pemikiran menjadi hal yang sangat serius meskipun saya tergolong seseorang yang cerewet dan ekstrovert (berdasarkan hasil uji beberapa quesioner yang sempat saya isi). Saya seringkali kesulitan mengajak orang lain memahami apa yang ada di benak saya. Karena itulah, kesalahpahaman seringkali terjadi. Dan jika itu terjadi, sangat menyebalkan sekali.

Oya sebetulnya saya memiliki kesulitan untuk menulis. Terkadang ide dalam kepala ini sudah banyak berseliweran, namun saya tetap kesulitan dalam menuliskannya. Salah satu kesulitan bagi seorang penulis adalah bagaimana cara MEMULAINYA... Masalah lainnya adalah menumbuhkan mood untuk menulis. Selain itu masalah keterhubungan konten tulisan, dan hal-hal yang berhubungan dengan pakem-pakem dalam sebuah karya tulis yang baik. Hal ini berhubungan dengan keterbatasan ilmu bahasa Indonesia, ternyata!

Saya pikir, daripada kita memikirkan masalah-masalah tersebut lebih baik kita mulai menulis saja apa yang ada dalam pikiran kita. Apapun itu. Mulailah menulis apa yang kita sukai, insyaAllah ide segar akan datang dan mengalir begitu saja. Dan untuk menghadirkan mood menulis, seorang guru yang pernah saya jumpai di acara Indonesian Hypnosis Summit, bapak Agung Wibisono-seorang motivator dan guru, pernah memberikan beberapa tipsnya. Salah satunya adalah DISIPLIN latihan menulis, pada waktu yang telah ditentukan, setiap harinya. Dan alhamdulillah saya sudah mencoba menjalankannya, disiplin menyisihkan 1jam tuk belajar menulis setiap hari. Meski memang kadang bolong-bolong juga, tapi dalam satu minggu setidaknya harus ada satu artikel yang saya tulis.

Oya, ada hal yang sangat saya garis bawahi dari apa yang Pak Agung sampaikan pada pertemuan itu, yaitu tentang jenis tulisan. Ternyata ada dua macam tulisan yang sering kita buat. Sebuah tulisan yang benar-benar direkomendasikan tuk ditulis (saya lupa lagi apa istilahnya, nanti saya buka lagi primbonnya deh) dan tulisan katarsis. Sebelum kita menulis, baiknya kita menelaah apakah jenis tulisan itu memang layak ditulis atau hanya sebuah katarsis? Jenis katarsis ini memiliki cap negatif rupanya. Dan memang kadang kita perlu juga menulis tulisan katarsis ini untuk menyeimbangkan bathin. Kalau lagi kesal, tentu kita ingin meluapkan perasaan itu. Jika demikian, tuliskan kalimat atau tulisan katarsis tersebut dalam secarik kertas lalu hancurkanlah kertas tersebut dengan cara dibakar atau jadikan bubur kertas. Yang perlu diingat adalah JANGAN PERNAH mencoba menuliskannya di jejaring sosial, blog, diary, atau media lain yang bersifat abadi dan tahan lama. 

Mengapa? 

Karena tulisan itu memiliki NYAWA. Dengan sebuah tulisan, seseorang dapat tergerak jiwa raganya. Karena tulisan itu merupakan ide dan bisa menjadi sebuah doa yang bisa jadi diaminkan oleh orang-orang yang membacanya. Apa jadinya jika kita menuliskan hal negatif dan orang lain membacanya? Ada beberapa kemungkinan, tentunya. Si pembaca tertawa dan merasa puas dengan kondisi kita (yang menyedihkan). Boleh jadi si Pembaca ikut sedih, kesal atau marah, sesuai dengan ide apa yang kita sampaikan dalam kalimat katarsis tersebut. Atau mungkin si Pembaca jadi ikut mencontoh dan mengikuti tulisan negatif kita. Memang itu urusan orang dan katanya hak asasi (terserah gue mau nulis apa...) akan tetapi, pernahkah terpikir dalam benak kita, jika ternyata banyak orang yang setelah membaca tulisan kita menjadi pribadi yang apatis, rapuh, dan tidak bersemangat dalam menjalani hidup? Apa yang anda rasakan jika berhasil membuat orang lain meng-copy sesuatu yang negatif dari diri anda? Bandingkan jika kondisinya berkebalikan, ternyata orang banyak meng-copy sesuatu yang bermanfaat dari diri anda. bagaimana perasaan anda?

Sejak menyimak apa yang Pak Agung sampaikan, saya lebih bersemangat menuliskan hal-hal yang baik dan lebih berfikir ulang jika hendak mengeluhkan sesuatu. Jadi teringat sebuah hadits Rasulullaah Shalallaahu 'alaihi wasallam:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau hendaklah diam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah).

6 September 2013
@Istana Maryam

Kamis, 05 September 2013

Tentang Lagu di Sore Hari

Siang bolong, panas-panas... Sambil nunggu kacang sangrai untuk kukis, pikiran melayang ke negeri masa lalu yang manis asam asin asem pahit, ramai rasanya. Teringat diskusi di sebuah status FB seorang teman tentang beberapa genre musik yang meracuni pikiran anak-anak yang notabene masih sangat fresh sebagai mesin fotocopy. Itu loh, mulai dari lagu aliran pop, aliran dangdut, rock, blues, sampe music dress.. Semua hampir bercerita tentang cinta dan kegalauan. Bahkan ada yang nyerempet-nyerempet isinya ngajarin ZINA...!!! Naudzubillah...

Saya memang ngga suka musik, tapi telinga saya ngga bisa menghindari suara-suara tersebut jika ada beberapa tetangga memutar musik. Mau tidak mau, saya kadang memperhatikan juga lirik-liriknya. 

Seperti kemarin lalu, terdengar lagu yang bagi saya lebih mirip belajar "ANTONIM" atau lawan kata. Sampai ada beberapa bait yang masih nempel di telinga.. kira-kira bunyinya begini: 
"Kau berlari aku terdiam, kau bahagia aku terluka, kau pergi aku kembali...".
Kenapa yach, giliran si "Aku" dapet kata-kata yang ngga enak? ah...ngga seru!! 

Terus ada juga lagu yang bunyi liriknya : "Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam, dan tak tau arah jalan pulang". Saat denger lagu ini, terus terang aja, aku mikirin Kwee Cheng atau Pendekar Rajawali yang kalah perang, kecebur laut dan tenggelam...terus nyasar ke pulau Persik miliknya Oey Young. (Halaahh...mangap sodara-sodara, ini kilasan pelem Kung Fu jaman jebot..maklum penulis lahir di era 80'an---apa coba?)

Nah yang paling parah, waktu mudik ke Tasik tuh... Kami sewa mobil rentalan, dan katanya biar pak supir ngga ngantuk, diputarlah compact disk aneka jenis lagu. Ditengah-tengah lagu barat dan lagu lokal, ada musik Deng Dat (baca: DangDut, pake logat Londo yee...) yang liriknya ada potongan kata-kata : "kuhamilduluansudahtigabulan" AStaghfirullah....gue pikir ini yang nyanyi ngajakin gue berantem apaaaa??? Wah untunglah saat itu di mobil ngga ada anak dibawah umur. Hadeuuu...rasanya pengen getok jidatnya pake hammer..

Sebenernya, sejak duluuu...kita juga udah dijejali sama lagu-lagu "SAMPAH" berkedok lagu anak-anak. Istilahnya kalo dulu ngga se-"Vulgar" sekarang. Tapi lagu-lagu itu kayaknya udah bikin kita jadi generasi galau (pinjem istilah anak jaman sekarang yee..) Yah sama aja...ELEVEN-TWELF (baca: 11-12 istilahnya)

Ingat potongan lagu ini???

  • Si Kancil anak nakal, suka mencuri ketimun, ayo lekas dikurung.. JANGAN DIBERI AMPUN!!! 
Baru aja nyuri ketimun udah dianggap nakal. Siapa tau pak Tani lupa ngasi makan jadi si Kancil terpaksa nyuri Timaun karena lapar. Eh, malah bilang jangan diberi ampun. Padahal kita harus memiliki jiwa pemaaf lho. Allah saja maha pengampun...
  • Meletus balon hijau, dorrr...HATIKU SANGAT KACAU. Balonku tinggal empat, KUPEGANG ERAT-ERAT...
Lagu yang mengajarkan kita tuk mutungan dan pelit... Baru aja meletus satu, hatinya udah kacau. Apalagi kalo balonnya meletus semua? Terus, kalau balonnya dipegang erat-erat, gimana bisa asik main? Mending balonnya dibagikan sama teman-teman biar semua senang. Bukankah dengan memberi, kebahagian itu akan muncul nak?
  • Bobolah bobo adikku sayang...KALAU TIDAK BOBO DIGIGIT NYAMUK!!!
Ini juga ngajarin anak jadi penakut. Jangan heran kalo anak atau adik kita cepet "merem" saat di-ninabobo-kan. Siapa tau mereka takut dengan ancaman kita :P
  • POTONG BEBEK ANGSA...angsa dikuali, nona minta dansa, dansa 4 kali...sorong ke kiri sorang ke kanan...
Nah kalo lagu ini ngajarin kita melakukan gerakan-herakan yang ngga perlu. sorong kiri dan kanan..dansa 4 kali? buat apaaa coba? kita kan bukan cinderella. Mending olah raga aja yang jelas-jelas bermanfaat bagi tubuh!
  • Pok Ame-ame belalang kupu-kupu, siang makan nasi kalo malam minum susu???
Ini lagu teraneh sepanjang sejarah...binatang apa yang dideskripsikan si pencipta lagu dalam lirik lagu iniii???? Hayo, ada yang bisa nebak ngga? 

Hmmm....entahlah, saya sendiri masih mempertanyakan apakah mendidik anak dengan lagu itu ada manfaatnya? Bahkan saya pernah membaca sebuah artikel bahwa memperdengarkan musik klasik saat bayi dalam kandungan yang dipercaya dapat mencerdaskan otak bayi, belum bisa dibuktikan kebenarannya. Karena gerakan bayi saat menddengar musik tersebut tak dapat dijadikan patokan bahwa si bayi menyukainya atau malah merasa terganggu. Bahkan ada artikel yang menyatakan bahwa anak-anak yang terbiasa mendengar lagu-lagu cenderung memiliki kepribadian rapuh dan cengeng. 

Saya lebih tertarik menela'ah ummahat yang melahirkan para alim ulama... Begitu penasaran dengan cara mereka mendidik dan mencetak generasi terbaik yang dapat meneladani ummat terbaik... Jika ada teman-teman yang memiliki referensi buku atau bacaan seputar cara mendidiknya para ummahat dalam melahirkan generasi terbaik (misalnya: beginilah Imam Syafi'i atau Umar Bin Abdul Aziz dibesarkan...) Maka saya sangat berterimakasih untuk infonya.


Hmm...tulisan ini hanya unek-unek saya, maaf jika ada yg kurang berkenan karena disampaikan dengan gaya bahasa yg nyablak.

23 Agustus 2013 @ Maryam's Palace
 "Ungkapkan unek-unek dalam bentuk tulisan, sekalian belajar nulis yeaaa... ^^"