Assalaamu alaikum warahmatullaah wabarakaatuh..
Ah...Akirnya bisa kembali lagi ke istana ini...Setelah sekian lama aku ngga bisa menulis lagi di blog ini dikarenakan beragam hal. Mulai masalah sinyal internet, gada duit buat beli pulsa..dan kondisi kesehatan yang bikin aku tertidur lama dari dunia maya ini kayak sleeping beauty...
Terutama alasan yang terakhir aku sebutin itu..tuh yang bikin aku mati kutu. Alhamdulillaah ala kulli haal. moga jadi penggugur dosa-dosaku yang menumpuk ini...huhuhuhu...
Hampir dua tahun aku ngga nulis ya teman? adakah yang rindu aku? hahaha...siapa aku keleuss??? Yup..hampir dua tahun aku bergelut dengan badai dalam pikiranku. Ceileeh...lebaynyaaa...
Yah pokoknya...gitu deh...Tapi yang pnting aku sekarang mulai bangkit lagi. Aku ngga akan menyerah dan kalah pada kondisi ini. Setidaknya sebelom aku tutup usia. pingin banget aku miliki pengalaman yang bermanfaat dan membaginya dengan dunia.
selama ini Alhamdulillah...selama off dari dumay...banyak hal yang aku pelajari. Salah satunya menjahit. Yup..aku sekarang senang menjahit kain perca.. tempat pensil..dan celana panjang anak.
Daaannn....insyaAllah dalam waktu dekat ini aku mau ngadain workshop "Menjahit Aplikasi flannel pada Kaos Anak..."
Yang minat..yuk ikutaannn..... :D
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 April 2016
Selasa, 19 November 2013
Baby Shoes And Us
Masih tentang baby shoes...
Newborn and for 12 months...^^
Kayaknya aku kesengsem semua hal yang berkaitan dengan bayi. MaasyaAllah, rasanya seperti jatuh cinta tuk kedua kalinya setelah jatuh cinta dan membangunnya bersama Abiw. (prikitiiieeewww...pagi-pagi dah ngegombal aja...hahahaha...)
Setelah membuat topi dan baby shoes pesanan mba Sri, kok aku merasa sayaaaaang banget tuk menjualnya. Secara gitu loh, saat aku merajutnya, aku TOTAL banget. Sambil membisiki dzikir di sela-selanya (daripada ngelamun), sambil membayangkan wajah princess ciliknya mba Sri lagi senyum, pokoknya aku ngerjain SENENG ATI..daahhh...
Rose Baby Hat by Maryam
Apalagi kalo pas merajutnya di luar rumah lagi hujan deras...tak henti membisik "Rabbii hablii minash shaalihiin"...Ya Allah...anugrahkan pada kami keturunan dari golongan hambaMU yang shalih...aamiin...Allahumma Aamiin.
Kapan yah, bisa buat baby shoes buat anakku sendiri? Kata-kata abiw selalu menghiburku, saat dia memujiku bahwa aku lebih dari pantas tuk jadi seorang ibu. Karena meski belum punya anak, rasa kasih sayangku telah tumbuh tuk mencintai anak-anak lainnya.. Abiw mengingatkanku pada kisah inspiratif ibunda ummul mukminin Aisyah Radhiyallaahu anha, yang Allah takdirkan tak memiliki anak, namun blio sudah berhasil mencetak generasi yang paling gemilang sepanjang sejarah..generasi yang kemudian menjadi ulama-ulama salafush shalih yang berjuang menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini.
Thai Inooy...moga jadi anak shalih ya nak...^^
Wah, kalo mendengar abiw ngomong begitu, hati ini sedikit lebih baik. Yup, anak merupakan amanah dari Allah. Jika kita tak menjaga mereka dengan baik, malah akan menjadi fitnah/ujian bagi kedua orang tuanya dan ummat pada umumnya. Anak bukanlah syarat tuk masuk syurga. Bukan pula tolak ukur kebahagiaan bagi mereka yang telah membangun rumah tangga. Ada dan tiadanya mereka merupakan tanda-tanda kebesaran Allah... tergantung dari mana kita memandang dan bagaimana kita mensikapinya.
Namun sepanjang nafas ini masih ada, sebuah harapan tuk memiliki qurrata'ayun selalu ada. Asalkan jangan lepas dan bosan tuk menyisipkan doa itu dalam setiap sujud panjang kita. Tak ada yang dapat menolak segala sesuatu yang telah Allah takdirkan padanya..Dan Allah Maha Tau yang terbaik bagi hamba-hambanya.
20 November 2013 @Drim Hill Palace
Sabtu, 09 November 2013
Kejar Maryam eps.1
Mampir bentar di istana Maryam ah. Padahal hati dan pikiran kalut sama pesanan rajutan yang agak sedikit bandel. Yups, aku lagi ngerjain proyek baby wear. masya Allah, bikin ketar-ketir cos aku yang tergolong perfeksionis mengenai pola dan hitungan. Sudah 20 kali lebih aku merajut dan membongkar jaket itu... Rasanya pengen nangis, soale hitungan yang aku dapat dari pola gratis di internet ternyata ngga sesuai harapan. Alhasil aku mesti bikin sndiri hitunganku.
Bandel amat sih? Apa otakku lagi lemot yah? kok lom kepikiran salahnya dimana? mana udah malu sama pelangganku, soale udah mau sebulanan ini proyek kok lom kelar juga. Hayyyaaah...pengen nyerah, tapi aku pikir...tinggal dikiiittt lagiiii....tangguuunggg.... dan memang aku masih semangat kok. Meski kmarin smpet didera banyak halangan dan rintangan, mule sakit gigi sampe problem yang kuhadapi di rumah. Belom lagi PR numpuk, cucian, dan semua hal kerjaan RT.
Alhamdulillaah suamiku selalu mensupport dan menghiburku kalo lagi sedih. Malu rasanya saat melihat rumah bak sarang laba-laba....semua dan dimana-mana benang... Dan aku sering ngga sempet masak pula. Suamiku mesti makan makanan luar yang kurang sehat. Perutnya makin endut hampir membulat sempurna. Itu karena makanan yg kurang sehat. Beberapa bulan lalu dia padahal udah langsing, perutnya udah mau two pack, makan sayur dan beras merah organik. Minyak goreng dihindari...ah pokoknya terasa sehaddd..tapi itu beberapa bulan lalu... :'(
Yups...maluuu banget sama suami, tugasku sering dibackup'nya. Meski memang dalam RT kami ngga ada istilahnya "tugas emak" yang mana, "tugas abah" yang mana...tapi teteeep...ibu RT dapet pahala sedekah kan dari tenaganya mengurus rumah...akan tetapi, hampir sebulan ini...aku membiarkan suamiku mendapat dobel pahala, selain jihad keluar rumah mencari ma'isyah juga membantu kerjaan istri di rumah.
Istrinya dibiarin maenan benang sehariaaan....ih masyaAllah suamiku baek banget yak?
Kalo kek gini... aku jadi inget lagi sama kajian ustadz Abu Haidar duluuu...tentang "Hak dan Kewajiban Suami Istri". hoeeee...
Satu-satunya yang dikomplenin suamiku adalah: "Ummi...akhir-akhir ini daya bacanya menurun...kok jarang keliatan baca buku???" *gubraks...
"ummi baca kok...setiap hari belajar bacaaaaaaaaaaaa.....: BACA POLA CROCHET...biw!!!!"
Bandel amat sih? Apa otakku lagi lemot yah? kok lom kepikiran salahnya dimana? mana udah malu sama pelangganku, soale udah mau sebulanan ini proyek kok lom kelar juga. Hayyyaaah...pengen nyerah, tapi aku pikir...tinggal dikiiittt lagiiii....tangguuunggg.... dan memang aku masih semangat kok. Meski kmarin smpet didera banyak halangan dan rintangan, mule sakit gigi sampe problem yang kuhadapi di rumah. Belom lagi PR numpuk, cucian, dan semua hal kerjaan RT.
buku rajut aseli Jepun yg pertama kali aku beli di gramedia..^^
Yups...maluuu banget sama suami, tugasku sering dibackup'nya. Meski memang dalam RT kami ngga ada istilahnya "tugas emak" yang mana, "tugas abah" yang mana...tapi teteeep...ibu RT dapet pahala sedekah kan dari tenaganya mengurus rumah...akan tetapi, hampir sebulan ini...aku membiarkan suamiku mendapat dobel pahala, selain jihad keluar rumah mencari ma'isyah juga membantu kerjaan istri di rumah.
Istrinya dibiarin maenan benang sehariaaan....ih masyaAllah suamiku baek banget yak?
Kalo kek gini... aku jadi inget lagi sama kajian ustadz Abu Haidar duluuu...tentang "Hak dan Kewajiban Suami Istri". hoeeee...
Satu-satunya yang dikomplenin suamiku adalah: "Ummi...akhir-akhir ini daya bacanya menurun...kok jarang keliatan baca buku???" *gubraks...
"ummi baca kok...setiap hari belajar bacaaaaaaaaaaaa.....: BACA POLA CROCHET...biw!!!!"
Jumat, 13 September 2013
Bukan Ratu Biasa
Menjadi seorang Ratu rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tugas dan beragam proyek yang mesti dilakukan. Semua membutuhkan skill dan pengetahuan beragam ilmu. Sebuah profesi yang benar-benar tak dapat disepelekan dan dipandang sebelah mata. Memasak, menyetrika, mencuci baju dan piring, menyapu dan mengepel lantai, dan beragam pekerjaan rumah lainnya membutuhkan skill atau keterampilan yang baik. Jika tak terlatih untuk melakukan semuanya, dijamin anda akan keteteran, terjebak dalam sebuah rutinitas dan merasa stress dibuatnya.
Oleh karena itulah, meski kini aku seorang Ratu, aku tak pernah dapat melepaskan identitasku sebagai seorang PEMBELAJAR. Hidup yang telah dianugerahkan Allah Ta'ala kepada kita merupakan sekolah luar biasa yang tak bisa menerima permintaan libur dan bisa kita abaikan begitu saja sesukanya. Ini adalah SEKOLAH LUAR BIASA yang tak mengenal kata "BOLOS".
Agar tak terjebak dalam rutinitas, seorang Ratu dituntut untuk berpikir dan berbuat kreatif. Aktivitas sederhana yang dilakukan dengan senang hati dapat mengusir kebosanan. Karenanya sebisa mungkin kusisihkan sebagian waktu untuk melakukan aktivitas yang aku suka. Dan sekitar dua tahun terakhir ini aku sangat menikmati menjahit kaos flannel dan belajar merajut. Selain menjadi seorang Ratu, kini aku pun memiliki sebuah identitas lain, yaitu seorang CRAFTER.
Aku sangat menyukai kegiatan ini, membuat aneka macam kerajian dan kini tak hanya menikmati sendiri tapi juga menjualnya. Tentu saja ini menjadi kesibukan baru seorang Ratu. Mulai saat ini, manajemen waktu sangat diperlukan agar tugas utama Ratu tak terganggu dengan hobi dan jual-belinya. Eh ternyata lumayan loh penghasilan dari hobi ini. Tentunya Ratu senang sekali membantu perekonomian istana. Mungkin juga hobi baru ini bisa sukses dan jadi berkembang atas ijin dan ridha sang Raja.
Alhamdulillaah suamiku tercinta sangat mendukungku. Bukan hanya mengijinkanku tuk berkreasi dan bersabar dengan rumah yang terkadang masih berantakan, tapi beliau juga membantuku mengembangkan usaha. Aku diajarkan cara-cara online marketing yang sbelumnya aku hanya jual-beli suka-suka. Selain itu aku juga diajarkan tatacara mengelola keuangan perusahaan. Ciee..perusahaan? aamiin...insyaAllah mungkin suatu saat aku akan memiliki karyawanku sendiri. Dan jika ada pelatihan yang dapat menunjang keterampilanku, beliau tak segan-segan mensupport baik dengan dukungan maupun modal keuangan.. masyaAllah...baiknyaa...^^
Dan alhamdulillah, meski usahaku masih berjalan terseok-seok, aku sudah mendapatkan kepercayaan dari pelangganku di dunia maya. Terbukti dengan adanya repeated consumer dan jempol yang hampir mencapai 1000 pada fans pageku di Facebook. Aku rasa ini adalah prestasi yang membanggakan. Mendapatkan hingga 987 jempol bukan perkara yang mudah loh. Apalagi aku mendapatkannya dengan jujur, bukan hasil hack atau cara lain yang tidak benar.
Oya, beberapa hari kemarin, aku mendapatkan inbox tak disangka-sangka dari seseorang. Isinya undangan menjadi Guest Teacher di sebuah sekolah dasar di Bandung. Dia memintaku tuk mengajar keterampilan. Ya Allah...seneng banget rasanya bisa berbagi ilmu. Tak hanya itu, undangan ini menjadi sebuah nostalgia tersendiri untukku. Rasanya kangen banget berkecimpung di dunia pendidikan seperti dulu. Ya, lamaa sekali sebelum menjadi seorang ratu, aku adalah seorang pendidik. Dulu aku mengajar bahasa Inggris di sebuah SMA swasta di Tasikmalaya dan terakhir aku mengajar menjadi seorang walikelas di SD swasta di Cimahi. Aku suka sekali berinteraksi dengan murid-muridku. ah..banyak sekali kenangan saat menjadi guru. Andai tubuhku selalu fit, mungkin aku tak akan berhenti dari profesi mulia itu.
Hmm...rasanya menyenangkan...bahagia... aku sangat bersyukur dengan diriku saat ini. Aku, sebagai Ratu rumah tangga dengan Istana nyamanku, yang tak menjadi seorang istri biasa. Aku seorang istri yang juga seorang crafter...dan aku tak akan pernah melupakan identitasku sebagai seorang guru...
Kalau ada orang yang masih memandangku sebelah mata dengan mengatakan : "Oh, dia cuman ibu RT biasa yang kuper dan selalu di rumah". Maka aku akan mengabaikannya dan berlalu.. Karena aku lebih tau diriku sendiri, dan mereka belum mengenalku dengan baik...
13 September 2013
@Istana Maryam
"Jika ada seseorang berkata dan berpendapat negatif padamu, dengarkanlah sebagai introspeksi diri bukan sebagai sugesti...percayalah bahwa dirimu bisa lebih baik dari persangkaan orang lain. Maka berdoalah pada Allah agar Dia memberimu petunjuk dan kekuatan tuk menjadi seseorang yang lebih baik.."
Sabtu, 07 September 2013
Kaleidoskop Malam
Malam ini aku betul-betul tak mampu memejamkan mata. Entah apa yang menghalangi kantuk yang begitu kurindukan itu. Encokku yang sedang kambuh, ataukah telapak kakiku yang sedang sakit? Mungkin juga rasa kangen padamu yang mendera disela-sela malam yang berjelaga.
Kubuka laptop kesayanganku. Ada "Cinta Brontosaurus" yang belum habis ku tonton. Mungkin itu dapat menghantarkanku pada lelap seperti kemarin malam. Sia-sia, film bertema cinta itu makin membuatku terjaga. Apa kabarmu disana?
Blog walking mungkin dapat memberiku secercah inspirasi. Ku buka laman demi laman. Ternyata banyak kisah orang yang membuat pikiranku terbuka. Deritaku selama ini belum seberapa. Hahaha... aku berasa jadi generasi alay yang luar binasa.
Ingatanku terlempar pada dua tahun silam. Saat itu, awal April yang kering. Hatiku yang tengah berbunga, menantikan hadirnya cinta kedua. Cinta yang tumbuh dalam haru dan hanya dipenuhi rindu. Cinta kedua yang begitu memesona, menculik sukma hingga memenjara dalam bahagia. Dialah Syakirah (rahimahallaah) belahan jiwa. Kecantikan nan agung berbalut keajaiban... Anugerah Sang Maha Sempurna yang kehadirannya membuatku sempurna sebagai wanita.
Syakirah (rahimahallaah), ananda tercinta... melalui petualangan kita, selama sembilan bulan bersama, menegaskan kembali sebuah makna cinta. Membuat ummi sadar tentang arti kebahagiaan yang tertunda. Memacu ummi dan abi tuk menjadi seseorang yang lebih baik dan memantaskan diri tuk memasuki jannah-Nya.
Rasanya baru saja kemarin lusa, aku bermain boneka kertas seusai pulang sekolah dalam balutan seragam merah putih. Rasanya baru saja kemarin lusa, aku sibuk mengerjakan PR matematika. Rasanya baru kemarin lusa, aku jatuh cinta dan mengikat bahagia. Rasanya kemarin lusa, hadirnya cinta kedua. Tanpa terasa, hampir tujuh tahun tak lagi ada kata "aku" dan "kamu"...hanya ada "kita"....
Perjalananku di penghujung malam yang ditemani kaleidoskop sejarah petualangan hidup dan mimpi ini mesti berakhir. Ditutup dengan doa dan harap agar esok lebih baik. Disudahi dengan beberapa kuap yang membuat mataku berair. Dicukupkan dengan kalimat hamdalah yang terlampir dalam paragraf ini...."Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin..."
Kubuka laptop kesayanganku. Ada "Cinta Brontosaurus" yang belum habis ku tonton. Mungkin itu dapat menghantarkanku pada lelap seperti kemarin malam. Sia-sia, film bertema cinta itu makin membuatku terjaga. Apa kabarmu disana?
Blog walking mungkin dapat memberiku secercah inspirasi. Ku buka laman demi laman. Ternyata banyak kisah orang yang membuat pikiranku terbuka. Deritaku selama ini belum seberapa. Hahaha... aku berasa jadi generasi alay yang luar binasa.
Ingatanku terlempar pada dua tahun silam. Saat itu, awal April yang kering. Hatiku yang tengah berbunga, menantikan hadirnya cinta kedua. Cinta yang tumbuh dalam haru dan hanya dipenuhi rindu. Cinta kedua yang begitu memesona, menculik sukma hingga memenjara dalam bahagia. Dialah Syakirah (rahimahallaah) belahan jiwa. Kecantikan nan agung berbalut keajaiban... Anugerah Sang Maha Sempurna yang kehadirannya membuatku sempurna sebagai wanita.
Syakirah (rahimahallaah), ananda tercinta... melalui petualangan kita, selama sembilan bulan bersama, menegaskan kembali sebuah makna cinta. Membuat ummi sadar tentang arti kebahagiaan yang tertunda. Memacu ummi dan abi tuk menjadi seseorang yang lebih baik dan memantaskan diri tuk memasuki jannah-Nya.
Rasanya baru saja kemarin lusa, aku bermain boneka kertas seusai pulang sekolah dalam balutan seragam merah putih. Rasanya baru saja kemarin lusa, aku sibuk mengerjakan PR matematika. Rasanya baru kemarin lusa, aku jatuh cinta dan mengikat bahagia. Rasanya kemarin lusa, hadirnya cinta kedua. Tanpa terasa, hampir tujuh tahun tak lagi ada kata "aku" dan "kamu"...hanya ada "kita"....
Perjalananku di penghujung malam yang ditemani kaleidoskop sejarah petualangan hidup dan mimpi ini mesti berakhir. Ditutup dengan doa dan harap agar esok lebih baik. Disudahi dengan beberapa kuap yang membuat mataku berair. Dicukupkan dengan kalimat hamdalah yang terlampir dalam paragraf ini...."Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin..."
Langganan:
Postingan (Atom)









