Tampilkan postingan dengan label Daur Ulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daur Ulang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juli 2017

Tutorial Boneka

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Hai sobat, Udah bertahun-tahun aku ngga nulis yak. Yah harap maklum..aku orang sibuk kan..hohoho.. geer banget sih. Iya sibuk banet dengan masalah kesehatanku, hingga beberapa saat lamanya aku ngga bisa berkarya dan menulis di blog ini.

Sebagai gantinya pada hari ini aku mau bagi tutorial cara bikin boneka. Polaya aku cari di pinterest. Dan sudah aku coba, hasilnya lumayan berhasil.

Bahan yang digunakan cukup sederhana.

  1. perca kain aneka warna. khusus kulit, gunakan katun polos warna teran seperti putih dan coklat susu. Aku dikasih perca kain sama teh Irma Maryam, dari Halima Syar'i. Barakallaau fiih...sampe sengaja ke rumahku ngasi sekeresek besar kain perca, tuh... Yah, rejeki ngga kemana kan yee?
  2. Jarum dan benang jahit untuk menjelujur dan pasang rambut boneka 
  3. Mesin jahit, kalo ngga ada, jahit tangan aja pakai tusuk tikam jejak saja.
  4. Gunting kertas, gunting kain, dan gunting zig-zag khusus kain. Kenapa pake segala jenis gunting? biar guntingnya tetep awet. klo gunting kain dipake gunting kertas nanti cepet tumpul. tapi klo udah tumpul, gampil kok, ini tips untuk menajamkannya kembali: coba pakai untuk gunting alumunium foil, insyaAllah gunting kainmu akan tajam lagi... :)
  5. Dakron atau kapas sintetis untuk isian boneka.
  6. kertas kado atau apapun lah...pokoknya untuk menggambar pola boneka. 
  7. Pensil pulpen penggaris, alat tulis saja secukupnya
Setelah semua terkumpul...mari kita mulai...

  • Pembuatan Pola
Dengan bantuan pola asli dari blog Dee Rosa Artesanatos, jiplak deh polanya di kertas kado. Kertasnya yang agak tebel ya mak, biar polanya awet dan bisa dipakai berulang-ulang
Nah ini hasil penampakan jiplak aye...

  • Potong perca
Proses berikutnya, menjiplak dan memotong pola pada bahan perca. Lebihkan sekitar setengah senti untuk kampuk saat menjahit perca nanti.
Untuk kepala, siapkan perca hitam sebanyak 2 lembar, untuk rambut depan dan belakang. Perca putih satu lembar untuk bagian muka. 
Untuk badan pilih perca yang motifnya cantik, aku pilik polkadot orange. buat sebanyak 2 lembar.
Untuk tangan buat sebanyak 4 lembar dari perca putih
Untuk kaki dan sepatu, gabungkan dua jenis perca dan gunting sebanyak 4 lembar. Aku pakai perca motif bergaris dan kotak sebagai sepatunya.

  • Proses menjahit
pertama-tama, jahit pola kepala dan badan. diawali perca polkadot orens sama perca hitam (rambut bagian belakang. jahit pada bagian lehernya. Untuk bagian wajah, sebelum dijahit pada perca bagian badan, kita jahit dulu perca itam atau rambut bagian depan ke perca putih untuk bagian kulit muka. Aku pakek teknik jahit "sembunyi"...apa ya namanya...hehehe. klo bisa mah langsung jahit aja pke mesin jahit.
Hasilnya bisa dilihat di foto atas tuh...kiri bawah.

Setelah selesai menggabung 2 pola kepala dan badan.. lalu kedianya disatukan dan dijahit mesin (biar cepet).  Sebelomnya jelujur dulu biar rapih  hasilnya kayak gini nih...


Nah, jahit pula bagian lain dengan cara yang sama.
  • Isi Dakron
Setelah semua dijahit, isi deh dengan dakron sampe keliatan menul-menul. Setelah itu satukan setiap bagian tangan dan kaki pada bagian badannya. Klo aku jahitnya pke tusuk sembunyi..halah..apa namanya yak..klo bahasa kerennya? 

Nah pokoke hasile jadi ginih...nih..klo udah disatukan semuah.
boneka kain maryam
Bonekanya pke kacamata si empunya...hehehe

Gimana?
cantik kan? Maa syaa Allah...boneka buat si kecil pun sudah jadi.
Selamat mencoba ya mak...



Kamis, 20 Februari 2014

Busy Book, Tutorial Sederhana

Beberapa waktu lalu Maryam janji tuk membagi tutorial Busy Book (yang kemudian Maryam kenal sebagai Quiet Book...haha..busy book nama ngarang aja). Kali ini temanya mainan untuk anak laki-laki. Judulnya Mini Map. Bukunya belom jadi, tinggal di pasang mobilnya saja sih, tapi keburu pengen nulis tutorial. Mumpung lagi mood nulis, so..kita mulai saja.



Lagi-lagi dalam pembuatan busy book ini Maryam menggunakan kertas bekas undangan untuk lapisan bukunya. Kebetulan ukurannya cocok dengan harapan, yaitu sebesar buku A5. Jadi Maryam ngga usah sengaja menyiapkan karton duplek lagi. Hemat kan? ^^



Bahan untuk membuatnya cukup sederhana. Kita hanya perlu menyiapkan karton duplek (kalo aku kan pakai kertas bekas undangan ^^), 2 lembar kain flannel persegi panjang untuk buku dan covernya, ukurannya bebas aja, kalo aku menyesuaikan dengan kertas bekas undangan, berarti 2 x ukuran A5. Warna yang aku pilih coklat untuk bagian dalam dan merah untuk bagian luar karena hanya itu yang tersedia di lemariku. Temen-temen bisa sesuaikan dengan warna kesukaan ya.. Bahan yang lainnya, hanya gunting, spidol, benang dan jarum jahit saja...oya jangan lupa lem UHU untuk memudahkan menempel aplikasi di kain flannel sebelum dijahit.

Caranya....

Pertama-tama, jahit kain flannel warna coklat dan merah pada bagian tengahnya, ini dimaksudkan agar buku lebih mudah dilipat (ditutup). Karena belom punya mesin jahit (MJ), jadi aku jahit dengan menggunakan tusuk tikam jejak. Nah loh..bagi teman yang belom bisa jenis jahitan, insyaAllah nanti kedepannya kita belajar bersama ya..atau sementara bisa gugling dulu deh ^^

Setelah itu, kita buat aplikasinya berbentuk: Rumah, gedung sekolah, pohon, dan jalan. Gambarnya ngarang bebas aja sesuai dengan imajinasi kita. Maryam sendiri ngga pakai pola, tapi kalau teman-teman kesulitan dalam membuatnya, silakan membuat pola terlebih dahulu di atas secarik kertas dan jilpak di kain flannel, lalu gunting. Dalam proses pembuatan aplikasi ini Maryam sangat senang. Karena seperti menggambar di atas kain dan dengan kain. Oya biar aplikasinya ngga kabur kemana-mana, dibandingkan dengan menyisipkan jarum pentul, aku lebih suka memberi lem uhu saja. Gunakan lem tipis-tipis aja ya, biar saat kering, kainnya ngga kaku dan keras.

Setelah aplikasi ditempel, jahit dengan menggunakan tusuk feston disekeliling gambar aplikasi. Atau kita bisa juga berekspresi dengan jenis tusukan lain seperti jelulur atau tusuk tangkai.

Jika sudah selesai menjahitnya, maka di belakang kain flannel itu akan tampak seperti pada foto di bawah. Memang kelihatan ngga rapi, tapi ngga apa-apa karena bagian itu kan bagian dalamnya, ngga akan kelihatan. Dan di dalam kainnya nanti kita sisipkan karton duplek yang tebal. Maryam pakai karton bekas undangan.
 
Bagian belakang busy book...

Yang Maryam tunjuk itu karton tebal bekas undangan ^^

Setelah disisipkan karton, kita mulai jahit bagian sekeliling buku dengan tusuk feston. Bagian depan buku ngga aku kasih karton supaya memudahkan, saat menyisipkan beberapa mobil mainannya. Dan ini adalah hasil akhirnya.
eh salah fotonya...hehe..yg jadi lom difotoin lagi.

cover bukunya, rumahnya bisa dibuka seperti kantong, untuk menyimpan mobil mainannya

Nah jadi deh. Buku sibuknya udah siap dimainkan sama jagoan cilik. Kita bisa membantu anak-anak mengembangkan imajinasinya dengan bercerita tentang perjalanan dari rumah (yang ada di cover buku) menuju tempat lainnya di halaman utama, ada gedung sekolah, ada rumah teman, ada taman, ada hutan dan toko kue. Selain itu kita dapat melatih motoriknya dengan memainkan mobil-mobilan mengikuti arah jalan. Beberapa pertanyaan dapat kita lontarkan untuk mengetahui logika berpikirnya, misalnya: lebih jauh mana perjalanan menuju sekolah dan toko kue? Atau buku ini dapat digunakan sebebas-bebasnya bersama anak-anak, yang penting happy...^^

Selamat berkarya ya teman... dan semoga dengan mainan ini kita dapat menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama para krucil... hehehe..Oya kalo memang ngga ada waktu untuk membuatnya, teman-teman bisa pesan busy booknya di Maryam. Like saja fans page Momet Gift, lalu kirimkan inbox tuk memesannya. Hahaha...gpp sambil promosi yah...*gubraks*

@Drim Hill, 21 Februari 2014
Hmm.. jadi ingin berdoa lagi..."Rabbii hablii minash shaalihiin..." Ya Allah, anugrahkanlah padaku keturunan yang shalih...aamiin



Mari Membuat Recycled Book Sendiri

Buat emak-emak yang memiliki anak sekolah, membeli buku tulis merupakan sebuah aktivitas rutin setiap smester atau tahun ajaran baru. Terkadang anak-anak enggan menggunakan buku tulis yang sama meski buku itu baru dipakai setengahnya dan masih banyak halaman yang kosong. Alhasil buku itu disimpan bersama tumpukan buku bekas yang siap dijual ke tukang loak.


Hasil akhir recycled book buatanku ^^

Sebelum ditumpuk bersama buku dan koran bekas, ada baiknya kita kumpulkan kertas-kertas yang masih kosong tersebut. Selanjutnya, bisa kita gunakan kertas kosong itu untuk memo, notes kecil, atau jika cukup banyak, bisa kita sulap lagi menjadi sebuah buku tulis baru yang lebih unik. Tentunya anak-anak pasti senang menggunakannya dan pengeluaran kita untuk membeli buku tulis baru dapat dihemat.

Buku-buku bekas pemberian tetanggaku ^^

Kali ini Maryam akan membuat tutorial sederhana membuat buku tulis daur ulang. Sekalian menjejak kenangan saat SMA dulu, kalau ngga punya uang buat beli buku catatan, biasanya Maryam bikin buku sendiri dari kertas bekas. Makanya dulu seneng banget mengumpulkan buku tulis bekas dan mengumpulkan kertas yang masih kosong. Bukunya kadang minta sama temen-temen atau tetangga. Untuk Notes kecil, tempat fotocopy merupakan persinggahan favorit. Kalo udah kenal sama siempunya toko, Maryam bisa minta serpihan kertas HVS yang sudah ngga dipakai lagi. Cukup jetrek pakai hekter, rapikan dan hias, jadi deh notes kecil yang unik ^^

Oke, sebelum beraksi, ini dia bahan dan alat yang mesti disiapkan:
Kertas bekas buku tulis, kertas sampul (aku pakai kertas buffalo 80 gr warna Oranye), penggaris stainless, pensil, gunting, cutter, lem kertas (aku pakai merk FOX), double tip.

Pertama-tama, kumpulkan kertas berdasarkan ukuran dan jenisnya. Ada yang ukuran B5 atau sebesar buku Big Boss dan A5 sebesar buku tulis biasa yang kecil. Dari jenisnya juga beda tuh, biasanya merk SIDU lebih tebal dan halus dibanding merk Mirage atau merk lainnya.

Merk buku berbeda, jenis kertas pun berbeda...

Setelah itu satukan kertas-kertas itu dengan hekter. Hati-hati ya saat menghekternya. Gunakan hekter yang kuat dan usahakan buku jangan terlalu tebal supaya kertas masih bisa disatukan. Kalau hekter di bagian belakangnya masih menonjol, ratakan dengan palu, supaya nanti saat memasang kertas sampul tidak menonjol.

Setelah dihekter

Siapkan kertas untuk sampul. Seperti yang sudah Maryam katakan di awal, untuk sampul, Maryam gunakan jenis buffalo, tapi ukurannya kurang pas dengan kertas. kayaknya kurang bahan nih...hehe. Lipat kertas beberapa kali di bagian tengah untuk memudahkan saat melipat bukunya.

Kertas buffalo 80gr, ukuran letter. kekecilan nih...

Perhatikan lagi lipatan kertasnya ya teman, buat seperti contoh ini yaa ^^

Setelah itu, kumpulan kertas yang sudah dihekter ditempelkan ke bagian belakang sampul dengan menggunakan double tip. untuk bagian tengah buku, gunakan lem kertas FOX agar lebih kuat. Setelah itu jepit buku kita dengan buku yang lebih berat dan tebal, tunggu beberapa saat sampai lem kering supaya melekat lebih kuat dan rata.

Berhubung aku pakai kertas yang kurang bahan, saat dilipat covernya jadi begini deh...Tapi ngga usah cemas, nanti Maryam kasih solusinya, dan malahan jadi cantik bukunya.


Setelah sampul/covernya dirapikan dari kelebihan kertas, kita siapkan selembar kecil kertas kado yang sudah tak terpakai untuk menutupi kekurangan pada bagian sampulnya. Setelah diukur sesuai dengan ukuran buku, tempelkan kertas kado itu dengan double tip.

Berhubung kertas kadonya tipis, jadi dibuat dobel supaya lebih tebal

Setelah dilem dan dilipat, bentuknya jadi begini nih..^^

Alhamdulillaaah...ini dia bukunya setelah diberi sentuhan kertas kado motif batik dan ditempelin sticker "Momet Gift Handmade". Cantik kan? Pasti anak-anak senang menerima hadiah buku tulis hasil daur ulang buatan emaknya. Yup...karena semua dibuat dengan cinta....

Hasilnya: buku tulis baru yang unik dan cantik ^^

Semoga bermanfaat ya... selamat mencoba... ^^



Rabu, 19 Februari 2014

Amplop Dari Kertas Bekas

Kemarin aku sibuk bebenah rumah yang udah mirip kayak kapal pecah. Padahal sebelumnya sudah aku rapikan lho. Tapi tetep aja masih terlihat seperti gudang. Aku sadar, semua salahku. Aku hobby banget sih menumpuk beberapa barang bekas. Dan meskipun aku sudah memiliki rak buku, tapi rasannya selalu saja ngga pernah cukup. Pengen beli rak buku lagi...hehe. Ah, mungkin saatnya aku punya rumah yang ada perpustakaannya dan ruangan khusus buat nge-BENGKEL.

Di antara sudut ruangan di dalam rumahku, ada satu sudut yang selalu berantakan, yups...itu bengkel kreativitasku. Di sana ada banyak barang-barang bekas yang dibuang sayang. Salah satu barang yang senang aku kumpulkan adalah kertas bekas, entah itu kertas kado bekas pembungkus paketan dan bikin gift box, kertas bekas undangan, kertas dari box pembungkus makanan dan kosmetik, dan lain-lain.

Nah, supaya kertas itu ngga langsung dibuang, aku memperpanjang daya gunanya dengan menyulap mereka menjadi sesuatu yang lebih manfaat. Yang kepikiran sih, cuman bikin amplop...hehehe. Ini dia salah satu hasilnya...


Adakah kertas kado yang lebarnya tanggung seperti ini di rumah teman-teman? 


Jangan buru-buru dibuang ya. Kita bisa bikin amplop lucu dari serpihan kertas kado ini. Bikin amplop itu gampang banget teman. Aku punya cara cepat tanpa harus mengukur-ukur dengan penggaris. cukup sediakan pisau cutter, lem kertas, dan gunting.

Pertama-tama, sediakan selembar kertas dengan ukuran bebas. Jika amplop yang ingin dihasilkan berbentuk persegi panjang, kertas kado yang disiapkan baiknya berbentuk kotak. Namun jika ingin menghasilkan amplop berbentuk persegi,, siapkan kertas berbentuk persegi panjang.

Kemudian lipat menjadi dua bagian, dan lebihkan sekitar 0,5 cm untuk lipatan.


 Lipatan sisa kertas selebar 0,5 cm tadi seperti gambar di bawah ini. Kemudian lem dengan menggunakan lem kertas secukupnya (tipis-tipis).

Jika sudah di lem, hasilnya seperti ini.


Setelah itu kita gunting ujung-ujungnya seperti gambar di bawah ini.
 Kemudian lipat.
 Dengan menggunakan pisau cutter, potong salah satu bagian kertas yang dilipat tadi. Bagian lainnya dilipat dan dilem. Lakukan hal yang sama pada bagian ujung amplop, tapi ingat, untuk bagian atas, jangan di lem yaa ^^

Amplop pun sudah jadi, dan kita bisa menghiasnya dengan sesuka hati. Di bawah ini aku menggunakan kertas Kokoru untuk membuat bingkai semacam frame foto untuk menghias amplopnya. kalau teman-teman ngga punya kertas Kokoru, bisa juga dihias dengan kertas lainnya.

Ini dia amplop yang aku buat. Cepat kok prosesnya. dan ukurannya pun macam-macam.

Amplop ini bisa digunakan untuk tempat uang (angpao), bisa juga untuk membungkus kartu ucapan, Atau apapun fungsinya sesuai dengan keinginan kita. Oya bisa juga kita tuliskan sebuah puisi di secarik kertas dan kita sisipkan amplopnya dalam saku kemeja suami tercinta. Dijamin tambah lengket deh...^^

Selamat mencoba ya teman...

Sabtu, 07 September 2013

Tas Rajut Benang Plastik Daur Ulang

Hari Minggu yang cerah ini kujalani seorang diri, di istana mungilku tanpa kehadiran Abiw yang biasanya selalu membuat suasana menjadi begitu meriah. Abiw pergi ke Jakarta mengikuti sebuah seminar "Billionaire Attitude" sejak Sabtu kemarin. Sebenarnya Abiw sudah mengajakku turut serta. Tapi rasanya tubuhku tak sanggup melakukan perjalanan itu, jadi terpaksa aku menolaknya. Lebih baik aku tinggal di rumah saja dan membereskan rumah yang sempat tak terurus beberapa hari terakhir karena fokusku terbagi di tempat lain. Ya, sudah hampir dua minggu ibuku sakit tifus. Dua hari ini ibu sudah bisa kutinggalkan. Aku hanya datang berkunjung bila hendak memasak sayur untuknya.

Minggu ini alhamdulillaah aku bisa bangun lebih pagi tuk mencuci dan menjemur pakaian. Maklum, tempat jemuran biasa dipakai seluruh tetangga. Jadi aku mesti lebih pagi supaya mendapat jatah tempat ^^. Tadinya setelah menjemur pakaian, aku berencana pergi kajian. Tapi niat itu kuurungkan karena pinggangku sakit. Kuputuskan untuk bebenah rumah saja, biar nanti Abiw pulang suasana sudah nyaman dan rapi sehingga Abiw bisa beristirahat dengan baik sepulangnya nanti.

Masya Allah... Kagetnya aku, ternyata di rumahku yang tak seberapa besar ini banyak sekali benda-benda yang tercecer di pojokan depan dan belakang. Ternyata aku tukang sampah..!!! *nangis buaya...hahaha, pura-puraaa...* Setelah aku kumpulkan, ternyata ada beberapa box bekas dan setumpuk plastik kresek bekas belanjaan dari beberapa supermarket. Kondisi plastik itu masih cukup bagus walau agak berdebu. Sebagian ada yang dikuwel-kuwel, ada juga yang sudah aku lipat rapi.



Apa yang akan kulakukan dengan box dan plastik bekas itu? AHA...aku berencana membuat box unyu-unyu dari box bekas itu supaya lebih memiliki nilai guna. Dan plastik-plastik ituuu....aku ingin mebuat plastic yarn dan merajutnya menjadi tas belanja. Supaya setiap kali aku berbelanja ke warung, mereka tak usah membungkus barang-barang itu dengan plastik yang mereka sediakan. Go Green dong... Semangat Reuse, Reduce, dan Recycle.

*OOT: Ini salah satu contoh box unyu dari kotak bekas kosmetik.


Untuk membuat tas belanja dari plastik ini, tentunya kantung kresek ini mesti disulap dulu jadi plastic yarn. Setelah googling dan mempraktekkan tutorialnya, alhamdulillaah aku berhasil mengumpulkan satu gulungan plastik yang siap dirajut.

Aku akan menuliskan lagi secara sederhana tutorial bagaimana membuat plastic yarn disini agar teman-teman bisa mempraktekkannya juga. Sebelum membuat plastic yarn ini, ada baiknya teman-teman kumpulkan plastik kresek yang ada, lalu sortir berdasarkan warna, jenis, dan ukurannya.

Jadi, inilah langkah-langkahnya.

  • Ambil sebuah kantung kresek dan rapikan. Lalu gunting bagian bawah kresek dan bagian handle atau pegangannya.

  • Lipat menjadi beberapa lipatan, sisakan sekitar 2 cm di bagian ujungnya kemudian gunting seperti yang terlihat pada gambar dengan jarak 3cm.

Nah setelah dibeberkan, hasilnya seperti ini:

  • Gunting secara diagonal di bagian yang sudah disisakan selebar 2 cm tadi. 
Gunakan double tip untuk menyambung bagian ujung plastik satu dengan lainnya.

  • Plastik siap digulung dan digunakan.

Setelah membuat plastic yarn dari 5 buah kantung kresek, aku merajutnya dan berharap menjadi tas belanja. Tapi sepertinya aku masih membutuhkan banyak kantung plastik lagi tuk menyelesaikan tas ini.


Yuk coba buat...??? Have a nice Sunday, I hope you can enjoy it. ^^