Tampilkan postingan dengan label Momet gift. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Momet gift. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Oktober 2017

Donat di Balik Layar

Bismillah,

Sebelom aku mati Mak, pingin banget nelorin satu buku saja yang bisa bikin hatiku seneng. Secara sejak aku masih muda belia, cantik kinyis-kinyis, aku bercita-cita pingin jadi penulis. Kayaknya keren aja gitu jadi penulis, yang kemana-mana bawa laptop warna pink atau ungu, ngetik-ngetik di bawah pohon rindang, sambil merasakan hembusan angin yang lembut mengibar-ngibarkan ujung kerudungku. Dengan mata yang kadang tak fokus pada layar, mungkin sesekali memandang sekeliling tuk sekedar memperhatikan anak yang berlarian di taman bermain, atau tukang es krim yang diserbu pembelinya. Sambil membetulkan kacamata tebalku, kubiarkan tangan kananku meraih gelas kertas berisi kopi latte yang mulai dingin. Lalu lanjut mengalirkan ide-ide lagi.

Meski aku ngga bisa jadi seorang penulis keren seperti yang aku idamkan, tak mengapa lah, sekarang pun aku cukup bersyukur bisa ngetik di atas kasur, dengan laptop biruku yang jadul hadiah suami tercintaku beberapa tahun yang lalu.

Kalau dulu aku ingin menulis sebuah novel fiksi dan dokumenter, sepertinya sekarang otak ini sudah berisi dengan banyak hal tentang benang. Hobbi yang sempat membuatku selamat dari tragedi hati. Tsaaahhh...lebayyy...hahaha. tapi bener mak, merajut itu bikin pikiranku fokus pada satu titik tertentu yang bersifat positif. Selain bikin bahagia juga menghasilkan uang. Nah ini yang paling dinanti kan yah?

Alhamdulillaah nih, dari segala sumber yang pernah aku cobain, aku nemu pola donat ini mak. aslinya...hasilnya itu memuaskan banget. Alhamdulillaah juga, aku dapetin order donat ini untuk souvenir oarang yang mau berangkat ke tanah suci tahun depan.


Aku akan bagi polanya disini lah. Lumayan kan buat emak-emak yang survive saat jatah dari suami udah menipis...hahaha. Hasil jadinya aku jual 15rebu per pcs. Kalo beli banyak tentu saja ada diskonan dong..

Ini bahan-bahan yang perlu kita siapin Mak, sebelom rajut.
  • Benang katun warna cream untuk donat dan biru untuk toppingnya
  • Hakpen 4mm 
  • Dakron untuk isian donat
  • Gantungan kunci
  • Pita ukuran 0.5 cm sepanjang 5 cm simpul mati ujungnya.
  • Gunting
  • Jarum tapestry
Pola yang digunakan dalam pembuatan donat ini hanya tusuk tunggal atau single crochet (sc yang diberi simbol dengan huruf x), increase yang diberi simbol huruf v, Mak. Mudah banget lah pokoknya...insyaAllah.

Oke kita mulai yah :)
Diawali dengan bismillah dan bikin rantai atau chain (CH) sebanyak 15 buah dan kemudian satukan kedua ujungnya dengan slip stitch. Jadi membentuk lingkaran. Untuk selanjutnya aku gunakan satuan angka untuk menuliskan pola berikutnya ya.

1. x all (15)
2. (2x, v) ulang (20)
3. (3x, v) ulang (25)
4. (4x, v) ulang (30)
5. (5x, v) ulang (35)
6-7. x all (35)
Sisakan tali yang agak panjang untuk menjahit, sebelum mengguntingnya.
Buat pola di atas dua kali dengan menggunakan benang cream dan biru ya..atau warna apapun sesuka kita deh :)

Kalau sudah selesai bikin kedua bagian, donatnya sudah mulai bisa dibentuk. dengan cara menjahit kedua bagian tersebut. Dimulai dengan menjait bagian tengahnya (yang nantinya akan menjadi lubang tengah si Donat. Kemudian disusul menjahit pinggirannya. 

Harap diingat, sebelum semua terjahit, jangan lupa isi donatnya dengan dakron Mak. dan jahit pula pita yang telah di simpul mati tadi ke bagian pinggiran donat. Kalau sudah selesai, pasang gantungan kunci dengan bantuan tang kecil. Woohhh...aku lupa nulis tang kecil ini di atas yak? Maap... maap...hehehe

Nah sudah jadi deh, Gantungan donatnya.


Terserah mau dijual apa buat dijadikan koleksi dan hadiah.. Yang jelas, Donat ini ngga bisa dimakan ya Mak... hahaha...bagus buat diettt lah pokoknya.

Sip..sip dah. Selamat mencoba ya Mak. Jangan lupa kalo sudah bikin donatnya, kirimi aye fotonya loh. Sharing is caring kan yee... ^_^ 
Like juga fans Page Momet Gift yang ada di pinggir kanan web ini yaa *kiss...kiss...*

Sekian dulu untuk hari ini. Aye mu lanjut rajut insyaAllah.
Illa liqaa...









Kamis, 20 Juli 2017

Tutorial Boneka

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Hai sobat, Udah bertahun-tahun aku ngga nulis yak. Yah harap maklum..aku orang sibuk kan..hohoho.. geer banget sih. Iya sibuk banet dengan masalah kesehatanku, hingga beberapa saat lamanya aku ngga bisa berkarya dan menulis di blog ini.

Sebagai gantinya pada hari ini aku mau bagi tutorial cara bikin boneka. Polaya aku cari di pinterest. Dan sudah aku coba, hasilnya lumayan berhasil.

Bahan yang digunakan cukup sederhana.

  1. perca kain aneka warna. khusus kulit, gunakan katun polos warna teran seperti putih dan coklat susu. Aku dikasih perca kain sama teh Irma Maryam, dari Halima Syar'i. Barakallaau fiih...sampe sengaja ke rumahku ngasi sekeresek besar kain perca, tuh... Yah, rejeki ngga kemana kan yee?
  2. Jarum dan benang jahit untuk menjelujur dan pasang rambut boneka 
  3. Mesin jahit, kalo ngga ada, jahit tangan aja pakai tusuk tikam jejak saja.
  4. Gunting kertas, gunting kain, dan gunting zig-zag khusus kain. Kenapa pake segala jenis gunting? biar guntingnya tetep awet. klo gunting kain dipake gunting kertas nanti cepet tumpul. tapi klo udah tumpul, gampil kok, ini tips untuk menajamkannya kembali: coba pakai untuk gunting alumunium foil, insyaAllah gunting kainmu akan tajam lagi... :)
  5. Dakron atau kapas sintetis untuk isian boneka.
  6. kertas kado atau apapun lah...pokoknya untuk menggambar pola boneka. 
  7. Pensil pulpen penggaris, alat tulis saja secukupnya
Setelah semua terkumpul...mari kita mulai...

  • Pembuatan Pola
Dengan bantuan pola asli dari blog Dee Rosa Artesanatos, jiplak deh polanya di kertas kado. Kertasnya yang agak tebel ya mak, biar polanya awet dan bisa dipakai berulang-ulang
Nah ini hasil penampakan jiplak aye...

  • Potong perca
Proses berikutnya, menjiplak dan memotong pola pada bahan perca. Lebihkan sekitar setengah senti untuk kampuk saat menjahit perca nanti.
Untuk kepala, siapkan perca hitam sebanyak 2 lembar, untuk rambut depan dan belakang. Perca putih satu lembar untuk bagian muka. 
Untuk badan pilih perca yang motifnya cantik, aku pilik polkadot orange. buat sebanyak 2 lembar.
Untuk tangan buat sebanyak 4 lembar dari perca putih
Untuk kaki dan sepatu, gabungkan dua jenis perca dan gunting sebanyak 4 lembar. Aku pakai perca motif bergaris dan kotak sebagai sepatunya.

  • Proses menjahit
pertama-tama, jahit pola kepala dan badan. diawali perca polkadot orens sama perca hitam (rambut bagian belakang. jahit pada bagian lehernya. Untuk bagian wajah, sebelum dijahit pada perca bagian badan, kita jahit dulu perca itam atau rambut bagian depan ke perca putih untuk bagian kulit muka. Aku pakek teknik jahit "sembunyi"...apa ya namanya...hehehe. klo bisa mah langsung jahit aja pke mesin jahit.
Hasilnya bisa dilihat di foto atas tuh...kiri bawah.

Setelah selesai menggabung 2 pola kepala dan badan.. lalu kedianya disatukan dan dijahit mesin (biar cepet).  Sebelomnya jelujur dulu biar rapih  hasilnya kayak gini nih...


Nah, jahit pula bagian lain dengan cara yang sama.
  • Isi Dakron
Setelah semua dijahit, isi deh dengan dakron sampe keliatan menul-menul. Setelah itu satukan setiap bagian tangan dan kaki pada bagian badannya. Klo aku jahitnya pke tusuk sembunyi..halah..apa namanya yak..klo bahasa kerennya? 

Nah pokoke hasile jadi ginih...nih..klo udah disatukan semuah.
boneka kain maryam
Bonekanya pke kacamata si empunya...hehehe

Gimana?
cantik kan? Maa syaa Allah...boneka buat si kecil pun sudah jadi.
Selamat mencoba ya mak...



Kamis, 20 Februari 2014

Busy Book, Tutorial Sederhana

Beberapa waktu lalu Maryam janji tuk membagi tutorial Busy Book (yang kemudian Maryam kenal sebagai Quiet Book...haha..busy book nama ngarang aja). Kali ini temanya mainan untuk anak laki-laki. Judulnya Mini Map. Bukunya belom jadi, tinggal di pasang mobilnya saja sih, tapi keburu pengen nulis tutorial. Mumpung lagi mood nulis, so..kita mulai saja.



Lagi-lagi dalam pembuatan busy book ini Maryam menggunakan kertas bekas undangan untuk lapisan bukunya. Kebetulan ukurannya cocok dengan harapan, yaitu sebesar buku A5. Jadi Maryam ngga usah sengaja menyiapkan karton duplek lagi. Hemat kan? ^^



Bahan untuk membuatnya cukup sederhana. Kita hanya perlu menyiapkan karton duplek (kalo aku kan pakai kertas bekas undangan ^^), 2 lembar kain flannel persegi panjang untuk buku dan covernya, ukurannya bebas aja, kalo aku menyesuaikan dengan kertas bekas undangan, berarti 2 x ukuran A5. Warna yang aku pilih coklat untuk bagian dalam dan merah untuk bagian luar karena hanya itu yang tersedia di lemariku. Temen-temen bisa sesuaikan dengan warna kesukaan ya.. Bahan yang lainnya, hanya gunting, spidol, benang dan jarum jahit saja...oya jangan lupa lem UHU untuk memudahkan menempel aplikasi di kain flannel sebelum dijahit.

Caranya....

Pertama-tama, jahit kain flannel warna coklat dan merah pada bagian tengahnya, ini dimaksudkan agar buku lebih mudah dilipat (ditutup). Karena belom punya mesin jahit (MJ), jadi aku jahit dengan menggunakan tusuk tikam jejak. Nah loh..bagi teman yang belom bisa jenis jahitan, insyaAllah nanti kedepannya kita belajar bersama ya..atau sementara bisa gugling dulu deh ^^

Setelah itu, kita buat aplikasinya berbentuk: Rumah, gedung sekolah, pohon, dan jalan. Gambarnya ngarang bebas aja sesuai dengan imajinasi kita. Maryam sendiri ngga pakai pola, tapi kalau teman-teman kesulitan dalam membuatnya, silakan membuat pola terlebih dahulu di atas secarik kertas dan jilpak di kain flannel, lalu gunting. Dalam proses pembuatan aplikasi ini Maryam sangat senang. Karena seperti menggambar di atas kain dan dengan kain. Oya biar aplikasinya ngga kabur kemana-mana, dibandingkan dengan menyisipkan jarum pentul, aku lebih suka memberi lem uhu saja. Gunakan lem tipis-tipis aja ya, biar saat kering, kainnya ngga kaku dan keras.

Setelah aplikasi ditempel, jahit dengan menggunakan tusuk feston disekeliling gambar aplikasi. Atau kita bisa juga berekspresi dengan jenis tusukan lain seperti jelulur atau tusuk tangkai.

Jika sudah selesai menjahitnya, maka di belakang kain flannel itu akan tampak seperti pada foto di bawah. Memang kelihatan ngga rapi, tapi ngga apa-apa karena bagian itu kan bagian dalamnya, ngga akan kelihatan. Dan di dalam kainnya nanti kita sisipkan karton duplek yang tebal. Maryam pakai karton bekas undangan.
 
Bagian belakang busy book...

Yang Maryam tunjuk itu karton tebal bekas undangan ^^

Setelah disisipkan karton, kita mulai jahit bagian sekeliling buku dengan tusuk feston. Bagian depan buku ngga aku kasih karton supaya memudahkan, saat menyisipkan beberapa mobil mainannya. Dan ini adalah hasil akhirnya.
eh salah fotonya...hehe..yg jadi lom difotoin lagi.

cover bukunya, rumahnya bisa dibuka seperti kantong, untuk menyimpan mobil mainannya

Nah jadi deh. Buku sibuknya udah siap dimainkan sama jagoan cilik. Kita bisa membantu anak-anak mengembangkan imajinasinya dengan bercerita tentang perjalanan dari rumah (yang ada di cover buku) menuju tempat lainnya di halaman utama, ada gedung sekolah, ada rumah teman, ada taman, ada hutan dan toko kue. Selain itu kita dapat melatih motoriknya dengan memainkan mobil-mobilan mengikuti arah jalan. Beberapa pertanyaan dapat kita lontarkan untuk mengetahui logika berpikirnya, misalnya: lebih jauh mana perjalanan menuju sekolah dan toko kue? Atau buku ini dapat digunakan sebebas-bebasnya bersama anak-anak, yang penting happy...^^

Selamat berkarya ya teman... dan semoga dengan mainan ini kita dapat menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama para krucil... hehehe..Oya kalo memang ngga ada waktu untuk membuatnya, teman-teman bisa pesan busy booknya di Maryam. Like saja fans page Momet Gift, lalu kirimkan inbox tuk memesannya. Hahaha...gpp sambil promosi yah...*gubraks*

@Drim Hill, 21 Februari 2014
Hmm.. jadi ingin berdoa lagi..."Rabbii hablii minash shaalihiin..." Ya Allah, anugrahkanlah padaku keturunan yang shalih...aamiin



Mari Membuat Recycled Book Sendiri

Buat emak-emak yang memiliki anak sekolah, membeli buku tulis merupakan sebuah aktivitas rutin setiap smester atau tahun ajaran baru. Terkadang anak-anak enggan menggunakan buku tulis yang sama meski buku itu baru dipakai setengahnya dan masih banyak halaman yang kosong. Alhasil buku itu disimpan bersama tumpukan buku bekas yang siap dijual ke tukang loak.


Hasil akhir recycled book buatanku ^^

Sebelum ditumpuk bersama buku dan koran bekas, ada baiknya kita kumpulkan kertas-kertas yang masih kosong tersebut. Selanjutnya, bisa kita gunakan kertas kosong itu untuk memo, notes kecil, atau jika cukup banyak, bisa kita sulap lagi menjadi sebuah buku tulis baru yang lebih unik. Tentunya anak-anak pasti senang menggunakannya dan pengeluaran kita untuk membeli buku tulis baru dapat dihemat.

Buku-buku bekas pemberian tetanggaku ^^

Kali ini Maryam akan membuat tutorial sederhana membuat buku tulis daur ulang. Sekalian menjejak kenangan saat SMA dulu, kalau ngga punya uang buat beli buku catatan, biasanya Maryam bikin buku sendiri dari kertas bekas. Makanya dulu seneng banget mengumpulkan buku tulis bekas dan mengumpulkan kertas yang masih kosong. Bukunya kadang minta sama temen-temen atau tetangga. Untuk Notes kecil, tempat fotocopy merupakan persinggahan favorit. Kalo udah kenal sama siempunya toko, Maryam bisa minta serpihan kertas HVS yang sudah ngga dipakai lagi. Cukup jetrek pakai hekter, rapikan dan hias, jadi deh notes kecil yang unik ^^

Oke, sebelum beraksi, ini dia bahan dan alat yang mesti disiapkan:
Kertas bekas buku tulis, kertas sampul (aku pakai kertas buffalo 80 gr warna Oranye), penggaris stainless, pensil, gunting, cutter, lem kertas (aku pakai merk FOX), double tip.

Pertama-tama, kumpulkan kertas berdasarkan ukuran dan jenisnya. Ada yang ukuran B5 atau sebesar buku Big Boss dan A5 sebesar buku tulis biasa yang kecil. Dari jenisnya juga beda tuh, biasanya merk SIDU lebih tebal dan halus dibanding merk Mirage atau merk lainnya.

Merk buku berbeda, jenis kertas pun berbeda...

Setelah itu satukan kertas-kertas itu dengan hekter. Hati-hati ya saat menghekternya. Gunakan hekter yang kuat dan usahakan buku jangan terlalu tebal supaya kertas masih bisa disatukan. Kalau hekter di bagian belakangnya masih menonjol, ratakan dengan palu, supaya nanti saat memasang kertas sampul tidak menonjol.

Setelah dihekter

Siapkan kertas untuk sampul. Seperti yang sudah Maryam katakan di awal, untuk sampul, Maryam gunakan jenis buffalo, tapi ukurannya kurang pas dengan kertas. kayaknya kurang bahan nih...hehe. Lipat kertas beberapa kali di bagian tengah untuk memudahkan saat melipat bukunya.

Kertas buffalo 80gr, ukuran letter. kekecilan nih...

Perhatikan lagi lipatan kertasnya ya teman, buat seperti contoh ini yaa ^^

Setelah itu, kumpulan kertas yang sudah dihekter ditempelkan ke bagian belakang sampul dengan menggunakan double tip. untuk bagian tengah buku, gunakan lem kertas FOX agar lebih kuat. Setelah itu jepit buku kita dengan buku yang lebih berat dan tebal, tunggu beberapa saat sampai lem kering supaya melekat lebih kuat dan rata.

Berhubung aku pakai kertas yang kurang bahan, saat dilipat covernya jadi begini deh...Tapi ngga usah cemas, nanti Maryam kasih solusinya, dan malahan jadi cantik bukunya.


Setelah sampul/covernya dirapikan dari kelebihan kertas, kita siapkan selembar kecil kertas kado yang sudah tak terpakai untuk menutupi kekurangan pada bagian sampulnya. Setelah diukur sesuai dengan ukuran buku, tempelkan kertas kado itu dengan double tip.

Berhubung kertas kadonya tipis, jadi dibuat dobel supaya lebih tebal

Setelah dilem dan dilipat, bentuknya jadi begini nih..^^

Alhamdulillaaah...ini dia bukunya setelah diberi sentuhan kertas kado motif batik dan ditempelin sticker "Momet Gift Handmade". Cantik kan? Pasti anak-anak senang menerima hadiah buku tulis hasil daur ulang buatan emaknya. Yup...karena semua dibuat dengan cinta....

Hasilnya: buku tulis baru yang unik dan cantik ^^

Semoga bermanfaat ya... selamat mencoba... ^^



Rabu, 19 Februari 2014

Amplop Dari Kertas Bekas

Kemarin aku sibuk bebenah rumah yang udah mirip kayak kapal pecah. Padahal sebelumnya sudah aku rapikan lho. Tapi tetep aja masih terlihat seperti gudang. Aku sadar, semua salahku. Aku hobby banget sih menumpuk beberapa barang bekas. Dan meskipun aku sudah memiliki rak buku, tapi rasannya selalu saja ngga pernah cukup. Pengen beli rak buku lagi...hehe. Ah, mungkin saatnya aku punya rumah yang ada perpustakaannya dan ruangan khusus buat nge-BENGKEL.

Di antara sudut ruangan di dalam rumahku, ada satu sudut yang selalu berantakan, yups...itu bengkel kreativitasku. Di sana ada banyak barang-barang bekas yang dibuang sayang. Salah satu barang yang senang aku kumpulkan adalah kertas bekas, entah itu kertas kado bekas pembungkus paketan dan bikin gift box, kertas bekas undangan, kertas dari box pembungkus makanan dan kosmetik, dan lain-lain.

Nah, supaya kertas itu ngga langsung dibuang, aku memperpanjang daya gunanya dengan menyulap mereka menjadi sesuatu yang lebih manfaat. Yang kepikiran sih, cuman bikin amplop...hehehe. Ini dia salah satu hasilnya...


Adakah kertas kado yang lebarnya tanggung seperti ini di rumah teman-teman? 


Jangan buru-buru dibuang ya. Kita bisa bikin amplop lucu dari serpihan kertas kado ini. Bikin amplop itu gampang banget teman. Aku punya cara cepat tanpa harus mengukur-ukur dengan penggaris. cukup sediakan pisau cutter, lem kertas, dan gunting.

Pertama-tama, sediakan selembar kertas dengan ukuran bebas. Jika amplop yang ingin dihasilkan berbentuk persegi panjang, kertas kado yang disiapkan baiknya berbentuk kotak. Namun jika ingin menghasilkan amplop berbentuk persegi,, siapkan kertas berbentuk persegi panjang.

Kemudian lipat menjadi dua bagian, dan lebihkan sekitar 0,5 cm untuk lipatan.


 Lipatan sisa kertas selebar 0,5 cm tadi seperti gambar di bawah ini. Kemudian lem dengan menggunakan lem kertas secukupnya (tipis-tipis).

Jika sudah di lem, hasilnya seperti ini.


Setelah itu kita gunting ujung-ujungnya seperti gambar di bawah ini.
 Kemudian lipat.
 Dengan menggunakan pisau cutter, potong salah satu bagian kertas yang dilipat tadi. Bagian lainnya dilipat dan dilem. Lakukan hal yang sama pada bagian ujung amplop, tapi ingat, untuk bagian atas, jangan di lem yaa ^^

Amplop pun sudah jadi, dan kita bisa menghiasnya dengan sesuka hati. Di bawah ini aku menggunakan kertas Kokoru untuk membuat bingkai semacam frame foto untuk menghias amplopnya. kalau teman-teman ngga punya kertas Kokoru, bisa juga dihias dengan kertas lainnya.

Ini dia amplop yang aku buat. Cepat kok prosesnya. dan ukurannya pun macam-macam.

Amplop ini bisa digunakan untuk tempat uang (angpao), bisa juga untuk membungkus kartu ucapan, Atau apapun fungsinya sesuai dengan keinginan kita. Oya bisa juga kita tuliskan sebuah puisi di secarik kertas dan kita sisipkan amplopnya dalam saku kemeja suami tercinta. Dijamin tambah lengket deh...^^

Selamat mencoba ya teman...

Jumat, 03 Januari 2014

Boneka Maryam: Sebuah Perjalanan Seorang Pembelajar

Alhamdulillaah alladzii bini'matihii tatimmushshaalihaat. Boneka Maryam masih banyak peminat. Hanya aja kadang stress sendiri kalo banyak pesanan tapi lom ada yang bantuin. Alhamdulillaah aku dah buat banyak boneka sejak beberapa bulan lalu. sekitar 20an pcs atau lebih. Sayang tanganku kayaknya kelelahan, pergelangannya agak nyeri. Jadi bulan ini pembuatan boneka agak tersendat.

Bonekanya masih lom pake baju...hehe

Kelebihan boneka Maryam dengan boneka lain, adalah... Boneka Maryam itu dibuatnya dengan cara dirajut. InsyaAllah lebih unyu dan unik. Sok aja cari di toko-toko, kan jarang banget ada boneka rajut. Terus Boneka Maryam dibuat special dan ekslusif. Warna baju dan semuanya bisa direkuest or berdasarkan pesanan. Udah gitu ini yang paling aku suka: Boneka Maryam itu bisa dibongkar pasang bajunya, sepatunya, tasnya...kerudungnya. Mirip boneka Barbie deh.

Kalo mau masuk masjid, sepatunya di lepas yaa...hehehe


Boneka Maryam juga ada kelebihan lain. Ini merupakan sumbangsihku pada dunia dakwah Islam, yaitu ikut mengkampanyekan pada muslimah Indonesia khususnya, untuk mengenakan hijab syar'i. Boneka Maryam kan pakai gamis, kerudung besar, bajunya ngga ketat alias longgar dan ngga membentuk tubuh. Jadi dengan memainkan Boneka Maryam ini, anak-anak mulai dikenalkan dengan pakaian syar'i yang betul-betul menutup tubuh. Tak seperti jilbab gaul kebanyakan...hehe.

Mengapa Boneka Maryam ngga pakai wajah? Ini merupakan pertanyaan yang sering dilontarkan teman-teman saat melihat Boneka Maryam yang wajahnya flat tanpa wajah. Aku sudah membaca sebuah hadits tentang boneka ini.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangiku. waktu itu tirai penutup bilik saya berupa kain tipis yang penuh dengan gambar (dalam riwayat lain disebutkan: terdapat gambar kuda-kuda bersayap.) Melihat tirai tersebut, beliau merobeknya dan wajahnya terlihat merah padam. Beliau kemudian bersabda, ‘Wahai ‘Aisyah, manusia yang disiksa dengan siksaan yang paling keras pada hari kiamat kelak adalah orang-orang yang membuat sesuatu yang menyerupai ciptaan Allah’ (Dalam riwayat lain: ‘Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini kelak akan disiksa dan dikatakan kepadanya, ‘Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan ini!” Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar tidak akan dimasuki malaikat.”) ‘Aisyah berkata, ‘Saya kemudian memotong kain tersebut dan menjadikan sebuah bantal atau dua bantal. (Saya kemudian melihat beliau duduk di atas salah satu dari dua bantal itu meskipun bantal tersebut masih bergambar.)’” (HR. Bukhari, Muslim, Al-Baihaqi, Al-Baghawi, Ats-Tsaqafi, ‘Abdurrazaq dan Ahmad)

Iya, supaya Boneka Maryam ini ngga menyerupai makhluk hidup ciptaan Allah. Karena itulah Boneka Maryam ngga pakai mata. InsyaAllah tiada wajah dalam boneka kami tak mengurangi nilai guna dan tampilannya yang unyu kok. Kalau boneka mau dipajang di dalam lemari pun tak mengapa, malaikat tetap bisa masuk, karena malaikat rahmat tak dapat masuk ke dalam rumah yang di dalamnya banyak dipajang foto-foto dan gambar bernyawa.

"Malaikat tak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan lukisan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan ada yang lebih spesial lagi, Boneka Maryam memiliki nilai dalam bidang pendidikan. Dengan memainkan Boneka Maryam ini ada beberapa kelebihan, diantaranya:

  • Anak bisa diajak mengembangkan imajinasi dengan cara memainkan boneka dan bercerita.
  • Anak juga akan terlatih bahasa verbalnya dengan aktivitas ini.
  • Untuk anak perempuan, kita dapat menumbuhkan dan menajamkan perasaan kasih sayang serta sikap feminin dengan memainkan boneka ini. Ibunda Aisyah Radhiyallaahu anha pun dulu sering memainkan boneka. Dalam hadits Bukhari: Aisyah Radhiyallahu anha berkata:"Saya bermain-main dengan boneka berbentuk anak perempuan di depan Nabi Shalallaahu 'alaihi wasallam."
Untuk lebih jelasnya, ada beberapa link bagus yang secara gamblang membahas boneka yang diperbolehkan oleh syariat. Saya akan sertakan di akhir tulisan ini. Memang ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang boleh tidaknya menggunakan wajah pada boneka atau tidak. Tapi aku pribadi, mengambil pendapat yang tidak menggunakan wajah. InsyaAllah lebih tenang ke hati, lebih selamat...



Mengenai lucu atau tidaknya boneka yang ngga menggunakan wajah, itu juga pendapat anda sendiri. Dan aku juga menghormati pilihan anda tuk tetap memesan boneka Maryam atau melirik boneka lainnya. Itu sih hak asasi...hehehe. Aku sih asik-asik aja...

"Apa ngga takut bonekanya ngga laku?" Seorang ibu pernah berkata demikian. Sejujurnya, pernah juga terbersit pikiran itu di kepalaku. Namun aku yakin dengan rezeki yang ada berada di tangan Allah Ta'ala dibandingkan yang berada di tangan manusia. Buatku, bisnis itu ngga selalu masalah uang dan keuntungan. Buatku bisnis itu meski memiliki value dan dijalankan dengan hati. InsyaAllah jika kita menjalankan bisnis karena Allah, dengan memperhatikan ketentuan syariat, semuanya akan lebih baraakah.

Oya, pernah juga seseorang berkata: "Ah ini kan bisnis, jangan bawa-bawa masalah TUHAN...lah. Jjangan sok idealis". Aku hanya bisa beristighfar mendengarnya. Bagaimana bisa aku memakai berjuta wajah dalam menjalani hidup ini? Aku ini adalah seorang manusia yang terintegrasi, aku sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu rumah tangga, sebagai seorang crafter, seorang anak, seorang sahabat untukmu...aku adalah seorang HAMBA seutuhnya. Aku adalah seorang MUSLIMAH, yang tak dapat terpisahkan dengan aturan dan ketentuan syari'at dalam menjalani hidup. Dan aku bangga menjadi seorang Muslimah.

Dan masih banyak kalimat-kalimat yang kurang berkenan di hati tentang aku dan idealisme yang aku pegang dalam menjalani bisnis ini. Tapi aku ucapkan terimakasih banyak kepada mereka yang telah mengatakan itu padaku. Karena dengan bantuan mereka melalui kata-kata negatif itu, aku menjadi terpacu tuk dapat berkarya dengan baik, dan terus meyakinkan diri apakah cara berbisnisku sudah baik dan benar serta sesuai syari'at. Dan ini membuatku terus tergerak untuk selalu belajar dan belajar...


4 Januari 2014
@Bukit Impian
Di tahun 2014 masehi ini, banyak hal yang ingin aku lakukan dan aku ingin memperbaiki apa yang sudah berjalan. Semoga usaha ini berkah dan bermanfaat bagiku, keluargaku, agamaku...aamiin..

Oya ini link yang aku janjikan di atas tentang boneka, moga lebih bermanfaat ya teman.
http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fatwa-ulama/fatwa-ulama-tentang-boneka/
kalo belom puas, silakan berselancar ke www.yufid.com

Teman, kita akan sangat membutuhkan ilmu lebih dari kita membutuhkan makanan ataupun udara yang kita hirup...yup...ilmu syar'i...bekal dan tuntutan kita dalam menjalani hidup. Karena kita seorang hamba, seorang muslim...





Senin, 30 Desember 2013

Baby Shoes Ballerina

Masya Allah, udah beberapa hari ini aku mulai merasa jenuh dengan project Boneka Maryam dan kaos flannelku. Alhamdulillaah mereka tingga dikit lagi, dan tinggal finishing. Nah tadi di FB Mba Novi share pola sepatu dari link ini: http://www.aheys.com/knittingdanprojeksaya/free-crochet-pattern-ballerina-baby-booties-by-daknit-designs/

InsyaAllah gratis polanya, namun jika mau copas sebaiknya memperhatikan sumber aslinya...yaa..sebagai wujud penghargaan kita sama si empunya pola.

Eh mudah dan cepat juga lho bikinnya. Ngga sampe satu jam udah kelar aja. Mungkin karena memang sepatunya juga kecil, maklum ini sepatu bayi. Panjangnya hanya 10 cm saja. Maryam pakai hook no 4mm dan benang katun. Kalo pengen lebih besar ukurannya, bisa dengan mengganti benang dengan ply lebih besar atau mendobel benang dan merajut dengan hook dengan nomor yang lebih besar. Untuk ukuran dewasa kayaknya jumlah chain atau rantainya dan row/barisnya bisa ditambah. Suka hati kita lah, yang penting jangan bosan tuk mencoba dan memodifikasi pola. *nasihat dari tukang ngarang pola...wkwkwkw*

Baby Shoes Ballerina buatan Maryam, with small white roses ^^


Di link asli pakai bahasa Inggris. Nah untuk memudahkan, Maryam mau coba menerjemahkannya ke dalam bahasa kita tercinta...Indonesia...hehe. Di dalam pembuatan sepatu ini ternyata hanya menggunakan dua jenis tusukan, yaitu double crochet dan half double crochet. Mudah kan? ^^

Pertama, kita buat chain atau rantai dulu sebanyak 23ch. Lalu di rantai ke-4, kita buat dc. Setelah itu lanjutkan hingga di ujung. Nah di rantai terakhir kita buat 6 dc lalu lanjutkan dc di setiap lubang yang berlawanan arah, dan di akhir tusukan (stitch) lakukan 2 dc dalam satu lubang, lalu satukan (slip stitch)

Di putaran ke dua, lakukan 3 rantai (ini dihitung sebagai 1 dc). Dan di lubang yang sama, lakukan 1 dc. Setelah itu lakukan masing-masing 1 dc dalam 18 lubang berikutnya. Setelah itu 2 dc dalam setiap lubang sebanyak 6 kali. Setelah itu 18 dc lagi, dan di satu lubang terakhir, lakukan 2dc dalam satu lubang.

Di putaran ke tiga, lakukan 3 rantai lagi, dan di lubang yang sama, lakukan 1 dc (seperti langkah di atas). Setelah itu lakukan masing-masing 1 dc dalam 22 lubang berikutnya. Setelah itu 2 dc dalam setiap lubang sebanyak 8 kali. Setelah itu 22dc lagi, dan di satu lubang terakhir lakukan 2 dc dalam satu lubang.

Putaran ke empat, lakukan satu dc dalam setiap lubang.

Putaran ke lima, ini merupakan putaran untuk membentuk sepatu. Lakukan 3 rantai lalu 13 dc di lubang berikutnya. Kemudian lakukan 18 kali "dc together". Kalo di terjemahkan dalam bahasa Indonesia apa yah? Ini merupakan pengurangan atau 2 dc disatukan jadi satu tusukan. Setelah 18 kali dc yang disatukan itu, lakukan 14 dc di tiap lubang yang tersisa. InsyaAllah udah kelihatan bentuk sepatunya.

Putaran terakhir, lakukan 2ch, lalu dalam setiap tusukan lakukan hdc (half double crochet). Lalu matikan tusukan. Terakhir, sembunyikan benang yang kita gunting dalam sela-sela tusukan.

Hasil akhirnya aku tambahkan karet elastik putih,
biar pas dipakai sama bayi ngga mudah copot-copot


Alhamdulillaah, sepatunya siap dihias dengan bunga, pita atau apapun sesuai kreasi dan imajinasi kita.

Moga bermanfaat ya...dan mudah-mudahan hasil terjemahanku ini dapat dimengerti. Kalo ada pola atau hitungan yang salah, kabari Maryam ya...nanti kita perbaiki sama-sama ^^


31 Desember 2013
@Drim Hill...bukit impian...

Minggu, 17 November 2013

Baby Shoes Pertamaku Dengan Sol Busa

Sebelum tidur, pengen banget nulis sesuatu...tentang apa yah? Oh ya, aku mau cerita tentang sepatu rajut yang baru aku buat. Ini lain dengan sepatu rajut yang biasanya aku buat. Solnya lebih tebal dan memakai busa. Pembuatannya agak ribet tapi hasilnya lebih memuaskan.

Dengan Pita Pink Cantik ^^

Teknik pembuatan sepatunya sama aja dengan sepatu biasanya. Bikin sol, lalu merajut bagian pinggirnya. Hanya saja pembuatan sepatu kali ini aku membuat 4 sol. Jadi untuk membuat sebelah sepatu aku menggabungkan 2 sol dan menyisipkan busa ke dalamnya.

Bagian bawahnya pink


Untuk polanya, silakan googling saja dengan kata kunci "free baby shoes pattern" insyaAllah nanti keluar banyak pola gratis yang muncul.

Oya, waktu membuat sol ini, lebihkan satu sentimeter untuk menjahit bagian pinggirnya. Aku melakukan kesalahan fatal. sudah diukur panjang sol 10 cm, tapi hasil yang didapat hanya 9cm. Alhamdulillaah dari kesalahan ini aku mendapat banyak pembelajaran.

kecil amat yak...buat new born siy...


Hmm....yang penting: SEMANGAATTT... ^^


Kamis, 14 November 2013

Maryam Lagi Belajar Pola: Baby Boy Hat

Pesanan Ummu Yusuf

Alhamdulillaah, akhirnya jadi juga topi pesanan Ummu Yusuf. Setelah menggalau beberapa lama dengan pola topi yang belakangan aku tau itu namanya Cluster Hat. Beberapa kali coba gagal mulu. Aku mungkin kurang pintar berhitung, membaca pola, dan sedikit KONYOL. Yap, konyol banget karena sebetulnya aku sudah beberapa kali membuat topi serupa seperti ini tapi setiap mengulangnya, pasti riweuh lagi sama pola. Kekonyolan yang berawal dari rasa malas dalam menulis pola. Lha? gimana mau nulis pola, membaca pola saja aku sulit, dan sepertinyaa...teman-teman malu main denganku...*hahaha...jadi meleset ke iklan jaman dulu--->kalo temen-temen pembaca lahir dan mengalami masa kanak-kanak di era tahun 80'an kayaknya tau deh iklan layanan masyarakat ini...*

Back to my crochet project...

Kalo ngga salah pola topi ini aku dapatkan secara gratis di inet, sayang aku lupa menyimpan link'nya. Tapi ada topi yang udah jadi sebelumnya dan aku akhirnya mencontek dari pola topi terdahulu dengan cara menghitung langsung satu-satu dan meneliti topinya. Untunglah topinya lom aku kirim sama pelangganku..hihi...*maap yah Mba Ayu...jaketnya lom kelar*

Pesanan Mba Ayu


Biar ngga rempong, dan sekalian mau belajar nulis pola, jadi maryam coba tulisin deh polanya di sini. Mudah-mudahan dimengertos :D


  1. Dalam magic ring: ch 3, dc 15
  2. ch 3, dalam setiap stitch: *1 dc, ch** ulangi 15 kali
  3. ch 3, dc, ch1, lalu dalam setiap space berikutnya (lubang yang terbentuk oleh ch): *2dc, ch1** ulangi 15 kali.
  4. ch 3, 2 dc, ch1, lalu dalam setiap space berikutnya (lubang yang terbentuk oleh ch): *3dc, ch1** ulangi 15 kali. 
  5. ch 3, 2 dc, ch1, *lalu dalam space berikutnya: 3dc, ch1, 3dc, ch1. lalu dalam 3 space berikutnya: 3dc, ch1** ulangi 4kali, lalu dalam space berikutnya: 3dc, ch1, 3dc,  lalu dalam space terakhir: 3dc, ch1
  6. ch 3, 2 dc, ch1,  lalu dalam 2 space berikutnya: 3dc, ch1, *lalu dalam space berikutnya: 3dc, ch1, 3dc, ch1. lalu dalam 4 space berikutnya: 3dc, ch1** ulangi 4kali, lalu dalam space berikutnya: 3dc, ch1, 3dc,  lalu dalam space terakhir: 3dc, ch1
  7. ch 3, 2 dc, ch1, *3dc, ch1** ulangi 23 kali
  8. ch 3, 2 dc, ch1,  lalu dalam 3 space berikutnya: 3dc, ch1, *lalu dalam space berikutnya: 3dc, ch1, 3dc, ch1. lalu dalam 5 space berikutnya: 3dc, ch1** ulangi 4kali, lalu dalam space berikutnya: 3dc, ch1, 3dc,  lalu dalam space terakhir: 3dc, ch1
  9. ch 3, 2 dc, ch1, *3dc, ch1** ulangi 27 kali
  10. ch 3, 2 dc, ch1, *3dc, ch1** ulangi 27 kali
  11. ch 3, 2 dc, ch1,  lalu dalam 4 space berikutnya: 3dc, ch1, *lalu dalam space berikutnya: 3dc, ch1, 3dc, ch1. lalu dalam 6 space berikutnya: 3dc, ch1** ulangi 4kali, lalu dalam space berikutnya: 3dc, ch1, 3dc,  lalu dalam space terakhir: 3dc, ch1
  12. ch 3, 2 dc, ch1, *3dc, ch1** ulangi 31 kali
  13. lakukan hal yang sama sampe row ke 19
Lalu 6 row berikutnya pakai single crochet.

Untuk aplikasinya: gambar skuter, aku ngga yakin bisa jelasin dengan baik. soale banyak ganti warna. Hmm...tapi aku coba deh.

Langkah pertama: bikin ban atau Roda ke-1 (bagian depan)
  1. Dalam magic ring, buat 5 sc pakai benang biru muda, lalu ganti warna dengan biru tua, lakukan 5 sc lagi terus slip stitch. (10sc)
  2. ganti warna hitam: ch1, lalu 2sc dalam setiap lubang, lakukan 5 kali, ganti warna dengan biru tua lagi, dan lalukan hal yang sama: 2sc dalam 5 lubang terakhir. (20sc)
  3. ch 1, balik, 
  4. hadauuu....aye pusing....kumahanya ieu teh?? dipending dulu dah kalo pola skuternya mah...maap yah ^^ kalo kepala saya udah ngga ngebul nanti saya nulis lagi disini deh...insyaAllah..
Maaf sodara-sodara....kepalaku mendadak pusing...hahaha...mau istirahat dulu. Lieur gening bikin pola teh? Uyuhan itu penulis buku Crochet yah...masyaAllah...!!! Sigana palalinter CALISTUNG..!!! ^^

Ah jadi inget nilai matematika aku waktu SMA sempet doremi gitu deehhh. Padahal di SD dan SMP, matematika saya nyaris sempurna, 9-10 nilainya. Cita-cita juga pernah pengen jadi guru matematika, tapi malah nyasar ke jurusan bahasa linggis. Ah...disyukuri wae atuuhh... saya bisa belajar merajut oge berbekal bahasa linggis kan... InsyaAllah barakah lah... Hatur nuhun ka Ibu sareng Bapak, anu tos nguliahkeun sim kuring di Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Alhamdulillaah bekel ilmu na kaangge pisan...
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta berilah rahmat kepada keduanya, sebagaimana mereka mendidikku di waktu kecil.”