Minggu, 05 Januari 2014

Kecamuk Unek-Unek Sebelom Bobo

Beberapa hari terakhir ini aku makin sering kesulitan menutup mata. Sekedar tuk merehatkan segenap pikiranku.

Adakah yang salah? Niat yang menggerakkan aksiku. Strategi yang aku terapkan. Cara yang aku lakukan. Atau apa??? Apa yang salah???

Gomenasai...maafkan daku...jika ada diantara sahabat yang aku kecewakan, hiksss...sensi banget siy...

hadeuh...malah curcol.




Jumat, 03 Januari 2014

Boneka Maryam: Sebuah Perjalanan Seorang Pembelajar

Alhamdulillaah alladzii bini'matihii tatimmushshaalihaat. Boneka Maryam masih banyak peminat. Hanya aja kadang stress sendiri kalo banyak pesanan tapi lom ada yang bantuin. Alhamdulillaah aku dah buat banyak boneka sejak beberapa bulan lalu. sekitar 20an pcs atau lebih. Sayang tanganku kayaknya kelelahan, pergelangannya agak nyeri. Jadi bulan ini pembuatan boneka agak tersendat.

Bonekanya masih lom pake baju...hehe

Kelebihan boneka Maryam dengan boneka lain, adalah... Boneka Maryam itu dibuatnya dengan cara dirajut. InsyaAllah lebih unyu dan unik. Sok aja cari di toko-toko, kan jarang banget ada boneka rajut. Terus Boneka Maryam dibuat special dan ekslusif. Warna baju dan semuanya bisa direkuest or berdasarkan pesanan. Udah gitu ini yang paling aku suka: Boneka Maryam itu bisa dibongkar pasang bajunya, sepatunya, tasnya...kerudungnya. Mirip boneka Barbie deh.

Kalo mau masuk masjid, sepatunya di lepas yaa...hehehe


Boneka Maryam juga ada kelebihan lain. Ini merupakan sumbangsihku pada dunia dakwah Islam, yaitu ikut mengkampanyekan pada muslimah Indonesia khususnya, untuk mengenakan hijab syar'i. Boneka Maryam kan pakai gamis, kerudung besar, bajunya ngga ketat alias longgar dan ngga membentuk tubuh. Jadi dengan memainkan Boneka Maryam ini, anak-anak mulai dikenalkan dengan pakaian syar'i yang betul-betul menutup tubuh. Tak seperti jilbab gaul kebanyakan...hehe.

Mengapa Boneka Maryam ngga pakai wajah? Ini merupakan pertanyaan yang sering dilontarkan teman-teman saat melihat Boneka Maryam yang wajahnya flat tanpa wajah. Aku sudah membaca sebuah hadits tentang boneka ini.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangiku. waktu itu tirai penutup bilik saya berupa kain tipis yang penuh dengan gambar (dalam riwayat lain disebutkan: terdapat gambar kuda-kuda bersayap.) Melihat tirai tersebut, beliau merobeknya dan wajahnya terlihat merah padam. Beliau kemudian bersabda, ‘Wahai ‘Aisyah, manusia yang disiksa dengan siksaan yang paling keras pada hari kiamat kelak adalah orang-orang yang membuat sesuatu yang menyerupai ciptaan Allah’ (Dalam riwayat lain: ‘Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini kelak akan disiksa dan dikatakan kepadanya, ‘Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan ini!” Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar tidak akan dimasuki malaikat.”) ‘Aisyah berkata, ‘Saya kemudian memotong kain tersebut dan menjadikan sebuah bantal atau dua bantal. (Saya kemudian melihat beliau duduk di atas salah satu dari dua bantal itu meskipun bantal tersebut masih bergambar.)’” (HR. Bukhari, Muslim, Al-Baihaqi, Al-Baghawi, Ats-Tsaqafi, ‘Abdurrazaq dan Ahmad)

Iya, supaya Boneka Maryam ini ngga menyerupai makhluk hidup ciptaan Allah. Karena itulah Boneka Maryam ngga pakai mata. InsyaAllah tiada wajah dalam boneka kami tak mengurangi nilai guna dan tampilannya yang unyu kok. Kalau boneka mau dipajang di dalam lemari pun tak mengapa, malaikat tetap bisa masuk, karena malaikat rahmat tak dapat masuk ke dalam rumah yang di dalamnya banyak dipajang foto-foto dan gambar bernyawa.

"Malaikat tak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan lukisan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan ada yang lebih spesial lagi, Boneka Maryam memiliki nilai dalam bidang pendidikan. Dengan memainkan Boneka Maryam ini ada beberapa kelebihan, diantaranya:

  • Anak bisa diajak mengembangkan imajinasi dengan cara memainkan boneka dan bercerita.
  • Anak juga akan terlatih bahasa verbalnya dengan aktivitas ini.
  • Untuk anak perempuan, kita dapat menumbuhkan dan menajamkan perasaan kasih sayang serta sikap feminin dengan memainkan boneka ini. Ibunda Aisyah Radhiyallaahu anha pun dulu sering memainkan boneka. Dalam hadits Bukhari: Aisyah Radhiyallahu anha berkata:"Saya bermain-main dengan boneka berbentuk anak perempuan di depan Nabi Shalallaahu 'alaihi wasallam."
Untuk lebih jelasnya, ada beberapa link bagus yang secara gamblang membahas boneka yang diperbolehkan oleh syariat. Saya akan sertakan di akhir tulisan ini. Memang ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang boleh tidaknya menggunakan wajah pada boneka atau tidak. Tapi aku pribadi, mengambil pendapat yang tidak menggunakan wajah. InsyaAllah lebih tenang ke hati, lebih selamat...



Mengenai lucu atau tidaknya boneka yang ngga menggunakan wajah, itu juga pendapat anda sendiri. Dan aku juga menghormati pilihan anda tuk tetap memesan boneka Maryam atau melirik boneka lainnya. Itu sih hak asasi...hehehe. Aku sih asik-asik aja...

"Apa ngga takut bonekanya ngga laku?" Seorang ibu pernah berkata demikian. Sejujurnya, pernah juga terbersit pikiran itu di kepalaku. Namun aku yakin dengan rezeki yang ada berada di tangan Allah Ta'ala dibandingkan yang berada di tangan manusia. Buatku, bisnis itu ngga selalu masalah uang dan keuntungan. Buatku bisnis itu meski memiliki value dan dijalankan dengan hati. InsyaAllah jika kita menjalankan bisnis karena Allah, dengan memperhatikan ketentuan syariat, semuanya akan lebih baraakah.

Oya, pernah juga seseorang berkata: "Ah ini kan bisnis, jangan bawa-bawa masalah TUHAN...lah. Jjangan sok idealis". Aku hanya bisa beristighfar mendengarnya. Bagaimana bisa aku memakai berjuta wajah dalam menjalani hidup ini? Aku ini adalah seorang manusia yang terintegrasi, aku sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu rumah tangga, sebagai seorang crafter, seorang anak, seorang sahabat untukmu...aku adalah seorang HAMBA seutuhnya. Aku adalah seorang MUSLIMAH, yang tak dapat terpisahkan dengan aturan dan ketentuan syari'at dalam menjalani hidup. Dan aku bangga menjadi seorang Muslimah.

Dan masih banyak kalimat-kalimat yang kurang berkenan di hati tentang aku dan idealisme yang aku pegang dalam menjalani bisnis ini. Tapi aku ucapkan terimakasih banyak kepada mereka yang telah mengatakan itu padaku. Karena dengan bantuan mereka melalui kata-kata negatif itu, aku menjadi terpacu tuk dapat berkarya dengan baik, dan terus meyakinkan diri apakah cara berbisnisku sudah baik dan benar serta sesuai syari'at. Dan ini membuatku terus tergerak untuk selalu belajar dan belajar...


4 Januari 2014
@Bukit Impian
Di tahun 2014 masehi ini, banyak hal yang ingin aku lakukan dan aku ingin memperbaiki apa yang sudah berjalan. Semoga usaha ini berkah dan bermanfaat bagiku, keluargaku, agamaku...aamiin..

Oya ini link yang aku janjikan di atas tentang boneka, moga lebih bermanfaat ya teman.
http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fatwa-ulama/fatwa-ulama-tentang-boneka/
kalo belom puas, silakan berselancar ke www.yufid.com

Teman, kita akan sangat membutuhkan ilmu lebih dari kita membutuhkan makanan ataupun udara yang kita hirup...yup...ilmu syar'i...bekal dan tuntutan kita dalam menjalani hidup. Karena kita seorang hamba, seorang muslim...





Kamis, 02 Januari 2014

Bihun Kuping Pedas

Di sela kesibukanku merenda benang, siang ini perutku nagih minta jatahnya. Akhirnya tadi ke warung terdekat nyari bahan masakan. Hanya tersedia pare, jamur kuping dan kangkung. Dengan bekal sepuluh ribu rupiah yang aku kantongi dalam dompet, aku dapat bawang merah, bawang daun dan seledri, jamur kuping sebungkus, bihun dan kangkung.

Sebenernya bingung itu belanjaan mau diapain. Akhirnya terlintas ide bikin tumis bihun. Karena di rumah ada beberapa cabe gendot, rencana mau masak yang agak hot. Bihun Kuping Pedas. Itu nama masakanku kali ini. Namanya ngarang aja...hehe.

Kelihatan meriah kan, masakanku? ^^


So, ini dia masakanku kali ini.

Bahan:
Bihun 1 bungkus, rendem di air panas
Jamur kuping 1 bungkus, cuci bersih lalu masukkan ke air mendidih kurang lebih 3-5menit

Bumbu:
Daun bawang 3 batang
Seledri 6 batang (aku suka seledri sih)
Bawang merah 5 siung
Bawang putih 3 siung
Tomat 1 buah
Cabe gendot 2 buah, buang bijinya (kalo ada mah pengennya paprika ^^) Kalo suka pedas, bisa tambah cabe rawit
Garam secukupnya
Penyedap kalo suka. Aku pakai Mas*ko Sapi dikit..hehe. Lom bisa ninggalin sepenuhnya msg ini..hadeuhhh
Minyak 2 sendok makan buat numis.
Air secukupnya kalo tumisannya garing.

Cara:
Tumis bawang putih dan bawang merah yang telah dicincang halus. lalu masukkan irisan cabe gendot. Masak hingga harum. Lalu masukkan Bihun dan jamur kuping. Aduk-aduk hingga rata, masukkan garam dan penyedap. Kalo kering, tambahkan air secukupnya. Lalu masukkan irisan bawang daun dan seledri, tambahkan juga tomat. aduk-aduk lagi hingga tomat layu. Kemudian angkat jika masakan telah cukup matang. Sajikan...

Mudah kan? Sebenernya lebih enak kalo pakai taburan pala bubuk. tapi tadi ngga ada sih. Oya jamur kuping bisa diganti atau ditambahkan dengan irisan wortel, buncis, kol, bakso, sosis, dan lain sebagainya. Tergantung selera dan suka hati kita.

Selamat mencoba. ^^ <3

Selasa, 31 Desember 2013

Ayam Bakar Ala Chef Maryam

Ini hari apa sih? Kok Rame amat? Iya ini malam tahun baruan, hari terakhir di tahun Masehi. Gilooo... orang sampe repot-repot nyewa organ tunggal, mainin musik dangdutan dengan penyanyi perempuan yang pakai pakaian seksoy. Anak-anak sibuk niup terompet nambah berisik suasana. Ada juga yang sibuk bakar petasan. Hadeuuuhh...malam tahun baruan kok lebih rame dari acara pengajian di masjid yang ada di sebelah lapangan dimana letak organ tunggal itu diadakan. Astaghfirullaah....

Hahay, mau nulis resep masakan aja mesti curcol dulu. Oya, aku bikin ayam bakar nih. tapi bukan untuk merayakan tahun baru. Tapi aku mau ngungsi malam ini ke rumah ibu (semoga di rumah ibu ngga berisik kayak di lingkungan kontrakanku ini). Berhubung malu, dari pada aku ngga bawa apa-apa... ya udah aku bawa hasil masakanku aja. Secara Ibu lom pernah aku masakin ayam bakar kan...hehe.

Setelah gugling nyari resep masakan ayam bakar, aku nemuin resep mudah di link kecap Bang*. Tapi ada banyak bumbu yang aku skip karena memang ngga tersedia. Alhasil aku bikin ayam bakarnya sakarep dhewek. Ealaaah...ternyata maknyos juga hasilnya. Dan yang penting, buat crafter sibuk kayak aku (hahaha...sok sibuk banget sih gueee???) Masak ayam bakar ini tergolong MUDAH dan CEPAAATTTT...!!!!

Ayam yang sudah dicuci bersih dan bumbu halusnya....


Oke ini resepnya...

Bahan:
1/2 kg Ayam (dapet 2 paha, aku potong dua, jadi dapat 4 potong ukuran besar)

Bumbu Halus:
Jahe 1 ruas jari
Lengkuas 1 ruas jari
Bawang putih 5 siung
Bawang merah 5 siung
Gula merah setengah gandu (satu gandu= 1 potong, jadi kalo setengah kira-kira 2 sdm)
Garam secukupnya.

Bumbu cemplung:
4 lembar daun salam
1 bungkus asam jawa yang dilarutkan air 300ml. Aku tadi salah, malah nambahin 100 ml air (jadi 400ml) ternyata kebanyakan airnya sodara-sodara....hiksss...ayamnya dah lunak, air masih banyak :(
Kecap secukupnya. Aku tadi kasih 3 bungkus kecap sachet.

Ayam yang sudah dimaskerin bumbu halus...^^


Airnya kebanyakan euy..........hikss

Caranya mudah:
Ayam yang udah dicuci bersih dilumuri bumbu halus, terus beri air asam jawa tadi (jangan banyak-banyak ya teman, cukup 300 ml aja...) trus kasih salam dan kecap. Biarkan meresap. Kalo udah agak mengering airnya, ayam siap dibakar. Jangan lupa tiriskan dulu yaaa...

Bakarnya nanti aja ah di rumah ibu, biar makannya bareng hangat-hangat. Pas dibakar, rencana mau dibalurin lagi sama kecap dan saos sambal. kalo ada, disiramin air jeruk limau biar sedap. 

Wah...wangiiii banget, dan segerrr....ini siap ditiriskan dan dibakar ^^
sangat disayangkan...ayamnya kelamaan diungkep, jadi agak hancur deh

Eh tadi aku icip kuah kecapnya enak banget loh...asam jawa bikin ayamnya ngga amis dan segar. Daun salam bikin aroma ayamnya wangiiii....Wah udah gak sabar aja pengen segera "kipas-kipas"...eh...bakar di hepokol gak usah dikipas deng....hehehe...lupa deh.

Ibuuu....tunggu aku yaa....akan kubawakan ayam bakar kreasiku untukmu....^^


Senin, 30 Desember 2013

Baby Shoes Ballerina

Masya Allah, udah beberapa hari ini aku mulai merasa jenuh dengan project Boneka Maryam dan kaos flannelku. Alhamdulillaah mereka tingga dikit lagi, dan tinggal finishing. Nah tadi di FB Mba Novi share pola sepatu dari link ini: http://www.aheys.com/knittingdanprojeksaya/free-crochet-pattern-ballerina-baby-booties-by-daknit-designs/

InsyaAllah gratis polanya, namun jika mau copas sebaiknya memperhatikan sumber aslinya...yaa..sebagai wujud penghargaan kita sama si empunya pola.

Eh mudah dan cepat juga lho bikinnya. Ngga sampe satu jam udah kelar aja. Mungkin karena memang sepatunya juga kecil, maklum ini sepatu bayi. Panjangnya hanya 10 cm saja. Maryam pakai hook no 4mm dan benang katun. Kalo pengen lebih besar ukurannya, bisa dengan mengganti benang dengan ply lebih besar atau mendobel benang dan merajut dengan hook dengan nomor yang lebih besar. Untuk ukuran dewasa kayaknya jumlah chain atau rantainya dan row/barisnya bisa ditambah. Suka hati kita lah, yang penting jangan bosan tuk mencoba dan memodifikasi pola. *nasihat dari tukang ngarang pola...wkwkwkw*

Baby Shoes Ballerina buatan Maryam, with small white roses ^^


Di link asli pakai bahasa Inggris. Nah untuk memudahkan, Maryam mau coba menerjemahkannya ke dalam bahasa kita tercinta...Indonesia...hehe. Di dalam pembuatan sepatu ini ternyata hanya menggunakan dua jenis tusukan, yaitu double crochet dan half double crochet. Mudah kan? ^^

Pertama, kita buat chain atau rantai dulu sebanyak 23ch. Lalu di rantai ke-4, kita buat dc. Setelah itu lanjutkan hingga di ujung. Nah di rantai terakhir kita buat 6 dc lalu lanjutkan dc di setiap lubang yang berlawanan arah, dan di akhir tusukan (stitch) lakukan 2 dc dalam satu lubang, lalu satukan (slip stitch)

Di putaran ke dua, lakukan 3 rantai (ini dihitung sebagai 1 dc). Dan di lubang yang sama, lakukan 1 dc. Setelah itu lakukan masing-masing 1 dc dalam 18 lubang berikutnya. Setelah itu 2 dc dalam setiap lubang sebanyak 6 kali. Setelah itu 18 dc lagi, dan di satu lubang terakhir, lakukan 2dc dalam satu lubang.

Di putaran ke tiga, lakukan 3 rantai lagi, dan di lubang yang sama, lakukan 1 dc (seperti langkah di atas). Setelah itu lakukan masing-masing 1 dc dalam 22 lubang berikutnya. Setelah itu 2 dc dalam setiap lubang sebanyak 8 kali. Setelah itu 22dc lagi, dan di satu lubang terakhir lakukan 2 dc dalam satu lubang.

Putaran ke empat, lakukan satu dc dalam setiap lubang.

Putaran ke lima, ini merupakan putaran untuk membentuk sepatu. Lakukan 3 rantai lalu 13 dc di lubang berikutnya. Kemudian lakukan 18 kali "dc together". Kalo di terjemahkan dalam bahasa Indonesia apa yah? Ini merupakan pengurangan atau 2 dc disatukan jadi satu tusukan. Setelah 18 kali dc yang disatukan itu, lakukan 14 dc di tiap lubang yang tersisa. InsyaAllah udah kelihatan bentuk sepatunya.

Putaran terakhir, lakukan 2ch, lalu dalam setiap tusukan lakukan hdc (half double crochet). Lalu matikan tusukan. Terakhir, sembunyikan benang yang kita gunting dalam sela-sela tusukan.

Hasil akhirnya aku tambahkan karet elastik putih,
biar pas dipakai sama bayi ngga mudah copot-copot


Alhamdulillaah, sepatunya siap dihias dengan bunga, pita atau apapun sesuai kreasi dan imajinasi kita.

Moga bermanfaat ya...dan mudah-mudahan hasil terjemahanku ini dapat dimengerti. Kalo ada pola atau hitungan yang salah, kabari Maryam ya...nanti kita perbaiki sama-sama ^^


31 Desember 2013
@Drim Hill...bukit impian...

Minggu, 29 Desember 2013

Kolak Pisang Harum Manis

Kemaren lihat pisang nangka mulus digantung di pojok jendela warung. Kulitnya hijau kekuningan dan mengkilap. Sebenernya aku cuman bawa duit 7 rebu perak buat beli bumbu dapur dan jajanan. Eh lihat pisang yang begitu mulus, bikin aku pengen beli. Hehe...lebay... Tapi menurut feelingku, pisang ini matangnya pasti pas. Biasanya kalo pisang nangka kebanyakan kulitnya burik-burik kehitaman, seperti yang biasa dilihat di tukang-tukang gorengan. Setelah pulang ke rumah bawa uang lagi, aku beli pisang nangkanya sekilo, alhamdulillaah dengan 6 ribu, aku bisa dapat sekitar 8-9 buah pisang ukuran sedang.

Pisang sudah didapat, terus aku merasa bingung untuk pengolahannya. Ini pisang mau diapain? Digoreng biasa, dijaketin sama terigu, itu udh biasa. Digoreng trus ditaburin gula dn keju...udah biasa juga. Suamiku bilang, untuk cemilan hindari dulu yang digoreng menggunakan minyak. Selain tenggorokan udah agak gatel, minyak juga ga baik buat kesehatan. Aku pikir bikin kolak aja deh.

Sebenernya aku ngga bisa bikin kolak. Lupa lagi...hehe. Maklum bikin kolak itu hanya setahun sekali pas moment Ramadhan aja. Gak tau kenapa, kemarin pengen juga buat kolak. Akhirnya karena aku ngga yakin dengan cara pembuatannya, lantas aku googling lagi di Mbah Gugel. hehehe...Ternyata ribet-ribet juga. ya udah kemarin aku bikin kolak dengan gaya bebas saja. Yang penting enak...

Kolak Pisang Harum Manis buatanku ^^


Ini dia bahan yang aku sediakan dalam pembuatan kolak simple ini.

Bahan:
Pisang Nangka 1 kg, dikupas lalu dipotong serong atau sesuai selera.
Gula merah sekitar 3 gandu or 100gr (aku kurang suka manis, kalo suka manis bisa ditambahkan lagi aja)
Garam setengah sendok teh
Santan instant 1 bungkus
Kayu manis 2 ruas jari

Caranya:
Didihkan air ke dalam panci, sekitar 6 gelas atau 1000ml. Lalu masukkan kayu manis, gula dan garam hingga larut. Setelah itu masukkan pisang yang sudah dipotong-potong, Terakhir masukkan santan. Biar ngga pesah, aduk terus santannya. Matikan api saat sudah mendidih sempurna. Kolak pun siap dihidangkan.

Taukah sahabat?
Saya menambahkan kayu manis agar aroma kolak lebih wangi. Ini dilakukan sebagai pengganti vanili dan pandan yang saya skip karena memang ngga ada. Selain itu kayu manis sangat berkhasiat sekali lho, Kayu manis baik untuk penderita diabetes. Dia dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Meski mungkin dalam kolak ini masih banyak terdapat gula sebagai pemanis, setidaknya kehadiran kayu manis bisa membantu diabetasi agar dapat menikmati kolak ini dengan perasaan tenang. Tentunya buat diabetasi, tetap mesti memperhatikan asupan makanan. Boleh saja makan kolak, asal ngga adalam porsi yang besar. hehe...meski ngga dijamin bisa nahan diri dari nambah porsi, karena kolak ini memang enak...

29 Desember 2013
@Dream Hill.
Jazaakallah khairan tuk suamiku tercinta, sudah jadi pelanggan setia masakanku...hehe





Kamis, 26 Desember 2013

Angeun Kacang Beureum ala Sunda

Angeun kacang beureum atau sayur kacang merah adalah salah satu masakan kegemaranku. Ibu bercerita, sejak kecil aku suka makan sayur kacang merah. Kalau ngga ada sayur kacang merah, kata ibu, aku gak mau makan. Sayur kacang merah ini juga kesukaan Abah, kakek buyutku. Kami bisa makan lahap sampe nambah porsi kalau makan dengan sayur kacang ini.

Entah bagaimana, sayur kacang merah buatan ibu rasanya lain dari yang lain. Selalu enak. Dan aku gak mengerti bagai mana rasa sayur buatanku dan buatan ibu beda rasa, padahal bumbu dan bahan serta resepnya sama. Setiap aku membuat sayur kacang merah, selalu ada rasa yang hilang dan ngga pas. apalagi kalo sayurnya ditambahkan ke dalam nasi. rasanya jadi sedikit kacau. Meski suamiku selalu bilang masakanku enak dan tiada duanya...haha...rayuan gombal deh.

Nah setelah berbulan-bulan aku gak masak sayur kacang ini, hari ini aku mencobanya kembali. Bukan maksudku mau masak sayur kacang ini, tapi tadi di warung hanya kacang merah dan tahu saja yang ku dapati. Hmm....sebenernya aku takut membuatnya...takut ngga enak lagi.

Tapi, hari ini aku memberanikan diri tuk membuat sayur kacang merah lagi. Alhamdulillaah hasilnya ternyata enak..hehe. Dan kali ini aku mau menuliskannya di istanaku ini supaya aku ngga lupa kesuksesan memasak sayur kacang merah ini, jadi suatu saat aku dapat mengulanginya kembali.

Angeun Kacang Beureum Fresh from the stove...^^


Bahan:
satu bungkus kacang merah, sekitar 250gr mungkin.

Bumbu:
3-4 lembar daun salam
seruas jari lengkuas
2 butir tomat
asam jawa sebungkus kecil (500-an)
bawang merah 4 siung
bawang putih 2 siung besar
bawang daun 2-3 kuntum
gula merah 3 sendok makan
garam atau bumbu penyedap secukupnya
Terasi kalo suka (ini info tambahan bumbu yang aku dapat dari Ibu warung, tapi aku skip, soale ngga suka terasi....hehe)

Cara:
  • rebus kacang merah sampai lunak
  • masukkan lengkuas, daun salam, asam jawa
  • masukkan bawang-bawangan yang sudah diiris
  • masukkan tomat yang sudah dipotong-potong
  • masukkan gula dan garam
  • icip-icip...udah enak belom tuh? hehe
Kalo sayur kacang merah buatan bapak, citarasanya beda lagi. Bapak suka menambahkan serpihan kayu manis ke dalam sayur. Rasanya lebih sedap, dan wanginya khas banget. Selain itu kayu manis sangat baik khasiatnya bagi penderita diabetes kayak aku. Kayu manis bisa menurunkan kadar gula darah lho. Sayang taadi di warung ngga ada yang jual kayu manis. jadi ini seadanya aja.

Nah kalo si teteh yang jual masakan matengan deket rumahku, sayur kacang merahnya aneh lagi. Dia kayaknya lebih banyak menambahkan asam jawa ke dalam sayurnya. Jadi sayur kacang merahnya lebih bercitarasa ASAM.

Ah, sebenernya...masakan itu gimana selera kita. Mau gimanapun rasanya, yang penting kita bisa menikmatinya dengan senang hati. Makanan yang dimasak dengan gembira akan menghasilkan masakan yang lebih enak dan sedap. Apalagi kalo dimasaknya ditambah bumbu cinta...hihihi...

Alhamdulillaah, moga nanti malam abiw pulang cepet biar bisa makan bareng.