Rabu, 02 Februari 2022

Belajar dewasa, dek!

 Hidup tak pernah mudah untuk semua orang. Semua butuh perjuangan dan pengorbanan untuk menyelesaikan permasalahan sesuai dengan levelnya masing-masing.

Tingkatan tertinggi bagi ujian kehidupan telah Allah berikan kepada para Nabi dan Rasul. Dan tak akan ada lagi ujian seberat itu setelah wafatnya Rasulullah shalallahu alayhi wasallam sebagai nabi dan Rasul terakhir yang Allah utus di muka bumi ini. Perjuangan lahir batin yang tiada duanya. Mengenalkan ummat manusia tentang siapa dirinya, lalu mengajak untuk kembali memurnikan tauhid agar bisa kembali pada Sang Khaliq dengan keimanan dan amalan terbaik yang menjadi terpenuhinya syarat menuju surga di keabadian.

Sejatinya hidup adalah ujian. Entah berupa nikmat atau musibah. Saat diberi kesenangan berarti syukur kita sedang diuji, dan saat diberi kesedihan berarti sabar kita yg harus digali. Pada dasarnya tak ada yg lebih "mending" atau lebih baik karena dalam nikmat dan musibah sama-sama memiliki keutamaan tersendiri. Keduanya memiliki resiko menggelincirkan kita dalam kesedihan atau kebahagiaan abadi. 

Jika kita mendapat lesenangan, kemudahan, keberlimpahan tak berarti Allah memuliakan hambaNya. Jika kita diberi musibah, kesulitan dan keswmpitan pun tak berarti Allah menghinakan atau membenci kita. Yang perlu diingat bahwa semua yang kita lalui merupakan hal terbaik dalam hidup kita jika ujian itu mampu mendekatkan kita pada Allah Ta'ala.

Belajarlah dewasa, dek.

Kehidupan harus disikapi dengan perbuatan dan pemikiran terbaik. Kematangan menjadi pribadi yang tangguh tak akan didapat tanpa sebuah rangkaian proses dan pelatihan. Mungkin butuh waktu untuk memahami dan mencerna. Tapi yakinlah Allah tak pernah meninggalkan kita. Justru kita sendirilah yang berlari menjauh dari Allah.

Jika kita mendapat musibah yang bertubi-tubi tak berarti Allah menyiksa seorang hamba. Justru Allah sedang memberi kita perhatian lebih. Kesempatan kita untuk melatih kesabaran. Bukankah hanya kesabaranlah yang mendapatkan pahala spesial dan tanpa batas? 

Karenanya, bersabarlah dengan kesabaran yang indah...

------

Catatan siang, 1 Februari 2022.

Semoga Allah meridhoi kita semua, dan mengganti rasa sakit ini dengan ampunan dan surgaNya. Aamiin...

Jumat, 12 Februari 2021

 I lost my trust to these words..

Love

Family

Friendships

...

You are realy alone in the end.

Selasa, 22 Oktober 2019

Gudeg Ceker Ala Neng Mary

Hari ini aku belanja tanpa planning lagi. Dari rumah pingin bikin opor ayam sama samgortang. Karena ternyata bahan-bahan yang dibutuhkan ngga tersedia di warung, akhirnya nyari alternatif menu lain deh.

Dan mataku tertuju sama nangka Gori yg bersih-bersih. Jadi pingin bikin tumisan pakai cabe kriting dan teri medan yang ladzidz jiddan. Ples si permata hijau yaitu pete, kayaknya tambah maknyus.

Lihat ceker yang ginuk-ginuk, aku jg tergoda mengambilnya. Untuk besok atau lusa, bikin seblak ceker atau sop biasa juga enak. Aku comot juga sayur pelengkapnya, wortel, kentang dan buncis.

Ikan nila juga aku ambil, 2 ekor dapet 14rb. Buat besok atau lusa, dibikin pesmol bumbu kuning atau dikecapin aja.

Semua belanjaan lauk dan sayur habis 55rb dan itu bisa untuk 2-3hari kedepan. Hemat kan?

Sip. Mood ku buat masak lagi bagus nihπŸ˜…

Saat pulang ke rumah, langsung aku bersihkan ikan dan ceker. Ikan nila aku beri garam dan masuk freezer. Besok lah aku goreng.

Ceker ayam, aku bersihkan juga dan langsung direbus. Sore nanti lah aku bikin sayur sop.

Begitu rencananya.....

Qadarullaah.... Abis bikin mie goreng buat sarapan, ealah...gas tetiba habisπŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’
Planning kuh gagal lagi.

Ah, Gimana bisa masak? Aku bukan ga mau beli gas baru, tapi emang ga berani masangnya. Karena agak mesti tricky gtu masang nya. Maklum kompor udah udzur.. Takut meledak akutu...hahah...parno bgt dah. Telpon suami, dia pulangnya malam nanti.

Akhirnya muncul ide masak di rice cooker ajah. Tapi masak apa? Hahahaha...bingung lg.

Gugling searching, kuputuskan untuk  mencampur aja Nangka Gori sama ceker yang dah direbus tadi pagi.

Jadinya GUDEG ceker pke rice cooker...πŸ˜„
Nangkanya aku rebus juga disitu.

Ini bahan dan bumbunya.


  • 500gr nangka gori potong kecil lalu rebus di rice cooker
  • 250gr ceker ayam kira-kira isi 10biji, rebus. Airnya jangan dibuang. Buat kuah nanti.
Bumbu:
  • 5 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • Cabe merah dan kriting 5-6 buah
  • Kemiri (aku skip)
  • Laos, serai dan daun salam aku skip jg krn ngga ada..hihi
  • 5cm Kunyit
  • 1 lembar Daun kunyit
  • 3 lembar daun jeruk
  • ½ bulatan Gula merah sisir halus, kira-kira 2 sendok makan
  • Garam, penyedap rasa secukupnya
  • Ketumbar bubuk
  • Santan kara optional klo suka. Mungkin aku kasih santan dikit nanti. Tp kok diicip udah enak sih...gasah pake santen jg gpp.
Caranya:

Blender halus bawang putih, bawang merah, cabe, kunyit, ketumbar bubuk. Sisihkan.

Susun nangka gori, ceker, di dalam rice cooker. Masukkan daun kunyit dan daun jeruk. Tambahkan bumbu halus, gula garam, penyedap rasa.


Klik tombol "cook"

Tunggu 20menitan. Aduk rata dan test rasa. Terakhir kasih santan deh...dikit.

Taraaaaaa....Gudeg ceker dah siap...πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„






Jurus Hemat Air saat Kemarau

Kemarau tahun ini lebih lama dibandingkan dengan tahun lalu. Biasanya bulan Agustus atau September sudah mulai tampak tanda memasuki musim hujan seperti udara yang lebih dingin, sering mendung dan gerimis. Qadarullaah tanda-tanda musim hujan baru muncul di minggu ke2 bulan Oktober ini. Di tempatku loh mak, entah di tempatmu bagaimana?

Krisis air sebetulnya sudah terjadi sejak sekitar 4-5 bulan yang lalu. Di tempatku, kami menggunakan air bersumber dari sebuah artesis yang dikelola warga dengan Kualitas air yang kurang memuaskan. Air keruh dan sedikit berbau besi. Aku sendiri terpaksa menggunakannya karena pompa air di rumahku telah lama rusak. Air tanah sulit keluar, pompa mesti dinyalakan hampir setengah jam sebelum air keluar. Itu pun sedikit. Jadi boros listrik juga deh.

Tapi aku masih bersyukur, masih bisa mendapatkan air artesis itu. Padahal tak jauh dari tempat kami tinggal, ibu-ibu sudah harus mengeluarkan dana tambahan dan tenaga untuk membeli dan mengangkut air. Yah, untuk air artesis juga sebetulnya bayar juga sih, tapi ngga semahal dan seribet kalau beli di abang-abang yg bawa gerobak.

Betapa air begitu berharga. Sangat terasa saat musim kemarau tak kunjung pergi jua. Penggunaan air mesti diperhatikan lagi efektifitasnya.

Manfaatkan air sehemat mungkin

Untuk sekedar wudhu, cuci tangan dan penggunaan sederhana lainnya, biasanya aku tampung air itu dalam sebuah baskom. Jika sudah penuh, air tersebut bisa dipakai untuk menyiram jalanan di depan rumah agar mengurangi debu.

Air cucian beras, cucian sayur atau ikan saat masak jangan dibuang. Bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Malah memberi nilai tambah nutrisi lho. Tanaman jadi makin subur.

Air sisa cucian baju pun jangan dibuang begitu saja. Bisa dimanfaatkan untuk menggosok kamar mandi atau menyiram teras halaman rumah.

Saat sulit air, mencuci piring dengan cara abang penjual bakso pun bisa kita contek lho. Caranya, piring digosok pakai spons yang telah dicelup cairan sabun cupir. Lalu  masukkan ke dalam baskom air bersih pertama untuk menghilangkan sisa sabun nya. Lalu masukkan ke baskom air kedua untuk membilas dan membersihkannya. Cara ini bisa lebih menghemat air daripada cara membilasnya di air mengalir. Meski mungkin kita lebih nyaman membilas di air mengalir sih..yah namanya juga berhemat kan yaaa...hehe.. Dan air bekas cuci piring itu bisa untuk membasahi jalanan juga.

Hmmm...apalagi ya... Kamu ada ide lagi tuk menghemat air?
Komen aja disini yak.




Sabtu, 12 Oktober 2019

Mengatur Keuangan Keluarga-ku

Sambil mamam yuk...πŸ˜„

 Terasa ngga sih, klo harga-harga sekarang semakin mahal? Kebutuhan semakin meningkat sementara pendapatan memiliki angka yang berjalan ditempat. Iya, segitu-segitu aja. Untuk ibu-ibu yang suaminya karyawan di suatu perusahaan mungkin paham banget dengan kondisi ini. Terlebih ibu-ibu dengan suami yang memiliki pekerjaan freelancer atau serabutan yang tak dapat diprediksi berapa jumlah rupiah yang dapat dibawa ke rumah, kadang berlebih, kadang cukup, kadang dicukup-cukupin.

Tak dapat dipungkiri, setiap ibu rumah tangga dituntut untuk memiliki skil sebagai manajer keuangan agar pendapatan suami itu bisa mencukupi kebutuhan keluarga, bahkan syukur-syukur bisa menabung juga. Soalnya klo ngga diatur, uang sebanyak apapun pasti akan habis tak bersisa.

Keterampilan mengatur keuangan keluarga itu bertujuan agar pendapatan keluarga dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaanya. Bukankah nanti harta kita pun akan dihisab? Kelak akan ditanya berasal dari mana, dan dihabiskan untuk apakah rezki berupa harta itu.

Pada catatan sederhana ini, saya ingin berbagi tips cara mengatur keuangan keluarga yang saya pelajari dari para master yg ahli di bidangnya. Namun pada kenyataannya, teori ini bersifat fleksibel disesuaikan kondisi masing-masing ya.

Apa yang harus dilakukan saat menerima gaji?

Yang jelas bukan jalan-jalan dan shopping h shopping ya Bu. Saat kita menerima gaji, mulailah dengan mencatat perencanaan keuangan. Ini menyangkut perencanaan tentang segala bentuk pengeluaran yang akan kita lakukan dan seberapa banyak uang yang dapat kita simpan.

Kalau saya pribadi, sebelum membagi uang untuk pengeluaran bulanan dan harian, biasanya saya sisihkan sekian persen dari penghasilan untuk menabung. Besarnya disesuaikan kondisi masing-masing saja. Misalnya 500 ribu rupiah. Uang tabungan ini mungkin akan dipergunakan dikemudian hari untuk umrah atau yang lainnya.

Setelah itu catatlah pengeluaran yang bersifat wajib dan rutin, seperti listrik, air, iuran sampah, spp anak, arisan, cicilan, utang, dan lain sebagainya,

Setelah dicatat, siapkan beberapa amplop dan tuliskan kegunaannya. Kemudian pisahkan uang berdasarkan jumlah yang telah ditentukan. Pembagian uang ke dalam amplop ini bertujuan agar uang tak bercampur satu dengan lainnya.

Sisa uang setelah kita memisahkannya untuk pengeluaran wajib itulah yang bisa kita gunakan untuk belanja kebutuhan harian.

Misalkan, setelah menabung dan pengeluaran wajib itu ditunaikan dalam beberapa amplop, tersisa 1.500.000,- maka besarnya uang belanja harian adalah 1.500.000,- dibagi jumlah hari dalam sebulan, yaitu 30hari. Dan didapat hasil 50ribu rupiah. Dan ini menandakan maksimal pengeluaran sehari-hari kita adalah 50ribu. Atau 350ribu seminggu.

Besar kecil angka 50ribu ini tentunya tergantung perspektif kita masing-masing. Yang jelas, kita mesti banyak bersyukur.

Demikian sedikit ilmu yang bisa saya bagi tentang mengatur keuangan keluarga. Selanjutnya nantikan catatan sederhana saya tentang bagaimana mengatur pengeluaran belanja harian seefektif dan sehemat mungkin. InsyaaAllaah segera..

Semoga ibu-ibu yang membaca artikel ini dimudahkan dalam belajar dan dilancarkan rezekinya oleh Allah. Aamiin ya Allah....















Senin, 07 Oktober 2019

Tips menyimpan makanan alaku

100rb dapat apa?

Pertanyaan itu beberapa tahun lalu sempat menjadi trending topik di seantero indonesia. Dua kubu politik pun mulai perang opini dan pembuktian. Emak-emak dan ibu-ibu bangsa beraksi unjuk kebolehan dalam mengelola keuangan dengan jumlah sekian rupiah bisa dapat apa. Mereka berlomba-lomba membuktikan klo dengan sekian rupiah itu bisa mencukupi kebutuhan hidup dalam tempo sekian hari hingga seminggu lamanya. WOW...emejing....

Kalo boleh jujur, di jaman sekarang ini, uang itu mengalami penurunan nilai. Harga-harga makin mahal aja. Yah setidaknya emak-emak yg hanya berprofesi ibu erte kayak saya yang mengandalkan gaji suami yg juga bukan pegawai kantoran dengan gaji rutin tiap bulan, 100ribu itu pendapatan yang relatif besar, namun saat di warung, entah kenapa terasa amat sangat sedikit..hehe.

Aku hairan sangat deh, kenapa ibu bangsa bisa belanja ini itu dalam jumlah banyak dengan 100rb? Sedangkan saya sendiri klo ke warung cuma dapet segitu...

Ah, ibu bangsa entah hidup di Indonesia bagian mana? Mungkin dia dapet subsidi juga dari Lady Mitoha yg kaya raya, yee kan? Ato emang tinggal di pedesaan yg harga2 belum setinggi di kota.

Kondisi seperti sekarang ini, bikin saya muter otak tuk lebih pinter mengelola keuangan keluarga. Beberapa artikel mulai saya baca. Teori-teori para pakar keuangan pun mulai saya dengarkan. Termasuk ocehan emak-emak irit di seantero yutub, tak luput juga saya simak ide-idenya. Dan.. Ternyata memang ada faedahnya. Sedikit-sedikit saya coba aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bener ngga teori mereka? Efektif ngga? Cocok ngga klo diterapkan dlm kondisi saya...?

Yg kini sedang saya coba, idenya sese-mbak di yutub, yg bisa belanja 150rb untuk seminggu. Dia ibu muda dengan 1 anak cilik. Pas, mirip saya yg masih berdua sama suami, jadi sepertinya bisa saya contek jurus hematnya. 150rb ini untuk belanja konsumsi saja loh ya, kyknya ga termasuk beli aer galon, gas, dan jajan anak..hehe.

Inti dari idenya adalah penyimpanan bahan makanan di kulkas. Setelah belanja, semua bahan makanan dibersihkan dan disimpan dengan BENAR di dalam kulkas, sehingga dapat bertahan dgn baik dan sewaktu-waktu bisa dipergunakan untuk memasak.

Jujur aja, untuk jumlah uang yang sama yaitu 150rb, saya belum bisa berbelanja seperti mba ini, yg sudah bisa membeli daging ayam, sapi, udang di dalamnya. Kenapa ya? Hehehe...ah apa aku ga bisa nawar di pasar yaaa..?

Hmm..di artikel ini saya mau berbagi tips penyimpanan bahan makanan saja deh. Tentunya yg udah saya coba dan bahan makanan yang sering saya beli.

Tahu
Ini makanan bergizi yang ramah dikantong. 10pcs, tahu kuning dapat 6rb. Klo tahu putih 10rb.
Cara penyimpanannya: tahu dicuci, lalu masukkan ke dalam Tupperware direndam air matang. Biar tahu lbh awet, ganti airnya 3 hari sekali.

Toge atau kecambah
Sekarang berani beli banyak, caranya cukup ampuh, kecambah dicuci, masuk Tupperware isi air bersih sampai terendam. Toge tetep segar didalam kulkas meski dah berapa hari.

Ikan dan ayam
Saya biasa beli ikan bandeng (14rb setengah kilo) atau ikan nila besar seharga 16rb, ayam saat ini juga sama 16-17rb setengah kilo.
Setelah dicuci, taburi garam dan beri potongan jeruk nipis biar ngga bau amis, simpan di Tupperware sebelum masuk freezer.

Daging sapi
Usahakan beli daging yg kering tak berair.
Saya biasanya beli ¼kg sdharga 27.500
Langsung kresekin masuk freezer, atau dicuci dulu, lalu diiris tipis dan dimarinasi dengan : 1sdt garam, 1sdm saus tiram, 1sdm saus sambal, 2sdm kecap manis, parutan 1 siung bawang putih, ½sdt merica, dan parutan jahe sesuai selera lalu aduk rata. Masukin ke toples sebelum masuk freezer. Kalo mau masak tinggal menumis bawang bombai saja lho...enak diteriaki atau di tumis biasa.

Udang
Ouh ini makanan agak mihil buu...seperempat udang peci super yg gede-gede harganya 29rb. Saya biasa beli di supermarket sih, karena lbh fresh dan besar2 ukurannya.
Cuci bersih, lepaskan kulit dan bagian kepalanya, kasih garam dan potongan jeruk nipis sebelum masuk freezer. Bisa diambil sewaktu-waktu untuk campuran masakan seperti tom yum, tumisan sayur, dan lain-lain.

Sayuran
Untuk semua sayuran berdaun hijau, biasanya saya petikin dulu lalu cuci bersih, sebelum dimasukkan dalam kontainer. Tapi 2-3hari mesti udah dimasak biar ngga terlalu lama. Nanti sayur nya ga seger lagi kan.

Untuk timun, jagung, terong, labu siem...ada baiknya setelah dicuci dan ditiriskan, dibungkus dengan plastic wrap biar lebih awet.
Tp ga ramah lingkungan yah? Hehehe. Klo ngga ada, masukin ke Tupperware aja deh. Biar ntu Tupperware yang di lemari bisa terpakai semua. Gak jd pajangan lagi.

Baiklah...ini yg bisa aku bagi hari ini. Semoga manfaat yah buuu...😘

Sekarang saya mesti beberes dan cuci2 dulu.

Apa kabar air bersih di daerah kalian?
Moga segera hujan yah...udah krisis aer disini. Sedih banget akutu buuu....

Senin, 23 September 2019

Senyum Ajaib


Kirana dan Laras adalah saudara sepupu. Orang tua mereka merupakan kakak beradik. Mereka sama-sama tinggal di rumah neneknya di desa. Kirana terpaksa tinggal bersama nenek karena tidak ada lagi yang dapat mengasuhnya. Kedua orang tunya meninggal dunia pada suatu kecelakaan lalu lintas. Sedangkan Laras dititipkan oleh kedua orang tuanya karena mereka harus mencari nafkah di kota.

Karena sebaya, Kirana dan Laras bersekolah di tempat yang sama. Mereka pun bahkan berada di kelas yang sama. Namun sayang, meskipun mereka saudara sepupu mereka tidak tampak akrab satu sama lain.

Sifat kedua sepupu ini sangat berbeda. Kirana meskipun anak yatim piatu memiliki sifat yang periang. Dia murah senyum dan senang menolong orang lain. Pekerjaan rumah nenek pun menjadi lebih ringan karena Kirana sering membantu menyapu lantai, membereskan rumah, mencuci piring dan melakukan pekerjaan rumah lainnya sebisa dan semampu yang bisa Kirana lakukan. Kirana pun murah senyum. Setiap bertemu orang, Kirana tak sungkan menyapa mereka dan mengucapkan salam. Tak heran Kirana memiliki banyak teman dan banyak tetangga  yang menyukainya.

Berbeda dengan Kirana, Laras memiliki sifat pemurung. Laras tak mudah tersenyum, wajahnya selalu muram dan cemberut. Jika ada yang mengganggunya, Laras mudah sekali marah dan menghardiknya. Jika nenek meminta tolong bantuannya, Laras melakukannya dengan wajah yang bersungut-sungut. Hampir tak ada orang yang betah berlama-lama bersama Laras. Itulah mengapa Laras sering terlihat sendirian dan tak memiliki teman.

Pada pagi hari Minggu yang cerah, Tiara, Icha dan Fina berkunjung ke rumah. Mereka adalah teman sekelas. Mereka berencana mengajak Kirana dan Laras untuk pergi ke kolam renang milik Bu Wida, guru olah raga mereka yang letaknya di kampong sebelah.

“Assalamu’alaikum Nek.” Ucap mereka berbarengan menyapa nenek yang sedang menyapu halaman.

“Wa’alaikum salam warahmatullaah…wah, pagi-pagi begini kalian sudah bawa ransel dan sepeda masing-masing. Mau kemana?” Tanya nenek.

“Kami mau berenang di kolam renang milik Bu Wida guru olah raga kami. Kirana dan Laras ada Nek?” Jawab Fina.

“Di dekat kolam renang ada warung yang menjual makanan juga Nek. Katanya ada banyak jajanan enak-enak,” Sambung Icha bersemangat.

Nenek tersenyum melihat mata Icha yang berbinar-binar membayangkan makanan.

“Kirana dan Laras sudah siap Nek?” Kata Tiara.

“Sebentar Nenek panggilkan ya,” Kata nenek seraya memasuki rumah dan memanggil cucu-cucu kesayangannya.

Sebentar kemudian Kirana datang dengan wajah riang menyambut teman-teman yang sudah menunggu.

“Teman-teman tunggu sebentar ya, Laras masih menyiapkan perbekalannya,” Seru Kirana.

“Iya, tapi suruh Laras cepetan Na..keburu siang nih. Nanti warung makanannya keburu habis,” Kata Icha cemas.

“Huh dasar Icha, yang dipikirkan cuma makanan saja,” Fina menimpali. Icha hanya tersenyum memikirkan kue serabi yang terkenal enak buatan Mak Jum yang katanya dititipkan juga di warung itu.

 “Laras, udah siap belum? Mau aku bantu?” Kata Kirana.

“Huh, cerewet. Kamu ngga liat aku baru saja melipat baju gantiku? Belum lagi masukin bekal makan siang dan menyiapkan botol minum.” Ujar Laras ketus.

“Baiklah biar aku bantu isi botol minumnya. Kalau sudah selesai melipatnya cepet masukin semua ke ranselmu ya. Supaya teman-teman tidak terlalu lama menunggu kita,” Kirana pun berlalu menuju dapur tuk mengisi botol air minum milik Laras.

“Oya, jangan lupa topi dan dompetmu Laras. Siapa tau kamu mau beli kue serabi juga di warung dekat kolam renang. Katanya enak loh.” Tambahnya.

“Huh…dasar cereweeettt…!” teriak Laras sambil memasang wajah cemberut.

Kirana tak mengambil hati ucapan Laras. Pikiran Kirana sudah melayang membayangkan jajanan enak di warung dan berenang bersama teman-teman di kolam renang milik Bu Wida yang baru saja di buka. Pasti hari ini akan menyenangkan.

Melihat perlakuan Laras pada Kirana, nenek menjadi khawatir pada Laras.

“Laras, Lihat dahimu jadi berkerut, hampir serupa nenek yang telah keriput. Mungkin  itu karena wajahmu selalu terlihat cemberut.” Dielusnya dahi Laras penuh sayang.

“Masa sih Nek? Ah Nenek bohong kan, supaya bikin aku kesal?” Tuduh Laras sambil mendengus sebal.

“Karena nenek sayang kamu, makanya nenek mengingatkan. Laras… senyuman itu ajaib loh. Sebuah senyuman dapat memperbaiki raut wajah seseorang. Yang tadinya muram menjadi lebih ceria. Yang tadinya buruk rupa menjadi cantik jelita.” Lanjut nenek.

“Ah nenek tau apa? Mana ada senyum ajaib?” Bantah Laras. Dia merasa nenek sudah pilih kasih. Nenek memang lebih sayang Kirana ketimbang Laras. Begitu pikirnya.

Laras keluar dari kamar dengan membanting pintu. Nenek hanya mengelus dada.

Di perjalanan, sambil mengayuh sepeda, Kirana, Fina, Icha dan Tiara sesekali mengbrol dan saling bercanda. Hanya Laras yang lebih banyak terdiam. Teman-temannya merasa sungkan untuk bercanda dengan Laras karena sifatnya yang pemarah. Hampir di sepanjang perjalanan Laras memasang wajah cemberut. Bibirnya tampak monyong ke depan beberapa senti. Dia mengayuh sepeda tanpa semangat sehingga sering tertinggal. Terpaksa teman-temannya sering menghentikan sepeda mereka untuk menunggu Laras.

Sebenarnya Laras merasa iri pada Kirana yang selalu dikelilingi banyak teman. Laras bertanya-tanya apa yang membuat orang-orang menyukai Kirana dibandingkan dia. Padahal dari penampilan, Laras merasa baju yang selalu dikenakannya lebih bagus dari baju-baju Kirana. Dan sebagian besar orang-orang pun mengakui kalau Laras memiliki wajah yang lebih cantik dari Kirana. Laras merasa semuanya tidak adil. Tanpa sadar Laras larut dalam lamunannya sendiri dan wajahnya seperti biasa menjadi cemberut dan membuat dahinya sedikit menjadi keriput.

Tanpa sadar Laras tertinggal lagi. Kali ini keempat temannya sudah berbelok arah dan tak terlihat ujung sepedanya.

“Ah, menyebalkan. Mereka meninggalkanku lagi. Ke arah mana tadi mereka pergi?” Gumam Laras kebingungan saat ada dua persimpangan jalan di hadapannya.

Jalanan itu sepi. Hanya ada seorang wanita tua yang sedang duduk di sebuah bangku seorang diri di depan halaman rumahnya. Wanita itu sedari tadi memperhatikan Laras yang berhenti tuk beristirahat tepat di depan pagar rumahnya.

“Hai kamu anak kecil. Sedang apa berdiri di sana? Cepat pergi!” Kata wanita itu kasar.

Laras menjadi kesal dengan perlakuan kasar wanita tua itu. Tapi dia butuh petunjuk darinya agar tak tersesat. Dia pun memberanikan diri bertanya.

“Apakah nenek melihat 4 anak perempuan yang mengayuh sepeda lewat jalan ini?” Tanya Laras.

“Apa peduliku? Dan…Hei, kenapa kamu memanggilku nenek? Kamu tidak lihat usiaku masih muda. Kamu mestinya memanggilku Tante,” Protes wanita itu.

“Maaf…maaf. Habisnya wajah tante terutama di dahi sudah ada banyak keriputnya begitu. Jadi kupikir tante sudah nenek-nenek.” Jawab Laras bersungut-sungut sambil menunjuk dahinya. Laras kesal karena nenek tua ini kasar dan judes banget.

“Apa kamu bilang? Dasar anak kurang sopan santun. Sana pergi, jangan berdiri di depan pagar rumahku!” Usir wanita tua itu.

Laras pun mendorong sepedanya dengan perasaan kesal, marah dan sedih. Tak terima dirinya dimarahi oleh wanita tua itu. Wajahnya memerah hampir menangis.

Setelah melewati rumah wanita tua tadi, Laras bertemu seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar rumah untuk membuang dedaunan kering ke tempat sampah. Dia tersenyum ramah pada Laras dan menyapanya.

“Kenapa sepedamu tidak dikayuh, Dik? Apakah rusak?” Tanya wanita itu penuh perhatian.

“Oh, tidak. Aku hanya kelelahan.” Jawab Laras lemah.

“Ya sudah beristirahatlah di sini dulu. Yuk mari masuk, tante punya minuman segar,” Karena air minum di dalam botol sudah habis dan kehausan, Laras pun mengikuti ajakannya.

Di halaman rumahnya ada sebuah meja dan ada beberapa anak kecil yang sedang bermain di sana.

“Mereka anak dan keponakan Tante yang sedang bermain bersama. Kamu boleh ikut bermain di teras rumah atau menunggu di bangku taman.” Ucap wanita itu. Kemudian tante cantik yang baik hati itu masuk ke dalam rumah.

Tak lama kemudian beliau kembali dengan nampan berisi segelas teh manis dingin dan sepiring kue risol di tangannya dan menghampiri Laras. Lalu mereka saling berkenalan. Tante cantik dan baik hati itu bernama Tante Diana. Laras lalu menceritakan perlakuan kasar dan tidak ramah wanita tua yang dia temui sebelumnya. Eh tapi Laras perhatikan Tante Diana kok mirip dengan wanita tua yang tadi ditemuinya di rumah sebelumnya ya? Laras membatin.

“Atas nama beliau, tolong maafkan dia ya Laras, perempuan yang kamu temui tadi itu Tante Diani, saudara kembar Tante. Dan dia belum jadi nenek lho,” Kata tante Diana sambil tertawa kecil.

Laras terkejut mendengarnya. Meskipun mereka kembar dan mirip tapi jelas-jelas sangat berbeda. Tante Diani terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Wajahnya banyak kerutan terlihat menyeramkan dan tidak ramah seperti nenek sihir di film-film dongeng. Meskipun sama-sama cantik, namun kecantikan itu tertutupi sifat kasar dan wajah cemberutnya.

“Tapi tampilan dan sifat kalian sangat berbeda sekali Tante…” Ucap Laras lirih.

Tante Diana pun tertawa.

“Iya, kamu benar Laras, kami memang sangat berbeda . Tante Diani itu sangat serius sifatnya. Meski demikian tante sayang saudara kembar tante itu. Sedangkan tante ini periang dan lebih sering tersenyum,” Ujar Tante Diana.

“Taukah Laras, kalau senyum itu memiliki keajaiban? Dengan sebuah senyuman, perasaan kita akan terasa lebih baik. Dan sebuah senyuman dapat memperbaiki raut wajah yang suram menjadi ceria. Seyuman itu bisa mendatangkan banyak teman juga lho.” Tambahnya.

“Senyuman juga bikin kita awet muda ya Tante?” Ucap Laras, kali ini dengan ekspresi tersenyum. Tante Diana kembali tertawa.

Laras merasa seperti pernah mendengar nasihat itu. Oh, dia ingat nasihat neneknya tadi pagi. Dia pun tiba-tiba teringat senyuman Kirana yang manis.

Setelah menghabiskan segelas teh manis dingin dan beberapa kue risol, Laras pun pamit untuk melanjutkan perjalanan. Saat keluar dari pagar rumah Tante Diana, keempat temannya sudah terlihat di persimpangan jalan sedang mencari Laras.

Saat melihat Laras, Kirana berteriak, “Laras…akhirnya kami menemukan kamu. Aku pikir kamu tersesat. Aku cemas sekali,” Kirana hampir menangis sambil berlari memeluk Laras.

Kali ini Laras membiarkan Kirana memeluknya.

“Iya, maaf Na. Aku tadi tertinggal jauh dari sepeda kalian,” Jawab Laras sambil tersenyum.

Tiara, Icha dan Fina menatap kedua saudara sepupu itu dengan perasaan haru. Dan baru kali ini mereka melihat Laras tersenyum. Aduh, cantiknyaaaa….

Akhirnya mereka semua melanjutkan perjalanan menuju kolam renang Bu Wida bersama-sama. Kali ini Laras berusaha untuk selalu tersenyum ceria dan berbaur dengan teman-teman lainnya. Ternyata memang benar, senyuman itu ajaib, pikir Laras. Hari itu pun jadi hari yang paling menyenangkan dan paling mengesankan bagi mereka.

Senin, 25 Februari 2019

Just...

Laa ilaaha illaa anta..innii kuntu minadz dzaalimiin..

"Jika kau mengeluh kan hidupmu yg tak bahagia, ujian2 yang datang silih berganti..kepada manusia..maka kau sama saja menceritakan, seakan Allah telah dzalim kepada makhluknya..."

Just hang in there and keep strong. Keimananmu sedang diuji.

Kau diberi kesulitan tak berarti Allah Ta'ala menghinakan atau membencimu. Begitupun saat kau diberi nikmat...

Roda dunia akan terus berputar, kelak mungkin kau berada di atasnya.. Semoga kondisimu saat ini tak membuatmu berburuk sangka padaNya..

Maafkan dan meminta maaflah pada mereka yg telah kau sakiti atau menyakiti mu..

Sungguh kehidupan akhirat lebih berat jika dirimu masih saja menggenggam sebuah perasaan buruk yg mengganjal hati.

.
Hasbunallaah wa ni'mal wakil...

Rabu, 15 Agustus 2018

CerBer GeJe-latihan nulis

Matahari terasa terik saat bayangan yang dibentuknya hanya tinggal beberapa centi meter saja dari benda yang diteranginya, Udara terasa panas, sedangkan angin yang diharapkan dapat mengusir hawa panas tak kunjung berhembus. Juna duduk termenung di bawah naungan satu-satunya pohon klengkeng di sepanjang jalan itu sambil matanya menerawang jauh ke balik awan putih yang bergumpal-gumpal seperti kapas di langit biru yang cerah.

Suara musik dangdut sayup terdengar dari balik tembok rumah berwarna kuning yang berpagarkan jeruji besi mirip penjara yang tinggi. Tak jauh dari tempat Si Juna duduk. Beberapa lelaki paruh baya sedang asyik berbincang sambil mereguk kopi panas yang terhidang di atas meja bambu yang sudah reyot. Seorang gadis muda dengan perut yang sedang hamil besar membawakan sepiring camilan dan ramah menawarkan suguhannya. Sesekali tangan mereka sibuk antara mengambil gorengan bakwan dan mengantarkan sebatang rokok murah ke mulut mereka. Asap rokok mereka seperti kabut di pegunungan saat pagi hari... Aih itu sebuah perumpamaan yang terlalu mewah. Asap rokok yang mengepul dari hidung dan mulut mereka seperti polusi yang keluar dari cerobong asap pabrik-pabrik atau knalpot mobil Isuzu Panther yang ngga lolos uji emisi. Asap haram yang cukup membuat nafas seseorang mendadak bengekan dan cukup untuk membunuh sebuah janin dalam perut ibunya yang turut menghirup udara kotor itu.

Terkadang tawa mereka memecah di antara gerung motor ojek online yang hampir beberapa menit sekali lewat di jalan itu. "Eh hari apa ini, kok mereka ngga melakukan aktifitas lain?", Si Juna bergumam seakan bertanya pada dirinya sendiri.

Para lelaki paruh baya yang berkumpul itu hampir semuanya pengangguran. Mereka adalah mantan karyawan sebuah perusahaan BUMN yang besar di kota sebelah yang beberapa tahun lalu mengalami kebangkrutan. Perusahaan yang dulu bonafid itu berhasil merumahkan hampir separuh lebih dari karyawannya. Dan berperan serta secara aktif dalam memiskinkan masyarakat sekitarnya.

"Heh Juna, ngapain nongkrong disitu sendirian?", sebuah suara yang datang dari sebrang.

Juna menoleh ke arah sumber suara itu  Dilihatnya seorang kakek berjalan dengan tongkat dikempit di kedua ketiaknya. Berjalan perlahan menuju arah berlawanan Juna berdiri dan beranjak dari tempat duduknya. Dia ingat sebentar lagi adzan Dhuhur  Tanpa menunggu lama, Juna mengikuti langkah kakek itu menuju masjid di ujung jalan.

"Istighfar dan taubat... salah satu kunci dari kunci rezki Allah..", Seakan kakek itu tau apa yang mengganggu pikiran Juna.

Pikiran Juna terlempar kembali pada peristiwa beberapa hari lalu, saat dia menerima sepucuk pesan singkat dari perusahaan yang sempat memberikan kesempatan interview padanya. Isinya memohon maaf karena Juna belum masuk kriteria yang diinginkan perusahaan. Sopan sekali memberitahu, biasanya perusahaan lain tak mengabarkan apapun Membuat Juna menunggu panggilan kerja, penuh harap.

Di tahun ke 4 ini dia menganggur Juna mulai kehilangan rasa percaya diri Akankah dia dapat membawa kebahagiaan pada keluarganya yang hidup pas-pasan? Dia ingin istrinya yang sakit-sakitan berhenti bekerja, menjahit pesanan baju-baju orang yang membuat kondisi kesehatannya semakin memburuk.

Seusai shalat, Juna terdiam ditempatnya, duduk bersila dengan kepala tertunduk.Namun seluruh jiwanya seakan terbang menembus lapisan awan Juna mencari Allah Sang Maha Perkasa, pemilik Dunia dan seisinya Juna sibuk meminta... Jalan keluar yang teerbaik atas segala permasalahannya.

"Yaa Rabb... ampunilah aku. Astaghfirullaah wa atuubu ilayhi.."

Bulir bening pun keluar dari pelupuk matanya dan membasahi janggutnya yang tebal.

****

Rabu, 18 Oktober 2017

Bihun Goreng Ala Maryam

Ngga bisa copas. Hehehe...sedihnyaaaa. 
Baiklah aku mau tulis ulang aja dah. Itung-itung berlatih mengetik kan yah. Sabar...sabar.. Orang sabar rejekinya lebar.

Jadi ceritanya ini adalah masakan yang aku bikin lagi untuk pertama kali setelah sekian lama aku ngga masak. Qadarullah selama hampir dua tahun ini suamiku yang mesti memasak untukku. Baek ya suamiku? MaasyaaAllah dah. Semoga Allah selalu merahmati belau yang selalu menjagaku dengan baik. Nah pas lagi bertenaga, saat itu aku jalan-jalan lah ke warung. Ternyata nemuin kacang kapri dan jagung semi. Ditambah Jamur kuping kesukaanku. MaasyaaAllah kalap lihat bahan makanan di warung tetangga...hihihi.



 Aku udah kebayang aja pingin bikin sesuatu dari bahan masakan itu. yup...menu andalankuh.. Bihun Goreng yummy. Duh waktu aku sehat ini enak banget kalo dikasih sambel rawit yang pedesss. Berhubung sekarang udah ngga kuat lagi perutnya jadi segala hal yang pedes aku hindari.

Oke sekarang aku tuliskan deh, resep Bihun Goreng Ala Maryam. pasti udah pada ngga sabar kan...hehe

Bahan yang digunakan:

  • 10 pcs bakso diiris tipis
  • 2 buah wortel diiris memanjang kayak korek api
  • 4 buah jagung semi potong korek api 
  • 200 gram jamur kuping (sebungkus) iris memanjang juga
  • 50gr kacang polong belah dua menyerong
  • sebungkus bihun, cuci, lalu siram aer panas sampe layu
Kacang kaprinya ada yang udah tua..
akhirnya kuambil bijinya sebagian, 
buang saja kulitnya yang sudah tua, keras nanti klo dikunyah ngga enak


Untuk bumbunya:
  • 1 buah bawang bombay iris tipis
  • 5 siung bawang merah iris
  • 3 siung bawang putih yang besar, iris atau cincang 
  • 4 lembar daun salam
  • 1/2 sendok teh Merica bubuk
  • Penyedap rasa sapi dan garam satu sendok teh masing-masing atau sesuai elera
  • Saus sambal kalo suka pedas atau skip saja, dan ditambahkan nanti pas mau disajikan.
Tambahan:
  • Pala bubuk
  • seledri potong memanjang 3 cm
  • Bawang goreng untuk taburan
Karena bahan Tambahannya ngga ada, jadi Maryam skip yah :)

Ini cara bikinnya:


  • Tumis: bebawangan dan daun salam sampe wangi. Klo udah layu masukin bakso. Aduk.
  • Masukin jagung, kacang kapri jagung semi. Aduk smp layu. Taburin garem dan penyedap dikit2. Aduk rata. Masuk seledri.
  • Masukin jamur kuping. Bihun. Aduk lg dan kasih lg garem n penyedap dikit2. Kasi merica n pala bubuk klo ada.
  • Test rasa. Klo suka pedes...kasi saus disini. Klo dah mateng angkat, tabur bawang goreng.
Tips Maryam
  • Kalo lagi menumis sayurannya jadi kering, tambahkan aer matang sedikit aja, jangan banyak-banyak karena bisa lembek
  • Selalu cek rasa setiap menambahkan bahan-bahan, karena kadang suka kurang garam.
  • Resep ini jadinya banyak loh. Dapet dua mangkuk besar. Bisa dibagi sama tetangga kesayangan...
Bihun sudah jadi..nih...


Alhamdulillah, moga resep maryam bisa dicoba juga sama emak-emak di rumah.
Jangan lupa kabari maryam dan share fotonya disini jika sudah mencoba resep ini ya.
Dan jangan sungkan untuk menjejak Komentar :)

Donat di Balik Layar

Bismillah,

Sebelom aku mati Mak, pingin banget nelorin satu buku saja yang bisa bikin hatiku seneng. Secara sejak aku masih muda belia, cantik kinyis-kinyis, aku bercita-cita pingin jadi penulis. Kayaknya keren aja gitu jadi penulis, yang kemana-mana bawa laptop warna pink atau ungu, ngetik-ngetik di bawah pohon rindang, sambil merasakan hembusan angin yang lembut mengibar-ngibarkan ujung kerudungku. Dengan mata yang kadang tak fokus pada layar, mungkin sesekali memandang sekeliling tuk sekedar memperhatikan anak yang berlarian di taman bermain, atau tukang es krim yang diserbu pembelinya. Sambil membetulkan kacamata tebalku, kubiarkan tangan kananku meraih gelas kertas berisi kopi latte yang mulai dingin. Lalu lanjut mengalirkan ide-ide lagi.

Meski aku ngga bisa jadi seorang penulis keren seperti yang aku idamkan, tak mengapa lah, sekarang pun aku cukup bersyukur bisa ngetik di atas kasur, dengan laptop biruku yang jadul hadiah suami tercintaku beberapa tahun yang lalu.

Kalau dulu aku ingin menulis sebuah novel fiksi dan dokumenter, sepertinya sekarang otak ini sudah berisi dengan banyak hal tentang benang. Hobbi yang sempat membuatku selamat dari tragedi hati. Tsaaahhh...lebayyy...hahaha. tapi bener mak, merajut itu bikin pikiranku fokus pada satu titik tertentu yang bersifat positif. Selain bikin bahagia juga menghasilkan uang. Nah ini yang paling dinanti kan yah?

Alhamdulillaah nih, dari segala sumber yang pernah aku cobain, aku nemu pola donat ini mak. aslinya...hasilnya itu memuaskan banget. Alhamdulillaah juga, aku dapetin order donat ini untuk souvenir oarang yang mau berangkat ke tanah suci tahun depan.


Aku akan bagi polanya disini lah. Lumayan kan buat emak-emak yang survive saat jatah dari suami udah menipis...hahaha. Hasil jadinya aku jual 15rebu per pcs. Kalo beli banyak tentu saja ada diskonan dong..

Ini bahan-bahan yang perlu kita siapin Mak, sebelom rajut.
  • Benang katun warna cream untuk donat dan biru untuk toppingnya
  • Hakpen 4mm 
  • Dakron untuk isian donat
  • Gantungan kunci
  • Pita ukuran 0.5 cm sepanjang 5 cm simpul mati ujungnya.
  • Gunting
  • Jarum tapestry
Pola yang digunakan dalam pembuatan donat ini hanya tusuk tunggal atau single crochet (sc yang diberi simbol dengan huruf x), increase yang diberi simbol huruf v, Mak. Mudah banget lah pokoknya...insyaAllah.

Oke kita mulai yah :)
Diawali dengan bismillah dan bikin rantai atau chain (CH) sebanyak 15 buah dan kemudian satukan kedua ujungnya dengan slip stitch. Jadi membentuk lingkaran. Untuk selanjutnya aku gunakan satuan angka untuk menuliskan pola berikutnya ya.

1. x all (15)
2. (2x, v) ulang (20)
3. (3x, v) ulang (25)
4. (4x, v) ulang (30)
5. (5x, v) ulang (35)
6-7. x all (35)
Sisakan tali yang agak panjang untuk menjahit, sebelum mengguntingnya.
Buat pola di atas dua kali dengan menggunakan benang cream dan biru ya..atau warna apapun sesuka kita deh :)

Kalau sudah selesai bikin kedua bagian, donatnya sudah mulai bisa dibentuk. dengan cara menjahit kedua bagian tersebut. Dimulai dengan menjait bagian tengahnya (yang nantinya akan menjadi lubang tengah si Donat. Kemudian disusul menjahit pinggirannya. 

Harap diingat, sebelum semua terjahit, jangan lupa isi donatnya dengan dakron Mak. dan jahit pula pita yang telah di simpul mati tadi ke bagian pinggiran donat. Kalau sudah selesai, pasang gantungan kunci dengan bantuan tang kecil. Woohhh...aku lupa nulis tang kecil ini di atas yak? Maap... maap...hehehe

Nah sudah jadi deh, Gantungan donatnya.


Terserah mau dijual apa buat dijadikan koleksi dan hadiah.. Yang jelas, Donat ini ngga bisa dimakan ya Mak... hahaha...bagus buat diettt lah pokoknya.

Sip..sip dah. Selamat mencoba ya Mak. Jangan lupa kalo sudah bikin donatnya, kirimi aye fotonya loh. Sharing is caring kan yee... ^_^ 
Like juga fans Page Momet Gift yang ada di pinggir kanan web ini yaa *kiss...kiss...*

Sekian dulu untuk hari ini. Aye mu lanjut rajut insyaAllah.
Illa liqaa...









Jumat, 18 Agustus 2017

1001 Wajah Cinta

Seperti ada mendung yang bergelayut di hamparan langit. Pikiranku seakan dijajah badai yang sebentar lagi datang. Beberapa hari terakhir ini aku memikirkanmu, Ti. Apa kabarmu di sana? Berhasilkah perjuanganmu tuk membebaskan diri dari belenggu pikiran, perasaan, dan prasangka negatif itu? Ah, aku cemas...rasa sakit di kepalamu dan sesak di dadamu itu semakin memburuk.

Kata orang, anak muda jaman sekarang, itu namanya "BAPER". Terbawa perasaan. Mungkin benar, kamu terlalu sensitif, terlalu perasa, hingga kamu sulit berpikir logis. Pikiranmu sibuk merasa-rasa hal tak nyaman yang melulu ada di sekelilingmu. Dan mungkin salah satunya aku, yang kini ingin kau hindari dan paling tak ingin kau temui meski lewat layar jernih Lenovoku. Kesalkah kamu padaku? Ah, aku mulai baper dan berprasangka buruk. Mungkin baper mu itu menulariku Ti... Andaikan ada vaksin yang bisa menangkal virus baper itu, rasanya aku ingin pergi ke Posyandu sekarang juga. Ah, sikapmu yang dingin padaku membuatku bertanya dan mengira. Yang kutakutkan adalah jika aku mulai berprasangka. Semakin kotor jiwaku, Ti... dipenuhi dan terbebani file dan data pikiran negatif itu. Haruskah ku install Clean Master, agar hatiku tetap bersih dan memori otakku menjadi ringan?

----------

Sejak aku menerima tawarannya untuk bekerja di toko itu, resmi sudah kemerdekaanku terrenggut. Aku tak memiliki waktu bebas melakukan apa yang aku suka Aku pun tak bisa menumpahkan apa yang ada dalam benakku. Rasanya kepalaku makin berat dengan segala ide dan beragam isi pikirannya. Aku tersiksa, karena setiap hari yang kuhadapi adalah benda-benda tak bernyawa yang sulit meresponku saat aku bicara. Meski begitu aku bersyukur, karena mereka benda tak berperasaan yang tak akan menulariku penyakit baper atau berkata nyinyir tentangku.

Sementara kulihat kau semakin membaik Ti. Tanpa aku.. yang sering kau bilang lebih beruntung dari dirimu. Masihkah kau akan melihatku dengan cara yang sama? Aku yang sering membuatmu iri. Entah apa yang kau lihat pada diriku. Iri? Apa keberuntungan yang ada padaku sampai kau iri hati padaku?

Menghadapimu Ti, makin sulit untukku. Penyakit baper yang kau tulari mulai menjangkitiku. Melihatmu tersenyum menebar sapa pada siapa saja...namun kau tetap mendiamkan aku saat kita dalam sebuah kumpulan yang sama. Aku merasa aku cemburu. Mengapa kau memperlakukanku berbeda? Kalau boleh kau tumpahkan saja semua kekesalanmu padaku. Marahlah..semaumu. Tapi kembalilah ramah padaku.

Aku selalu bertanya-tanya, sudah berakhirkah episode pertemanan kita sampai disini? Rasanya hatiku masih menolak kenyataan bahwa jalan yang kita tempuh tak lagi sama. Aku masih menyangkal bila ternyata aku tak lagi memiliki tempat khusus dalam hatimu.

Aku kangen kamu Ti....

-----------------------------------

cerpen apa sih ini? hahaha.

Ngga ada ide untuk melanjutkannya. Ada ide ngga Mak? komen yah....

Kamis, 20 Juli 2017

Jangan Berteman Denganku

I'm not someone...
I'm just no one.

Dear my friend, 

Jika kau mendekatiku karena sebuah alasan yang bersifat materi, ketahuilah... bahwa aku tak memiliki apapun tuk kuberikan kepadamu.

Jika kau ingin berteman denganku karena berhusnudzan aku terlihat shalihaat, ketahuilah... bahwa Allah yang Maha Penyayang masih menutupi aib-aibku, sedangkan kamu tak mengetahuinya.

Jika kau mau bersahabat denganku karena sangkaan aku orang yang baik, ketahuilah... bahwa aku pun hanya manusia biasa yang memiliki sifat dan kebiasaan buruk yang masih kuperjuangkan tuk memperbaikinya.

Jika kau ingin berkenalan denganku karena ingin mengajakku masuk Multi Level Marketing (MLM), ketahuilah bahwa aku ngga akan mau bergabung karena MLM itu haram dan tak dibenarkan syari'at, dan aku udah kapok karena pernah menjalaninya. 😜



Teman, maukah kau berteman dan bersahabat denganku karena Allah Ta'ala? 
Yang tak hanya menyayangiku tulus tanpa syarat, namun dapat mengingatkanku dalam kebenaran dan taqwa... 
Agar perjumpaan kita tak semata di dunia, tapi hingga kelak berkumpul kembali di JannahNYA.


Sahabatmu, 
Maryam

21 Juli 2017
@Pondok CIpta Mas











Tutorial Boneka

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Hai sobat, Udah bertahun-tahun aku ngga nulis yak. Yah harap maklum..aku orang sibuk kan..hohoho.. geer banget sih. Iya sibuk banet dengan masalah kesehatanku, hingga beberapa saat lamanya aku ngga bisa berkarya dan menulis di blog ini.

Sebagai gantinya pada hari ini aku mau bagi tutorial cara bikin boneka. Polaya aku cari di pinterest. Dan sudah aku coba, hasilnya lumayan berhasil.

Bahan yang digunakan cukup sederhana.

  1. perca kain aneka warna. khusus kulit, gunakan katun polos warna teran seperti putih dan coklat susu. Aku dikasih perca kain sama teh Irma Maryam, dari Halima Syar'i. Barakallaau fiih...sampe sengaja ke rumahku ngasi sekeresek besar kain perca, tuh... Yah, rejeki ngga kemana kan yee?
  2. Jarum dan benang jahit untuk menjelujur dan pasang rambut boneka 
  3. Mesin jahit, kalo ngga ada, jahit tangan aja pakai tusuk tikam jejak saja.
  4. Gunting kertas, gunting kain, dan gunting zig-zag khusus kain. Kenapa pake segala jenis gunting? biar guntingnya tetep awet. klo gunting kain dipake gunting kertas nanti cepet tumpul. tapi klo udah tumpul, gampil kok, ini tips untuk menajamkannya kembali: coba pakai untuk gunting alumunium foil, insyaAllah gunting kainmu akan tajam lagi... :)
  5. Dakron atau kapas sintetis untuk isian boneka.
  6. kertas kado atau apapun lah...pokoknya untuk menggambar pola boneka. 
  7. Pensil pulpen penggaris, alat tulis saja secukupnya
Setelah semua terkumpul...mari kita mulai...

  • Pembuatan Pola
Dengan bantuan pola asli dari blog Dee Rosa Artesanatos, jiplak deh polanya di kertas kado. Kertasnya yang agak tebel ya mak, biar polanya awet dan bisa dipakai berulang-ulang
Nah ini hasil penampakan jiplak aye...

  • Potong perca
Proses berikutnya, menjiplak dan memotong pola pada bahan perca. Lebihkan sekitar setengah senti untuk kampuk saat menjahit perca nanti.
Untuk kepala, siapkan perca hitam sebanyak 2 lembar, untuk rambut depan dan belakang. Perca putih satu lembar untuk bagian muka. 
Untuk badan pilih perca yang motifnya cantik, aku pilik polkadot orange. buat sebanyak 2 lembar.
Untuk tangan buat sebanyak 4 lembar dari perca putih
Untuk kaki dan sepatu, gabungkan dua jenis perca dan gunting sebanyak 4 lembar. Aku pakai perca motif bergaris dan kotak sebagai sepatunya.

  • Proses menjahit
pertama-tama, jahit pola kepala dan badan. diawali perca polkadot orens sama perca hitam (rambut bagian belakang. jahit pada bagian lehernya. Untuk bagian wajah, sebelum dijahit pada perca bagian badan, kita jahit dulu perca itam atau rambut bagian depan ke perca putih untuk bagian kulit muka. Aku pakek teknik jahit "sembunyi"...apa ya namanya...hehehe. klo bisa mah langsung jahit aja pke mesin jahit.
Hasilnya bisa dilihat di foto atas tuh...kiri bawah.

Setelah selesai menggabung 2 pola kepala dan badan.. lalu kedianya disatukan dan dijahit mesin (biar cepet).  Sebelomnya jelujur dulu biar rapih  hasilnya kayak gini nih...


Nah, jahit pula bagian lain dengan cara yang sama.
  • Isi Dakron
Setelah semua dijahit, isi deh dengan dakron sampe keliatan menul-menul. Setelah itu satukan setiap bagian tangan dan kaki pada bagian badannya. Klo aku jahitnya pke tusuk sembunyi..halah..apa namanya yak..klo bahasa kerennya? 

Nah pokoke hasile jadi ginih...nih..klo udah disatukan semuah.
boneka kain maryam
Bonekanya pke kacamata si empunya...hehehe

Gimana?
cantik kan? Maa syaa Allah...boneka buat si kecil pun sudah jadi.
Selamat mencoba ya mak...



Kamis, 21 April 2016

I'm Back...

Assalaamu alaikum warahmatullaah wabarakaatuh..

Ah...Akirnya bisa kembali lagi ke istana ini...Setelah sekian lama aku ngga bisa menulis lagi di blog ini dikarenakan beragam hal. Mulai masalah sinyal internet, gada duit buat beli pulsa..dan kondisi kesehatan yang bikin aku tertidur lama dari dunia maya ini kayak sleeping beauty...

Terutama alasan yang terakhir aku sebutin itu..tuh yang bikin aku mati kutu. Alhamdulillaah ala kulli haal. moga  jadi penggugur dosa-dosaku yang menumpuk ini...huhuhuhu...

Hampir dua tahun aku ngga nulis ya teman? adakah yang rindu aku? hahaha...siapa aku keleuss??? Yup..hampir dua tahun aku bergelut dengan badai dalam pikiranku. Ceileeh...lebaynyaaa...

Yah pokoknya...gitu deh...Tapi yang pnting aku sekarang mulai bangkit lagi. Aku ngga akan menyerah dan kalah pada kondisi ini. Setidaknya sebelom aku tutup usia. pingin banget aku miliki pengalaman yang bermanfaat dan membaginya dengan dunia.

selama ini Alhamdulillah...selama off dari dumay...banyak hal yang aku pelajari. Salah satunya menjahit. Yup..aku sekarang senang menjahit kain perca.. tempat pensil..dan celana panjang anak.

Daaannn....insyaAllah dalam waktu dekat ini aku mau ngadain workshop "Menjahit Aplikasi flannel pada Kaos Anak..."

Yang minat..yuk ikutaannn..... :D

Jumat, 01 Agustus 2014

Mudah dan Lezat: Pasta Aglio e'Olio

Hai sahabat tercinta, udah lama aku ngga nulis di blog ini ya? Ada yang kangen kah? Sejak bulan April lalu, aku pindah rumah dan sejak saat itu banyak hal yang terjadi. Mulai dari kesehatan yang kurang baik, jaringan internet yg kurang oke hingga penyakit "kanker" (kantung kering) yang mendera sampe kemaren mesti jual modem dulu..hehehe, alhamdulillaah kmaren dapet tehaer bisa beli lg yg baru. Semua hal itu membuatku ngga bisa eksis di dunia persilatan ini...wakakaka..berasa memerankan tokoh Bibi Lung di film "Return of the Kolor Heroes" :P

Oya sahabat semua, aku mu ucapin Taqabbalallaahu minna wa minkum, semoga amal ibadah ramadhan kita diterima Allah Ta'ala. aamiin. Aku mu mohon maaf juga pada sahabat semua jika ada kesalahan kekhilafan...mohon dimaafkan yaaaa....

Mu cerita dikit nih, abis Lebaran kemaren kayaknya kehidupan di dapurku belum beranjak normal. Di tempatku tinggal belum banyak warung sayur yang buka. Sulit mau masak dan menyediakan makanan. Untuk membeli sayuran aku mesti minta antar suamiku pergi ke pasar tradisional terdekat. Ternyata harga-harga di pasar lebih unggul dibandingkan dengan harga di warung kesayanganku. Tapi apa boleh buat, selama ibu warungnya mudik, aku mesti bersabar...hehe.

Namun hari ini suamiku ngga ada di rumah. Dia sudah janji mau ketemu teman lamanya. Jadi aku ngga bisa masak sesukaku. Di dapur hanya ada sisa pasta spageti, sekuntum brokoli dan tiga buah jagung semi. Bumbunya pun hanya ada bawang putih, sepotong rawit dan sebuah cabai merah yang sudah layu...hehe. Voillaa....jadi juga semangkuk spageti Aglio e'Olio mirip dengan masakan chef di drama Korea "Pasta" yang pernah aku tonton. Bahagiaaanyyyaaaa...

Ini penampakan pasta-ku...



Biar ngga penasaran, aku tuliskan lagi resepnya yaaa....

Bahan:
100 gr Spageti direbus dengan sejumput garam dan 1 sdm minyak, jika sudah empuk, tiriskan.
1 kuntum brokoli, potong-potong
3 buah jagung semi kecil, iris menyerong

Bumbu:
3 siung bawang putih cincang halus
1/2 cabai rawit (karena aku sedang menghindari rasa pedas)
1 buah cabai merah tanjung (yang rasanya ngga pedas)
garam dan merica secukupnya
sedikit parutan keju chedar (sisa bikin kue lebaran..hehehe)

Caranya:
- Tumis bawang putih, cabe rabit dan cabe merah.
- Masukkan irisan jagung semi, aduk rata.
- Masukkan brokoli, lalu taburi sedikit garam.
- Masukkan spageti, aduk rata
- Taburi garam dan merica, aduk rata.
- Tambahkan sedikit keju parut. Aduk kembali.
- Note: jika masakan terlalu kering, tambahan sedikit air masak.
- jika sudah matang, tuangkan spageti ke atas mangkuk atau piring dan taburi lagi dengan keju parut di atasnya.

Mudah kan? Selamat mencoba ya sahabat....^^

@Bukit Kasih Sayang.
miss u all






Senin, 12 Mei 2014

Seribu Satu Wajah Cinta

SATU


426. Kulihat angka itu sekali lagi saat meninggalkan apotik. Pantas saja kepalaku sering pusing dan badanku sedikit melemah. Indeks gula darahku masih terlampau tinggi, jauh dari skala normal; 140 mg/dl. Ingin rasanya aku menangis, tapi untuk apa? Tak ada gunanya, itu hanya akan membuatku semakin merasa terpuruk. Terlebih lagi, rasa sedihku ini tak dapat lagi kunikmati seorang diri, sejak lelaki itu mengikrarkan janjinya tuk menjadi qawwamku hampir delapan tahun silam. Dengan seluruh beban yang diembannya, permasalahan dan tantangan yang dihadapinya, aku tak ingin menambah satu kesedihan bertengger di hatinya. Karena itulah aku harus kuat. Untuk diriku, dan dirinya.

Namun hati manusia itu terlampau lemah, aku sering tak dapat berdamai dengan perasaanku sendiri. Ingin rasanya berteriak, "God...why me?". Kenapa mesti aku? Ketika dokter mengabarkan aku menderita diabetes gestasional ini, saat itu aku masih berusia 29 tahun dan sedang hamil anak kedua. Anak yang selalu kami nantikan kehadirannya, namun segera kembali ke pangkuan Rabbnya sebelum aku menatap dan menyentuhnya. Aku selalu berpikir, diabetes itu hadir di usia senja, penyakit warisan keluarga, atau hinggap pada mereka yang memiliki berat badan berlebih. Dan aku bukanlah salah satu di antara ketiganya.

Hatiku mengutuk dan membenci penyakit ini. Penyakit yang juga menyerang ibu mertuaku hingga akhirnya meninggal. Penyakit yang membuatku mesti bersahabat dengan jarum suntik dan insulin, dan mungkin juga yang menjadi penyebab anakku meninggal sebelum dia terlahir ke dunia ini. Aku menyalahkan diabetes untuk hal-hal manis yang terrenggut dari hidupku.

Namun saat memikirkan semuanya, hatiku bergetar... bulu kudukku merinding dahsyat. Aku tiba-tiba takut ketika beberapa tanya melintas dalam benakku. "Pada siapa aku marah? Pada siapa aku benci? Bukankah Allah yang memiliki semua ijin atas segala musibah untuk menguji hamba-hambaNYA?"

Astaghfirullaahal adziim, sesungguhnya kita milikNYA dan akan kembali padaNYA. Jika sakit itu datang, tentulah dengan kehendak Allah. Tugas kita hanya bersabar dan berikhtiar menyembuhkannya. Mungkin tak akan mudah melakukannya, namun aku mulai mencoba menerima kehadiran penyakit yang kataya pembunuh ranking ke-sekian setelah jantung dan stroke itu sebagai sahabat terbaik yang selalu mengingatkanku untuk hidup sehat.

Sabar dan ikhlas itu sebuah perjalanan, petualangan...sesuatu yang harus diperjuangkan. Aku terus mencoba menggali hikmah. Dalam beberapa kisah hidupku yang tak manis ini, ada banyak hal yang cukup membuatku tersenyum...


To be continued to Part : Dua








Nasihat untukku...

Janganlah khawatirkan rezekimu, karena Alloh sudah menjaminnya untuk semua yg hidup… Tapi khawatirkan amalanmu, karena Alloh tidak menjamin Anda masuk surga.

Simaklah dg seksama uraian indah Ibnul Qayyim -rohimahulloh- berikut ini:
“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Alloh kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Alloh -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti -dengan rahmatNya- membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.
Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Alloh membuka untuknya dua jalan rezeki yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Alloh mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Alloh membuka empat jalan rezeki lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Alloh -subhanahu- wata'ala membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- delapan jalan rezeki, itulah pintu-pintu surga yg berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Rabb -subhanahu-,wa Ta'ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga”.

[Kitab Al-Fawaid, hal: 57]
~ via Ahsan TV

Dear, hati... renungkanlah...Astaghfirullaahal adziim...





Di Bawah Titik Nol

Ah...sudah lebih dari sebulan aku ngga bisa online. Pertama karena sinyal, kemudian ngga bisa isi pulsa lagi..hehehe. Kenyataan hidup memang terkadang pahit. Absen dari semua media, kayaknya. Qadarullah HP juga ngga bisa maksimal menjembatani aku dan orang-orang. Pertama hatiku sedih, selanjutnya...lebih sedih..hehe, aku hanya bisa menertawakan kesedihanku yang sangat menyedihkan. Kini aku lebih seperti pemburu wifi free hot spot agar bisa sekedar online. "sekedar"? rasanya internet adalah duniaku. aku bisa belajar, aku bisa terinspirasi, dan menghibur diri dengan internet dan laptop jadulku.

Aku ngga suka sendiri, tapi aku ngga bisa mencarimu tuk mengajakmu duduk menemaniku, mendengar keluh kesahku. Aku tak mau menyeretmu dalam kesedihan yang sedang menyapaku. Apa aku egois? mengiginkan pengertianmu, mengharap perhatianmu tanpa aku minta? tanpa aku sebut? ternyata memang aku mungkin hanya sekedar musafir yang lewat di hidupmu. sebentar pun kan kau lupakan, kawan.

Betul mungkin apa yang dikatakan lelaki tua itu, "tak ada persahabatan abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi...". Mungkin dulu aku terlalu naif tuk membantahnya. Aku selalu optimis persahabatan itu ada yang abadi. Tapi saat aku sedang jatuh terperosok jauh di bawah titik nol, tak ada satu pun yang mencariku. seakan aku tak pernah memiliki tempat layak di hati mu. Suara-suara dalam hatiku mulai memberontak, protes akan kebodohanku. Mereka mulai menghitung "jasa". Astaghfirullaaahhh...tidak..!!! sungguh aku tak ingin membiarkan titik itu menjadi jelaga yang membuat jarakku dengan sang ikhlas semakin lebar membentang.

Rabb... please help... aku tak bisa mengenyahkannya ini seorang diri. Mendung itu kian bergelayut di setiap sudut. Dan aku makin sulit merangkak mencapai titik nol itu.

aku lelah, merasa kalah...
terasa sepi, saat melihat kenyataan bahwa kini aku sendiri.
saat ingin bangkit, aku tak yakin memiliki alasan yang cukup tuk melakukannya.

11 Mei 2014@Bukit Kasih Sayang
Saat merasa sendiri

Kamis, 20 Maret 2014

Ah....

Baru kali ini aku merasa serba salah
Saat kau berada di sisi yang berlawanan arah
Menyisakan hatiku yang kini resah
Seakan terbelenggu oleh gundah

Apa gerangan yang membuatmu tampak lelah?
Apa yang terjadi, hingga kau seperti menahan amarah?
Teka-teki apa yang membuat dirimu susah?
Biasanya ronamu ceria, murung pun hampir tak pernah

Aku tau jalan kita tak pernah mudah
Kisah hidup kita kadang tak begitu indah
Namun akankah kita begitu saja menyerah?
Tanpa perjuangan, tanpa memungut hikmah?

Mari kita kuatkan lagi bila niat baik itu melemah
Mari eratkan lagi ikatan hati kita jika sudah mulai goyah
Mari selaraskan kembali irama dan langkah
Jangan biarkan ego dan emosi membuat kita kalah

..............

19 Maret 2014 @ Kaki Bukit Impian